CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 26.


__ADS_3

“Sayang kamu jangan menangis lagi ya! Kakak janji, Kakak gak akan meninggalkan kamu lagi sekarang," Ucap Kak Gery sambil mengusap sisa air mata Tiwi di pipi mulus gadis itu.


“Tiwi benar-benar takut Kak! maaf ya, Tiwi malah membuat Kakak repot seperti sekarang!" Sahut Tiwi yang masih terisak.


“Kamu sama sekali tidak pernah merepotkan, sayang! ya udah, sekarang kita cari gerbong Kakek dan yang lainnya aja ya! kamu udah kuat kan buat jalan lagi?” Tanya Kak Gery yang mendapat anggukan dari Tiwi sebagai jawaban.


“Ayo pegang tangan Kakak!” Seru Kak Gery sambil meraih tangan Tiwi supaya bergelayut di lengannya.


“I...iya Kak” Sahut Tiwi terbata-bata.


Dengan berhati-hati mereka berdua berjalan menyusuri tiap gerbong. Kebetulan saat itu ada salah satu penumpang yang menegur mereka karena kagum.


“Wah... Mas nya perhatian banget ya, sampai tidak di lepas gitu si Mbak nya!" Ucap salah satu penumpang.


“Terimakasih Mbak, kebetulan ini pertama kalinya tunangan saya naik kereta! apa lagi tadi, kita hampir aja tertinggal, jadi sekarang tunangan saya sedikit syok! kalau begitu kami permisi ya Mba, mari!" Sahut Kak Gery ramah.


“Oh iya silahkan, semoga Mbak nya baik-baik aja ya!" Tutur penumpang kereta itu.


“Kak, memangnya Kakek sama yang lainnya ada di gerbong berapa?” Tanya Tiwi seraya menyusuri setiap gerbong yang dia lewati dengan Kak Gery.


“Mereka ada di gerbong 3 Yang, kenapa? kamu capek ya? kalau iya, kita istirahat dulu aja di sini!” Tutur Kak Gery sambil mencari tempat yang masih kosong.


“Gak usah Kak, sebaiknya kita segera hampiri Kakek dan yang lainnya aja! Tiwi malu jadi perhatian orang


seperti barusan," Sahut Tiwi.


“Kenapa harus malu, Yang? kita kan memang udah tunangan! atau kamu malu ya jalan berdampingan sama Kakak?" Tanya Kak Gery sedikit tersinggung.


“Bukan gitu Kak! Tiwi hanya belum terbiasa aja jadi pusat perhatian seperti ini! sebaiknya kita jalan lebih cepat aja ya supaya bisa cepat sampai!" Seru Tiwi sambil mengeratkan pegangannya di lengan Kak Gery.


“Hm... ya udah, ayo!” Ucap Kak Gery sambil menyunggingkan senyum merekah di wajah tampannya.


Akhirnya mereka berdua sampai di gerbong tempat mereka duduk. Kebetulan saat itu tempat duduk Tiwi dan Kak Gery bersebrangan dengan tempat duduk Kak Intan dan Kak Fajar.


“Ger! ente kemana aja sih? bikin kita khawatir tau gak? ana kira ente bakalan ketinggalan tadi,” Tegur Kak Fajar setelah Kak Gery dan Tiwi berhasil duduk di kursi sebrang mereka.


"Ana emang hampir tertinggal tadi Jar! untungnya ana lihat Tiwi berdiri di dekat pintu masuk kereta tadi, jadi kita bisa naik walau di gerbong yang salah," Tutur Kak Gery menjelaskan.


"Hm... ya udah sebaiknya kalian istirahat dulu aja sekarang! sepertinya si Tiwi juga masih syok ya," Seru Kak Fajar setelah melihat keadaan Tiwi yang masih tak mau lepas pegangannya tanpa sadar.


"Iya Jar, dia memang sempat syok tadi! ini Yang, kamu minum dulu ya!" Seru Kak Gery sambil memberikan sebuah botol air mineral.


"Seharusnya kalau memang gak tau situasi jangan sok-sokan sanggupi nyari orang! kan malah jadi merepotkan," Sahut Kak Intan sambil mendelik ke arah Tiwi.


"Maaf Kak, Tiwi memang baru..." Jawab Tiwi yang langsung di sanggah oleh Kak Gery.

__ADS_1


"Udah Yang, gak perlu di jawab! sebaiknya kamu istirahat aja sekarang!" Seru Kak Gery sambil menyandarkan kepala Tiwi di bahunya.


"Ish... lebay banget sih," Cicit Kak Intan menggerutu.


"Tan! seharusnya kamu jangan berbicara seperti itu! tiap orang itu punya kelemahan dan kelebihannya


masing-masing! jadi aku harap kamu bisa menjaga lisan kamu supaya tidak menyakiti hati tunangan ku!" Tutur Kak Gery seraya menekankan kata tunangannya, agar Kak Ingat mengerti maksud ucapannya.


"Hm... terserah deh!" Sahut Kak Intan malas.


Karena lelah, Tiwi akhirnya tertidur dan hampir terbentur jendela kereta. Beruntung Kak Gery langsung sigap menarik tubuhnya, dan menarik kembali kepala Tiwi agar bersandar di bahunya dengan aman dan nyaman. Selang beberapa menit, akhirnya Tiwi terbangun karena panggilan alam. Kebetulan saat itu Tata juga sama-sama ingin ke toilet, hingga akhirnya mereka pun pergi bersama untuk menuntaskan masing-masing hajatnya.


