CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 141.


__ADS_3

"He... Ayang pinter banget, deh! boleh ya... Aby janji deh cuma main-main bentar!" Bujuk Kak Gery.


"No, no, no! pokoknya Tiwi gak mau. Aby kenapa mesum banget sih hari ini!" Sahut Tiwi seraya melayangkan satu jari telunjuknya ke depan wajah sang suami.


"Aby cuma pengen kangen-kangenan sama kamu, Yang! mumpung Aby lagi cuti! boleh ya..." Ucap Kak Gery memelas.


"Tapi, By! ini tuh tempat umum, Aby gak bisa apa tunggu sampai semuanya selesai," Sahut Tiwi.


"Hm... iya deh iya, Ayang cepetan ya pilih bajunya, habis ini Aby akan bawa kamu ke suatu tempat!" Ucap Kak Gery sambil mendaratkan bokongnya di sofa tunggu.


"Kemana, By? habis ini langsung pulang aja, deh! Tiwi benar-benar udah cape soalnya!" Keluh Tiwi.


"Yakin mau langsung pulang? padahal Aby mau ajak kamu makan di Toserba tempat pertama kali kita ketemu, loh!" Tutur Kak Gery.


"Tumben, Aby ngajak ke sana! kenapa gak di Resto aja?" Sahut Tiwi bertanya.


"Ya, Aby kan pengen mengenang masa-masa pendekatan kita dulu, Yang! masa Ayang gak kangen sih sama masa-masa kita dulu!" Ucap Kak Gery.


"Bukannya Tiwi gak kangen atau gak mau, By! cuma hari ini Tiwi benar-benar cape banget," Lirih Tiwi yang malah mendaratkan kembali bokongnya di sofa samping suaminya.


"Ayang kenapa? ko, wajah Ayang berubah pucat, sih! ya udah- ya udah, habis ini kita langsung pulang, deh!" Cemas Kak Gery.


"By, kita pulang sekarang aja, ya! pilih bajunya nanti aja, deh! Tiwi bener-bener lemes sekarang!" Ucap Tiwi seraya menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa sambil mengelus perutnya yang terasa sedikit tak nyaman.


"Yang, Ayang beneran gak apa-apa? kita ke rumah sakit aja, ya! Aby takut Ayang sama bayi kita kenapa napa!" Panik Kak Gery saat melihat tubuh Tiwi terkulai lemas di sampingnya.


"Aww... perut bawah Tiwi juga sakit, By!" Pekik Tiwi seraya mengelus perut bagian bawahnya.


"Yang, kita ke Rumah Sakit sekarang, ya! Aby takut terjadi sesuatu sama, Ayang! ayo!" Seru Kak Gery seraya membantu Tiwi beranjak dari duduknya.


Namun bukannya terbangun kaki Tiwi seolah enggan menopang tubuhnya yang seketika saja meruntuhkan tubuh besar hamilnya ke atas lantai, dan hal itu sontak membuat Kak Gery semakin panik dan khawatir.

__ADS_1


"Astagfirullah! Ayang bertahan, ya! Ya Allah, kenapa bisa jadi gini, sih?" Ucap Kak Gery di sela kepanikannya.


Tina yang baru saja kembali dari ruangan sang majikan, kembali berlari ke ruangan majikannya untuk memberi kabar tentang Kak Gery yang menggendong Tiwi dengan tergesa keluar butik.


"Bu! Pak Gery baru aja gendong istrinya ke luar butik, kayanya istri Pak Gery gak baik-baik aja, deh! Pak Gery juga terlihat panik, gitu!" Tutur Tina menyampaikan apa yang dia lihat.


"Astaghfirullah, apa yang terjadi sama menantuku? ya udah, saya susul mereka dulu, deh! kamu tolong handle pekerjaan saya ya, Tin!" Seru Umi Kak Gery segera beranjak meraih handbag nya.


Umi Kak Gery benar-benar cemas ketika mendapat kabar tersebut dari Tina. Pasalnya Tiwi baru saja keluar dari Rumah Sakit beberapa hari yang lalu. Namun, kini menantunya kembali sakit.


"Ger, ayo angkat telepon Umi!" Gumam Umi Kak Gery seraya mencoba menghubungi Kak Gery lewat sambungan telepon.


"Yang, Ayang bertahan, ya! sebentar lagi kita sampai di Rumah Sakit!" Ucap Kak Gery seraya membagi fokusnya ke jalanan yang dia lewati menggunakan mobilnya.


