
"Silahkan Sus!" Seru Kak Fajar sambil melipir memberi jalan.
Tak lama setelah Kak Gery tiba di ruangan yang sama dengan Tiwi. Kakek Kak Gery segera menghampirinya dan menanyakan keadaanya kembali.
“Bagaimana keadaan kamu sekarang, Ger?" Tanya Kakek Kak Gery.
"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik Kek! apa Tiwi masih belum siuman?" Sahut Kak Gery balik bertanya.
"Belum Kak! semoga aja tidak lama lagi!" Ucap Tata membantu menjawab.
Dan benar saja, sesaat setelah Tata, berucap Tiwi mulai membuka kedua matanya secara perlahan.
"Eh... nak Tiwi benar-benar siuman, Ta! Sayang... bagaimana keadaan kamu nak?" Ucap Kakek Kak Gery seraya menghampiri Tiwi.
“Tiwi masih sedikit pusing Kek, emm... kenapa kita jadi satu ruangan?" Sahut Tiwi setelah mengedarkan pandangannya.
"Kakek yang mengaturnya sayang, supaya Kakek tidak perlu bolak-balik untuk menengok kalian," Jawab Kakek Kak Gery.
"Oh gitu ya Kek! keadaan Kakak bagaimana sekarang? apa sudah membaik?" Tanya Tiwi sambil melirik ke arah tunangannya itu.
“Kakak baik-baik aja, Yang! sebaiknya kamu sekarang makan sesuatu ya biar ada tenaga, habis itu makan
obatnya! Kakak janji mulai sekarang Kakak tidak akan meninggalkan kamu lagi," Tutur Kak Gery seraya beranjak dari bangsalnya dan menghampiri Tiwi yang masih terbaring lemas.
“Makasih ya Kak, tapi Tiwi benar-benar gak apa-apa ko! hanya masih lemas dan sedikit pusing aja," Sahut Tiwi.
"Oh iya, terimakasih juga ya, Kak! kalau kalian gak menolong Tiwi mungkin saat ini Tiwi gak akan selamat!" Ucap Tiwi yang kini beralih memandang Kak Intan dan Kak Fajar.
“Sama-sama Wi, kamu cepat sembuh ya!" Seru Kak Intan.
“Tan, sebaiknya kalian pulang aja sekarang! biar giliran kita aja yang jaga di sini, kalian juga pasti udah capek kan?" Tutur Kak Iman.
“Iman benar Tan! sebaiknya kita pulang dulu sekarang, kamu pasti lelah setelah menolong Tiwi, ayo!" Seru Kak Fajar.
"Ya udah, sebaiknya kalian ikut mobil Kakek aja, ayo! Kakek juga ingin pulang dulu sekarang, sepertinya pinggang Kakek butuh istirahat juga nih," Sahut Kakek Kak Gery seraya beranjak menghampiri Tiwi untuk berpamitan.
“Kalian cepat sembuh ya nak, Kakek pulang dulu, ok!" Tutur Kakek Kak Gery sambil mengusap kepala Tiwi dengan lembut.
"Hati-hati Kek!" Ucap Tiwi.
Kebetulan saat itu Tata dan Kak Iman belum makan apapun. Sehingga mereka memutuskan untuk membeli beberapa makanan keluar. Sementara itu, Kak Gery yang sudah bisa bangun menghampiri Tiwi yang masih lemas.
__ADS_1
“Kak, Tata lapar nih! kita beli dulu makanan yuk! Kakak juga belum makan apa-apa kan dari tadi?! kita cari Market terdekat aja yuk!” Seru Tata seraya mengusap perutnya yang sudah keroncongan.
“Boleh! Ger! ana beli dulu makanan ya! ente gak apa apa kan ana tinggal sebentar?” Tutur Kak Iman.
“It's ok Man, kalian pergi aja! ente jaga sepupu ana baik-baik ya, jangan sampai lecet tuh!" Sahut Kak Gery seraya menggoda Tata dan Kak Iman.
“Siap deh! ya udah, ana pergi dulu ya! ente mau titip beli sesuatu gak?” Tanya Kak Iman sebelum bergegas pergi.
“Emm… ana titip beli cemilan aja deh, siapa tau nanti Tiwi juga lapar,” Jawab Kak Gery.
“Ok deh, itu aja kan?! kalau gitu kita pergi sekarang ya," Sahut Kak Iman.
"Kita belanja dulu ya Kak!" Seru Tata menimpali.
“Ok, hati-hati ya!" Ucap Kak Gery.
Setelah Tata dan Kak Iman pergi. Kak Gery mulai turun dari tempat tidurnya dan menghampiri Tiwi.
“Yang!" Seru Kak Gery menghampiri tempat tidur pasien Tiwi.
