
Beberapa menit kemudian, Kak Gery tiba setelah mengantarkan kedua orangtua dan Kakeknya pulang.
"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Gery bergegas masuk dan menghampiri sepasang suami istri yang tengah menunggu kedatangannya sedari tadi.
"Wa'alaikumsalam, ayo duduk, nak! mereka udah nunggu kamu dari tadi," Seru Ibu Tiwi beranjak dari duduknya dan membiarkan Kak Gery duduk di kursi bekas beliau.
"Makasih, Bu! apa kabar Kal, Drin?" Sapa Kak Gery seraya mendudukkan diri di kursi bekas sang mertua.
"Alhamdulillah, Kak! Kak Gery habis nganter Umi pulang ya?" Sahut Andrina bertanya.
"Iya, Drin! barusan mereka terpaksa pulang karena ada tamu di rumah yang menunggu. Oh iya, kalian mau minum apa? aku buatkan ya!" Tawar Kak Gery beranjak namun segera di cekal Kak Haikal.
"Gak perlu, Ger! kita gak akan lama ko, Drina harus banyak istirahat! kita mau pamit aja, ya! semoga Tiwi cepet siuman dan berangsur membaik, ya! dan selamat atas pernikahan kalian. Aku minta maaf banget karena gak bisa ikut menyaksikan Ijab Qabulnya, tadi!" Sanggah Kak Haikal.
"It's ok, Kal! Ya udah kalau gitu aku antar sampai depan ya, ayo!" Seru Kak Gery.
Mereka pun akhirnya pulang setelah berpamitan kepada semua orang yang ada di ruangan Tiwi. Kak Gery sendiri memilih ke kantin Rumah Sakit sebelum kembali ke ruangan Tiwi untuk membeli beberapa makana untuk keluarga Tiwi dan dirinya sendiri.
"Loh, nak Gery bawa apa?" Tanya Ibu Tiwi saat melihat bungkusan plastik yang Kak Gery bawa.
"Sedikit makanan, Bu! lumayan untuk mengganjal perut," Sejak resmi menyandang status sebagai suami Tiwi, Kak Gery mengubah panggilannya pada Ibu Tiwi. Kak Gery segera membuka dan menata makanan yang dia beli ke atas piring yang tersedia di ruangan Tiwi.
"Ma Sya Allah, hari ini benar-benar berkah! begitu banyak makanan yang tersaji, di sini! tapi sayangnya, Tiwi masih belum siuman," Tutur Ibu Tiwi yang seketika menampakkan lagi wajah murungnya.
"Tiwi pasti siuman sebentar lagi, Bu! Gery yakin, dia pasti segera sembuh," Sahut Kak Gery yang paham dengan perasaan mertuanya.
Dia mencoba tegar meski hatinya sendiri masih gelisah dan sedih Meski tadi Tiwi sempat merespon ucapannya, namun Tiwi masih saja enggan membuka matanya sedikit pun.
"Bu! sebaiknya malam ini Ibu dan ayah istirahat di rumah aja, biar Gery yang menjaga Tiwi, di sini! Ibu dan Ayah pasti lelah seharian ini. Lagu pula, sekarang Tiwi udah jadi tanggung jawab Gery, Bu! Gery akan menjaga dan merawatnya hingga dia kembali sembuh," Tutur Kak Gery.
"Tapi, nak! kamu juga pasti lelah jika harus berjaga sendirian di sini, biar Ibu suruh Ayah menemani kamu, ya! atau kalau engga, biar Ibu aja yang jaga Tiwi!" Sahut Ibu Tiwi yang sudah kembali berlaku lembut pada Kak Gery setelah pelaksanaan akad pagi tadi.
__ADS_1
"Bu, Ibu dan Ayah pasti lebih membutuhkan istirahat dari pada Gery! kalian udah tiap hari menjaga Tiwi, di sini! Gery gak mau kalau kalian malah ikutan sakit. Jadi biar Gery aja yang jaga Tiwi, di sini!" Ucap Kak Gery.
"Ha... baiklah, Ger! kalau gitu Ibu akan pulang malam ini dengan Ayah, tapi besok pagi Ibu akan kembali lagi ke sini!" Sahut Ibu Tiwi.
"Iya, Bu! apa mau Gery antar sekalian?" Tawar Kak Gery.
"Engga perlu nak, kalau kamu antar kami pulang, lalu siapa yang mau jaga Tiwi di sini?" Sahut Ibu Tiwi.
