CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 16.


__ADS_3

“Ya Allah kenapa kepala sama perut Tiwi sakit lagi ya, duh... kuat Wi, kuat! aku gak boleh tumbang di sini!"


Gumam Tiwi sambil membuka pintu toilet.


Sambil mengumpulkan tenaga dan kesadarannya yang tersisa, Tiwi melangkahkan kakinya keluar dari toilet. Namun baru saja dia berhasil membuka pintu, keseimbangannya pun hilang tergantikan penglihatannya yang perlahan menggelap.


“Astaghfirullah, Tiwi!" Jerit Kak Gery seraya menangkap tubuh mungil Tiwi yang hampir tergeletak di atas lantai.


"Alhamdulillah, untung masih bisa tertangkap! Wi, kamu baik-baik aja kan? Ya Allah, kamu kenapa sih?!"


Ucap Kak Gery sambil menggendong Tiwi menuju markasnya.


Setelah membaringkannya di atas tempat tidurnya di markas, Kak Gery segera menghubungi Kakeknya untuk memberitahu kabar Tiwi pada mereka.


“Assalamu'alaikum Kek!" Tutur Kak Gery di telepon.


"Wa'alaikumsalam, bagaimana Ger?! kamu udah ketemu sama cucu teman Kakek belum?!" Sahut Kakek Kak Gery bertanya.


"Gery udah ketemu sama orangnya Kek! tapi Tiwi nya pingsan! Sekarang dia udah Gery baringkan di markas


Kek!" Tutur Kak Gery menjelaskan.


“Astagfirullah! terus sekarang gimana keadaannya? Kakek sekarang ke sana deh!" Seru Kakek Kak Gery berubah panik.


"Ada apa, Bas? apa yang terjadi?" Sahut Kakek Tiwi.


"Cucumu pingsan, Mat! sekarang dia ada di lantai atas, dia sudah di bawa oleh Gery ke markasnya," Tutur Kakek Kak Gery menjelaskan.


“Astagfirullah, tuh kan Yah, apa Ibu bilang! akhirnya kekhawatiran ibu terjadi juga, Ya Allah semoga anak kita tidak apa-apa ya yah," Seru Ibu Tiwi seraya meremas jari jemarinya sendiri karena cemas.


“Tenang Bu! sebaiknya sekarang kita lihat dulu keadaannya ya. Ayo Pak, kita lihat sekarang!” Ajak Ayah Tiwi seraya beranjak yang di ikuti oleh semua orang yang ada di meja bersamanya.


“Ayo nak, lewat sini!” Seru Kakek Kak Gery memimpin jalan.


Tak lama mereka pun akhirnya tiba di markas Kak Gery dan segera menghampiri Tiwi yang Kak Gery baringkan di atas tempat tidurnya.


"Astaghfirullah, Wi! ko bisa sampai pingsan seperti ini sih?! oh iya Yah, tadi di mobil kalau gak salah Tiwi


simpan minyak angin deh, tolong bawakan ke sini ya Yah!” Seru Ibu Tiwi mengusap kepala Tiwi setelah duduk di samping Tiwi seraya meminta tolong pada suaminya.


“Ini Tante, Gery juga ada, ko! pakai ini aja, Tan!” Sahut Kak Gery sambil mengulurkan minyak angin miliknya.


“Oh iya nak, terimakasih ya! Wi... sayang, bangun nak! jangan bikin Ibu khawatir!!" Gumam Ibu Tiwi sambil mengoleskan minyak angin di bawah hidung Tiwi agar cepat siuman.

__ADS_1


“Tante! jika Tiwi masih belum sadar juga, kita bawa ke Rumah Sakit aja ya!" Seru Kak Gery


“Benar, Ger! Kakek setuju sama kamu, lebih baik kamu sekarang siapkan mobilnya aja, biar gak nunggu lagi!"


Sahut Kakek Kak Gery. Sebenarnya Kakek sangat terkejut setelah mengetahui siapa cucu sahabatnya itu, ternyata gadis cantik yang pernah menolongnya di stasiun waktu itu adalah cucu sahabatnya.


“Baiklah Kek, kalau begitu Gery siapkan sekarang ya mobilnya!" Tutur Kak Gery bergegas.


Beberapa menit kemudian, Tiwi telah sampai di Rumah Sakit dan segera di tangani oleh Dokter. Setelah memeriksanya, Dokter menyatakan jika Tiwi harus di operasi saat itu juga, karena penyakit lambungnya yang sudah kronis, akhirnya Tiwi harus melaku proses tersebut untuk penyembuhannya.


Dilain tempat, tepatnya di Resto Kak Gery. Tata baru saja tiba saat Kakeknya meminta dia berkunjung untuk membantu menyambut keluarga sahabatnya Namun sayangnya, saat Tata sampai di Resto, dia tidak menemukan siapa pun di sana.


“Hai Kak, ko tumben sepi? bukannya Kakek sama Kak Gery mau ada tamu ya?” Tanya Tata setelah menghampiri Kak Santi.


“Mereka baru saja pergi beberapa menit yang lalu, Ta! sepertinya tadi salah satu tamu Bapak ada yang pingsan, jadi mereka bergegas membawanya ke Rumah Sakit!" Tutur Kak Santi menjelaskan.


“Astagfirullah, begitu ya?! ya udah deh, kalau gitu Tata pamit lagi ya Kak, Tata mau susul Kak Gery sama Kakek aja deh, Assalamu'alaikum," Ucap Tata seraya mengotak-atik hpnya untuk menghubungi Kak Gery.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati, Ta!" Sahut Kak Santi.


