
"Oh iya, Wi! kamu jadi, kan bikin acara syukuran 4 bulanannya? kata Kak Gery, kalian jadinya buat di rumah orangtua kamu, ya Wi! Kenapa gak di rumah kalian sendiri?" Tanya Tata.
"Aku sengaja buat di rumah Ibu karena udah lama gak berkumpul di sana, Ta!" Sahut Tiwi sambil mengajak bermain salah satu anak kembar Andrina.
"Oh, kalau gitu apa yang bisa aku bantu, Wi? acaranya lusa sore, kan?" Tanya Tata menawarkan bantuan.
"Gak perlu repot-repot, Ya! Alhamdulillah, semuanya udah siap, ko! tinggal nunggu waktu acaranya aja," Sanggah Tiwi.
"Kalau baby twins gak rewel, aku nanti ikut nyusul hadir, deh!" Sahut Andrina.
"Makasih ya Drin, Ta! kalian emang sahabat-sahabat aku yang paling the best, deh! Oh iya, kayanya Dosennya gak hadir ya, aku mau pulang duluan aja, deh! sekalian mau kasih uang pesanan kue buat lusa!" Ucap Tiwi mulai seraya beranjak.
"Oh, ya udah hati-hati, Wi! mau kita antar, gak?" Tawar Tata.
"Gak apa-apa, Ta! kasih baby twins sama baby Caca kalau ikut, aku berangkat sekarang, ya! bye-bye ponakan-ponakan Ounty, Assalamu'alaikum," Tutur Tiwi beranjak seraya mencubit salah satu pipi baby twins dengan gemas.
"Wa'alaikumsalam, Ounty hati-hati ya!" Sahut Andrina menjawab dengan suara tiruan anak kecil.
Petang itu, Tiwi memilih membeli semangkuk asinan yang di jual di pinggir jalan sebelum pulang menuju rumah Ibunya, untuk memberikan uang pesanan kue. Tiwi benar-benar tergiur saat melihat asinan yang terlihat menggugah seleranya itu, hingga tak sadar dia pun menuju pedagang tersebut yang berada di pinggiran jalan yang cukup ramai.
"Pak, Pak... itu pedagang asinan, kan? tolong ke pinggirkan dulu mobilnya, ya!" Seru Tiwi memerintah pada supir pribadinya yang sengaja Kak Gery carikan untuk mengantarnya kemana pun semenjak mengetahui kehamilan Tiwi.
"Baik, Nya! apa mau sekalian saya belikan?" Sahut Pak Slamet yang tak lain nama supir tersebut.
"Gak usah, Pak! saya pengen beli sendiri! Bapak jangan panggil saya Nyonya terus, dong! saya kurang nyaman dengan panggilan itu, Bapak panggil saya Tiwi aja, ya!" Ucap Tiwi, merasa sungka. saat di panggil Nyonya oleh orang yang lebih tua darinya.
"Saya juga gak enak, Nya kalau harus panggil nama langsung, kalau gitu saya panggil Non aja, ya! Non Tiwi juga kan masih sangat muda, jadi sangat pantas dengan panggilan itu!" Sahut Pak Slamet.
"Emm... ya udah, deh terserah Pak Slamet aja! saya turun sebentar ya, Pak!" Ucap Tiwi beranjak keluar dari mobil dan menghampiri pedagang asinan yang sedang ramai oleh pembeli.
"Hati-hati, Non!" Seru Pak Slamet.
"Pak, asinannya 3 dibungkus ya!" Pesan Tiwi.
"Siap, Neng! mau pedas semuanya, Neng?" Tanya sang pedagang.
"Emm... Iya, deh Pak! tapi yang satu di bikin lebih pedas ya!" Tutur Tiwi yang sudah sangat tidak sabar
__ADS_1
ingin segera melahap asinan tersebut.
"Siap, Neng! di tunggu dulu ya!" Sahut pedagang asinan.
kurang lebih 15 menit, pedagang asinan pun menyerahkan pesanan Tiwi setelah membungkusnya dengan plastik transparan, Tiwi pun segera mengeluarkan uang selembaran merah untuk membayarnya dan segera kembali ke mobil suaminya setelah mendapat kembalian dari sang pedagang asinan tersebut.
"Pak, kita ke kantor suami saya dulu, ya!" Tutur Tiwi.
"Loh, ke rumah Ibunya gak jadi ya, Non?" Tanya Pak Slamet.
"Jadi, ko Pak! saya cuma pengen mampir sebentar sambil makan asinan sama suami saya! gak apa-apa, kan Pak?" Sahut Tiwi.
"Beres, Non! kalau gitu kita berangkat sekarang, ya!" Seru Pak Slamet seraya menghidupkan kembali mesin mobil dan melajukannya ke tempat tujuan yang Tiwi inginkan.
Hanya butuh waktu 20 menit saja, untuk Tiwi tiba di perusahaan suaminya. Kini Tiwi tengah bersiap masuk ke perusahaan yang sudah di rintis sendiri oleh sang suami sejak dia lulus kuliah itu.
"Assalamu'alaikum. Aby, Tiwi ada di bawah sekarang! Aby turun dulu sebentar, ya!" Ucap Tiwi lewat sambungan teleponnya.
"Wa'alaikumsalam. Ayang gak jadi ke rumah Ibu, ya? Aby masih di ruang meeting, Yang! Aby selesaikan dulu bentar lagi, ya! Ayang tunggu di ruangan Aby aja, nanti Aby suruh Nino buat antar Ayang!" Tutur Kak Gery.
