
“Astagfirullah!! Tiwi di mana ini? ko jalannya beda sama yang tadi ya?! Kak Gery dimana sih?” Gumam Tiwi sambil celingukan.
Di tempat lain, Kak Gery pun baru tersadar ketika hendak ingin mencoba kalung yang di pilihnya pada Tiwi. Kebetulan waktu itu hp Tiwi baterainya habis, sehingga membuatnya tidak bisa di hubungi.
“Yang ini berapa Mas harganya?” Tanya Kak Gery setelah menemukan kalung yang dia anggap cocok untuk Tiwi.
“Yang itu 75 ribu Mas, di dalam liontin nya bisa di ukir nama kalau mau," Tutur pedagang menjelaskan.
“Wah... boleh deh, sebentar ya Mas saya tanya dulu sama tunangan saya! Yang ini cob... loh… Tiwi kemana ya?" Ucap Kak Gery sambil mencari keberadaan Tiwi di sekitaran pedagang sovenir yang sedang dia singgahi.
"Mas! tadi liat perempuan yang bareng saya gak?” Tanya Kak Gery kembali menghampiri pedagang sovenir.
“Wah saya gak lihat Mas, mungkin Mba nya pulang duluan kali Mas,” Tutur Pak Tarno yang tak lain nama pedagang sovenir tersebut.
“Astagfirullah... ya udah Mas! nanti saya ke sini lagi ya! saya mau cari dulu tunangan saya!" Sahut Kak Gery bergegas mencari Tiwi ke setiap pedagang sovenir di sepanjang jalan Malioboro.
"Yang kamu kemana sih?" Gumam Kak Gery sambil mencoba menghubungi hp Tiwi.
Tut…tut…
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar servis area," Suara Operator.
"Gak aktif lagi! Ya Allah, mudah-mudahan Tiwi gak kenapa-napa! aku harus cari kemana lagi ya, emm… coba ke sana aja deh,” Gumam Kak Gery cemas.
Sementara di tempat berbeda. Tiwi masih bingung mencari jalan pulang, hingga akhirnya Tiwi bertemu dengan beberapa turis yang sedang mabuk minuman keras.
“Ko perasaan, aku makin jauh ya jalan! duh… mana hp ku mati lagi, hik... hik... Ibu, Tiwi takut! Astaghfirullah!" Isak Tiwi sebelum beberapa turis menghadangnya.
“Wow... look there is a beautiful woman! I will tease her now!" Ucap turis asing yang bernama Alex.
(Wow.. lihat ada perempuan cantik! aku akan menggodanya sekarang).
“All right, get him for us if you can!" Sahut turis asing lainnya.
(Baiklah, dapatkan dia untuk kami kalau bisa).
“Hi honey! where are you going? can i help you? or you are helping us here?!” Seru Alex mendekati ke arah Tiwi yang terpaku berdiam diri.
(Hai sayang! kamu mau kemana? ada yang bisa ku bantu? atau kamu bantu kami di sini).
“Orang ini ngomong apa sih? Tiwi gak ngerti, mana mulutnya bau alcohol banget lagi" Batin Tiwi.
"Sorry Mr. sorry… I’…. eh… apaan sih?! awas ya kalau berani pegang-pegang,” Ujar Tiwi terpotong sambil berusaha menepis tangan turis tersebut yang berusaha menyentuhnya.
“It's okay dear, don't be shy, we just want to have fun with you” Goda Alex.
(Tak apa apa sayang, jangan malu-malu, kami hanya ingin bersenang senang saja denganmu).
“Astagfirullah, Ibu!! tolongin Tiwi!! siapa aja tolong!!” Teriak Tiwi dengan Isak tangisnya yang kian menjadi.
__ADS_1
“Eh Jar lihat deh! itu bukannya si Tiwi ya?” Tanya Kak Intan seraya menunjuk ke arah Tiwi berada.
“Mana Tan?” Sahut Kak Fajar sambil mengikuti arah telunjuk Kak Intan yang menunjuk ke arah keberadaan Tiwi.
