CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 76.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Kak Haikal benar-benar tidak memberi tahu Tiwi kemana tujuan mereka. Meski kadang Tiwi mengancamnya dengan berbagai cara, namun tak membuatnya gentar dan menyerah sebelum dia sampai pada tujuannya.


"Kenapa kita berhenti di sini?" Tanya Tiwi setelah Kak Haikal memarkirkan mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan.


"Elo mau pakai gaun itu terus sampai kapan? apa elo gak gerah dan nyaman pakai gaun itu terus?" Ucap Kak Haikal sambil bergegas turun dari mobil sportnya dan mengelilingi mobilnya untuk membukakan pintu di samping Tiwi.


"Memang gak nyaman sih, tapi apa maksud Kak Haikal bawa aku ke sini?" Batin Tiwi.


"Ayo! gue mau elo ganti pakaian dulu sekarang!" Seru Kak Haikal setelah membukakan pintu mobilnya.


"Hm...baiklah," Pasrah Tiwi sambil beranjak turun dari mobil.


Setibanya di dalam, Tiwi sedikit risih karena menjadi pusat perhatian para pengunjung. Bagaimana tidak, riasan yang begitu sempurna, di tambah gaun yang begitu indah masih melekat di tubuhnya. Membuat Tiwi tampil sempurna bak Dewi khayangan.


"Kak! Tiwi malu! kita balik lagi aja ya," Bisik Tiwi.


"Elo ngomong apa sih, Wi? gue gak denger. Ayo cepat, kita pilih dulu pakaiannya!" Seru Kak Haikal sambil memasuki sebuah butik yang sedikit familiar bagi Tiwi.


"Ish, dasar ngeselin! kenapa aku harus nurut sama dia sih, hm... ya udahlah, yang penting habis ini aku bisa bebas," Batin Tiwi.


"Sana pilih sendiri bajunya! kalau udah nanti coba dan perlihatkan dulu sama gue!" Seru Kak Haikal.


"Hm...baiklah!" Sahut Tiwi lesu.


Setelah memilih pakaian yang menurut Tiwi bagus dan nyaman, Tiwi langsung mencobanya satu per satu sesuai yang di perintahkan Kak Haikal.


"Kak, Tiwi udah nemu yang cocok! Tiwi coba dulu ya sekarang!" Ucap Tiwi sambil bergegas.


"Ya udah, jangan lama-lama ya!" Sahut Kak Haikal sambil mengetuk sesuatu di layar pipih nya.


"Orang itu kenapa sih, tadi aja ribut-ribut suruh aku pilih baju, sekarang giliran aku mau coba bajunya dia


malah cuek, Astagfirullah... lagi pula kenapa aku harus mikirin dia terus sih! fokus Wi, fokus! kamu sedang memperjuangkan Kak Gery sekarang." Gumam Tiwi di dalam ruang ganti.


Tak lama setelah Tiwi masuk ke ruangan ganti, Umi Kak Gery yang tak lain pemilik butik tersebut pun keluar dari persembunyiannya.


"Haikal, kamu ajak nak Tiwi juga, kan?" Tanya Umi Kak Gery setelah menghampiri.

__ADS_1


"Udah dong, Tan! tuh, dia lagi coba bajunya di kamar pas." Sahut Kak Haikal.


"Syukurlah, ya udah kalau gitu sekarang sisanya tinggal urusan Tante, makasih ya, Kal!" Tutur Umi Kak Gery sambil bergegas menjauh dan berusaha menghubungi seseorang.


Setelah selesai mengganti baju yang pertama, Tiwi langsung bergegas keluar dari ruangan ganti untuk memperlihatkannya pada Kak Haikal. Namun saat Tiwi keluar dari kamar ganti, Tiwi sempat terkejut dengan kehadiran Umi Kak Gery yang sebelumnya sudah dia curigai.


"Bajunya benar-benar nyaman banget, aku keluar sekarang aja deh biar cepat selesai," Gumam Tiwi sambil bergegas keluar.


kreeek...


"Umi!" Ucap Tiwi.


"Iya sayang, kamu ko terkejut gitu sih! Umi kangen banget sama kamu nak, kamu apa kabar?" Sahut Umi Kak Gery sambil memeluk Tiwi.


"Alhamdulillah Umi, Tiwi udah jauh lebih sehat sekarang, Umi sendiri bagaimana kabarnya?" Tutur Tiwi balik bertanya.


"Alhamdulillah juga sayang, oh iya! selamat ya, hari ini kamu baru aja perpisahan, kan! Umi doakan semoga kamu bisa secepatnya jadi menantu Umi!" Kekeh Umi Kak Gery.