"Gak mau, By! Tiwi pengen Aby yang jemput, Tiwi tunggu di lobby aja, deh!" Rengek Tiwi.
"Istrinya ya, Pak?" Tanya salah satu kolega Kak Gery yang sedang meeting bersamanya.
"Iya, Pak! maaf, saya jadi mengganggu pertemuan kita! kebetulan, istri saya sedang hamil, jadi saya gak bisa nolak panggilan teleponnya! takutnya ada sesuatu yang dia perlukan. Mari kita lanjutkan meeting nya!" Seru Kak Gery.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Kak Gery menghampiri Tiwi yang sudah menunggunya di lobi.
"Astaghfirullah, Yang! anak kita bisa sesak kalau Ayang tiduran kaya gini!" Tegur Kak Gery seraya membangunkan tubuh Tiwi yang tertidur sambil melipat kedua tangannya di atas meja ruangan tunggu perusahaan.
"Aby udah selesai? kita pulang ya, By! kepala Tiwi pusing," Tutur Tiwi mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wajah tampan sang suami.
"Aby masih ada pekerjaan, Yang! Aby antar kamu pulang dulu ke rumah Ibu aja, ya! Ayang tadi ke sini, di antar Pak Slamet, kan?" Sahut Kak Gery.
"Iya, By! Pak Slamet nunggu di mobil. Kalau Aby masih ada kerjaan, Tiwi pulang sama Pak Slamet lagi aja, deh! nih.... tadinya Tiwi pengen banget makanan asinan itu sama Aby, tapi ternyata Aby nya masih sibuk! ya udah, deh Tiwi pulang sekarang, ***..." Ucap Tiwi tercekat saat hendak beranjak.
"Ayang ngidam makan asinan ini, ya? Aby temani makan deh sebelum Ayang pulang, mau ya?" Bujuk Kak Gery yang tak mau membuat perasaan istrinya kecewa.
__ADS_1
"Gak mau! Tiwi udah gak pengen makan asinannya. Sebaiknya Aby kasih sama karyawan Aby aja! eh, tapi satu bungkusnya lagi buat Pak Slamet aja, deh! kasian dia udah nungguin Tiwi dari tadi," Rajuk Tiwi beranjak meninggalkan dua kantong asinannya begitu saja di atas meja.
"Yang! Yang, maafin Aby, ya! Aby janji, kalau kerjaan Aby selesai, Aby bakal jemput Ayang di rumah Ibu!" Bujuk Kak Gery seraya mengekori Tiwi.
"Aby pulang ke rumah, aja! gak usah susul Tiwi! soalnya Tiwi mau tidur di rumah Ibu malam ini." Ketus Tiwi sambil membanting pintu mobil yang baru aja dia masuki.
"Yang! maafin, Aby! Aby bener-bener gak bisa ninggalin pekerjaan ini! apalagi lusa kan kita akan menggelar syukuran, jadi Aby sengaja memadatkan jadwal supaya, lusa Aby bisa libur full!" Tutur Kak Gery yang tak di gubris oleh Tiwi yang malah menyuruh pak Slamet melajukan mobilnya segera.
"Pak jalan, Pak!" Seru Tiwi tanpa ingin menoleh pada sang suami yang masih setia berdiri di samping pintu mobil tempatnya duduk.
"Tapi, Non! Den Gery sepertinya masih ingin berbicara sama, Non! sebaiknya kalau ada masalah selesaikan dengan baik-baik!" Pesan Pak Slamet.
"Kita gak ada masalah, ko Pak! Bapak gak usah khawatir, sebaiknya Bapak jalankan mobilnya aja, sekarang!" Tutur Tiwi tak mau di bantah.
Alhasil, pak Slamet pun melajukan mobilnya dengan perasaan was-was. Di lain sisi pria paruh baya itu juga tidak tega melihat tuannya yang terlihat berlari mengejar mobil mereka. Namun dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti perintah Tiwi yang sudah terlihat sangat kacau siang itu.
"Sekarang kita mau kemana, Non? pulang ke rumah atau di teruskan ke rumah Ibunya Non?" Tanya Pak Slamet seraya memperhatikan raut wajah Nona nya yang sedari tadi di tekuk semenjak memasuki mobil.
"Pulang ke rumah Ibu aja, Pak!" Jawab Tiwi.
"Non, Non Tiwi sedang marahan ya sama Pak Gery?" Tanya pak selamet hati-hati.
"Engga, ko! Tiwi cuma lagi kesel aja sama Kak Gery! katanya, suruh nunggu bentar. Tapi taunya lama banget, apalagi dia gak mau Tiwi ajak pulang juga, kan nyebelin banget, Pak!" Tutur Tiwi mulai terisak.
"Duh... Non ko malah nangis, sih! udah ya, jangan sedih lagi, gimana kalau Bapak ajak jalan-jalan sebentar sebelum pulang ke rumahnya Ibu? Bapak jamin, Non pasti gak akan sedih lagi!" Seru pak Slamet mencoba menghibur majikannya.
"Jalan-jalan? bahkan akhir-akhir ini Kak Gery udah jarang ajak Tiwi untuk itu. Tiwi mau pulang aja deh, Pak! lagian, Tiwi juga sedikit pusing sekarang," Sahut Tiwi menyandarkan kepalanya yang sudah terasa berat.
"Ya wes Non, Non tiduran aja! nanti Bapak bangunkan kalau udah nyampe," Tutur pak Slamet segera di turuti oleh Tiwi yang langsung menyandarkan kepalanya pada sandaran jok mobil yang dia duduki.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