CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 50.


__ADS_3

Dikamar Kak Gery...


"Sayang! jangan terlalu besar memotongnya," Pinta Kak Gery.


"Ini udah kecil, Yang! Tiwi gak bisa motongnya lagi," Sahut Tiwi sambil mengarahkan apel yang telah dipotongnya ke mulut Kak Gery.


"Assalamu'alaikum... cie romantis banget sih!" Ucap Tata menghampiri.


"Wa'alaikumsalam, kamu Ta! ngagetin aja deh," Sahut Tiwi.


"Maaf deh, aku jadi ganggu momen romantisnya ya," Kekeh Tata.


"Kamu ikut-ikutan ijin ya, Ta?" Tanya Kak Gery.


"Iya, Kak! tadi Kak Iman bilang Kakek udah telepon Kepala Sekolah Tata, jadi Tata bisa ke sini deh sekarang, Tante sama Om masih belum pulang ya?" Tanya Tata.


"Iya Ta, mereka masih di luar Kota," Jawab Kak Gery.


"Oh, gitu ya?! eh, Wi! aku pengen ngomong sesuatu nih, ikut aku sebentar yuk ke teras depan!" Seru Tata.


"Mau ngomongin apa, Ta?" Sahut Tiwi.


"Ada deh, pokoknya ikut dulu yuk sebentar!" Seru Tata lagi.


"Kamu mau ngomongin apa sih, Ta? disini juga, kan bisa?! Kakak gak mau ditinggalin sama Tiwi tau!" Rajuk Kak Gery sambil menarik sebelah tangan Tiwi.


"Haist! Kakak kepo banget deh, lagian Tata cuman mau pinjem si Tiwi sebentar ko, Tata janji deh gak bakal lama-lama," Tutur Tata meyakinkan.


"Hm... ya udah, lebih baik kita ke depan sekarang ya! Kak, buahnya habiskan ya!" Ucap Tiwi.


"Kakak bakal tunggu Ayang balik, deh! baru habiskan apelnya, Kakak masih mau kamu suapi Yang," Manja Kak Gery.


"Ya udah, nanti Tiwi ke sini lagi deh, ayo Ta!" Sahut Tiwi sambil mengajak Tata untuk bergegas ke teras.


Setelah keluar dari kamar Kak Gery, Tata dan Tiwi tidak jadi ke teras karena ada Kak Iman dan Kakek Kak Gery di sana. Jadi Tata mengajak Tiwi untuk pindah tempat ke lantai dua rumah Kak Gery.


"Nah, disini aja deh, Wi! ha... untung tadi Kakek sama Kak Iman gak lihat kita," Ucap Tata setelah sampai di teras lantai dua rumah Kak Gery.


"Memangnya kamu mau ngomongin apa sih, Ta? kenapa kamu seperti sedang menghindari Kak Iman?" Tanya Tiwi.


"Gini, Wi! sebenarnya, aku mau minta bantuan kamu!" Ucap Tata mulai menjelaskan.


"Bantuan? bantuan apa Ta?" Tanya Tiwi penasaran.


"Gelar Seni, kan sebentar lagi bakal di gelar di Sekolah kita, ya! kebetulan di hari ketiga Gelar Seni nanti, bertepatan dengan hari ulang tahunnya Kak Iman! aku pengen kasih dia kejutan, Wi! kamu mau ya bantuin aku, bikin kejutannya!" Tutur Tata.


"Oh, gitu ya?! tapi bantuin apa Ta? memang kamu mau kasih kejutan seperti apa untuk Kak Iman?" Sahut Tiwi bertanya lagi.

__ADS_1


Tata pun menceritakan rencananya kepada Tiwi dengan sangat detail. Sesekali, Tiwi menganggukkan kepalanya menandakan dia telah paham dengan rencana yang Tata buat tersebut.


"Gitu, Wi! gimana? gak sulit kan?!" Ucap Tata.


"Hm... boleh deh, nanti kamu ingetin aku lagi aja ya! takutnya aku nanti malah lupa," Sahut Tiwi.


"Tenang aja, Wi! nanti aku kasih tau lagi deh. Ya udah, kita ke bawah lagi yuk sekarang! takutnya mereka nanti pada cariin kita lagi," Tutur Tata menyeru.


Tak lama kemudian seruan Adzan pun berkumandang. Tata, Kak Intan dan Tiwi akhirnya memilih Sholat di rumah Kak Gery bersama Kak Gery dan Kakeknya yang kebetulan sedang sakit kaki. Sedangkan Kak Iman dan Kak Fajar bergegas Ke Mesjid terdekat untuk berjamaah.


"Kalian mau pada Sholat sekarang gak?" Tanya Kak Intan.


