CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 65.


__ADS_3

"Gue harus hubungi Tante Mirna, sekarang! mereka harus tau keadaan si Gery dan si Tiwi," Ucap Kak Haikal sambil meraih ponselnya.


Sesampainya di Rumah Sakit. Tiwi dan Kak Gery segera di bawa masuk kedalam ruangan tindakan. Kak Haikal semakin gelisah ketika Dokter memberi kabar tentang kondisi keduanya yang hampir saja kehilangan nyawa.


"Ya Tuhan! gue baru pertama kali urusin orang kecelakaan kaya gini, ternyata menguras emosi juga ya, selain menguras tenaga. Gue benar-benar cemas setengah mati sekarang." Batin Kak Haikal.


"Nak Haikal, bagaimana keadaan Gery dan Tiwi, nak?" Tanya Umi Kak Gery setelah berhasil tiba di Rumah Sakit.


"Mereka masih dalam penanganan, Tan!" Sahut Kak Haikal.


"Kenapa kalian bisa kecelakaan seperti ini sih, Ger!" Gumam Umi Kak Gery, sendu.


"Sabar Mi! sebaiknya, sekarang kita hubungi orangtua nak Tiwi saja, mereka juga pasti mencemaskan kabar putrinya saat ini!" Seru Ayah Kak Gery.


"Iya Tante, Om benar! sebaiknya Tante hubungi kedua orangtua Tiwi saja sekarang!" Sahut Kak Haikal.


"Ya udah, Umi coba telepon mereka dulu deh," Ucap Umi Kak Gery sambil menyambungkan telepon.


Tak lama sambungan telepon pun terhubung, Umi Kak Gery begitu menyesal mengabarkan berita duka tersebut. Dia benar-benar tidak sanggup menerima kenyataan yang menimpa anak dan calon menantunya itu.


"Assalamu'alaikum... dengan siapa ya?" Sapa Ibu Tiwi setelah mengangkat telepon rumahnya.


"Wa... Wa'alaikumsalam, Bu Mia. Ini saya Mirna, Bu! saya mau menyampaikan kabar duka," Ucap Umi bergetar.


"Maksud Bu Mirna bagaimana? kabar duka apa Bu?" Tanya Ibu Tiwi cemas.


"Anak kita Bu... anak kita, baru saja mengalami kecelakaan," Tutur Umi Kak Gery seraya terisak.


"Astagfirullah.... kenapa bisa seperti itu, Bu? lalu kondisi mereka berdua sekarang bagaimana?" Sahut Ibu Tiwi panik.


"Mereka masih di dalam ruangan tindakan sekarang, sebaiknya Bu Mia dan pak Ahmad segera kemari saja ya!" Tutur Umi Kak Gery.


"Baiklah Bu, saya akan segera ke Rumah Sakit sekarang juga, kalau begitu saya tutup teleponnya ya, Assalamu'alaikum." Sahut Ibu Tiwi sebelum memutuskan sambungan teleponnya.


"Tante, sebelumnya Haikal minta maaf, Haikal tidak bisa menemani kalian lebih lama, disini. Kebetulan malam ini Haikal harus keluar Kota untuk memeriksa kafe Papah yang baru." Tutur Kak Haikal.


"Tidak apa-apa nak, kamu sangat berterimakasih


sama kamu, kalau kamu tidak menolong Gery dan Tiwi, mungkin Tante tidak akan tau keadaan mereka berdua sekarang." Sahut Umi Kak Gery.


"Benar nak, om benar-benar berterimakasih sama kamu karena sudah membawa Gery dan Tiwi ke Rumah Sakit tepat waktu. Sekali lagi, Om ucapkan terimakasih ya nak!" Ucap Ayah Kak Gery.


"Jangan sungkan Om, Tante. Sudah seharusnya Haikal menolong mereka, kalau begitu Haikal pamit ya Om, Tante." Tutur Kak Haikal sambil mencium tangan kedua orangtua Kak Gery.


Tak lama setelah Kak Haikal pergi, kedua orangtua Tiwi pun akhirnya datang dan langsung menghampiri Umi Kak Gery untuk meminta penjelasan lebih lanjut.


