CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 52.


__ADS_3

"Aamiin. Doakan saja ya, Kek!" Sahut Kak Gery yang membuat Tiwi tersipu.


"Kalau begitu, Tiwi ambilkan makanannya ya Kak!" Sahut Tiwi sambil menyendok makanan untuk Kak Gery.


"Makasih ya, Yang!" Ucap Kak Gery.


Setelah mereka selesai, Tiwi dan Tata segera membereskan piring-piring kotor yang telah mereka gunakan untuk makan, Tata dan Tiwi begitu menikmati tugas mereka tersebut sambil sesekali l bertukar cerita.


"Sepertinya Kakek terlalu kenyang, Kakek tinggal ke kamar dulu ya! kalian lanjutkan saja makannya," Tutur Kakek Kak Gery.


"Tata bantu ya Kek!" Seru Tata.


"Gak usah Ta! kamu bantu nak Tiwi saja, Kakek bisa sendiri ko!" Sahut Kakek Kak Gery sambil beranjak ke kamarnya.


"Hm... ya udah, hati-hati ya Kek!" Ucap Tata.


"Ta! kamu mau pulang atau nginep disini?" Tanya Tiwi.


"Emm... kayanya sih, pulang Wi, kenapa? kamu masih khawatir sama Kak Gery ya?!" Sahut Tata.


"Iya Ta! aku juga khawatir sama Kakek, kalau mereka di tinggal berdua di sini. Ngomong-ngomong orangtuanya Kak Gery kapan pulangnya sih Ta?" Tutur Tiwi bertanya.


"Kayanya mereka pulang sore ini deh, Wi! ya udah, kamu jangan khawatir lagi ya! kita duduk lagi di ruang


tengah aja yuk bareng Kak Gery sama Kak Iman!" Seru Tata setelah selesai dengan aktivitas membersihkan piringnya.


"Ok, deh! aku simpan dulu sendok dan garpu nya ya!" Sahut Tiwi sambil bergegas.


Tak lama kemudian mereka menghampiri Kak Gery dan Kak Iman yang sedang asik menonton siaran televisi. Tata dan Tiwi akhirnya memiliki ide untuk menjahili mereka dengan cara mengejutkannya dengan serempak.


"Eh, Wi? kita kejutkan mereka yuk!" Usul Tata.


"Boleh! ayo Ta, kamu duluan deh!" Sahut Tiwi mengambil ancang-ancang.


"Ok, satu... dua... tiga.... duarr!" Ucap Tata dan Tiwi mengejutkan.


"Astagfirullah! kalian mengejutkan saja, untung kakak tidak jantungan," Sahut Kak Iman sambil mengusap dadanya.


"He... habisnya kalian pada serius nonton sih, barusan! memangnya kalian lagi nonton acara apa sih?" Tanya Tata.


"Hm... kita lagi nonton pertandingan bulu tangkis Ta," Sahut Kak Iman.


"Kakak suka nonton bulu tangkis juga ya?! wah... kenapa gak kasih tahu Tiwi sih, Tiwi juga suka banget loh nonton pertandingan bulu tangkis!" Seru Tiwi sambil duduk di samping Kak Gery.


"Kakak kan, gak tahu kalau kamu juga suka nonton ini, Yang! kalau Kakak tau mungkin Kakak bakal berteriak deh tadi, he..." Sahut Kak Gery.


"He... iya juga sih, udah babak kedua ya, Kak? siapa yang menang babak pertamanya?" Tanya Tiwi antusias.


"Yang menang tim Singapura, Yang!" Jawab Kak Gery.


"Ta! suapi Kakak jeruk dong! kayanya segar deh!" Tutur Kak Iman manja.


"Boleh! kebetulan Tata juga lagi pengen jeruk, sebentar ya, Tata kupas dulu jeruknya," Sahut Tata sambil mengambil satu jeruk yang tersimpan di meja ruang itu.


Tak terasa suara Adzan Ashar pun berkumandang, Tiwi begitu menikmati waktu kebersamaannya bersama Kak Gery kali ini, meski mereka hanya menonton pertandingan bulu tangkis, namun mereka


benar-benar menikmati momen tersebut.

__ADS_1


"Yang! maaf ya, Kakak belum bisa ajak kamu jalan-jalan lagi," Tutur Kak Gery.


"Kenapa Kakak tiba-tiba bicara seperti itu? Tiwi gak masalah ko," Sahut Tiwi.


"Kakak semakin mantap sama kamu, Yang! semoga kelak Kakak bisa menghalalkan kamu secepatnya!" Ucap Kak Gery.


"Aamiin, eh sudah Ashar lagi ya, gak terasa banget ya!" Sahut Tiwi.


"Iya, Wi! kamu menginap di sini saja, Wi!" Seru Tata.


"Gak bisa, Ta! aku pasti kena marah kalau menginap, aku sholat dulu ya!" Sahut Tiwi sambil beranjak.


"Tunggu, Yang! Kakak juga mau Sholat sekarang deh, kita Sholat berjamaah aja ya, gimana? Ta, kamu juga ikut berjamaah ya!" Seru Kak Gery.


"Boleh! Tata ambil wudhu dulu ya," Tutur Tata.


"Ya udah, kalau gitu Kakak ke mesjid ya!" Sahut Kak Iman.


"Hati-hati ya!" Ucap Tata.


