CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 82.


__ADS_3

"Liat! gadis itu benar-benar gak tahu malu ya, pake acara nolak di ajak foto segala, dia pikir dia cantik apa?" Gumam salah satu perempuan dalam kerumunan.


"Iya, benar-benar sok cantik, mentang-mentang Kak Gery memujinya tadi!" Sahut salah satunya lagi.


Tiwi hanya bisa berjalan sambil menundukkan kepalanya karena menghindari tatapan tajam yang mengintimidasinya.


"Astagfirullah, aku harus gimana ini? mereka pasti gak suka banget sama Tiwi sekarang," Batin Tiwi.


"Wi, sebaiknya kita pulang sekarang aja yuk!" Seru Tata khawatir, setelah Tiwi berhasil sampai di tempat duduknya semula.


"Iya, Ta! tapi bukannya kamu mau menginap di rumah Kak Gery ya?" Sahut Tiwi bertanya.


"Gak jadi, Wi! aku mau pulang aja deh bareng kamu," Tutur Tata.


"Hm... ya udah, deh." Sahut Tiwi lesu sambil beranjak.


Tiba-tiba Kak Gery menghampiri mereka setelah semua acara selesai Karena khawatir sepupunya tidak ada yang menjemput, Kak Gery berinisiatif menunggunya untuk mengantarkan Tata pulang.


"Ta!" Seru Kak Gery memanggil Tata yang sedang berjalan di antara beberapa mahasiswa lainnya


bersama Tiwi.


Hal itu langsung membuat semua mata para mahasiswi lainnya tertuju pada Kak Gery yang sedang menyapa Tata dan Tiwi. Mereka semakin bergosip mengenai hubungan Kak Gery dan Tiwi yang sebenarnya.


"Hei, liat! itu Kakak senior yang tadi jadi narasumber kan, dia panggil siapa ya? bukannya itu perempuan yang tadi dia pilih untuk naik ke panggung ya?" Tutur salah satu mahasiswi kepo.


"Iya benar! sebenarnya hubungan mereka apa sih? apa jangan-jangan mereka udah saling kenal sebelumnya, ya?" Sahut teman mahasiswi lainnya.


Setibanya menghampiri Kak Gery, Tiwi terlihat begitu tak nyaman dengan kedekatannya yang membuat semua mata yang ada di sana terus menyorot pada dirinya.


"Ta, Kakak antar pulang ya!" Ucap Kak Gery.


"Boleh, tapi sekalian antar juga sahabat Tata ini ya, Kak!" Sahut Tata sambil bergelayut di lengan Tiwi.


"Gak perlu, Ta! aku bisa pulang sendiri ko, aku mau pesan taksi online aja!" Tutur Tiwi sambil mencoba bergegas.


Sayangnya langkah Tiwi tiba-tiba oleng karena seorang perempuan sengaja memalangkan kakinya dan membuat Tiwi terjatuh.


"Rasain! makannya jangan so kecantikan jadi cewek!" Ucap perempuan yang membuat Tiwi terjatuh.


"Astagfirullah...sabar Wi, sabar! mereka memang gak tahu apa-apa, jangan terpancing." Batin Tiwi.

__ADS_1


"Wi, kamu gak apa-apa, kan?" Tanya Tata menghampiri dengan Kak Gery.


"Aku gak apa-apa ko, Ta!" Sahut Tiwi sambil mencoba berdiri.


"Mereka itu senior yang tadi panggil kamu buat naik ke panggung kan, Wi!" Tanya Tata yang mengenali perempuan-perempuan tadi yang ternyata seniornya sendiri yang memanggil Tiwi untuk naik ke panggung.


"Entahlah, aku gak perhatikan wajah mereka, Ta!" Tutur Tiwi sedikit meringis.


"Ya udah, kalau begitu kamu ikut kita aja, biar Kakak antar kamu pulang sekalian!" Seru Kak Gery yang akhirnya unjuk bicara.


"Gak perlu Kak, Tiwi udah pesan taksi ko, kalian pergi aja!" Sahut Tiwi.


"Kamu yakin Wi mau naik taksi? ini udah terlalu malam Lo, lebih baik kamu ikut kita aja, ya!" Bujuk Tata.


"Aku gak mungkin membatalkan taksinya Ta, kalian pergi aja, aku gak apa-apa ko!" Seru Tiwi meyakinkan.


"Hm... ya udah deh, kalau gitu hati-hati ya, aku pulang duluan ya, Wi!" Ucap Tata.


Di perjalanan, Kak Gery meminta Tata agar menginap di rumahnya supaya dia bisa cepat sampai dan beristirahat. Namun entah mengapa perasaannya benar-benar tidak tenang setelah melihat Tiwi yang mereka tinggalkan tadi.


