CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 53.


__ADS_3

"Assalamu'alaikum Wi, ada apa?" Sapa Rizki setelah sambungan telepon terhubung.


"Wa'alaikumsalam, Ki! emm... aku mau tanya sesuatu nih, kamu lagi sibuk gak?" Sahut Tiwi.


"Tanya apa, Wi? aku lagi senggang, ko!" Tutur Rizki.


"Gini, Ki! aku cuma mau tanya soal Tema untuk Gelar Seni, kira-kira bagusnya apa ya, Temanya?" Tanya Tiwi.


"Oh, aku kira kamu mau tanya apa, Wi! Kalau soal Tema sih kebetulan aku juga sedang merencanakannya sekarang," Tutur Rizki.


"Wah, kebetulan dong! aku lagi buntu ide nih, kasih tau dong Tema yang udah kamu pilih!" Sahut Tiwi.


"Boleh! tapi aku belum kembangkan lagi nih, nanti coba kamu cari lagi ide lainnya ya, Wi buat tambahannya!" Tutur Rizki.


"Ok, terus apa temanya, Ki?!" Tanya Tiwi.


"Islami modern, Wi!" Jawab Rizki.


"Oh, ok deh! aku coba cari referensi di internet ya, Ki! aku tutup dulu ya teleponnya, Assalamu'alaikum," Sahut Tiwi sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.


Keesokan harinya, Tiwi langsung memberikan planning yang dia buat pada Rizki. Tiwi begitu antusias, karena dia mendapat ide untuk mengundang Grup Nasyid Kak Gery kelak.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga! semoga planningnya bisa di terima sama mereka semua deh, emm... hp ku mana, ya? ah, itu dia! aku harus cepat cepat berangkat nih," Gumam Tiwi sambil bergegas.


"Pelan-pelan, nak makannya! nanti kamu tersedak lo!" Seru Ibu Tiwi mengingatkan.


"Tiwi lagi buru-buru, Bu! Tiwi berangkat sekarang ya, Assalamu'alaikum." Tutur Tiwi sambil beranjak.


"Wa'alaikumsalam. Ya Allah, itu anak kenapa buru-buru banget sih," Gumam Ibu Tiwi.


Sesampainya di Sekolah, Tiwi langsung menyimpan tas selempang nya dan duduk manis di kursinya. Tiwi kembali mengoreksi planning yang dia buat agar nanti tidak ada yang terlewatkan.


"Hey! serius banget sih, Wi!" Tegur Andrina.


"Astagfirullah, Drin... kamu ngagetin aja deh!" Sahut Tiwi.


"He... sorry deh, habisnya kamu serius banget sih, Wi! aku kan jadi pengen usil jadinya," Kekeh Andrina.


"Hm... dasar kamu Drin," Sahut Tiwi.


4 jam kemudian, bel istirahat pun berbunyi. Tiwi begitu antusias untuk memberitahukan hasil planningnya pada teman-teman nya.


"Alhamdulillah, akhirnya istirahat juga. Drin! nanti aku titip beli makanan sama minuman biasa ya!" Seru Tiwi.


"Ok! kamu jadi ya kumpul inti?" Tanya Andrina.


"Iya, Drin! aku mau kasih hasil planningnya nih," Sahut Tiwi.


"Ya udah, semangat ya!" Seru Andrina.


"Thanks ya Drin, kalau gitu aku cari Rizki dulu ya!" Tutur Tiwi sambil beranjak membawa planning yang dia buat.


"Ok!" Sahut Andrina yang juga bergegas ke kantin.


"Tiwi mau kemana Drin?" Tanya Tata.


"Dia mau bahas planning Gelar Seni, Ta! kita ke kantin yuk! aku udah lapar banget nih, si Tiwi juga titip beli


makanan sama minuman biasa nih, cus yuk!" Seru Andrina.


"Oh, ok deh ayo Drin!" Sahut Tata.