"Astagfirullah...Tiwi ketiduran di bahu Kakak, ya?! maaf ya!" Tutur Tiwi sambil membenarkan posisi


duduknya setelah terbangun.


“Gak apa-apa, Yang! Kakak emang sengaja menarik kepala kamu tadi, supaya bisa lebih nyaman tidurannya,” Sahut Kak Gery sambil menunjukkan senyum meneduhkan nya.


“Makasih ya Kak! emm... Tiwi mau ke toilet dulu ya sebentar!" Tutur Tiwi seraya beranjak dari duduknya.


“Apa mau Kakak antar?” Tawar Kak Gery sedikit menggoda dengan mengedipkan sebelah matanya.


“Gak usah Kak! Tiwi bisa sendiri ko,” Sahut Tiwi bergegas karena tak tahan dengan godaan Kekasih hatinya itu.


“Iya Ta, ya udah yuk kita sama-sama!" Sahut Tiwi sambil merentangkan sebelah tangannya untuk


menjabat tangan sahabatnya.


Setelah kembali dari toilet, Tiwi dan Tata segera duduk di kursinya masing-masing. Kebetulan saat itu Kakek Kak Gery baru saja terbangun dari tidurnya, Tiwi pun langsung menghampirinya untuk menyapa.


“Kakek udah bangun ya?” Tutur Tiwi setelah berpindah tempat duduk dengan Kak Iman.


“Iya sayang, syukurlah kamu tidak apa-apa!" Sahut Kakek Kak Gery seraya mengusap lembut sebelah pipi Tiwi.


“Maaf ya Kek, Tiwi jadi bikin Kakek khawatir!" Ucap Tiwi penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa nak, yang terpenting kamu dan Gery selamat dan tidak tertinggal!" Sahut Kakek Kak Gery.


"Oh iya, Tiwi bawa sedikit makanan dari rumah, Kek! Tiwi ambilkan dulu ya!" Seru Tiwi bersemangat mengambil kotak makanan dari ranselnya.


"Wah... ini buatan kamu ya, nak?!" Sahut Kakek Kak Gery setelah melihat makanan yang di bawa Tiwi


tersaji.


"Tiwi masih belajar Kek! Kakek cobain ya!" Seru Tiwi.

__ADS_1


"Oh iya, yang lainnya juga kalau mau boleh nih, Tiwi bawa cukup banyak ko!" Tutur Tiwi sambil memberikan kotak pudding yang di bawanya pada Tata untuk di bagikan.


“Wah... rasanya enak sekali nak! manisnya benar benar pas di lidah Kakek,” Puji Kakek Kak Gery setelah beliau mencicipi pudding yang di bawa Tiwi.


“Emm... pudingnya benar-benar enak Wi! kamu jago juga ya bikin ini!" Ucap Tata sambil melahap kembali


pudding di tangannya.


“Apa seenak itu ya? aku coba deh satu," Ketus Kak Intan seraya mengambil satu potong puding yang akan dia lahap.


"Bagaimana Kak, enak kan?" Tanya Tata.


"Emm... lumayan lah,” Sahut Kak Intan sambil menikmati kembali potongan pudingnya.


“Eh, Kakak juga mau dong Wi! masih ada kan? sini Ta! Kakak pengen nyoba juga dong!" Seru Kak Dani bersemangat.


“Dasar ente, Dan! giliran nemu makanan aja  langsung bangun," Tegur Kak Gilang yang tak habis pikir dengan tingkah temannya itu.


“Biarin! emm... enak banget Wi, nanti kalau udah pulang dari Yogya Kakak order pudingnya ya!" Sahut Kak Dani yang membuat Tiwi terkekeh.


“Syukur deh kalau kalian suka! oh iya, Kak Fajar sama Kak Iman gak mau cobain pudingnya juga? masih ada nih 2 potong lagi?!” Seru Tiwi sambil memberikan kotak pudingnya pada Kak Iman.


“Boleh deh! Jar! ente cicipi juga nih pudingnya,” Sahut Kak Iman menawarkan potongan terakhir pudingnya pada Kak Fajar.


“Wah... boleh deh, sini Man sisanya," Tutur Kak Fajar antusias.


Tanpa mereka sadari, ternyata sedari tadi ada yang merajuk tak jelas karena tak terbagi puding yang Tiwi buat. Namun, sebenarnya Tiwi memang sengaja membuat Kak Gery kesal, karena Tiwi sudah menyiapkan puding khusus untuk Kak Gery di kotak yang lain yang dia bawa.


“Yang! kamu ko tega sih gak tawarin Kakak satu potong pun! malah dari tadi kamu sibuk menawari mereka dari pada sama Kakak,” Ucap Kak Gery merajuk.


"Wih… ada yang ngamuk gak kebagian jatah tuh!" Goda Kak Iman yang membuat semua orang terkekeh.


“Emm.. beruntung banget ya kita kebagian,” Sahut Kak Fajar menimpali sambil melahap suapan terakhir pudingnya.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, komen, gift, vote dan rate-nya ya guys... see you next episode... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2