Setelah beradu debat dengan mertuanya, Kak Gery memilih membersihkan diri di kamar mandi ruangan rawat inap istrinya. Kini dirinya sudah tinggal sendiri menemani dan menjaga sang istri tercinta.
"Alhamdulillah, seger banget." Ucap Kak Gery setelah keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang masih basah.
"Kakak? sedang apa Kakak disini?" Tanya Tiwi yang ternyata sudah siuman.
Kak Gery terkejut bukan main, dia segera menghampirinya dan memeluk sang istri dengan erat. Namun sejurus kemudian, Tiwi memekik kesakitan karena badannya memang masih belum pulih sepenuhnya.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga, Yang makasih Ya Allah, Engkau telah mengabulkan doa-doaku," Ucap Kak Gery seraya memeluk Tiwi.
"Maaf-maaf, Kakak terlalu seneng, Yang! akhirnya setelah 6 bulan lamanya, Ayang tersadar juga," Tutur Kak Gery membingkai wajah Tiwi dengan kedua tangannya.
"6 bulan? Kakak gak bercanda, kan?" Tanya Tiwi memastikan.
"Untuk apa Kakak bercanda? gak ada untungnya, Yang!" Tutur Kak Gery mengelus kepala Tiwi dengan lembut.
"Kalau gitu, Tiwi udah lama gak ke kampus dong! terus, tugas-tugas Tiwi sebelumnya juga... ya ampun, gimana ini?" Racau Tiwi yang malah mengingat tugas kuliahnya.
"Suttt! Yang, dengarkan Kakak! apa kamu gak liat kondisi kamu sekarang? pihak kampus juga akan memakluminya kalau kamu sakit kata gini Lagi pula, Kakak juga udah urus cuti untuk kamu, dan syukurlah sekarang kamu udah sadar! Kakak ingin menunjukkan sesuatu sama kamu sekarang, tunggu sebentar ya!" Seru Kak Gery yang membuat Tiwi mengerutkan keningnya.
Flash back start.
"Hah...hah... hah... Astagfirhullah untung hanya mimpi, aww..." Pekik Tiwi setelah teebangun dari tidur panjangnya.
__ADS_1
"Kenapa di sini sepi banget? aww... badanku sakit semua? kenapa aku ada di sini ya? apa yang sebenarnya terjadi?" Monolog Tiwi seraya mencoba mendudukkan diri dan menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur Rumah Sakit.
"Kayanya ada yang lagi di toilet, apa itu Ibu ya?" Batin Tiwi menajamkan pendengaran dan penglihatannya ke arah pintu kamar mandi, yang sejurus kemudian terbuka dan menampakkan sosok yang begitu dia kenali.
"Kakak? sedang apa Kakak disini?" Tanya Tiwi.
Flash back done.
"Ini..." Ucap Kak Gery seraya menyerahkan hpnya yang sudah menampilkan sebuah foto yang akan dia perlihatkan pada Tiwi.
"Foto siapa ini? Kakak udah nikah ya? kenapa Kakak menunjukkannya pada Tiwi? Kakak pasti udah berbahagia sama Kak Tami kan, sekarang!" Cecar Tiwi dengan pemikiran-pemikiran negatifnya.
Namun, bukannya menjelaskan. Kak Gery malah terkekeh dan terlihat gemas dengan sikap Tiwi yang begitu antusias mencecarnya dengan pertanyaan pertanyaannya yang lucu bagi Kak Gery.
"Sayang, apa Kakak seburuk itu ya di mata kamu? apa kamu gak liat tangan siapa yang sedang Kakak jabat di foto itu?" Tanya Kak Gery yang membuat Tiwi memeriksa fotonya lagi.
Ada gurat kebingungan di wajah Tiwi, dan itu berhasil membuat Kak Gery semakin gemas dan tak dapat menahan diri untuk mengecup pipi merona istrinya itu.
Cup...
"Yang Kakak nikahi itu kamu, Yang! sekarang kita udah resmi jadi suami istri. Kakak bener-bener berterimakasih, karena Ayang udah kembali lagi, Kakak bener-bener bersyukur bisa melihat kamu bangun lagi seperti ini, semoga kedepannya kamu bisa segera sembuh total, ya!" Tutur Kak Gery setelah mengecup pipi istrinya dan memeluknya dengan sangat hati-hati.
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode 😘😘😘