
Keesokan harinya, Tiwi berencana mengunjungi rumah mertuanya yang menyuruhnya untuk datang dan menemani membuat beberapa hidangan. Rencananya, malam nanti Ayah Kak Gery akan mengundang rekan bisnisnya untuk makan malam bersama di rumahnya. Sehingga Umi Kak Gery meminta bantuan sang menantu untuk menyiapkan hidangannya.
"Assalamu'alaikum," Ucap Tiwi melenggang masuk setelah ART rumah mertuanya membukakan pintu.
"Wa'alaikumsalam. Loh! kamu ko pakai masker, nak! kamu lagu sakit, ya?" Sahut Umi Kak Gery khawatir sambil menghampiri Tiwi yang baru saja tiba.
"Tiwi baik-baik aja ko, Mi! oh iya, Umi mau buat apa sekarang? acara makan malamnya jadi, kan?" Tutur Tiwi menjawab.
"Jadi ko, Umi baru selesai belanja bahan-bahannya barusan. Kita langsung ke dapur sekarang, yuk!" Seru Umi Kak Gery yang di sambut antusias oleh Tiwi.
"Wah... Umi banyak banget belanjanya? sekarang kita mau buat apa dulu, Mi?" Tanya Tiwi setelah melihat belanjaan mertuanya yang sudah di bongkar dari kantongnya.
"Kita buat ayam kecapnya dulu aja! nanti kalau udah selesai, baru kita buat yang lainnya lagi," Sahut Umi Kak Gery.
"Ya udah, kalau gitu biar Tiwi kupas dulu bumbu bumbunya, deh!" Tutur Tiwi seraya meraih kantong bumbu-bumbu yang sudah tergeletak di atas meja dapur mertuanya.
Tiwi segera meraih bawang merah untuk dia kupas. Namun, baru saja dirinya memotong bagian ujung bawang. Perutnya tiba-tiba saja bergejolak dan membuatnya merasa mual. Dengan tergopoh-gopoh, Tiwi menghampiri wastafel dan memuntahkan isi perutnya. Tak tertinggal, sakit kepala pun menyerangnya bersamaan dengan rasa mual yang menghinggapi Tiwi saat ini.
Hoek...Hoek...
"Sayang, kamu kenapa nak? kamu sakit ya?" Cecar Umi Kak Gery cemas.
Hoek... Hoek...
Lagi-lagi Tiwi memuntahkan isi perutnya, tak kala sang mertua yang baru saja memindahkan bawang tersebut oleh tangannya sendiri yang sekarang tercium baunya oleh Tiwi.
"Mi, Umi pegang bawangnya, ya barusan?" Ucap Tiwi setelah merasa sedikit lebih baik.
"Iya, memangnya kenapa? kamu sakit ya, nak! muka kamu juga pucet! Umi ambilkan minyak angin dulu ya! kamu duduk dulu aja!" Seru Umi Kak Gery panik sambil bergegas mencari minyak angin di dalam kotak P3K rumahnya.
"Kenapa akhir-akhir ini aku sering pusing gini? apa aku emang sakit, ya?" Batin Tiwi mengelus perutnya secara lembut.
"Sini, nak! Umi oles tengkuknya, ya! sepertinya kamu masuk angin. Kita ke Dokter aja ya!" Tutur Umi Kak Gery seraya mengoleskan minyak angin pada tengkuk menantunya dengan lembut.
"Gak perlu, Mi! Tiwi baik-baik aja, ko! kemarin juga Tiwi sempat kaya gini, nanti juga mual sama pusingnya ilang sendiri!" Sahut Tiwi yang sudah merasa sedikit membaik.
__ADS_1
"Kemarin? jadi kamu muntah pusingnya udah dari kemarin, ya? apa ada pemicunya?" Tanya Umi Kak Gery mulai curiga.
"Tiwi gak tau, Mi! tapi, barusan kayanya Tiwi mual karena mencium bau bawang merah, deh!" Tebak Tiwi.
"Ya ampun, jadi gara-gara itu ya! emm... ok! sekarang, Umi mau tanya sama kamu! bulan ini kamu udah datang bulan belum?" Ucap Umi Kak Gery bertanya dengan antusias.
Tiwi hanya menggeleng sambil mengingat terakhir kali ia datang bulan. Setelah di ingat kembali, ternyata Tiwi memang sudah telat 2 Minggu dari tanggal biasanya dia datang bulan. Tiwi pun sekarang paham dengan pertanyaan mertuanya tadi.
"Kalau di ingat-ingat, Tiwi memang udah telat 2 Minggu, Mi! apa Tiwi... hamil ya, Mi?" Ucap Tiwi yang langsung di peluk erat oleh sang mertua.
"Sayang, ini benar-benar kabar gembira! lebih baik sekarang kita ke Dokter aja! biar Umi pesan dari Resto aja makanan untuk malam! yang penting sekarang, kita periksa dulu calon cucu Umi, ayo!" Seru Umi Kak Gery berbinar-binar seraya membantu Tiwi beranjak untuk memeriksakan kehamilannya.
"Tapi, Mu! apa gak kita tes di rumah dulu aja, ya? nanti kalau hasilnya udah tau positif, baru kita ke Dokter!" Usul Tiwi yang membuat mertuanya berfikir sejenak.
"Benar juga, kebetulan Umi kemarin di kasih Tata testpack sisa dia, dulu! sebentar ya, Umi ambilkan dulu testpack nya!" Seru Umi Kak Gery seraya bergegas melenggang ke kamarnya.
Tak lama kemudian, Umi Kak Gery kembali dengan sebuah alat tes kehamilan di tangannya.