Sebelum Tiwi pergi ke perpustakaan, Tiwi menghampiri Rizki terlebih dahulu di kelasnya. Kebetulan kelas mereka berbeda, sehingga Tiwi harus menghampirinya terlebih dahulu untuk memastikan


perkumpulan yang akan mereka langsungkan itu.

__ADS_1


"Win, ada si Rizki gak?" Tanya Tiwi pada Windy teman satu kelas Rizki.


"Oh, ada kayanya, Wi! tuh, dia kayanya mau keluar juga deh," Sahut Windy sambil menunjuk ke arah Rizki.


"Apaan sih kamu Win, main tunjuk-tunjuk cowok ganteng aja deh," Tutur Rizki narsis.


"Ish, gak usah lebay deh Ki, ini si Tiwi nyari kamu tuh!" Sahut Windy.


"Ki, jadi kan kumpul di perpus?" Tanya Tiwi.


"Jadi dong, ya udah yuk! kita ke sana sekarang!" Seru Rizki.


"Cie... kalian jadian ya Ki?" Goda Faisal teman sekelas Rizki saat Tiwi dan Rizki melewatinya.


"Iya dong, gue kan cowok tertampan di Sekolah, iya gak say?" Seru Rizki percaya diri. Membuat Tiwi geleng-geleng kepala.


"Ish, jangan ngawur deh, Ki! udah ah nanti keburu bel masuk lagi!" Sahut Tiwi.


"He... tapi kan itu fakta, Wi!" Ucap Rizki.


"fakta yang mananya Ki, udah ah! nanti keburu bel tau," Tutur Tiwi bergegas meninggalkan Rizki.


"Eh, Wi! tunggu dong, sorry deh... sorry! tapi kalau aku benar-benar suka sama kamu gimana?" Sahut Rizki dengan mode serius.


"Gak k usah berkhayal, Ki!" Ucap Tiwi tanpa menghiraukan sekelilingnya.


"Hm... kalau gak boleh berkhayal, berarti boleh beneran dong!" Tutur Rizki yang membuat Tiwi geleng-geleng kepala.


Setelah mereka tiba di perpus, Tiwi segera membahas planning yang sudah dia sediakan sebelumnya. Namun moodnya menjadi buruk, setelah Rizki menggodanya terus menerus.


"Ki! Serius dong! waktu kita gak banyak nih!" Tegur Tiwi.


"He... sorry deh! ya udah, tadi sampai mana kamu bahas nya?" Sahut Rizki.


"Hm... jadi, aku bakal mengundang Grup Nasyid saudaranya Tata untuk menjadi bintang tamu sekaligus juri acara perlombaan keagamaan nanti Ki, gimana? kamu setuju gak?" Tutur Tiwi panjang lebar.


"Assalamu'alaikum, maaf ya kita telat!" Seru Nisa.


"Gak apa-apa, Nis! kita juga belum mulai ko, tadi cuma bahas beberapa poin aja!" Sahut Tiwi.


"Wah, syukur deh kalau gitu!" Sahut Nisa.


Beberapa menit kemudian, Rizki dan Tiwi akhirnya selesai menyampaikan planning acara yang akan mereka laksanakan kelak. Pro dan kontra saat berdiskusi pun tak luput mereka dapatkan sebagai bahan pertimbangan. Namun akhirnya, mereka bisa memutuskan kesepakatan bersama.


"Ok teman-teman, aku rasa cukup sampai di sini dulu ya diskusinya, besok kita sambung lagi bareng yang lainnya selepas pulang Sekolah, ok! akhir kata aku ucapkan terimakasih dan Wassalamu'alaikum. Warahmatullahi. Wabarokatuh." Tutur Rizki menutup acara diskusi mereka siang itu.


"Wi, tolong pikirkan lagi ucapan aku yang tadi ya!" Ucap Rizki sebelum meninggalkan Tiwi ke kelasnya.


"Apa sih, Ki! udah sana! masuk kelas gih, berisik banget deh," Sahut Tiwi.