"Assalamu'alaikum, Bu! bagaimana keadaan anak-anak kita sekarang?" Seru Ibu Tiwi setah menghampiri.


"Wa'alaikumsalam Bu Mia, mereka masih di tangani di dalam, kita doakan mereka ya, Bu! semoga mereka


berdua bisa terselamatkan." Tutur Umi Kak Gery.

__ADS_1


"Ya Allah, semoga mereka tidak apa-apa." Sahut ibu Tiwi gelisah.


Dua jam kemudian, Tiwi sudah terlebih dahulu di pindahkan ke ruangan. Beruntung, dia hanya mengalami beberapa keretakan tulang dan luka goresan-goresan pada kaki, tangan dan juga pelipisnya.


"Alhamdulillah, Tiwi sudah selesai di pindahkan ke ruangan, Yah! sebaiknya kita lihat dia sekarang yuk!"


Seru Ibu Tiwi.


"Alhamdulillah Bu, nanti saya susul ya jika Gery sudah di pindahkan juga." Sahut Umi Kak Gery.


"Tidak apa-apa Bu, saya mengerti. Bu Mirna juga pasti masih mencemaskan keadaan nak Gery saat ini, kalau begitu kami duluan ya, Bu! semoga nak Gery juga bisa segera di pindahkan ke ruangan." Tutur Ayah Tiwi.


Selang satu jam, Kak Gery akhirnya di pindahkan ke ruangan ICU.


"Bagaimana keadaan anak kami, Dok?" Tanya Ayah Kak Gery.


"Kondisi pasien cukup memprihatinkan, Bu! sebaiknya anda dan keluarga bantu mendoakan, karena kemungkinan setelah siuman nanti, Tuan Gery akan mengalami Amnesia. Kami menemukan beberapa retakan di bagian kepalanya yang cukup serius, untuk itu kami harap keluarga pasien tidak terkejut lagi jika pasien tidak mengenali kalian nantinya." Tutur Dokter.


"Astagfirullah... Yah! anak kita... lalu apa itu masih bisa di sembuhkan, Dok?" Seru Umi Kak Gery seraya bertanya lagi.


"Untuk saat ini, mungkin hanya terapi saja yang bisa membantunya, untuk selebihnya kita serahkan saja pada Yang Maha Kuasa. Semoga Allah memberi keajaibannya, kalau begitu saya permisi ya, mari!" Tutur Dokter.


"Aamiin, terimakasih banyak, Dok." Ucap Ayah Kak Gery.


"Bagaimana Umi jelaskan pada nak Tiwi, Yah? Umi takut dia tidak bisa menerima kenyataan ini, Umi benar-benar tidak tega." Tutur Umi Kak Gery.


"Sabar Mi, semoga nak Tiwi di beri kekuatan sama Allah untuk menghadapi kenyataannya. Bagaimana pun juga dia harus tau kondisi Gery saat ini." Sahut Ayah Kak Gery.


"Iya Mi, ayo!" Seru Ayah Kak Gery.


Keesokan harinya, Tiwi masih belum sadarkan diri sebelum akhirnya Umi Kak Gery menjenguknya di ruangan rawat inap nya.


"Assalamu'alaikum," Ucap Umi Kak Gery sambil berjalan masuk ke ruangan Tiwi.


"Wa'alaikumsalam, eh Bu Mirna, silahkan masuk Bu!" Seru Ibu Tiwi.


"Bagaimana kondisi nak Tiwi sekarang, Bu?" Tanya Umi Kak Gery sambil duduk di samping bangsal Tiwi.


"Masih sama seperti semalam Bu, tapi dokter bilang Tiwi sudah melewati masa kritisnya, sekarang kita hanya bisa menunggunya siuman saja." Sahut Ibu Tiwi menjelaskan.


"Hm... semoga nak Tiwi segera siuman ya!" Ucap Umi Kak Gery sambil mengelus kepala Tiwi.


"Kami turut prihatin atas kondisi nak Gery Bu, semoga nak Gery di berikan keajaiban oleh Allah agar lekas


sembuh" Tutur Ayah Tiwi setelah tau kondisi Kak Gery dari Ayahnya Kak Gery.