"Ini, nak! kamu coba dulu gih di kamar mandi! kamu tau, kan cara pakainya?" Tanya Umi Kak Gery seraya memberikan alat testpack pada Tiwi.
Beberapa menit kemudian, Tiwi keluar dari kamar mandi dengan wajah yang berseri-seri. Dia segera memperlihatkan hasil testpack nya pada sang mertua yang sudah menunggunya sejak tadi.
"Alhamdulillah, selamat ya sayang! kalau gitu sekarang kita ke Dokter aja, ya! Umi udah gak sabar pengen tahu kondisi calon cucu, Umi!" Seru Umi Kak Gery antusias seraya mengusap perut Tiwi yang masih rata.
Kurang lebih satu jam, Tiwi dan mertuanya tiba di salah satu Rumah Sakit dan segera menghampiri ruangan Dokter untuk memeriksakan kehamilan Tiwi.
"Selamat siang, Dokter." Sapa Umi Kak Gery saat memasuki ruangan sang Dokter.
"Selamat siang, siapa yang mau di periksa?" Tanya Dokter yang bernama Maya pada kedua perempuan yang datang padanya siang itu.
"Saya mau memeriksakan putri saya, Dok! katanya udah telat dua Minggu bulan ini!" Tutur Umi Kak Gery.
"Oh, begitu ya! kalau boleh tau kapan terakhir kali datang bulannya? udah sempet cek pakai testpack di rumah belum?" Tanya Dokter Maya.
"Kalau gak salah tanggal 14, Dok! kebetulan saya baru cek tadi pake testpack nya, apa hasilnya akurat, ya Dok?" Sahut Tiwi balik bertanya.
__ADS_1
"Zaman sekarang alat testpack memang udah pada canggih-canggih. Bahkan untuk yang harga termurah aja udah bagus! Nah, karena tadi udah testpack, sekarang kita langsung USG aja, ya!" Seru Dokter Maya seraya meminta bantuan asistennya untuk membantu Tiwi berbaring di atas kasur pemeriksaan.
"Maaf Non, bajunya diangkat sedikit ke atas ya!" Seru seorang Suster yang merupakan asisten Dokter Maya.
"Ok, kita mulai ya! Bismillah..." Ucap Dokter Maya memulai pemeriksaan setelah Tiwi di beri gel untuk proses USG.
"Nah, gambar ini adalah kantung rahim dan ketuban, ya! sedangkan janinnya sendiri yang kecil ini! kalau di liat dari ukurannya dan hasil pemeriksaan, kandungan Nona Tiwi baru menginjak 4 Minggu. Usia kandungannya masih sangat rentan untuk keguguran! jadi saya sarankan agar Nona Tiwi mengurangi aktivitas sehari-hari dulu, ya! jangan terlalu lelah dan usahakan banyak makan makanan yang bergizi seperti buah dan sayur! karena di trimester ini, janin sangat memerlukan banyak asupan nutrisi untuk perkembangannya!" Tutur Dokter Maya menjelaskan.
Usai diperiksa, Tiwi di beri beberapa resep obat dan vitamin sebagai pendukung dan penguat kandungannya. Umi Kak Gery benar-benar bahagia setelah mengetahui sendiri kondisi calon cucunya, yang kini sedang di kandung Tiwi. Beliau tak hentinya mengelus perut Tiwi yang masih rata sambil terus mengucap doa untuk Tiwi dan si calon cucu.
"Mulai sekarang, kalian tinggal di rumah Umi aja, ya! Umi takut, kalau Gery dinas luar lagi, kamu gak ada yang perhatiin, nak!" Ucap Umi Kak Gery.
"Iya, Umi! nanti Tiwi coba bicarakan dulu sama Kak Gery, ya! oh iya, Mi! besok Umi jangan dulu kasih tau Kak Gery ya soal kehamilan Tiwi ini! Tiwi pengen kasih dia kejutan, Mi!" Sahut Tiwi.
"Beres, deh! Umi pasti tutup mulut, ko! akhirnya Umi bakal punya cucu. Makasih ya sayang." Ucap Umi Kak Gery seraya memeluk Tiwi.
Keesokan harinya, Kak Gery ternyata pulang lebih awal dari jadwalnya. Dia pun bergegas memasuki rumah, karena sudah tak sabar ingin bertemu sang istri tercinta. Namun langkah mulai melambat tak kala, Kak Gery tak menemukan satu orang pun di rumahnya. Kak Gery jadi curiga, jika di rumahnya itu sedang di masuki maling. Akhirnya dengan mengendap-enda, Kak Gery memasuki rumah dan menuju kamarnya sebagai tempat pertama yang dia tuju.
Setelah sampai di depan pintu kamarnya. Kak Gery mulai membuka pintunya secara perlahan. Namun, sejurus kemudian, Kak Gery melihat pemandangan yang begitu meneduhkan mata dan hatinya setiap pulang kerja.
"Yang! kenapa kamarnya gelap banget? kamu baik-baik aja, kan? Aby kangen banget, sama kamu!" Tutur Kak Gery seraya memeluk sang istri dengan erat. Tak lupa kecupan-kecupan singkat pun Kak Gery daratkan di wajah istrinya.
"Tiwi juga kangen banget, By! oh iya, Tiwi punya kejutan loh buat, Aby! tapi sebelum Tiwi kasih kejutannya, Aby mandi dulu gih! badan Aby bau banget, deh!" Seru Tiwi sambil menjepit hidungnya dengan kedua jari tangannya.
.
.
.
.
.
See you next episode 😘😘😘
__ADS_1