
Setelah merasa cukup tenang, Tiwi akhirnya meminta Kak Gery untuk mengantarkannya pulang lebih dahulu. Meski Tiwi merasa tidak enak pada kedua orangtuanya Kak Gery, namun dia benar-benar tidak bisa menunggu lagi di sana jika Kak Haikal masih saja mengawasinya.
"Yang, kita pulang sekarang ya!" Ucap Tiwi.
"Apa Yang udah jauh lebih baik sekarang?" Tanya Kak Gery.
"Hm... In Sya Allah, Yang!" Sahut Tiwi.
"Baiklah! kalau begitu, ayo kita pamit sama Ayah dan Umi dulu!" Seru Kak Gery.
"Tapi... Tiwi jadi gak enak sama Ayah dan Umi, Yang!" Sahut Tiwi ragu.
"Tenang aja, Yang! mereka pasti ngerti, ko! lagi pula jika kita masih di sini, Kakak yakin si Haikal gak akan berhenti gangguin kamu, Kakak sudah hafal dengan watak dia!" Tutur Kak Gery.
"Hm... begitu ya, baiklah!" Ucap Tiwi.
Setibanya di dalam gedung, Kak Gery segera meminta ijin pada kedua orangtuanya untuk pulang lebih dulu. Awalnya Umi Kak Gery begitu khawatir dan meminta Tiwi agar beristirahat sejenak di salah satu hotel yang tak jauh dari gedung tersebut. Namun dengan lembut Tiwi menolaknya dan beralasan jika besok dia harus ke Sekolah pagi-pagi.
"Umi, maafkan Tiwi ya! besok Tiwi harus berangkat pagi-pagi ke Sekolah, jadi Tiwi pulang duluan ya!" Tutur Tiwi setelah dia berhasil menghampiri kedua orangtua Kak Gery.
"Hm... ya udah deh, kalian hati-hati ya di perjalanan nya! kalian pakai saja mobilnya, biar nanti Umi sama Ayah sewa kendaraan lain saja!" Saran Umi Kak Gery.
"Tidak usah Mi, Gery mau ajak Tiwi mampir ke suatu tempat dulu sebelum pulang, Umi sama Ayah pakai saja mobilnya!" Tutur Kak Gery.
"Kamu yakin, Ger?" Tanya Ayah Kak Gery.
"Yakin Yah, kalau gitu Gery pamit sekarang ya! supaya tidak terlalu malam pulangnya," Tutur Kak Gery.
Tiba-tiba Kak Haikal dan kedua orangtuanya menghampiri Kak Gery dan yang lainnya.
"Jeng, aku cari dari tadi ternyata kalian di sini ya, kalian sudah mencicipi hidangannya belum?" Tegur Mamih Kak Haikal.
"Sudah, Jeng! kebetulan kami baru saja selesai, kalian ada apa mencari kami?" Sahut Umi Kak Gery.
"Emm... tidak apa-apa Jeng, kami hanya ingin menyapa dan mengobrol saja, rasanya kita sudah lama juga ya tidak kumpul seperti ini!" Tutur Mamih Kak Haikal berbohong.
Padahal saat itu Mamih dan Papanya Kak Haikal terpaksa menuruti keinginan putranya yang masih penasaran pada Tiwi. Dia berencana mendekatinya dengan segala cara.
"Yang, kenapa tangan kamu dingin banget?" Tanya Kak Gery.
"Tiwi gak apa-apa ko, tapi apa kita bisa pulang sekarang?" Jawab Tiwi balik bertanya seraya berbisik.
"Sial! kenapa mereka malah saling berbisik di depan Gue sih!" Gerutu Haikal dalam hati.
"Hm... baiklah! biar Kakak berpamitan sekalian pada mereka!" Seru Kak Gery.
Tiwi dan Kak Gery memutuskan untuk pergi ke suatu tempat sebelum mereka pulang. Namun saat mereka sampai di lobi gedung, lagi-lagi mereka di hadang Kak Haikal.
"Sayang, kamu gak apa-apa kan kalau Kakak ajak mampir dulu!" Tutur Kak Gery sambil berjalan menuju lobi gedung.
