
"Assalamu'alaikum," Ucap Tata setelah sambungan teleponnya di jawab Andrina.
"Wa'alaikumsalam. Ta, kamu kemana aja, sih? aku udah berakar nih nunggu kamu datang!" Gerutu Andrina dari seberang telepon.
"Sorry, Drin! aku lupa kasih kabar, sebenarnya aku lagi di Rumah Sakit sekarang..." Tutur Tata yang langsung di potong oleh Andrina.
"Rumah Sakit? kamu gak apa-apa, kan Ta?" Cecar Andrina.
"Aku gak apa-apa, Drin! tapi si Tiwi... dia di bawa ke Rumah Sakit dari kemarin sore," Tutur Tata menjelaskan.
"Astaghfirullah, dia kenapa, Ta? ya udah, ya udah aku sekarang ke Rumah Sakit deh, kamu tunggu aku, ya! kirim alamat Rumah Sakitnya lewat chat, ok!" Sahut Andrina segera mengakhiri sambungan teleponnya.
"Ya ampun, ini anak malah main matiin aja deh, aku kan belum selesai ngomong, hm!" Gumam Tata.
"Gimana, Ta? Andrina sama Kak Haikal udah datang ya ke rumah Ibu?" Tanya Tiwi.
"Iya, Wi! mereka udah sampai di sana, tapi kayanya bentar lagi juga ke sini, deh." Sahut Tata.
"Ya ampun, kebiasaan banget, deh! pasti dia panik juga ya kaya kamu tadi, hm... kan kasian baby twins kalau di ajak ke sini. Baby Caca juga harusnya jangan kamu bawa ke sini, Ta! di Rumah Sakit kan banyak kuman sama virus, aku takut ponakan-ponakan aku yang pada gemesin itu pada sakit nantinya," Tutur Tiwi yang membuat Tata terkekeh.
"Kamu ada-ada aja, Wi! In Syaa Allah mereka kuat, ko! mereka kan udah rutin imunisasi, jadi kekebalan tubuhnya pasti kuat!" Sahut Tata percaya diri.
"Tapi, Ta! yang namanya sakit kan gak bisa di tebak kapan datangnya," Ucap Tiwi.
"Iya, sih! tapi... udah ah, jangan ngomongin gituan lagi, mending sekarang kamu fokus pemulihan aja, biar cepet sembuh, ok!" Sahut Tata.
"Sayang, kamu .akan dulu, ya! Umi bawakan sayur jamur kesukaan kamu, loh! Umi suapi ya!" Ucap Umi Kak Gery menghampiri sambil membawa semangkuk sayur jamur kesukaan menantunya.
"Makasih, Mi! Tiwi makan sendiri aja, deh!" Balas Tiwi menerima semangkuk sayur jamur yang mertuanya bawakan.
...****************...
"Mas, ayo cepet! aku bener-bener khawatir sama kondisinya si Tiwi!" Seru Andrina.
"Iya, Yang! ini, Mas juga udah berusaha secepat mungkin, kita juga harus tetap mengutamakan keselamatan. Apalagi sekarang, kita bawa si kembar!" Sahut Kak Haikal mengingatkan.
Huaaa.... Huaaa.... Jerit baby twins. Mereka berdua menangis bersahutan, seakan tau kekhawatiran sang Mommy.
"Cup...cup...cup... sayang, maafin Mommy, ya! Mommy gak akan tinggalin kalian, ko!" Gumam Andrina menenangkan kedua putranya.
"Tuh, kan Mom! Daddy bener, kan? mereka juga takut kalau Daddy bawa mobilnya kebut-kebutan," Ucap Kak Haikal.
__ADS_1
"Iya-iya, Mommy emang salah, deh! tapi, kan Mommy cuma khawatir sama sahabat Mommy, Dad!" Sahut Andrina sambil memberi asi kepada kedua anaknya yang sudah dia sediakan di botolnya masing-masing.
"Mommy terlalu baik sih, Daddy jadi makin sayang dan cinta, kan jadinya!" Gurau Kak Haikal menggoda istrinya yang terlihat sedikit cemberut.
"Gombal, udah ah fokus nyetir, sana!" Seru Andrina yang membuat Kak Haikal terkekeh melihat tingkahnya.
"Ha... makin hari rasanya aku makin bucin sama kamu, Yang!" Batin Kak Haikal kembali fokus mengendarai mobilnya.
Setibanya di pekarangan Rumah Sakit, Kak Haikal segera memarkirkan mobilnya dan segera memboyong kedua anak dan istrinya ke dalam. Setelah bertanya pada suster yang berjaga, mereka akhirnya tiba di depan ruangan Tiwi dan segera masuk untuk menengoknya.
"Assalamu'alaikum," Ucap Andrina sambil membuka pintu ruangan Tiwi.
"Wa'alaikumsalam," Jawab serempak semua orang yang ada di ruangan Tiwi.
"Beb! kamu kenapa lagi sih? aku bener-bener khawatir, tau!" Ucap Andrina menghampiri Tiwi.
"Aku gak apa-apa ko, Drin! cuman kecapean aja. Hai baby twins! mana satunya lagi, Drin?" Sahut Tiwi sambil mencari keberadaan kembarannya baby Twins.
