CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 116.


__ADS_3

Bukannya menjawab, Tata malah mendorong tubuh suaminya sekuat tenaga sambil bergegas ke kamar mandi dan meninggalkan suaminya yang terpelanting ke belakang. Untung masih di atas tempat tidur. Kalau tidak, sudah bisa di pastikan bokong Kak Iman akan terasa sakit.


"Yang, kamu gak apa-apa, kan? apa ini gara-gara semalam, ya!" Ucap Kak Iman setelah beranjak dari tempat tidurnya dan menghampiri Tata di dalam kamar mandi yang ternyata tak dikunci.


"Tata pusing, By! hoek...perut Tata tiba-tiba mual," Sahut Tata yang tercekat dengan muntahan yang dia keluarkan dari mulutnya.


"Kita ke Dokter aja ya, Aby takut terjadi sesuatu yang buruk pada kalian, ayo!" Seru Kak Iman segera menggendong Tata yang sudah tak berdaya.


"Tapi, Tata mau makan melon dulu, By! mungkin aja, mual Tata bisa ilang juga kalau makan buah dulu!" Sahut Tata.


"Ok-ok! tapi kita ke Dokter dulu, ya! nanti, baru kita beli melon nya!" Bujuk Kak Iman yang sudah di kanda cemas bin khawatir. Pasalnya wajah istrinya itu sudah benar-benar pucat pasi.


"Tapi, kan rekam medis Tata ada di rumah, By! emangnya gak apa-apa, ya kalau kita periksa di sini? nanti aja deh kalau kita udah pulang ke rumah, lagi pula sekarang Tata udah gak terlalu pusing dan mual lagi, ko!" Tutur Tata.


"Bener, udah gak mual? tapi tetap aja, Yang! Abi takut terjadi apa-apa sama kalian!" Sahut Kak Iman membingkai wajah Tata dengan kedua tangannya.


"In Syaa Allah gak akan, By! Tata juga udah sering baca artikel seputar kehamilan ko. Mual sama muntah Tata tadi itu, masih hal yang wajar buat Ibu hamil muda kaya Tata! apa lagi di trimester pertama, kalau bahasa Dokternya sih morning sickness, By!" Tutur Tata menjelaskan.


"Tapi kamu pasti tersiksa ya, Yang! maafin Aby ya, cuma karena mau kasih Aby gelar Ayah, Ayang sampai harus tersiksa seperti tadi," Lirih Kak Iman.


"Abi! Tata ikhlas ko menjalaninya, lagi pula ini kan anak kita, By! masa Tata harus mengeluh gitu aja, sih!" Sahut Tata mengusap punggung tangan suaminya yang masih membingkai wajah cantiknya.

__ADS_1


"Makasih, ya Yang! Abi memang gak salah memilih kamu sebagai istri sekaligus Ibu dari anak-anak Abi!" Ucap Kak Iman seraya menghujani wajah Tata dengan ciuman-ciumannya.


...****************...


"Ger! ini cukupkan buat buah tangan?" Tanya Umi Kak Gery seraya menenteng sebuah bingkisan yang akan mereka bawa untuk menjenguk Tiwi yang baru saja dia beli dari mini market.


Semalam, saat tiba di rumahnya. Kak Gery langsung menceritakan kronologis kejadian kecelakaan yang menimpah Tiwi pada kedua orangtuanya. Umi Kak Gery sendiri begitu syok mendengar kabar kecelakaan tersebut yang menimpah calon menantu kesayangannya itu.


"Mi, maaf ya Ayah gak bisa ikut kalian jenguk nak Tiwi! Ayah benar-benar banyak pekerjaan! kalau aja bisa Ayah tinggalkan, pasti Ayah akan ikut kalian menjenguk," Tutur Ayah Kak Gery.


"Gak apa-apa, Yah! mereka pasti ngerti. ko! ya udah, Ayah hati-hati ya!" Sahut Umi Kak Gery seraya mengantarkan suaminya ke depan rumah.


