
Sejurus kemudian, Tiwi menghamburkan dirinya ke dalam dekapan sang suami. Dia benar-benar bingung dengan emosinya sendiri. Kadang dia bisa galak dan garang pada suaminya, namun kadang juga dia bisa melow dan baper seperti saat ini.
"Aku mencintaimu By, Tiwi mohon jangan pernah tinggalkan Tiwi, ya!" Ucap Tiwi terisak memeluk suaminya dengan erat.
"Aby janji, Aby gak akan pernah tinggalkan Ayang apa pun yang terjadi, Aby juga sayang dan cinta banget sama Ayang, Aby juga gak mau kehilangan Ayang dan anak kita," Sahut Kak Gery seraya membalas pelukan istrinya.
Kak Gery segera melajukan kembali kendaraan beroda empatnya, setelah Tiwi jauh lebih tenang. Hanya butuh waktu 15 menit yang mereka tempuh untuk sampai di butik sang Ibu mertua.
"Assalamu'alaikum," Ucap Tiwi setelah berhasil masuk di butik mertuanya.
"Wa'alaikumsalam," Sahut Kak Tina sambil menghampiri
"Kak, Umi ada kan? Tiwi mau lihat-lihat baju hamil lagi, nanti tolong bantu Tiwi pilih-pilih lagi, ya!" Seru Tiwi.
"Siap, Non! ya udah, saya panggil dulu ibu bentar ya, Enon duduk dulu aja di sini!" Sahut Kak Tina seraya melenggang pergi menemui atasannya.
"Yang, jajanan tadi mau di makan sekarang apa nanti? kayanya udah pada dingin, deh!" Tutur Kak Gery yang baru saja mendaratkan bokongnya di sofa ruangan khusus fitting baju yang lumayan luas.
"Emm... sekarang aja deh! ya udah,Tiwi ambil dulu sendok sama piring buat pindahkan makanannya ya!" Sahut Tiwi segera beranjak ke arah kitchen room butik mertuanya.
"Aby bantu, ya!" Seru Kak Gery seraya menyusul Tiwi.
"Haist... Tiwi cuman ambil piring sama sendok, By!" Sanggah Tiwi.
"Ya gak apa-apa, pokoknya Aby mau ikuti Ayang kemana pun, kalau perlu Ayang ke toilet pun Aby ikut masuk!" Tegas Kak Gery yang entah mengapa begitu kekeh ingin menemani istrinya barang mengambil piring dan sendok saja.
"Ha... terserah Aby aja, deh!" Ucap Tiwi pasrah.
"Aneh deh, biasanya juga gak pernah ikutin sampai segitunya, apa gara-gara aku kemarin masuk Rumah Sakit lagi, ya?" Batin Tiwi.
Setelah membawa peralatan makan, Tiwi menuang jajanan yang sempat dia beli selama di perjalanan tadi. Umi Kak Gery sampai menggelengkan kepalanya karena melihat kelakuan anak dan menantunya yang sembarangan membeli jajanan, terlebih makanan yang mereka beli terlihat tidak higienis dan sehat.
"Kalian beli apa ini? ko warnanya merah mencolok gitu?" Tanya Umi Kak Gery setelah melihat Tiwi menuangkan sebungkus jajanan yang terlihat berwarna merah pekat menyala.
"Ini namanya seblak, Mi! Umi mau? Tiwi bagi dua ya!" Sahut Tiwi seraya membagi dua makanan yang baru dia buka bungkusnya.
__ADS_1
Namun, sedetik kemudian Umi Kak Gery segera mencegahnya. Dia segera meraih bungkusan seblak yang di pegang sang menantu dan segera memberikannya pada Tina untuk di buang.
"Jangan! sini, lebih baik Umi buang aja! Tin, kamu buang gih ke tong sampah di depan!" Seru Umi Kak Gery yang membuat Tiwi melongo.
Kak Gery yang melihat aksi Umi nya pun tak kalah melongo sekaligus khawatir, jika Tiwi akan merajuk lagi. Apa lagi kali ini makanannya benar-benar sudah di buang oleh Tina sesuai instruksi dari sang bos.
"Aby!" Bisik Tiwi seraya mencubit ujung pakaian suaminya.
"Ayang makan yang lain aja, ya! sini, Aby suapi!" Sahut Kak Gery seraya mendekatkan lumpia basah yang dia sendok dari wadahnya ke mulut Tiwi.
"Tapi, Tiwi mau makan seblak yang tadi, By!" Rajuk Tiwi masih berbisik.