"Dia di gendong Daddy-nya, Wi! Daddy-nya lagi terima dulu telepon barusan," Jawab Andrina.
"Oh... aku kira dia gak ikut, kamu tadi ke rumah Ibu ya, Drin?" Tanya Tiwi.
"Iya, aku pikir si Tetot udah ada di sana tadi! eh, taunya malah ke sini," Gerutu Andrina sambil melirik keberadaan salah satu sahabatnya.
"Terus, kenapa kamu gak sekalian telepon aku juga, sih!" Rajuk Andrina yang masih sedikit kesal pada sahabatnya itu.
"Ya, maaf, Drin! namanya juga lupa bin panik!" Sahut Tata.
"Hm... ok, deh! tapi kamu benar-benar gak apa-apa kan, beb? baby di sini juga aman-aman aja, kan?" Cecar Andrina dengan sederet pertanyaannya.
"Alhamdulillah, aman ko, Drin! kayanya, besok juga aku udah boleh pulang!" Sahut Tiwi mengerti kekhawatiran sahabatnya itu.
"Huft... syukurlah, jangan sakit-sakitan lagi ya!" Ucap Andrina.
Sepeninggalan para sahabat dan mertuanya. Kini Tiwi dan Kak Gery kembali berdua di ruangan persegi berdinding putih yang cukup luas.
"By, Aby gak ganti baju? tadi kan kalau gak salah Ibu bawa baju dari rumah!" Tutur Tiwi.
"Nanti aja, deh Yang! Aby tadi udah ganti dalaman, ko! lagian, baju yang Ibu bawa tadi kekecilan! kayanya itu baju Aby waktu awal nikah, deh! atau jangan-jangan bajunya Ayah lagi!" Sahut Kak Gery seraya mengupas buah apel.
"Emangnya baju yang mana yang Ibu bawa?" Tanya Tiwi sambil mencoba beranjak dari tempat tidurnya.
__ADS_1
Seketika Kak Gery ikut beranjak menghampiri sang istri dan membantunya turun dari tempat tidur. Kak Gery kira, Tiwi hendak ke kemar mandi. Jadi, dia pun mengarahkannya ke arah toilet di dalam ruangan tersebut.
"Hati-hati, Yang! sini, biar Aby pegang infusnya!" Seru Kak Gery.
"Makasih. Eh, Tiwi bukan mau ke kamar mandi, ko!" Cegah Tiwi.
"Lah... terus Ayang mau kemana? Aby pikir Ayang mau ke kamar mandi." Sahut Kak Gery.
"Engga ko, Tiwi mau periksa baju Aby yang di bawa Ibu tadi!" Tutur Tiwi seraya mendaratkan bokongnya di sofa.
"Kenapa gak bilang aja, sih! udah, Ayang duduk aja, makan apelnya! biar Aby yang ambil bajunya!" Sahut Kak Gery seraya meraih paper bag yang mertuanya bawa tadi lagi.
"Suapin! tapi nanti aja, deh! mana sini baju-bajunya!" Rengek Tiwi sambil mengulurkan tangannya.
"Dasar bumil cantik! lama-lama Aby terkam juga, nih! gemesin banget, deh kalau manja kaya barusan" Sahut Kak Gery seraya mendaratkan bokongnya di sofa samping sang istri.
"Ihhh... dasar mesum! udah sini, Tiwi liat bajunya!" Seru Tiwi seraya mengeluarkan pakaian dari dalam paper bag pemberian suaminya.
"Perasaan, Aby gak punya baju ini, deh! bener gak sih, Yang?" Ucap Kak Gery setelah melihat Tiwi membeberkan satu kaos lengan pendek berwarna merah menyala.
"Ya ampun, ini sih baju santai Tiwi di rumah waktu dulu, By! Ko, Ibu masih simpan, ya! padahal udah Tiwi pisahkan buat di kasih sama yang membutuhkan, loh! apa Ibu salah ambil, ya?" Sahut Tiwi sambil memeriksa kembali pakaian yang ada di dalam paper bag tersebut.
Namun, Tiwi benar-benar tidak menemukan pakaian suaminya satu pun. Mungkin karena saat menikah dulu, Tiwi langsung di bawa pindah oleh Kak Gery. Sehingga Tiwi belum sempat menyimpan satu baju pun untuk suaminya.
"Ya ampun! Tiwi baru inget, By! Aby, kan emang gak sempet bawa baju buat di simpan di rumah Ibu!"
"Ya udah, gak apa-apa, lah! lagi pula besok juga kita udah pulang ke rumah, kan! mending, kita tidur aja yuk, sekarang! Aby udah ngantuk, nih pengen peluk Ayang, lagi!" Sahut Kak Gery seraya melingkarkan tangannya di pinggang Tiwi sambil menopang kan wajahnya di sela leher sang istri.
"Aby! geli, By! Tiwi mau makan dulu apelnya. Suapin, ya!" Ucap Tiwi.
"Ok! tapi, suapinya pake bibir Aby, ya!" Sahut Kak Gery memanfaatkan kesempatan.
"Haist! kumat lagi, kan mesumnya!" Ucap Tiwi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