"Mi, sebenarnya Gery merasa gak enak hati sama keluarga Tiwi! Umi merasa gak sih kalau selama Tiwi dekat sama Gery, dia selalu aja kena musibah! apa mungkin, ya karena dia dekat dengan Gery? Gery benar-benar merasa bersalah sama mereka," Tutur Kak Gery setelah Uminya kembali dari depan rumah.


Sekitar satu jam kurang, Umi Kak Gery dan anak tunggalnya itu tiba di Rumah Sakit. Umi Kak Gery langsung memeluk Ibu Tiwi saat mereka sudah berada di ruangan Tiwi. Mereka begitu sedih melihat kondisi Tiwi saat ini. Bagaimana tidak, banyak alat medis yang terpasang di tubuh mungil Tiwi yang masih terbaring lemah, beberapa kain kasa pun terlihat melilit di bagian kepala, lengan serta kaki Tiwi.


"Sayang, cepatlah sadar nak! sebentar lagi gaun pernikahan kamu selesai Umi buat, kamu harus segera sembuh, biar kalian bisa segera menikah," Tutur Umi Kak Gery terisak.


Umi Kak Gery sendiri ternyata sudah menyiapkan sebuah Gaun khusus yang dia rancang sendiri untuk calon menantunya Namun sayangnya, saat Gaunnya sudah hampir selesai, Tiwi malah terbaring lemah seperti ini. Umi Kak Gery begitu sedih, karena beliau sudah menganggap Tiwi seperti putrinya sendiri.


6 bulan kemudian, keadaan Tiwi masih sama. Hanya saja lilitan perban di kepala, tangan dan kakinya sudah di lepas karena sudah mengering dan berangsur sembuh. Pagi itu, Kak Gery mendatangi Rumah Sakit kembali seperti biasanya. Namun ada sedikit yang berbeda, karena tidak hanya Kak Gery yang datang saat itu. Kak Gery datang bersama keluarganya serta seorang penghulu yang akan menikahkannya dengan sang tunangan. Meski keadaan Tiwi masih belum sadarkan diri, namun Kak Gery sudah bertekad bulat untuk menikahinya saat itu juga. Kak Gery tidak ingin menunda lagi niat baiknya untuk mempersunting Tiwi menjadi istrinya.

__ADS_1


"Kak, apa Ibunya Tiwi masih bersikap dingin sama Kakak?" Tanya Tata yang kekeh ingin ikut menyaksikan Ijab Qobul pernikahan sepupunya itu.


"Udah gak terlalu, sih! Kakak yakin, lambat laun Tante Mia pasti kembali menerima Kakak, lagi pula kalau beliau benar-benar masih marah dan kecewa pada Kakak, beliau gak mungkin mengijinkan Kakak menikahi putrinya hari ini, kan!" Sahut Kak Gery.


"Iya juga, sih! semoga aja semuanya berjalan sesuai yang kita harapkan ya, Kak!" Tutur Tata yang di Aamiinkan oleh Kak Gery dan suaminya yang kebetulan satu mobil. Sedangkan Ayah, Umi dan Kakek Kak Gery berada di mobil yang lain bersama sang penghulu dan Ayah Tata yang akan menjadi saksi pernikahan keponakannya.


Kurang lebih 35 menit, Kak Gery dan rombongannya tiba di ruang rawat inap Tiwi, yang sudah di sulap menjadi tempat akad dadakan oleh jasa WO Kak Rara dengan seindah mungkin. Beruntung Tiwi di rawat di ruangan VIP, sehingga acara tersebut tidak terlalu mengganggu kenyamanan pasien lainnya yang ada di Rumah Sakit tersebut.


"Mari kita lakukan latihan terlebih dahulu, nak! silahkan berjabat tangan dengan calon Ayah mertuanya!" Seru Pak Imron selaku Pak penghulu.


"Ayo, Ger! jangan terlalu gugup, kamu harus percaya diri dan tetap tenang," Sahut Kakek Kak Gery memberi sedikit wejangan.


"Iya Kek, Bismillah..." Ucap Kak Gery seraya berjabat tangan dengan Ayah Tiwi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2