"Ok, kalian tunggu di rumah baik-baik ya!" Sahut Kak Iman.


Kakek Kak Gery yang sedari tadi beristirahat pun akhirnya keluar untuk melaksanakan Sholat Ashar bersama Tiwi dan kedua cucunya.


"Kalian mau pada Sholat berjamaah ya? Kakek juga ikut deh," Seru Kakek Kak Gery.


"Ya udah, ayo Kek Tata bantu ambil wudhu ya!" Sahut Tata.


"Tiwi siapkan sajadah dan mukenanya ya," Tutur Tiwi bergegas sambil menunggu Kak Gery selesai berwudhu.


"Yang, kamu yakin mau pulang sekarang? kayanya Umi sama Ayah juga bentar lagi pulang deh! kamu gak mau ketemu mereka dulu?" Tutur Kak Gery.


"Lain kali aja deh! ini sudah terlalu sore Kak, lagi pula Kakak harus banyak istirahat supaya cepat sembuh," Sahut Tiwi.


"Tapi kan Kakak dari tadi udah istirahat, Yang! kamu menginap aja ya di sini!" Bujuk Kak Gery.


"Maaf ya Kak, menginapnya nanti aja kalau udah halal," Sahut Tiwi terkekeh.


"Ha... kamu paling bisa deh buat Kakak luluh, jadi bikin Kakak tambah gak sabar aja buat pinang kamu secepatnya!" Tutur Kak Gery.


"Ya udah, kalau gitu Tiwi siap-siap dulu ya sekarang!" Sahut Tiwi beranjak mencari tas selempang yang sebelumnya dia pakai.


"Kamu mau pulang sekarang, Wi?" Tanya Tata.


"Iya, Ta! kamu mau pulang kapan?" Sahut Tiwi.


"Aku juga mau pulang sekarang ko," Tutur Tata.


"Kalau gitu sekalian aja, Wi! biar nanti Kakak antara sekalian!" Sahut Kak iman menimpali.


"Iya, Wi! bareng aja ya!" Tutur Tata.


"Emm... boleh deh! ya udah, kita pamit sama Kakek dulu yuk!" Seru Tiwi.


Beberapa hari kemudian, Tiwi dan Tata menghadiri pertemuan Osis di Sekolahnya untuk membahas acara Gelar Seni yang akan mereka laksanakan.


"Ok, teman-teman sudah kumpul semuanya kan? aku mulai aja ya! Assalamu'alaikum Warahmatullahi

__ADS_1


Wabarakatuh." Ucap Sintia membuka acara.


"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Jawab semua anggota Osis.


"Nah, untuk pertemuan kali ini, aku akan mengumumkan kandidat ketua dan beberapa seksi untuk acara Gelar Seni nanti, ada pun kandidatnya yaitu Rizky, Nissa, Tiwi, dan Regi" Tutur Sintia menjelaskan.


Hari itu, Tiwi dan teman-temannya memilih calon ketua dan beberapa seksi untuk pelaksanaan Gelar Seni di Sekolah mereka. Tiwi sendiri akhirnya terpilih sebagai seksi acara saat itu.


"Ok, semuanya udah jelas ya! jadi aku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik agar acara kita Tahun ini berjalan dengan sukses." Tutur Sintya.


"Wah, selamat ya, Ki! semoga Gelar Seni angkatan kita Tahun ini bisa lebih sukses di bawah kepemimpinan kamu!" Tutur Rosa.


"Aamiin, semoga aja ya, Cha!" Sahut Rizki.


"Ok, teman-teman! jadi untuk tugas dan planning kali ini, aku serahkan sama Rizki ya, mudah-mudahan acara Gelar Seni angkatan kita kali ini bisa lebih meriah dan sukses dari Tahun-tahun sebelumnya, Aamiin... kalau gitu cukup sekian pertemuan hari


ini, akhir kata aku ucapkan terimakasih untuk waktu kalian dan mohon maaf apabila ada salah-salah kata dari aku, Assalamu'alaikum, warahmatullahi, Wabarokatuh," Tutur Sintia menutup pertemuan.


"Wa'alaikumsalam, warahmatullahi, Wabarokatuh," Jawab semua anggota serempak.


Setelah sampai di rumah, Tiwi segera membuat beberapa planning acara yang akan dia gelar kelak. Kebetulan, Tiwi sendiri mendapatkan tugas untuk menyusun dan mengatur acara, sehingga dia harus ektra persiapan untuk acara Gelar Seni Tersebut.


Beberapa hari kemudian, Rizki meminta anggotanya untuk kembali berdiskusi setelah mereka semua sama-sama merencanakan acara yang akan mereka gelar tersebut.


"Temanya yang bagus apa ya? emm... aku coba tanya ke si Rizki, deh!" Gumam Tiwi sambil meraih hpnya.


.


.


.


.


.


Maaf, Mom belum bisa kondusif up guys. Mom masih pemulihan... Mom minta doanya biar bisa kembali sehat seperti biasa 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


.


.


.


Mom mimu mengucapkan, Taqoballahu Minna Waminkum Taqobbal Ya Karim. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Mohon maaf lahir dan batin, Semoga amal serta ibadah kita selama bulan Ramadhan di terima oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin Allahumma Aamiin...


.


.


.


.


.


See you next episode...

__ADS_1


__ADS_2