CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 27.


__ADS_3

Diam-diam Tiwi menaikkan kedua sudut bibirnya. Dia benar-benar puas telah berhasil menjahili Kak Gery. Namun sejurus kemudian, Tiwi mengeluarkan kotak puding khusus untuk Kak Gery yang sengaja dia siapkan terpisah.


“Ko cemberut sih! nih... Tiwi siapkan khusus buat Kakak!" Ucap Tiwi sambil memberikan kotak puding pada Kak Gery.


“Gak usah, makasih! Kakak udah gak mood sekarang! kamu bagiin lagi aja sana!" Ketus Kak Gery merajuk.


“Bener nih gak mau?! padahal yang ini pudingnya spesial banget, Lo! emm... Tiwi bagikan lagi aja deh!" Seru Tiwi sambil mencoba membawa pudingnya menjauh dari Kak Gery.


Seketika, tangan Kak Gery langsung merebut kotak pudingnya dari tangan Tiwi.


“E... eh... ko malah di bagikan lagi sih! ini kan jatah Kakak!" Seru Kak Gery sambil melahap puding buatan Tiwi setelah berhasil merebut kotak pudingnya.


Tiwi terkekeh melihat tingkah Kak Gery tersebut. Wajar saja Kak Gery merajuk seperti itu, karena Kak Gery tidak di tawari Tiwi sedikit pun dari tadi. Namun akhirnya semuanya terbayar dengan ketulusan Tiwi yang sudah menyiapkan puding khusus untuknya.


“Bagaimana? enak gak?” Tanya Tiwi setelah melihat Kak Gery menghabiskan pudingnya.


“Manisnya terlalu over, nih!" Sahut Kak Gery sambil memberikan kembali kotak pudingnya yang sudah kosong.


“Oh, manisnya terlalu over ya?! Tapi ko bisa abis gini ya?” Tutur Tiwi sambil menunjukkan kotak puding Kak Gery yang sudah kosong.


"Dasar ente Ger! puding enak gitu di kata over manis, habis pula lagi!" Sahut Kak Fajar yang tak habis pikir dengan tingkah sahabatnya.


"Biarin, kan biar ana di buatkan lagi nanti! Boleh ya Yang! buatin lagi ya nanti!" Bujuk Kak Gery sambil memelas.


"Hm... iya deh, nanti Tiwi buatkan lagi kalau udah pulang dari Yogya!" Sahut Tiwi yang membuat Kak Gery seketika mencubit hidungnya.


"Aww... sakit Kak!" Pekik Tiwi yang hanya di tanggapi kekehan oleh Kak Gery.


"Baru kali ini aku lihat si Gery seperti ini! apa itu memang karena si Tiwi ya? apa mungkin ini saatnya


untuk aku menerima kenyataannya?" Batin Kak Intan yang sedari tadi memperhatikan kedua pasangan di depannya.


Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka semua sampai di pertengahan jalan dan segera melanjutkannya kembali dengan kereta yang lain.


Teng... Tong...


“Selamat sore! saat ini kita telah sampai di pemberhentian terakhir, kami himbau pada semua penumpang agar memperhatikan dan memeriksa kembali barang bawaannya masing-masing, terimakasih,” Tutur Operator Kereta.


“Wah sudah sampai, ayo! semuanya! periksa lagi barang-barang bawaannya ya, jangan sampai ada yang tertinggal!” Seru Kak Iman mengingatkan.


“Siap bos," Sahut Kak Gilang sambil memeriksa barang-barang yang di bawanya.


“Yang, Kakak bawain barang-barangnya ya!" Tutur Kak Gery seraya meraih ransel Tiwi.


“Gak usah Kak! Tiwi bawa sendiri aja, lagi pula Kakak sendiri kan bawa ransel juga!" Sahut Tiwi sungkan.


“Hm... ya udah deh, Ta! barang-barang Kakek gak ada yang tertinggal kan?” Seru Kak Gery beralih pada sepupu dan Kakeknya.


“Udah semua ko Kak," Sahut Tata setelah memeriksa kembali semua barang miliknya dan Kakeknya.

__ADS_1


“Tenang aja Ger, ana udah periksa lagi semuanya ko, tadi!" Tutur Kak Iman menambahkan.


“Syukur deh, thank’s ya bro,” Sahut Kak Gery sambil menepuk sebelah bahu Kak Iman.


“Sama-sama.” Jawab Kak Iman.


Mereka pun turun dan langsung menunggu keberangkatan kereta selanjutnya. Namun sayangnya, saat itu Kakek Kak Gery sudah tak nyaman lagi menaiki kereta. Hingga akhirnya, mereka memutuskan memesan sebuah mini bus untuk melanjutkan perjalanannya.


“Ger, sini bentar!" Seru Kakek Kak Gery.


“Ada apa Kek?” Sahut Kak Gery menghampiri.


“Sepertinya Kakek udah gak nyaman kalau harus naik kereta lagi! sebaiknya kamu sewa mini bus aja ya!" Tutur Kakek Kak Gery sambil memegang pinggangnya yang terasa pegal.


“Kakek sakit? ya udah, Gery coba cari dulu ya, semoga aja bisa dapat dengan mudah!" Sahut Kak Gery sambil mencari info seputar rental mobil terdekat.


"Man, ente punya kenalan di daerah sini gak yang sewakan mobil? Kakek udah gak nyaman naik kereta katanya!" Ucap Kak Gery setelah menghampiri Kak Iman yang sedang terduduk di salah satu bangku tunggu stasiun.


“Kayanya ada d h, tapi sepertinya pasti sulit Ger kalau dadakan seperti ini! ana coba tanyakan dulu deh sama saudara ana yang ada di daerah ini! siapa tau dia punya kenalan yang bisa bantu kita," Sahut Kak Iman sambil mengeluarkan hpnya untuk menghubungi saudaranya.