"Memangnya kita mau kemana, Yang?" Tanya Tiwi penasaran.
"Kejutan dong, pokoknya Kakak jamin, Ayang pasti suka sama tempatnya nanti," Kekeh Kak Gery.
"Ish, Ayang gak seru deh!" Kesal Tiwi.
"Jangan cemberut dong, nanti cantiknya ilang loh!" Goda Kak Gery menghibur.
__ADS_1
"Hm... awas aja kalau tempatnya jelek!" Sahut Tiwi sambil menyipitkan sorot matanya.
"Gak akan, eh..." Ucap Kak Gery menghentikan langkahnya.
"Asik bener ngobrolnya, Gue ikutan dong, Ger!" Ucap Kak Haikal.
"Ente sebenarnya mau apa lagi sih, Kal?" Geram Kak Gery.
"Kak sudah jangan di ladeni, lebih baik kita cari taksinya saja sekarang!" Seru Tiwi menarik lengan Kak Gery.
"Buru-buru amat sih, mau cari apa barusan? taksi? dasar kere elo, Ger! mending elo ikut gue aja, Wi! nanti gue ajak keliling Kota ini, deh!" Tutur Kak Haikal percaya diri.
Kak Gery begitu geram. Jika Tiwi tidak menahannya, mungkin saat ini kedua pria itu sudah bergulat panas di lobi tersebut.
"Kak, sudah! jangan di ladeni! lebih baik kita tinggalkan saja," Ucap Tiwi sambil bersiap untuk melangkah.
"Eits... tunggu dulu! kalian gak punya etika ya? meninggalkan orang yang sedang mengajak kalian
bicara?" Sahut Kak Haikal.
"Maaf, Kak! kami tidak punya banyak, waktu kami permisi!" Ucap Tiwi yang langsung melewati Kak Haikal begitu saja.
"Astaga, cewek ini benar-benar buat Gue greget banget sih," Gumam Kak Haikal dalam hatinya
Kak Haikal begitu kesal pada Tiwi yang dingin padanya. Padahal selama ini dia selalu di kejar-kejar banyak wanita cantik yang ingin menjadi pacarnya.
"Hm... sepertinya Gue harus menyusun siasat kali ini," Batin Kak Haikal membiarkan Tiwi dan Kak Gery
pergi.
"Kamu gak apa-apa, kan Yang?" Tanya Kak Gery setelah mereka berhasil mendapatkan taksi.
"Hm... tapi kita tetap harus waspada sama dia, Yang! dia bisa aja sedang menyusun rencana saat ini," Tutur Kak Gery.
"Semoga aja, Kak Haikal gak berbuat macam-macam lagi sama kita," Ucap Tiwi.
Sesampainya di sebuah taman Kota, Kak Gery segera mengajak Tiwi untuk berkeliling menikmati pemandangan bunga-bunga yang bermekaran dengan begitu indah.
"Jadi ini tempatnya ya, Yang? wah... bunga-bunga nya banyak yang bermekaran, mereka cantik-cantik semua," Ucap Tiwi terkagum-kagum.
"Syukurlah jika kamu suka, Yang! kita duduk dulu, Yuk!" Seru Kak Gery.
"Boleh! lagi pula kaki Tiwi sudah sangat pegal memakai heels ini!" Tutur Tiwi sambil mencoba membuka heels yang dia gunakan.
"Tunggu, Yang! biar Kakak aja yang membukanya!" Seru Kak Gery sambil berjongkok.
"Ayang lagi apa? Tiwi bisa melakukannya sendiri ko!" Sahut Tiwi merasa sungkan.
"Gak apa-apa, Yang! Kakak ingin melakukannya untuk kamu," Tutur Kak Gery tulus.
"Emm... terimakasih ya! Tiwi jadi merepotkan," Sahut Tiwi.
"It's ok sayang! ya udah, kamu tunggu disini dulu ya, Kakak mau beli minuman dulu, sebentar! kamu pasti haus kan? apa mau sekalian Kakak belikan makanan?" Tutur Kak Gery setelah melepas heels yang Tiwi gunakan.