"Hm... ok deh, see you next day princess!" Sahut Rizki sambil melambaikan tangannya.


"Astagfirullah, si Rizki salah makan obat kali ya!" Gumam Tiwi sambil bergegas menuju kelasnya.


Setelah jam pelajaran usai, Tiwi langsung berkemas dan bersiap-siap pulang bersama Andrina dan Tata, kebetulan saat di perjalanan menuju pemberhentian angkotnya, Tiwi sempat mendapat telepon dari Kak Gery yang memberitahunya agas ikut menghadiri undangan pernikahan anak rekan bisnis kedua orangtuanya akhir pekan nanti.


"Wi, tadi gimana diskusinya?" Tanya Andrina.


"Alhamdulillah, Drin! mereka semua mendukung planning yang aku buat," Sahut Tiwi.


"Syukur deh, kayanya kamu bakal sibuk ya, Wi sekarang!" Seru Tata.


"Kayanya gitu, Ta! tapi aku rasa, buka cuma aku aja deh, kita juga nanti pasti bakal sibuk, Ta! soalnya si Rizki besok bakal kasih kalian tugas-tugas untuk acara nanti setelah dia jelasin planningnya," Tutur Tiwi panjang lebar.


"Hm... benar juga sih, tapi semoga aja lelah kita jadi Lillah ya!" Sahut Tata.

__ADS_1


"Aamiin," Ucap Andrina dan Tiwi serempak.


Tak lama kemudian, Tata berpamitan pada mereka dan saling melambaikan tangan sebelum akhirnya Tiwi mendapatkan telepon dari Kak Gery.


"Guys aku duluan ya! kalian hati-hati di jalan ya!" Seru Tata.


"Iya Ta, kamu juga hati-hati ya!" Sahut Tiwi.


"Dah... Ta!" Ucap Andrina.


"Eh, ada telepon masuk Drin, aku angkat dulu ya!" Gumam Tiwi.


"Oh, ya udah aku berhentikan angkotnya deh Wi!" Sahut Andrina.


"Assalamu'alaikum," Ucap Tiwi setelah menerima panggilan teleponnya.


"Wa'alaikumsalam, Ayang udah pulang?" Sahut Kak Gery di sebrang telepon.


"Tiwi masih nunggu angkot, Kak!" Tutur Tiwi.


"Oh, gitu ya! Kakak kira Ayang udah pulang, emm... akhir pekan nanti Ayang ada acara gak?" Sahut Kak


Gery.


"Emm... Tiwi belum tau Kak, memangnya ada apa? apa Kakek menyuruh Tiwi ke rumah lagi, ya?" Tutur Tiwi.


"Bukan, Yang! nanti ba'da Maghrib Kakak ke rumah Ayang deh, biar enak ngobrolnya!" Sahut Kak Gery.


"Oh... ya udah, kalau gitu Tiwi tutup teleponnya dulu ya! Tiwi mau sampai di pemberhentian," Tutur Tiwi.


"Iya, Yang! hati-hati ya, Assalamu'alaikum." Sahut Kak Gery.


"Wa'alaikumsalam" Sahut Tiwi sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.


"Cie... yang di telepon gebetan," Goda Andrina.


"Apaan sih Drin, eh aku turun duluan ya Drin! Pak, stop di depan ya!" Seru Tiwi.


"Hati-hati, Wi!" Sahut Andrina.


"Iya Drin! kamu juga hati-hati ya, ini Pak ongkosnya," Tutur Tiwi sambil memberikan ongkos kepada supir


angkot.


Sesampainya di rumah, Tiwi segera masuk dan membersihkan diri. Sore itu, kebetulan Kakek Tiwi dan Kak Desi baru saja pulang dari luar Kota dan membawa beberapa oleh-oleh untuknya.


.


.


.


.


.


Happy Ied Mubarak guys...


Taqobballahu Minna Waminkum, Taqobbal Ya Karim...


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


.


.

__ADS_1


.


See you next episode...


__ADS_2