“Ish... itu tuh! tapi ko dia sendirian? bukannya tadi dia sama si Gery, ya?” Tanya Kak Intan sambil menautkan kedua alisnya.
“Benar Tan! itu emang si Tiwi! tapi ko kayanya dia lagi di gangguin gitu ya, apa jangan-jangan dia emang terpisah sama si Gery? wah… bisa bahaya kalau emang benar! kita samperin aja yuk Tan! kamu coba telepon si Gery juga deh, aku coba samperin dulu mereka,” Ucap Kak Fajar saat merasa jika Tiwi sedang dalam bahaya.
“Ok Jar!” Jawab Kak Intan seraya menelepon Kak Gery lewat hpnya.
"Halo Ger, kamu dimana?” Tanya Kak Intan setelah Kak Gery menerima panggilan teleponnya.
“Aku masih di Malioboro Tan! ada apa? oh iya, kalau kamu liat si Tiwi kasih tau aku ya, sepertinya kita terpisah cukup jauh barusan!" Seru Kak Gery cemas.
“Astaghfirullah, jadi kalian benar-benar terpisah ya Ger?! kebetulan banget, aku sama Fajar liat dia di sini! tapi kayanya, dia lagi di ganggu sama beberapa turis asing deh! kamu ke sini aja ya Ger! aku bakal kirim lokasinya sama kamu lewat Chat!" Sahut Kak Intan yang membuat Kak Gery sedikit lega namun tetap cemas karena mendengar kabar Tiwi yang sedang di ganggu beberapa turis.
Setelah mendapat Chat yang berisikan lokasi dari Kak Intan, Kak Gery segera bergegas menghampiri lokasi Tiwi saat itu juga.
“Mudah-mudahan si Gery cepat nyampe! kayanya kalau cuma si fajar aja yang menghadapi mereka gak akan berhasil deh! aku telepon polisi juga deh!” Gumam Kak Intan seraya menekan beberapa nomor darurat untuk memanggil Polisi saat itu juga.
“Tolong biarkan Tiwi pergi! Tiwi mau pulang? Tiwi gak kenal sama kalian!" Isak Tiwi.
“Duh... aku harus gimana ya nolongnya? mereka badannya gede-gede semua lagi! kalau aku samperin sendirian, pasti gak mungkin menang! duh... mudah mudahan si Gery cepet dateng ke sini deh!" Gumam Kak Fajar gelisah.
“Don't cry baby! we just want to have fun with you! come on have fun with us!" Goda turis asing lainnya.
(Jangan menangis sayang! kami hanya ingin bersenang-senang denganmu! ayolah bersenang senang dengan kami).
"Ya Allah selamatkan Tiwi dari orang-orang asing ini Ya Allah, Tiwi ingin pulang, Tiwi benar-benar takut!" Batin Tiwi.
Saat itu, posisi tangan Tiwi tengah di cengkram oleh Alex. Badannya yang kecil, membuatnya tak berdaya melawan beberapa tubuh tinggi besar turis-turus tersebut. Tak lama kemudian, Kak Gery akhirnya datang menghampiri Tiwi yang sedang di kepung oleh para turis mabuk tadi.
“Tan! mana si Tiwi?” Seru Kak Gery dengan raut yang begitu panik dan khawatir setelah menemukan keberadaan Kak Intan.
“Itu di sana Ger! Fapi sepertinya kalau hanya kamu sama si Fajar aja yang ke sana bakal repot Ger! aku udah menghubungi Polisi tadi! jadi kamu tunggu mereka datang aja ya! sebaiknya kita sekarang pantau si Tiwi aja, Ger!" Usul Kak Intan yang terlihat tak kalah panik dan khawatir.
“Kelamaan Tan! Tiwi pasti lagi ketakutan sekarang! aku gak bisa biarin dia berlama-lama di sana dengan bajingan-bajingan itu! sebaiknya, kamu pergi ke perempatan jalan aja, Tan! tadi, di sana aku liat ada beberapa Polisi yang lagi jaga!" Seru Kak Gery sambil melenggang ke arah Kak Fajar yang masih memantau Tiwi dari arah yang cukup dekat.