Akhirnya Kak Gery memutuskan untuk menyusulnya kembali ke kampus, dan betapa terkejutnya Kak Gery saat mengetahui Tiwi yang sudah tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalanan yang cukup sepi. Dengan segera Kak Gery pun menghampirinya dan menggendongnya langsung ke dalam mobilnya.


"Duh... taksinya ko lama sih?" Gumam Tiwi.


"Tapi Mi, kalau anak ini udah gak sadar, kita mau apakan lagi? aku gak mau gegabah ah," Sahut Rani


teman senior Tiwi.


"Kita tinggalkan aja, Ran! biar dia di perkosa sekalian sama cowok berandalan, ayo kita bius dia sekarang, mumpung situasinya sepi!" Tutur Tami bersemangat.


"Aku ngikut kamu aja deh," Sahut Gea teman Tami yang satunya lagi.


Ketiga perempuan yang di ketahui senior Tiwi itu akhirnya membius Tiwi dengan menyekapnya dengan secarik kain yang sudah mereka basahi sebelumnya dengan obat bius. Seketika Tiwi langsung tak sadarkan diri setelah mencoba memberontak.


"Mampus Lo!" Ucap Tami puas melihat Tiwi tergeletak.


"Ayo, Mi! kita cabut sekarang sebelum ada yang melihat!" Seru Rani.


"Ok, ayo!" Sahut Tami bergegas meninggalkan Tiwi begitu saja.


Tak lama setelah Tiwi tergeletak di pinggir jalan, Kak Gery pun tiba dan langsung turun dari mobilnya untuk menghampiri Tiwi.

__ADS_1


"Astagfirullah... itu kan si Tiwi, apa yang terjadi pada dia?" Gumam Kak Gery bergegas.


Beberapa menit kemudian taksi online yang Tiwi pesan pun menjemputnya, namun Kak Gery segera menjelaskan jika Tiwi sudah dia jemput dan menggantikan biaya transportasinya pada sang supir.


"Kenapa dia bisa tergeletak di pinggir jalan sih? sebenarnya apa yang terjadi? aku bawa dulu dia ke Rumah Sakit aja deh!" Ucap Kak Gery cemas.


Di rumah Tiwi sendiri, Ibu Mia terlihat gelisah dan khawatir menunggu anaknya yang belum juga pulang. Hingga akhirnya dia mendapat telepon dari Tata setelah Kak Gery memberi tahu keadaan Tiwi sebelumnya.


"Assalamu'alaikum Tante, ini Tata." Ucap Tata setelah sambungan teleponnya terhubung.


"Wa'alaikumsalam, nak Tata! kebetulan sekali, tadinya Tante mau menelepon nak Tata untuk menanyakan Tiwi, apa kalian sudah selesai ospeknya? kenapa hp Tiwi gak bisa di hubungi ya?" Sahut Ibu Tiwi yang langsung mencecar Tata dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kabar putrinya.


"Ta... Tante, sebenarnya Tata mau memberi kabar tentang Tiwi, sekarang Tiwi ada di Rumah Sakit dengan Kak Gery!" Tutur Tata terbata.


"Astagfirullah... apa yang terjadi nak, Tiwi kenapa bisa ada di Rumah Sakit?" Tanya Ibu Tiwi khawatir.


"Tata juga belum tau penyebab jelasnya, Tan! tapi Kak Gery bilang dia juga tadi menemukan Tiwi sudah tergeletak di pinggir jalan. Sekarang Tiwi masih di ruang pemeriksaan bersama Kak Gery di sana," Tutur Tata menjelaskan.


"Ya ampun... ya udah, kalau gitu biar Tante susul dia ke Rumah Sakit aja sekarang, terimakasih ya nak


sudah memberi tahu Tante," Sahut Ibu Tiwi.


"Sama-sama Tante, oh iya Tiwi di bawa ke Rumah Sakit XXXXX, Tan!" Ucap Tata.


"Astagfirullah... hampir aja Tante lupa bertanya, sekali lagi terimakasih ya nak sudah memberitahu Tante, Assalamu'alaikum." Sahut Ibu Tiwi sebelum menutup teleponnya.


Setelah beberapa menit menjalani pemeriksaan, akhirnya Dokter yang memeriksa Tiwi pun memberi tahu Kak Gery keadaan terkini kondisi Tiwi. Beruntung tidak terjadi sesuatu yang begitu serius padanya.


"Apa anda wali dari pasien?" Tanya Dokter pada Kak Gery yang sekarang berdiri di samping bangsal Tiwi sambil menggenggam tangannya tanpa terlepas sekejap pun.


"Iya, Dok! saya... tunangannya." Jawab Kak Gery sedikit ragu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Kayanya Kak Gery mulai ingat nih... bener gak ya???


ketik jawaban kalian di kolom komentar ya guys, see you next episode 😘😘😘


__ADS_2