"Sayang, Umi cuman gak mau kamu sakit perut gara-gara makan makanan pedas tadi! lagi pula warna merahnya juga begitu mencolok! pasti itu di campur pewarna juga, deh! bisa bahaya buat kandungan kamu juga, nak!" Tutur Umi Kak Gery memberi pengertian.
"Umi bener, Yang! mending Ayang makan ini aja, ya!" Bujuk Kak Gery menimpali ucapan sang Ibu seraya kembali mendekatkan sendok yang berisi lumpia basah ke mulut istrinya.
Dengan pasrah Tiwi akhirnya membuka mulut dan mengunyah makanannya. Meski dia kesal, namun semua yang di ucapkan mertuanya memang benar, kadang Tiwi masih saja egois dan tak sadar jika saat ini dirinya sedang berbadan dua.
"Tiwi makan sendiri aja, By!" Ucap Tiwi seraya mengambil alih cup makanan dari tangan suaminya.
"Yakin gak mau Aby suapi lagi?" Sahut Kak Gery dengan nada sedikit menggoda.
"Ya udah, kamu habiskan dulu aja makannya, ya! Umi mau ke ruangan dulu! nanti kalau butuh apa-apa panggil Tina aja, ya! atau langsung masuk aja ke ruangan Umi, ok!" Seru Umi Kak Gery seraya melenggang ke arah ruangan kerjanya.
Setelah menghabiskan makannya, Tiwi memilih beranjak dan segera mencuci piring yang sudah dia gunakan. Meski Kak Gery sudah melarangnya, namun Tiwi tetap kekeh ingin melakukan pekerjaan ringan m itu.
"Yang! udah, biarin aja? nanti juga ada yang mencucinya, ko!" Cegah Kak Gery.
"Gak apa-apa, By! lagi pula cuma cuci piring sama sendok aja, ko!" Sahut Tiwi.
"Tapi Aby gak mau kamu capek, Yang! sini biar Aby yang cuci!" Tutur Kak Gery berusaha merebut piring yang di pegang Tiwi.
"Ihh.... Aby, kalau piringnya pecah gimana coba," Tegur Tiwi.
"Biarin, Aby tinggal ganti aja sama yang baru!" Sahut Kak Gery cuek.
__ADS_1
"Ish! Aby nyebelin deh, Tiwi bukan khawatir sama piringnya, Tiwi cuma gak mau Aby kena pecahan beling nya, nanti!" Rutuk Tiwi seraya melipat kedua tangannya di depan dada.
Cup...
Sekilas Kak Gery mendaratkan kecupan singkat di bibir ranum istrinya. Tiwi begitu terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna.
"Aby!! ini kan di butik, nanti banyak yang lihat, malu tau!" Umpat Tiwi.
Kak Gery hanya terkekeh melihat pipi istrinya yang memerah karena ulah jahilnya. Dia begitu gemas jika melihat Tiwi tersipu seperti itu. Dia bahkan malah mencuri cium lagi ketika Tiwi masih saja mengomelinya.
"Aby... ihh!!! nyebelin banget, deh! udah ah, Tiwi mau pilih baju aja!" Rajuk Tiwi seraya beranjak ke dalam ruangan yang berisi pakaian-pakaian khusus ibu hamil rancangan sang mertua.
"Ya ampun, aku bener-bener gak tahan kalau liat pipinya yang memerah kaya gitu!" Gumam Aku Gery seraya menyimpan piring yang sudah dia cuci dan bergegas menyusul istrinya.
Tiwi menghampiri Tina untuk membantunya memilih beberapa pakaian hamil keluaran terbaru yang tersedia. Dengan cekatan, Tina pun merekomendasikan berbagai model pakaian hamil keluaran terbaru, andalan butik majikannya pada Tiwi.
"Wi, Kakak panggil Ibu dulu, ya! tadi beliau berpesan kalau kamu sedang mencoba pakaiannya Kakak di suruh memanggilnya!" Seru Tina.
"Oh, ya udah Kak, Tiwi sambil coba dulu pakaian ini, deh!" Tutur Tiwi seraya membawa satu set pakaian hamil yang sudah ia pilih untuk di coba.
"Yang, mau coba bajunya, ya? sini Aby lihat dulu!" Seru Kak Gery seraya menyambar baju yang di pegang Tiwi.
"Kata Kak Tina, ini semua edisi terbaru yang Umi buat, By! Tiwi coba dulu yang ini, ya!" Sahut Tiwi setelah Kak Gery melihat pakaian yang akan dia coba.
"Aby ikut masuk, ya! Aby takut Ayang susah cobain bajunya!" Seru Kak Gery dengan seringai di bibirnya.
"Hm... Aby mau cari kesempatan dalam kesempitan, kan? Sahut Tiwi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