CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 33.


__ADS_3

Tak lama kemudian, Polisi dan Kak Intan datang dan langsung membekuk para turis asing tersebut. Akhirnya Kak Gery pun segera di bawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Tata yang saat itu baru mengetahui kabarnya, segera bergegas menemui mereka dan langsung memberi kabar kepada Kakeknya lewat sambungan telepon.


“Kak...bertahan, ya! maafkan Tiwi! seharusnya Tiwi yang tadi terkena pukulan, bukannya kakak!" Racau Tiwi seraya terisak dan menggenggam tangan Kak Gery yang kini sudah berada di dalam mobil ambulan.


"Yang, ini hanya luka kecil, ko! kalau kamu yang tadi terkena pukulannya, Kakak gak akan pernah bisa memaafkan diri Kakak sendiri! karena bagi Kakak, kamu segala-gala nya, Yang!" Sahut Kak Gery sambil menarik tangan Tiwi yang menggenggam tangannya untuk dia kecup.


“Kamu tenang ya, Wi! Gery orangnya kuat ko, dia pasti baik-baik aja!" Tutur Kak Intan yang ikut juga ke dalam ambulan menemani Tiwi.


Sedangkan Kak Fajar memilih untuk menyusul mereka dengan menaiki taksi online yang sudah dia pesan sebelumnya.


“Kak, makasih banyak ya! kalau kalian gak datang, mungkin Tiwi gak bakal selamat seperti sekarang!" Ucap Tiwi tulus seraya mengusap punggung tangan Kak Intan.


“It's ok Wi! yang terpenting, sekarang kamu udah aman! sebaiknya sekarang kita fokus untuk pengobatannya Gery aja, ok!" Sahut Kak Intan sambil membalas, mengusap punggung tangan Tiwi.


“Oh iya, aku belum memberi kabar pada Kakek! aku telepon beliau dulu ya!" Ucap Kak Intan seraya mencari kontak Kakek Kak Gery di hpnya.


"Jangan, Tan! Kakek pasti khawatir nanti! sebaiknya Kakek jangan di kasih tahu aja! lagi pula luka aku gak seberapa ko!" lirih Kak Gery mencegah.


"Ha... dasar sok jagoan! ya udah deh, aku telepon Tata aja ya!" Sahut Kak Intan yang akhirnya memilih menghubungi Tata untuk memberi kabar.


****************


“Assalamu'alaikum Kak?" Sapa Tata setelah sambungan teleponnya terhubung.


"......."


"Astagfirullah... ya udah Kak! Tata ke sana sekarang deh! makasih infonya ya Kak!" Sahut Tata sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.


Tata pun memberitahu Kakeknya meski Kak intan sudah berpesan agar tak memberitahunya. Namun hal itu tidak di indahkan oleh Tata, karena menurutnya Kakeknya juga harus tau kondisi sepupunya itu. Setelah mengakhiri sambungan telepon pada Kakeknya, Tata langsung menghampiri Tiwi dan yang lainnya di Rumah Sakit.


“Bagaimana Ger? ente udah lebih baik kan sekarang?" Tanya Kak Fajar setelah Kak Gery selesai mendapatkan penanganan pada lukanya.


Berbanding terbalik dengan kondisi Tiwi yang malah terkulai pingsan. Akibat terlalu syok dan kelelahan, akhirnya Tiwi jatuh tak sadarkan diri dan di rawat bersama di Rumah Sakit.


“Alhamdulillah, ana sudah jauh lebih baik Jar! tunangan ana gimana Jar? dia gak apa-apa juga kan?” Seru Kak Gery terlihat cemas.

__ADS_1


“Udah lah... sebaiknya ente jangan dulu banyak pikiran Ger! Tiwi udah di tangani juga ko! jadi sebaiknya ente fokus sama penyembuhan ente sendiri," Sahut Kak Fajar mencoba menenangkan Kak Gery.


“Baiklah! semoga aja Tiwi bener-bener gak apa-apa, ya!" Gumam Kak Gery lirih sambil mencoba menutup matanya yang terasa berat oleh rasa kantuk yang di sebabkan dari pengaruh obat bius yang di berikan perawat saat menanganinya tadi.


Tok..tok…tok…


"Assalamu'alaikum, Kak! kalian gak apa-apa kan?” Tanya Tata cemas setelah berhasil masuk ke dalam ruangan Kak Gery.


“Alhamdulillah mereka udah mendingan, Ta!" Sahut Kak Intan membantu menjawab.


