CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 99.


__ADS_3

"Ya... memang karena Umi kangen sama dia?" Jawab Umi Kak Gery ambigu.


"Sejak kapan Umi dekat dengan Tiwi? Mi, apa memang benar ya, kalau Gery sebelumnya punya hubungan dengan dia?" Cecar Kak Gery.


"Emm... kamu mau tahu aja apa mau tahu banget, Ger?" Tanya Umi Kak Gery yang berhasil membuat Kak Gery geram sendiri.


"Umi... Gery serius, dan kenapa kamu gak bantu jawab sih, Wi?" Sahut Kak Gery beralih bertanya pada Tiwi.


"A....a,Tiwi..." Ucap Tiwi terbata.


"Sebelumnya, kalian memang udah bertunangan, Ger!" Ucap Kakek Kak Gery angkat bicara.


Mereka bertiga pun akhirnya menoleh ke arah Kakek Kak Gery. "Sejak kapan, Kek? apa karena Gery mencintainya juga?" Cecar Kak Gery.


"Sangat! kamu sangat mencintainya, Ger! bahkan hingga saat ini pun, cinta kamu buat nak Tiwi tetap ada! meski ingatan kamu udah hilang tentangnya, tapi ikatan batin kalian masih saling terpaut," Tutur Kakek Kak Gery.


"Kek, sudahlah! tidak perlu di lanjutkan lagi, sebaiknya Kakek istirahat aja sekarang, Tiwi pamit pulang ya! semoga Kakek lekas sembuh," Sahut Tiwi mencegah Kakek Kak Gery untuk melanjutkan ceritanya.


"Kenapa malah pulang sayang, Umi kan masih kangen sama kamu," Cegah Umi Kak Gery mengelus pipi Tiwi dengan lembut.


"Lain kali Tiwi main ke butik lagi deh, Mi! Tiwi harus pulang sekarang, Assalamu'alaikum," Tutur Tiwi beranjak dan melangkahkan kakinya melewati Kak Gery yang masih berdiri dengan beribu-ribu pertanyaan di pikirannya.


"Tunggu! biar Kakak antar!" Cekal Kak Gery sambil menggenggam sebelah pergelangan tangan Tiwi.


"Gak usah, Kak! Tiwi bisa pulang sendiri ko!" Tutur Tiwi menepis tangan Kak Gery halus.


"Gak! Kakak akan tetap mengantar kamu Wi, kamu tunangan Kakak kan, jadi udah seharusnya Kakak mengantar kamu pulang," Sahut Kak Gery yang kembali menggenggam sebelah tangan Tiwi.


"Tiwi hanya tak ingin merepotkan Kakak, jadi..." Ucap Tiwi tercekat karena sanggahan dari Kakek Kak Gery.


"Pergilah, nak! sudah saatnya kalian salin bercerita!" Seru Kakek Kak Gery.


"Kakak janji, Kakak gak akan mengecewakan kamu lagi, Wi! jadi, please...ijinkan Kakak memperbaiki semuanya, ok!" Sahut Kak Gery memelas.


Tiwi menghela nafas secara halus. Dia sudah tidak punya pilihan lain lagi sekarang. Mungkin ini memang waktu yang tepat untuk memberitahu Kak Gery tentang hubungan mereka yang sebenarnya.


"Baiklah, kalau gitu Tiwi pamit ya Kek, Umi! Assalamu'alaikum." Ucap Tiwi yang di membuat Kak Gery mengukur senyum di bibirnya. Dengan bersemangat, dia menggiring Tiwi masuk ke mobilnya.


"Makasih ya, kamu udah mau menerima Kakak apa adanya! dan maaf, jika selama ini Kakak melupakan kamu," Lirih Kak Gery setelah mereka berada di dalam mobil yang melaju.

__ADS_1


"Hem!" Gumam Tiwi menjawab.


Di sepanjang perjalanan, Tiwi memilih diam. Dia benar-benar bingung harus bersikap seperti apa sekarang. Meski begitu, Tiwi tetap bersyukur, karena Kak Gery tak terlihat lagi kesakitan seperti saat pertama kali memaksakan ingatannya untuk mengingat Tiwi.


"Makasih ya Kak, udah mau antar Tiwi pulang! Assalamu'alaikum." Ucap Tiwi seraya membalikkan tubuhnya untuk melangkah menuju rumahnya.


Namun, secepat kilat Kak Gery meraih tangannya dan menariknya hingga wajah Tiwi membentur dada bidangnya.


"Ko kamu gak tawari Kakak mampir dulu, sih?" Sahut Kak Gery.


"Ka... Kakak, ma... mau apa mampir?" Tanya Tiwi seraya mencoba melepaskan genggaman tangan Kaka Gery.