"Minuman aja deh, Tiwi masih kenyang soalnya," Sahut Tiwi.
"Ya udah, kalau gitu tunggu sebentar ya!" Seru Kak Gery sambil bergegas.
__ADS_1
Setelah merasa cukup puas menikmati pemandangan taman bunga tersebut, Kak Gery akhirnya mengajak Tiwi pulang dengan kendaraan yang sebelumnya sudah dia sewa pada Rental kenalannya.
"Yang, apa kamu lapar sekarang?" Tanya Kak Gery cemas.
"Engga, Yang! Tiwi benar-benar masih kenyang. Sepertinya Tiwi sedikit mengantuk sekarang, jika tidak keberatan, Tiwi ingin tidur sebentar ya!" Tutur Tiwi sambil memposisikan duduknya dan bersandar supaya nyaman.
"Tidurlah, sayang! Kakak akan membangunkan kamu jika kita sudah sampai," Sahut Kak Gery sambil tersenyum ke arah Tiwi.
Karena lelah, akhirnya Tiwi tertidur di sepanjang perjalanan pulang. Sesekali Kak Gery membenarkan posisi duduk Tiwi, agar dia nyaman saat tertidur. Di saat penghujung perjalanan, tiba-tiba hujan deras turun mengguyur jalanan. Mau tidak mau, akhirnya mereka memilih menerobos hujan karena ingin segera sampai di rumah Tiwi.
"Yang! kamu basah kuyup! sebaiknya kamu segera masuk dan ganti baju ya!" Tutur Kak Gery setelah turun dari mobil rental.
"Ayang juga ikut masuk ya! lagi pula ini sudah terlalu malam, sebaiknya Ayang menginap aja malam ini!" Seru Tiwi.
"Emm... baiklah, tapi Kakak harus menelepon dulu teman Kakak supaya bisa membawa kembali mobilnya!" Tutur Kak Gery sebelum mereka tiba di depan rumah Tiwi.
"Ya udah, kita masuk dulu ke rumah aja, Ayang bisa sakit kalau gak cepat ganti baju!" Sahut Tiwi.
"Iya sayang, Kakak nurut sama kamu deh," Ucap Kak Gery.
Setelah mereka tiba di depan rumah Tiwi, mereka langsung di sambut oleh Ibu Tiwi yang sudah menyediakan handuk dan air hangat untuk mereka. Sebelumnya, Tiwi sudah mengirim pesan sedari dia
masih di perjalanan tadi.
"Assalamu'alaikum," Ucap Tiwi sambil mengetuk pintu rumahnya.
"Wa'alaikumsalam, ya ampun kalian benar-benar basah kuyup ternyata, ayo nak masuk!" Seru Ibu Tiwi setelah membukakan pintu rumahnya.
"Terimakasih Bu," Sahut Kak Gery sungkan.
"Ini! sebaiknya kalian membersihkan diri dulu, biar Ibu buatkan kalian teh hangat ya!" Tutur Ibu Tiwi sambil bergegas setelah memberikan handuk pada mereka.
"Bu! kalau ada, sekalian pinjam baju Ayah, ya!" Seru Tiwi.
"Iya, Wi! nanti Ibu carikan yang pas buat nak Gery ya!" Tutur Ibu Tiwi.
"Eh... padahal gak usah, Yang! Kakak tidak ingin merepotkan Ibu!" Sahut Kakak Gery sungkan.
"Gak apa-apa, Kak! Lagi pula, Kakak bisa terkena flu jika memakai pakaian basah terus!" Tutur Tiwi.
Tak lama kemudian, Ibu Tiwi menghampiri mereka kembali di ruang tamunya sambil membawa satu setel pakaian suaminya yang masih baru untuk Kak Gery.
"Nak, ini pakaiannya! sebaiknya kalian sekarang mandi dulu, habis itu kalian makan!" Ucap Ibu Tiwi penuh perhatian.
"Terimakasih banyak ya Bu! maaf, Gery jadi merepotkan," Sahut Kak Gery sungkan.
"Jangan sungkan nak, anggap saja seperti di rumah sendiri ya!" Tutur Ibu Tiwi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode... 😘😘😘