“Ok deh Ger! aku ke sana sekarang! kalian hati-hati ya!" Sahut Kak Intan sebelum benar-benar bergegas berlari.
Tiwi pun berusaha menggigit tangan turis tersebut untuk melarikan diri. Namun sayangnya, usahanya itu harus gagal. Turis itu pun malah semakin menjadi dan menggila memperlakukan Tiwi dengan kasar dan brutal. Turis tersebut menjadi sangat marah dan sempat akan memukul Tiwi dengan botol minuman keras yang di pegang nya. Beruntung, Kak Gery segera melindungi Tiwi tepat waktu, sehingga Kak Gery lah yang menjadi terluka karena terpukul oleh bolot minuman tersebut. Seketika, Tiwi menjerit histeris saat melihat darah Kak Gery yang bercucuran. Dengan sigap, Kak Fajar segera menghampiri mereka berdua dan menolong Kak Gery.
“Astaghfirullah, Jar! ana pikir ente udah tolong si Tiwi dari tadi!" Tegur Kak Gery sambil mencoba bergegas
menghampiri Tiwi.
“Tunggu Ger! liat lah! mereka tidak sebanding dengan kita. Sebaiknya perhatikan dulu saja di sini, kita juga harus berhati-hati, jangan gegabah Ger!" Cegah Kak Fajar yang tak di gubris oleh Kak Gery.
“Apa aku coba gigit aja ya tangannya? siapa tau aku bisa meloloskan diri,” Batin Tiwi sambil bersiap melancarkan aksinya.
__ADS_1
“look at me honey!" Seru Alex meraup rahang Tiwi agar menatapnya.
Krek...
“Ah…Damn! are you crazy?! you rotten woman, it turns out you want me to be angry, ok! feel it!" Pekik Alex menggerutu sambil melayangkan botol minumannya ke arah kepala Tiwi.
(sialan! apa kamu sudah gila?! dasar perempuan busuk, ternyata kamu ingin saya marah ya, ok! ini rasakan).
“Awas Yang!!" Seru Kak Gery bergegas menghampiri Tiwi untuk melindunginya.
Praaaankkk…
Sebuah botol minuman keras pun berhasil mendarat pecah di kepala Kak Gery.
"Yang, kamu gak apa-apa kan?" Tanya Kak Gery seraya memeluk Tiwi.
"Tiwi takut Kak, Tiwi pengen pulang!" Isak Tiwi dalam dekapan Kak Gery.
"Kamu yang sabar ya, kita pasti pulang sekarang!" Ucap Kak Gery seraya melepaskan pelukannya.
"Astagfirullah... Kak! kepala Kakak berdarah!" Seru Tiwi panik setelah melihat darah segar yang menetes
dari kepala kekasihnya itu.
"Kakak gak apa-apa, Yang! yang penting sekarang, kamu udah aman! Kakak akan bawa kamu pulang sekarang!" Tutur Kak Gery sambil berusaha menyeimbangkan tubuh nya yang mulai terasa limbung efek terkena pukulan botol minuman tadi.
"Astaghfirullah Ger, ente nekat banget sih! ayo ana bantu berdiri! ente masih kuat kan?” Ujar Kak Fajar
menghampiri.
"Ana... gak apa-apa Jar!" Jawab Kak Gery sebelum akhirnya dia tumbang.
Bruk...
"Kakak!!!" Jerit Tiwi.
"Kak! kita harus bawa Kak Gery ke Rumah Sakit sekarang juga!" Seru Tiwi panik sekaligus khawatir.
.
.
.
.
.
Maaf kalau percakapan bahasa Inggrisnya amburadul ya 🙏🏻 itu pun Mommy bikin pake bantuan bah google, harap di maklum ya guys 😅✌🏻
__ADS_1
See you next episode... 😘😘😘