“Ya udah, coba ente tanyakan ya Man! ana juga mau coba cari pakai aplikasi deh!" Tutur Kak Gery seraya mencari travel yang masih menyediakan mini bus saat itu.


“Kek, kita ke Mesjid aja yuk! sekalian menunggu Adzan," Seru Tiwi.


“Boleh, kebetulan di depan sana ada Mesjid besar, kita tunggu di sana aja ya!" Tutur Kakek Kak Gery sambil mencoba beranjak yang di bantu oleh Tata dan Tiwi.


“Alhamdulillah… akhirnya Kakek bisa rebahan juga," Ucap Kakek Kak Gery seraya menyandarkan punggungnya di dinding teras Mesjid.


"Kakek pasti capek! Tata pijat kakinya ya!" Sahut Tata sambil meraih kaki Kakeknya untuk dia pijat.


"Terimakasih ya sayang," Ucap Kakek Kak Gery tulus.


"Eh, saudara ana telepon balik nih Ger! Ana angkat dulu ya, Assalamu’alaikum… gimana bang? kira-kira mini busnya ada gak?” Tanya Kak Iman setelah menerima panggilan teleponnya.


“Alhamdulillah ada Man, sekarang juga abang udah suruh otw supirnya buat jemput kamu! flat nomornya nanti abang kirim lewat chat ya,” Tutur saudara Kak Iman di sebrang telepon.


“Syukron ya bang! kalau gitu Iman tunggu Chat flat number nya ya!" Sahut Kak Iman sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.


"Bagaimana Man?” Tanya Kak Gery.


“Alhamdulillah ada Ger! mobilnya lagi menuju ke sini sekarang, untung aja abang ana punya kenalan mobil-mobil travel! ya udah, sambil nunggu mobilnya datang kita isi perut dulu yuk! gimana?” Seru Kak Iman sambil memasukkan kembali hpnya kedalam saku


celananya


“Boleh! ya udah, kita makan di rumah makan yang di sebrang sana aja Man!" Seru Kak Gery yang di setujui oleh Kak Iman.


Tak lama kemudian, mobil yang menjemput mereka pun tiba. Dengan segera mereka akhirnya bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanannya.


"Ger, itu mobilnya! ente ajak yang lainnya untuk bersiap ya! ana mau samperin dulu supirnya!" Seru Kak Iman seraya melenggang menghampiri mobil sewaannya.

__ADS_1


"Ok deh, nanti suruh langsung jemput di sini aja ya!" Sahut Kak Gery sambil bergegas menghampiri yang lainnya.


"Kek, Kakek masih kuat kan jalannya?" Tanya Tiwi cemas.


“Iya nak! tenang aja, Kakek masih kuat ko! makasih ya udah mengkhawatirkan Kakek," Sahut Kakek Kak Gery.


Setelah melanjutkan perjalanannya dengan mini bus, akhirnya mereka tiba di Yogyakarta. Tepatnya di rumah Kakek Kak Gery. Mereka pun segera beristirahat sebelum mereka beraktivitas esok hari.


“Alhamdulillah… akhirnya sampai juga! Kakek udah gak sabar nih pengen berbaring di kasur! kalian juga


istirahat langsung ya! Bi Ijah pasti udah menyiapkan kamar juga untuk kalian!" Tutur Kakek Kak Gery seraya turun dari mobil travel yang sudah membawanya sampai rumah.


Sebelum mereka mendapat kamarnya masing-masing, mereka pun beristirahat sejenak di ruangan tamu. Kebetulan, rumah Kakek Kak Gery memiliki kamar yang cukup banyak dan luas, sehingga mereka tidak perlu khawatir untuk urusan kamar yang akan mereka singgahi selama tinggal di sana.


“Wah… rumah Kakek luas banget, ya?! udaranya juga segar, jadi bikin betah!" Takjub Tiwi sambil mendudukkan diri di sebuah kursi kayu yang penuh ukiran khas Jepara.


“Syukurlah kalau kamu betah, Yang!" Sahut Kak Gery.


“Ya udah, sekarang Kakek akan bagi-bagi kamar untuk kalian ya! nak Tiwi, nak Intan dan Tata kalian boleh tinggal di kamar yang ada di sebelah utara, sedangkan kalian yang laki-laki bisa mengisi 2 kamar lagi yang berada di seberangnya, nah… sekarang Kakek mau istirahat dulu, jika kalian butuh apa-apa kalian bisa panggil Bi Ijah aja ya!" Tutur Kakek Kak Gery panjang lebar sebelum benar-benar masuk ke kamarnya.


“Makasih banyak ya Kek,” Ucap Tiwi dengan senyum merekahnya.


Tak lama kemudian, Bi Ijah pun memberitahu mereka untuk menyantap makanan bersama setelah menunjukkan kamar untuk para tamu majikannya sebelumnya.


Tok...tok...tok...


“Punten Den, makanannya sudah siap!" Seru Bi Ijah setelah mengetuk pintu kamar Kak Gery.


"Oh, ok Bi! nanti saya sama yang lainnya ke sana deh, makasih ya Bi!" Sahut Kak Gery setelah membukakan pintu kamarnya.


"Sama-sama Den, kalau begitu Bibi beritahu Bapak dulu ya!" Seru Bi Ijah sambil bergegas.


"Iya silahkan Bi," Sahut Kak Gery.


"Pak, makanannya sudah siap!" Tutur Bi Ijah setelah mengetuk pintu kamar majikannya.


"Ya... aku ke sana sebentar lagi, Jah! makasih ya!" Sahut Kakek Kak Gery dari dalam kamarnya.


.


.


.


.


.


See you next episode... ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2