"Aamiin, terimakasih banyak ya Pak, Bu! saya benar-benar tidak menyangka jika mereka berdua bisa kecelakaan seperti ini, saya sudah mengganggap nak Tiwi seperti anak saya sendiri, saya begitu terpukul ketika mengetahui kondisi mereka berdua, dan terlebih kondisi Gery saat ini... saya benar-benar tidak bisa membayangkannya jika nak Tiwi nanti tau kondisi Gery yang sebenarnya," Ucap Umi Kak Gery panjang lebar.


"Saya yakin Tiwi bisa mengerti, Bu! kita berdoa saja, semoga anak-anak kita baik-baik saja dan segera lekas sembuh," Sahut Ibu Tiwi.


"Aamiin... kalau begitu saya pamit ke ruangan Gery dulu ya Bu, pak! In Sya Allah nanti saya jenguk nak Tiwi lagi ke sini," Tutur Umi Kak Gery.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Bu, semoga Bu Mirna dan suami sehat selalu ya." Sahut Ibu Tiwi.


Selang beberapa menit setelah Umi Kak Gery pergi, Tiwi pun berangsur siuman dan menatap ke sekeliling ruangan.


"Yah! jari Tiwi bergerak, Yah!" Seru ibu Tiwi bersemangat.


"Iya Bu! ya udah, Ayah panggilkan Dokter sekarang ya!" Sahut Ayah Tiwi.


"Iya yah, cepat ya! sayang... ini Ibu nak, kamu baik baik saja kan? Ibu begitu mencemaskan kamu, Wi!" Tutur Ibu Tiwi sambil menggenggam sebelah tangan Tiwi.


Perlahan Tiwi membuka matanya sambil meringis menahan sakit di sekujur tubuhnya, dia mengedarkan pandangannya dan mencari sosok yang begitu dia khawatirkan.


"Tiwi ada dimana ini?" Ucap Tiwi setelah berhasil siuman.


"Kamu ada di Rumah Sakit sayang, apa kamu ingin minum?" Sahut Ibu Tiwi bertanya.


Tiwi menggelengkan kepalanya dengan pelan, menandakan dirinya tidak haus. Namun, Tiwi malah menanyakan kondisi Kak Gery saat itu.


"Bu, apa Kak Gery baik-baik saja? seingat Tiwi, kita mengalami kecelakaan saat pulang menuju rumah, Tiwi ingin tau kondisi Kak Gery sekarang Bu!" Tutur Tiwi.


"Kondisi nak Gery tidak jauh sama dengan kondisi kamu sayang, hanya saja dia sedikit mengalami... " Sahut Ibu Tiwi tercekat.


"Kak Gery kenapa Bu? kenapa Ibu tidak meneruskan ucapan Ibu? Kak Gery baik-baik saja, kan?" Tanya Tiwi dengan nada penuh kecemasan.


"Silahkan Dok! wah... putri saya sudah siuman ternyata," Seru Ayah Tiwi sambil mempersilahkan Dokter masuk untuk memeriksa kondisi Tiwi.


"Ayah... apa Kak Gery baik-baik saja?" Tanya Tiwi lirih.


"Dia belum siuman nak, kamu yang sabar ya! mungkin ini ujian buat kalian, Ayah yakin kalian bisa lewatinya," Sahut Ayah Tiwi.


"Bagus, kondisinya sekarang jauh lebih baik dari semalam, jika ada keluhan atau apa pun lagi segera panggil saya lagi ya!" Tutur Dokter setelah memeriksa kondisi Tiwi.


"Baik Dok, terimakasih banyak." Sahut Ayah Tiwi sambil menemani Dokter keluar ruangan.


"Bu! Tiwi ingin melihat kondisi Kak Gery sekarang, Tiwi ingin ke ruangannya," Rengek Tiwi.


"Saat ini nak Gery masih berada di ruang ICU Wi, dia masih belum bisa di temui, bahkan orangtua nak Gery saja masih menunggunya di ruang tunggu" Tutur Ibu Tiwi.


"Ya Allah... apa kondisi Kak Gery begitu parah


ya? semoga dia bisa bertahan dan berangsur sembuh lagi, Aamiin." Batin Tiwi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf guys, mom belum bisa stabil up... masih banyak PR di real life soalnya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 tetap dukung mom supaya semangat up ya, see you next episode...


__ADS_2