"Hm... aku harus telepon Kak Gery nih," Gumam Tata seraya menyambungkan panggilan telepon pada sepupunya.


"Halo, Assalamu'alaikum, Kak?" Ucap Tata setelah Kak Gery menerima panggilan telepon darinya.


"Kak! kata Kak Santi kalian ke Rumah Sakit ya? siapa yang sakit, Kak?" Cecar Tata.


"Kakak sama yang lain lagi bawa Tiwi, Ta! dia tadi pingsan di depan toilet!" Tutur Kak Gery sambil masih menunggu di depan ruangan tindakan.


“Hah! Tiwi? Tiwi siapa sih? Tiwi teman Tata yang kemarin apa beda lagi?" Tanya Tata penasaran.


"Dia Tiwi teman kamu, Ta! kamu ke sini aja deh, biar kamu bisa liat sendiri orangnya!" Seru Kak Gery.


“Astagfirullah... ya udah, Tata ke sana sekarang deh! Kakak kirim alamat Rumah Sakitnya ya, Assalamu'alaikum." Tutur Tata sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.


Setibanya di Rumah Sakit, Tata langsung menghampiri Kak Gery dan keluarga Tiwi yang masih menunggu di depan ruangan tindakan. Mereka semua nampak begitu cemas, hingga akhirnya seorang Dokter keluar dari ruangan dan memberikan kabar kepada mereka setelah operasinya selesai.


“Assalamu'alaikum." Ucap Tata saat tiba di hadapan semua orang yang menunggu Tiwi.


"Wa'alaikumsalam." Jawab serentak orang-orang.


"Kak! gimana kondisi Tiwi, sekarang? ini Tata bawakan sedikit makanan! lumayan lah buat mengganjal perut, kalian pasti belum sempat makan juga kan?!" Seru Tata sambil memberikan sebuah bingkisan berisi makanan.


“Tiwi masih di tindak di dalam, makasih ya, Ta! emm... Tante, Om , Kek ini ada sedikit makanan, lumayan untuk sekedar pengganjal perut, silahkan!" Tawar Kak Gery setelah membukakan bingkisan yang Tata bawakan.

__ADS_1


“Lebih baik kalian makan dulu, Mat!" Seru Kakek Kak Gery sambil menawarkan makanan yang di bawa cucunya.


“Terimakasih ya, Bas! maaf, aku jadi merepotkan kalian, lain kali pertemuan kita tidak boleh gagal lagi ya!" Tutur Kakek Tiwi seraya mengambil satu macam makanan dari dalam bingkisan tersebut.


“Sudah lah, kamu ini seperti sama siapa saja, Mat," Sahut Kakek Kak Gery sambil menepuk sebelah bahu Kakek Tiwi.


Setelah semuanya selesai, Dokter akhirnya keluar dan memberikan kabar kondisi Tiwi pada mereka.


“Maaf, apa kalian keluarga pasien?!" Seru seorang Dokter yang bernama, Fendi.


"Saya Ayahnya, bagaimana kondisi putri saya, Dok?" Tanya Ayah Tiwi cemas.


"Saat ini pasien masih berada di bawah pengaruh obat bius, mungkin sekitar 10 sampai 15 menit lagi pasien baru bisa siuman, untuk operasinya sendiri Alhamdulillah berjalan dengan lancar, jadi Bapak dan Ibu semua tidak perlu khawatir lagi,” Tutur Dokter Fendi.


"Alhamdulillah, terimakasih banyak ya, Dok!" Ucap Ayah Tiwi merasa lega.


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi ya, mari!" Pamit Dokter Fendi seraya melenggang pergi.


Mereka akhirnya menunggu Tiwi di ruangannya setelah selesai di pindahkan, kebetulan saat itu di ruangan Tiwi ada satu pasien lagi, sehingga ruangan pun terasa lebih sesak dan sempit. Setelah berdebat cukup lama, akhirnya Tiwi di pindahkan ke ruangan VVIP sesuai permintaan Kakek Kak Gery.


“Wah... ruangannya terlalu sempit nih, gak bakal nyaman kalau begini! Ger! lebih baik kamu sama Tata coba ke bagian administrasi ya! suruh mereka pindahkan saja ruangan Tiwi ke ruang VVIP" Tutur Kakek Kak Gery memerintah.


“Tidak perlu repot, Bas! kita di sini juga sudah nyaman ko,!" Sahut Kakek Tiwi sungkan.


“Sudahlah Mat, jangan sungkan! masa sama calon menantu ku sendiri aku tidak boleh loyal sih?! lagi pula aku juga punya hutang jasa sama cucumu!" Tutur Kakek Kak Gery terkekeh.


“Ha... baiklah, terimakasih ya, Bas!" Sahut Kakek Tiwi.


Tak lama kemudian Kak Gery dan Tata datang untuk memberi tahu ruangan Tiwi yang baru.


“Kek! Tiwi sudah dipindahkan ke ruangannya, kita ke sana sekarang yuk!” Seru Tata setelah kembali dari ruang administrasi bersama Kak Gery.


“Oh, ya udah ayo! tunggu apa lagi," Seru Kakek Kak Gery sambil melenggang mengikuti kedua cucunya yang menunjukkan jalan.


“Mari Kek, semuanya! Lewat sini!" Tutur Kak Gery memimpin jalan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2