10 menit lebih, Kak Gery dan Tiwi tiba di Rumah Sakit terdekat. Setelah sampai di ruang UGD, Kak Gery segera meminta bantuan para petugas medis untuk membawa istrinya agar segera di periksa.


"Suster tolong istri saya, Sus! dia mengeluh sakit di perut bagian bawahnya," Seru Kak Gery panik.


"Baiklah, Pak! kami akan segera memeriksanya. Demi kenyamanan dan kelancaran pemeriksaan, tolong Bapak tunggu di sini aja, ya!" Tutur Suster yang sejurus kemudian menghilang di balik pintu ruangan UGD yang dia tutup rapat.


"Assalamu'alaikum, Mi!" Ucap Kak Gery setelah menerima panggilan telepon Uminya.


"Wa'alaikumsalam. Ger, kamu dimana sekarang? tadi Tina bilang kamu keluar butik sambil gendong Tiwi, ya? menantu sama cucu Umi baik-baik aja, kan?" Cecar Unu Kak Gery dengan nada panik.


"Gery juga belum tahu penyebabnya, Mi! Tiwi sekarang lagi di periksa. Gery sekarang ada di Rumah Sakit! Umi doakan aja ya, semoga Tiwi dan bayinya gak kenapa-napa!" Ucap Kak Gery.


"Astaghfirullah, sebenarnya apa yang terjadi, sih Ger? ko, Tiwi bisa di bawa lagi ke Rumah Sakit!" Tanya Umi Kak Gery.


"Tadi wajah Tiwi pucet banget, Mi! terus dia juga ngeluh sakit di perut bagian bawahnya. Gery takut anak istri Gery kenapa-napa, Mu! doakan mereka ya!" Lirih Kak Gery yang terdengar terisak.


"Kamu harus sabar, Ger! semoga mereka berdua baik-baik aja. Mereka berdua pasti kuat, kamu harus yakin, ok!" Ucap Umi Kak Gery menenangkan putranya agar tidak terlalu cemas dengan kondisi anak, istrinya.

__ADS_1


"Aamiin, doakan Tiwi dan anak Gery terus ya, Mu! ya udah, Gery tutup dulu teleponnya, Assalamu'alaikum." Sahut Kak Gery seraya memutuskan sepihak sambungan teleponnya.


"Semoga aja menantu dan cucuku gak kenapa-napa Ya Allah," Gumam Umi Kak Gery yang ternyata masih berdiri di depan butiknya sampai dia berhasil menghubungi putranya.


"Loh, Ibu masih di sini? Tina pikir Ibu udah menyusul Pak Gery tadi!" Tegur Tina saat hendak membuang bungkusan makanan jajanan bekas Tiwi yang masih tertinggal beberapa di atas meja.


"Mereka udah sampai di Rumah Sakit, Tin! kamu bawa bungkusan apa itu? bukannya itu jajanan yang Tiwi bawa tadi ya?" Sahut Umi Kak Gery seraya m menajamkan sorot matanya ke arah kantung makanan yang ada di tangan karyawannya itu.


"Iya, Bu! saya mau membuangnya, sepertinya udah tinggal sampahnya!" Tutur Tina seraya hendak membuang sampah ke dalam tong sampah di depan butik bosnya.


"Tunggu, Tin! jangan di buang dulu! apa jangan-jangan Tiwi mengeluh setelah makan jajanan ini, ya?" Cegah Umi Kak Gery.


"Bisa jadi, Bu!" Sahut Tina.


Beberapa menit kemudian, seorang Dokter keluar dari ruangan UGD dan menghampiri Kak Gery yang juga menghampirinya.


"Keluarga pasien Nyonya Tiwi!" Seru Dokter setelah keluar dari ruangan UGD.


"Saya suaminya, Dok! gimana kondisi istri dan anak saya, Dok?" Cemas Kak Gery.


"Kondisi Ibu dan janinnya sudah berhasil kami selamatkan, beruntung anda membawanya tepat waktu, karena jika telat sedikit saja mungkin nyawa keduanya bisa tak terselamatkan," Tutur Dokter.


"Astagfirullah, sebenarnya apa yang terjadi pada istri saya, Dok? kenapa dia tiba-tiba lemas dan mengeluh sakit di perut bagian bawahnya?" Cecar Kak Gery yang masih penasaran dengan penyebab istrinya lemas seperti tadi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2