"Hm... Kakek kan tadi udah bilang, kalau sebelumnya kita udah bertunangan, jadi Kakak boleh dong silaturahmi dengan calon mertua Kakak!" Sahut Kak Gery dengan nada sedikit menggoda.


"Ta...tapi, tolong lepaskan dulu tangan Tiwi, Kak! Gak baik kalau di lihat orang!" Rengek Tiwi memelas


"Baiklah, tapi pegangan tangan boleh kan?" Sahut Kak Gery sambil menggenggam erat tangan Tiwi.


"Haist! ini sih sama aja. Udahlah, lebih baik seperti ini dari pada seperti tadi!" Batin Tiwi.


Mereka akhirnya berjalan sambil bergandengan tangan. Meski Tiwi terus mencoba melepaskan tangannya, namun Kak Gery tak kewalahan sama sekali, dia malah semakin mengeratkan genggamannya agar Tiwi berhenti memberontak.


"Ada apa? apa Kakak menyakitimu?" Cecar Kak Gery.


"Ihh... Kakak baru sadar ya, tangan Tiwi bisa lecet kalau seperti ini terus!" Gerutu Tiwi malah membuat Kak Gery semakin gemas dengan tingkahnya.


"He... sorry deh, habis kamu dari tadi berontak terus sih!" Kekeh Kak Gery.


"Hm... ya udahlah, Assalamu'alaikum." Ucap Tiwi sambil membuka pintu rumahnya dan bergegas masuk yang di ikuti Kak Gery.


"Wa'alaikumsalam, loh nak Gery? ada perlu apa ya kemari?" Tutur Ayah Tiwi yang kebetulan sedang pulang ke rumahnya untuk istirahat di sela jam kantornya.


"Gery cuma mengantar Tiwi, Om! Om, apa kabar?" Sahut Kak Gery bertanya setelah mencium tangan Ayah Tiwi.


"Alhamdulillah, nak! ayo silahkan duduk!" Seru Ayah Tiwi.


"Wi, Ayah sama Ibu besok harus ke Kota XXX kamu gak apa-apa kan kalau di rumah sama Kak Desi aja?" Tutur Ayah Tiwi yang membuat langkah putri bungsunya terhenti dan berbalik ke arahnya.


"Gak apa-apa, Yah! kebetulan besok Tiwi gak ada jadwal di kampus ko, jadi bisa seharian di rumah," Sahut Tiwi.

__ADS_1


"Oh iya,Kakak baru ingat, Wi! besok kita di suruh Tata untuk fitting baju, kamu berarti bisa kan?" Ucap Kak Gery.


"Emang beneran besok ya? bukannya lusa, Kak?" Sahut Tiwi bertanya.


"Jadinya besok, Wi! soalnya Umi bilang biar ukurannya bisa di sesuaikan kalau ada kekurangannya!" Tutur Kak Gery.


"Oh, ya udah! besok Tiwi ke rumah Tata dulu deh buat tanyakan bajunya!" Ucap Tiwi.


"Besok Kakak jemput ya!" Sahut Kak Gery.


"Emm... gak usah deh, Kak! Tiwi bisa naik angkutan umum ko!" Sahut Tiwi sungkan.


"Gak usah sungkan! Kakak juga besok free, ko! jadi bisa bebas antar kamu kemana aja! lagi pula kamu kan tunangan Kakak, jadi udah seharusnya Kakak antar jemput kamu!" Tutur Kak Gery yang membuat Ayah Tiwi langsung menoleh ke arahnya.


"Maaf Om, Gery memang masih hilang ingatan, Tapi Gery udah tau kalau Tiwi tunangan Gery, dan Gery akan berusaha menjaga dan membahagiakannya sebisa Gery Om, Gery minta restunya ya!" Ucap Kak Gery panjang lebar.


"Hm... restu Om untuk kalian gak perlu di ragukan lagi nak, semoga kalian berbahagia selalu ya, tolong jaga anak bungsu Om ini dengan baik ya!" Sahut Ayah Tiwi sambil mengelus kepala Tiwi lembut.


"Eh... ada nak Gery, ya?" Ucap Ibu Tiwi yang baru saja tiba setelah berkutat di dapur rumahnya.


"Tante, apa kabar?" Sapa Kak Gery dengan senyum terbaiknya.


"Alhamdulillah, ada perlu apa nak kemari?" Sahut Ibu Tiwi sedikit cemas.


"Gery sekarang sudah tau semuanya, Tan! Tante tenang aja," Tutur Kak Gery menjelaskan.


"Apa ingatan nak Gery sudah kembali?" Tanya Ibu Tiwi.


.


.


.


.


.


See you next episode 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2