“Kakak ko bangun dari kasur sih? Kakak istirahat lagi aja! nanti lukanya sakit lagi lo! Tiwi udah gak apa-apa ko sekarang," Tutur Tiwi sambil menggenggam tangan Kak Gery setelah mengelus kepalanya.
"Maafin Kakak ya! Kakak gak bisa jagain kamu dengan baik,” Lirih Kak Gery seraya mencium tangan Tiwi.
“Tapi tetap aja Yang! Kakak merasa bersalah sekali sama kamu!".
"A...apa Kakak... boleh peluk kamu?" Bujuk Kak Gery dengan mata yang memelas.
Tiwi terlihat menghela kasar nafasnya sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya dan merentangkan kedua tangannya. Akhirnya kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu pun saling berpelukan, saling mencurahkan rasa kasih sayangnya mereka masing-masing.
“Mulai sekarang kita jangan sampai terpisah lagi ya! Kakak janji akan jaga kamu lebih hati-hati lagi. Kakak gak mau kejadian ini sampai terulang lagi, Yang!" Lirih Kak Gery yang masih memeluk Tiwi dengan erat setelah Tiwi merubah posisinya menjadi duduk.
“Terimakasih ya Kak, Tiwi beruntung banget bisa punya tunangan seperti Kakak!" Sahut Tiwi seraya membalas pelukan hangat tunangannya.
"Kakak yang begitu beruntung memiliki kamu, Yang! Kakak benar-benar takut kehilangan kamu, Kakak benar-benar sayang sama kamu!" Ucap Kak Gery.
“Tiwi juga Kak! btw, hp Tiwi mana ya? Tiwi mau telepon Ibu, Tiwi takut mereka khawatir! Kakek pasti udah kasih tau kabar Tiwi deh!" Seru Tiwi yang membuat Kak Gery melerai pelukannya.
“Kamu gak perlu khawatir, Yang! Kakek memang udah kasih kabar orangtuamu tadi. Sebaiknya sekarang Ayang istirahat lagi aja, atau mau Kakak pijitin, kakinya?” Tawar Kak Gery.
“Eh, gak usah Kak! Tiwi baik-baik aja, ko! Tiwi cuman mau cepat pulang kalau bisa!" Seru Tiwi lirih.
__ADS_1
“Mudah-mudahan bisa secepatnya, Yang! Kakak juga gak mau lama-lama tinggal di sini! moga aja, besok kita udah boleh pulang!" Sahut Kak Gery.
“Aamiin..." Ucap Tiwi.
“Yang! kamu lapar gak?” Tanya Kak Gery seraya mengelus lembut sebelah pipi Tiwi.
“Emm… Tiwi haus Kak! Tiwi pengen minum!" Ucap Tiwi seraya menunjuk keberadaan botol air mineral di atas nakas samping tempat tidur pasiennya.
“Tunggu bentar! biar Kakak buka kan buat kamu botolnya!" Seru Kak Gery seraya menyambar botol air mineral dan membuka tutupnya sebelum memberikannya pada Tiwi.
“Makasih ya Kak!" Ucap Tiwi setelah selesai meneguk air mineral.
“Ya udah, sekarang kita istirahat lagi ya! mudah mudahan besok bisa pulang!” Seru Kak Gery sambil menyimpan kembali botol air mineralnya.
Keesokan harinya, mereka akhirnya di perbolehkan pulang oleh Dokter. Setibanya di rumah Kakek Kak Gery, Tiwi langsung di sambut oleh Bi Ijah dan Bi Iyem yang telah menunggunya dengan khawatir.
“Alhamdulillah… akhirnya bisa pulang juga,” Ucap Tiwi saat mereka baru saja tiba di parkiran rumah Kakek Kak Gery.
“Ayang senang banget ya bisa pulang?!" Sahut Kak Gery.
“Iya, dong! lagi pula siapa sih yang bisa betah tinggal di Rumah Sakit?" Jawab Tiwi seraya terkekeh.
"Hehe... ya udah yuk turun! hati-hati ya, Yang!" Seru Kak Gery sambil membantu Tiwi turun dari mobil yang mereka tumpangi.
“Assalamu’alaikum… “ Ucap Tiwi seraya melenggang masuk ke dalam rumah Kakek Kak Gery.
“Wa’alaikumsalam… Non! Non Tiwi sama Aden gak apa-apa kan? Bibi benar-benar khawatir setelah tau kabar kalian, kemarin!" Sambut Bi Ijah penuh khawatir.
“Tiwi gak apa-apa ko Bi! makasih ya udah khawatirkan Tiwi sama Kak Gery!" Sahut Tiwi sambil menyunggingkan senyumnya.
"Sama-sama Non, kalau gitu Bibi antar ke kamar ya! kalian pasti masih lemas, kan!" Seru Bi Ijah.
"Emm... Tiwi mau istirahat dulu di sini aja Bi, makasih ya," Ucap Tiwi tulus.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