“Alhamdulillah. Terus si Tiwi dimana, Kak? Kalian sebenernya kenapa sih, kok bisa sampe di bawa ke Rumah Sakit begini?" Cecar Tata.


“Ceritanya panjang Ta! intinya, tadi itu kita habis nolong si Tiwi yang di ganggu sama turis gak jelas!" Tutur Kak Intan menjelaskan.


“Ya Allah, kok bisa sih Kak? ya udah, Tata temui dulu Tiwi ya!" Sahut Tata beranjak dan bergegas pergi.


Tak lama kemudian Kakek Kak Gery pun menyusul datang. Saat itu, Kakek Kak Gery sangat panik dan khawatir dengan keadaan cucu-cucunya.


“Ger! kalian gak apa-apa kan, kalian kenapa bisa seperti ini sih?" Tanya Kakek Kak Gery setelah masuk ke dalam ruangan cucunya.


“Hm... ya udah, Kakek liat dulu nak Tiwi ya! kenapa gak di satu ruangan kan aja sih di rawatnya?! kan biar gak repot seperti ini, mesti bolak balik!” Ujar Kakek Kak Gery.


“Gery juga maunya begitu kek, tapi kayanya tadi Tiwi masih dalam pemeriksaan deh, jadi belum bisa di pindah ruangan," Tutur Kak Gery.


“Hem… ya udah biar Kakek yang urus!" Sahut Kakek Kak Gery bergegas ke luar ruangan.


Sementara di ruang IGD. Tata menemani Tiwi yang masih belum siuman, mungkin karena pingsan dan efek obat penenang yang di berikan kepadanya tadi.


“Hei calon sepupu, bangun dong! kamu jangan buat aku khawatir terus,” Gumam Tata menatap sendu ke arah tubuh Tiwi yang masih tak sadarkan diri.


“Assalamu'alaikum..." Ucap Kakek Kak Gery setelah berhasil masuk ke ruangan IGD.


“Wa'alaikumsalam... Kakek udah nyampe ya? di antar siapa Kek?” Tanya Tata seraya mencium tangan Kakeknya.


"Kakek di antar Joko, Ta! bagaimana kondisi nak Tiwi? apa dia baik-baik aja?" Sahut Kakek Kak Gery balik bertanya.

__ADS_1


"Tiwi terlalu syok dan kecapean Kek! jadi dia jatuh pingsan! tadi Dokter juga udah memberinya obat penenang ko, jadi dia saat ini masih beristirahat di bawah pengaruh obat Kek," Tutur Tata menjelaskan.


"Syukurlah kalau begitu! biarkan dia istirahat aja sekarang! Kakek mau ke bagian admin dulu, sekarang! Kakek mau satukan ruangan mereka supaya tidak repot!" Seru Kakek Kak Gery sambil beranjak.


“Tata antar Kek!" Tawar Tata.


“Biar Kakak aja Ta yang temani Kakek! sebaiknya kamu tunggu di sini aja! siapa tau nanti Tiwi bangun, ayo Kek, Iman antar!" Sanggah Kak Iman yang baru saja masuk ke dalam ruangan Tiwi.


Akhirnya Kakek Kak Gery mengatur ruangan mereka menjadi satu kamar di ruangan VIP yang lebih luas dan nyaman.


“Jar, Tan! ana pengen liat Tiwi bentar dong! ana masih khawatir nih kalau belum tau kondisinya sendiri!" Bujuk Kak Gery.


“Sorry Ger! bukannya ana mau melarang, tapi ente sendiri masih belum pulih betul, sebaiknya ente tunggu aja deh di sini! lagi pula nanti kan kalian juga bakal satu ruangan," Saran Kak Fajar.


“Tapi ana belum bisa tenang kalau belum melihat sendiri kondisinya, Jar!" Lirih Kak Gery.


Tak lama kemudian Tiwi pun di pindahkan ke ruangan VIP sesuai permintaan Kakek Kak Gery.


"Nah, kalau begini kan enak! sekarang tinggal tunggu si Gery di bawa ke sini," Ucap Kakek Kak Gery setelah berhasil sampai di ruangan baru Tiwi dan Kak Gery.


****************


"Permisi, kami mau memindahkan pasien!" Seru seorang Suster yang bertugas memindahkan Kak Gery dari ruangannya.


.


.


.


.


.


Ayo siapa nih yang belum kasih dukungan... Mom tunggu ya guys, see you next episode 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2