"Umi... " Rengek Tiwi dengan nada manjanya.


"Kenapa? apa kamu udah gak cinta sama anak Umi?" Sahut Umi Kak Gery menggoda.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Gery menghampiri sambil mencium tangan Uminya.


"Wa'alaikumsalam, akhirnya kamu sampai juga, Ger! ya udah, kamu tunggu dulu di sini ya, Umi mau ambil tas sama hp dulu di dalam!" Sahut Umi Kak Gery sambil bergegas.


"Iya Umi, ente lagi apa Kal disini?" Tanya Kak Gery berpura-pura tak melihat keberadaan Tiwi.


"Tuh! gue lagi temani dia belanja," Sahut Kak Haikal sambil menunjuk Tiwi dengan dagunya.


"Kak! gimana pakaiannya? apa Tiwi harus cari lagi model yang lain?" Tanya Tiwi.


"Emm... elo bisa pake baju yang agak ketat sedikit gak? sepertinya elo bakal bagus kalau pakai baju seperti itu!" Saran Kak Haikal.


"Pakaian ketat? Tiwi gak mau, Kak! menurut Tiwi baju ini sudah sangat bagus dan nyaman! kalau harus pakai baju yang lebih ketat dari ini, Tiwi gak mau!" Ucap Tiwi.


"Tapi elo terlihat sedikit gemuk kalau memakai baju longgar seperti itu," Tutur Kak Haikal.

__ADS_1


"Kal, perempuan baik itu memang sudah seharusnya menutup aurat, dan ana pikir si Tiwi udah melakukannya dengan baik. Seharusnya ente bersyukur, karena si Tiwi menjaga auratnya sekarang." Sahut Kak Gery sedikit memberi penjelasan.


"Tapi itu kan cuma selera gue aja, Ger! lagi pula dia kan bakal jadi calon bini gue, kenapa elo yang ribet?" Tutur Kak Haikal yang membuat Kak Gery menghela kasar nafasnya.


"Hm.... jodoh, maut dan rezeki itu merupakan ketetapan Allah, Kal! jadi kita tidak boleh berbicara ambigu tanpa mengucapkan kata In Sya Allah sebelumnya. Karena, bisa jadi yang kamu ucapkan tidak akan terwujud sesuai dengan yang kamu harapkan. Tapi Allah itu maha tau apa yang terbaik untuk hambanya." Sahut Kak Gery panjang lebar.


"Ok-ok! gue akui gue salah, deh! gue emang gak terlalu ngerti agama seperti Lo, Ger! makasih buat pencerahannya ya! gue juga mau minta maaf atas perilaku gue tadi di studio foto," Sesal Kak Haikal.


"Ana tau, Kal! ente hanya ingin melindungi si Tiwi aja tadi, ana juga minta maaf karena udah buat ente khawatir sama si Tiwi! dan kamu, Wi! Kakak minta maaf atas perlakuan kasar Kakak tadi ya," Lirih Kak Gery di akhir ucapannya.


"Tiwi sudah memaafkan, Kak!" Sahut Tiwi.


"Kenapa elo gampang banget memberi maaf sama dia sih, Wi? jelas-jelas dia udah buat pergelangan tangan elo memerah tadi!" Gerutu Kak Haikal yang ternyata masih menyimpan kesal.


"Gak apa-apa Kak, Tiwi gak masalah ko," Sahut Tiwi yang membuat Kak Haikal geram hingga akhirnya dia hampir kelepasan berbicara.


"Jelas aja elo maafin dia , Wi! dia kan orang yang elo..." Ucap Kak Haikal tercekat.


"Kak! cukup! Tiwi gak mau membahasnya lagi," Sentak Tiwi dengan mata yang berkaca-kaca.


"Astagfirullah, sayang! kamu kenapa?" Seru Umi Kak Gery menghampiri.


"Umi..." Ucap Tiwi langsung berhambur kedalam pelukan Umi Kak Gery.


"Ha... elo menang Wi, gue paling gak suka lihat air mata itu," Sahut Kak Haikal mengalah.


Sedangkan Kak Gery masih mematung di tempatnya, menyaksikan Uminya yang begitu dekat dengan Tiwi.


"Kenapa mereka bisa sangat dekat seperti itu, sebenarnya apa yang terjadi, ah... kepalaku jadi pusing, semuanya terasa menggelap tidak ada sedikit pun cahaya." Batin Kak Gery sambil memegangi Kepalanya dan mulai tak sadarkan diri.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2