"Iya Kak, Tata carikan mukenanya dulu, deh!" Sahut Tata sambil beranjak.


"Coba cari di kamar belakang aja, Ta! biasanya, Umi suka simpan perlengkapan Sholat di sana kalau gak salah," Seru Kak Gery.


"Kakak mau bagaimana? tayamum disini apa wudhu ke kamar mandi?" Tanya Tiwi.


"Iya Ger, nanti kita bantu deh kalau mau wudhu ke kamar mandi!" Sahut Kak Intan.


"Gak usah, Tan! aku sudah mending ko, biar aku sendiri saja ke kamar mandinya! lagi pula kita bukan muhrim, nanti wudhu ku bisa batal lagi dong!" Tutur Kak Gery seraya terkekeh.


"He... iya juga sih! ya udah, hati-hati ya, Ger!" Sahut Kak Intan.


"Kalau gitu, Tiwi lihat Kakek dulu ya! siapa tau, Kakek butuh bantuan Tiwi, Kak!" Tutur Tiwi.


Ternyata saat itu Kakek Kak Gery baru saja selesai berwudhu dan hendak Sholat di Mushola rumah Kak Gery bersama Tata.


"Hati-hati, Kek! lantainya sedikit licin,!" Seru Tata.


"Iya, Ta! makasih ya!" Ucap Kakek Kak Gery.


"Kakek sudah wudhu ya? Tiwi pikir belum, tadi! kalian mau Sholat langsung ya, Ta?" Cecar Tiwi setelah menghampiri Kakek Kak Gery dan Tata.


"Sudah nak, Kakek di bantu Tata barusan! kalian Sholat bergiliran saja, ya! sepertinya mukenanya hanya satu yang ada di Mushola," Sahut Kakek Kak Gery.


"Iya Kek, kalau gitu Tiwi ikut wudhu dulu ya!" Ucap Tiwi sambil bergegas ke kamar mandi yang terletak tak jauh dari Mushola rumah Kak Gery.


"Iya silahkan nak." Sahut Kakek Kak Gery.


Setelah selesai melaksanakan Sholat, mereka pun akhirnya memutuskan untuk memesan beberapa makanan untuk mereka makan siang.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Fajar.


"Wa'alaikumsalam, kalian sudah selesai? cepet banget perasaan?!" Sahut Kak Intan.


"Iya, Tan! kebetulan tadi Imam Sholat nya ekspres banget mimpin nya," Tutur Kak Fajar terkekeh.

__ADS_1


"Yang lainnya kemana Tan?" Tanya Kak Iman.


"Mereka sepertinya masih Sholat, Man!" Sahut Kak Intan.


"Hm... ya udah, ana periksa dulu mereka deh," Ucap Kak Iman seraya melenggang.


Tiba-tiba handphone Kak Fajar saat itu berdering.


"Jar, Handphone kamu bunyi tuh!" Seru Kak Intan.


"Eh, iya Tan! number baru! siapa ya?" Gumam Kak Fajar.


"Ya udah angkat dulu aja! siapa tau penting," Sahut Kak Intan yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Kak Fajar.


"Assalamu'alaikum?" Sapa Kak Fajar setelah menerima panggilan masuk di handphonenya.


"Wa'alaikumsalam, apa benar ini dengan saudara Fajar Ramadan? kami dari Pusat Pelayanan Terpadu Tekhnologi Surya, Kak!" Tutur penelpon.


"Oh, iya benar! saya sendiri, ada apa ya?" Sahut Kak Fajar.


"Kami hanya mau menginformasikan untuk pengembangan proyek hari ini yang harus segera Kakak hadiri sebagai pembuka acara, sekiranya Kakak senggang, kami akan sangat senang sekali dengan kehadiran Kakak!" Tutur penelpon.


"Astagfirullah, saya sampai lupa! kalau begitu tunggu saya sekitar 30 menitan lagi ya!" Sahut Kak Fajar.


"Baiklah, Kak! kami akan mengaturnya, sebelumnya terimakasih untuk waktunya, Assalamu'alaikum," Tutur penelpon.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Kak Fajar sebelum menutup teleponnya.


"Siapa, Jar?" Tanya Kak Intan.


"Irang Tekhnologi Surya, Tan! kemarin kan mereka mengundang kita untuk peresmian proyek, kamu ingat gak?" Tutur Kak Fajar bertanya.


"Astagfirullah... aku lupa, Jar! ya udah, aku siap-siap dulu sebentar ya!" Sahut Kak Intan bergegas.


"Ya udah, kamu tenang aja, Tan! mereka sudah aku kasih kabar untuk menunggu 30 menitan lagi ko, jadi kita bisa persiapan dulu!" Tutur Kak Fajar.


.


.


.


.


.


See you next episode... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2