CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 36.


__ADS_3

“It's ok, ya udah Kakak ke kamar kamu dulu ya!" Ucap Kak Gery seraya beranjak melangkah.


Karena kelelahan Kak Gery pun memutuskan beristirahat sebentar di kamar Tiwi. Kebetulan saat itu tamunya banyak sekali. Kebanyakan, yang datang adalah sanak saudara Kak Gery dan rekan-rekan bisnis Ayahnya.


“Wi, sini nak! ini kenalin, kerabat Kakek yang baru datang dari Turki! kebetulan dia bekerja di sana!" Seru Kakek Kak Gery.


"Ini loh tunangan cucu ku, cantik kan?! nah, karena kalian baru datang, sebaiknya kalian makan dulu, ayo! kalian pasti sudah pada lapar, kan!" Tutur Kakek Kak Gery.


“Salam kenal Om, Tante," Sapa Tiwi pada sanak saudara Kakek Kak Gery.


“Cantik sekali Pakle! oh iya, si Gery nya sendiri kemana? kok dia gak keliatan dari tadi?” Tanya Tante Kak Gery.


“Oh, Kak Gery lagi istirahat Tan!" Sahut Tiwi bantu menjawab.


“Lah… kasian banget dia, pasti kecapean ya nyiapin acara nya sendiri! ya udah gak apa-apa, oh iya! ini nak, maaf ya Tante gak sempet bawa hadiah apa-apa, mudah-mudahan kamu suka ya sama hadiah nya!” Tutur Tante Kak Gery seraya menyerahkan sebuah bingkisan pada Tiwi.


“Terimakasih Tan, Tiwi jadi merepotkan,” Ucap Tiwi sungkan.


Setelah acara selesai Tiwi pun hendak pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian. Tiwi ternyata lupa, jika Kak Gery masih ada di kamarnya dan masih tertidur pulas. Akhirnya Tiwi pun berjalan mengendap-endap supaya tidak membangunkan Kak Gery dan buru-buru mengambil pakaian gantinya di lemari. Namun sayang, Kak Gery terbangun juga karena mendengar suara Adzan berkumandang.


“Aku mandi dulu ya! udah gak nyaman banget nih, gerah!" Keluh Tiwi.


“Ya udah sana Wi, kamu mandi aja! lagian tamunya juga udah pada pulang ko, tinggal keluarga kita aja tuh yang masih kumpul, kayanya mereka juga bakal pulang deh bentar lagi!" Seru Tata.


"Ya udah deh, aku mandi dulu ya, Ta!" Pamit Tiwi.


Tiwi pun bergegas ke kamarnya untuk mengambil pakaian.


“Astagfirullah! Kak Gery masih tidur gak, ya? hampir aja lupa! aku pelan-pelan aja deh masuk kamarnya," Gumam Tiwi seraya membuka pelan pintu kamarnya.


Ceklek...


"Mudah-mudahan Kak Gery gak ke ganggu deh," Gumam Tiwi dalam hatinya seraya menghampiri lemarinya.

__ADS_1


Namun baru beberapa langkah dia berjalan, Kak Gery sudah menyapanya. Ternyata tunangannya itu sudah terbangun karena mendengar suara Adzan berkumandang.


“Ayang mau ganti baju ya? emangnya sekarang jam berapa sih? Ya Allah udah Adzan lagi ya!" Tegur Kak Gery seraya mendudukkan tubuhnya di ujung tempat tidur Tiwi.


"Astagfirullah, Ayang ngagetin Tiwi aja deh!" Ucap Tiwi mengelus dada.


"He... sorry! ya udah, Kakak keluar aja deh! makasih ya tempat tidurnya, Kakak sampai nyenyak banget tadi!" Sahut Kak gery terkekeh.


“Iya sama-sama, tapi itu rambutnya rapihkan dulu ya sebelum keluar! berantakan banget tau Yang!" Saran Tiwi.


“Wah... rambut Kakak pasti berantakan banget ya?!" Tanya Kaka Gery seraya merapihkan rambutnya sendiri.


“Sini Tiwi bantu!” Seru Tiwi sambil mengambil sisir miliknya.


Disaat Tiwi membantu Kak Gery menyisir rambutnya. Wajah mereka tak sengaja semakin mendekat. Membuat kedua pasang mata mereka saling bertemu dan menatap. Kak Gery yang sudah sangat ingin mendaratkan kecupannya di kening Tiwi, reflek menciumnya begitu saja tanpa sadar. Membuat Tiwi terdiam mematung dan tersipu.


"Astagfirullah, kita kan belum halal! duh... ini bibir kenapa main nyosor aja sih?!" Batin Kak Gery.


"Ti... Tiwi ke kamar mandi dulu ya!" Ucap Tiwi seraya melengos ke arah kamar mandi di kamarnya.


"Ya ampun... hampir aja kebablasan! ini udah ciuman yang kesekian kalinya yang Kak Gery kasih di kening aku, Ya Allah ampuni kami!" Gumam Tiwi dalam hati saat dirinya telah mengunci pintu kamar mandinya dari dalam.


Setelah semuanya selesai, akhirnya hari masuk Sekolah pun tiba. Tiwi yang saat itu di tugaskan untuk mewakili seminar bersama Nisa, tengah di panggil ke ruang Osis oleh Sintia.


“Wi, nanti istirahat kamu ke ruang Osis ya sama Nisa, ada yang mau aku omongin buat seminar nanti!" Seru Sintia.


“Ok Sin, nanti aku kasih tau Nisa juga deh,” Sahut Tiwi.


“Ya udah, aku ke kelas dulu ya, dah!" Pamit Sintia.


Tiwi pun bergegas menemui Nisa yang berbeda kelas dengannya. Kebetulan saat itu, Nisa masih berada di dalam kelasnya, sehingga Tiwi pun berinisiatif mengirimnya pesan singkat untuk memberitahunya tentang yang di sampaikan Sintia tadi.


“Yah… masih ada Gurunya ya, emm…ya udah deh aku kirim pesan aja," Gumam Tiwi seraya mengetik pesan singkat untuk Nisa di HP nya.

__ADS_1


"Nis nanti istirahat kita di suruh ke ruang Osis, di suruh diskusi buat seminar, aku tunggu ya" Isi pesan singkat yang dikirim Tiwi untuk Nisa.


“Eh... pesan dari siapa nih? oh.. dari Tiwi ya, aku balas dulu deh," Batin Nisa sambil mencuri kesempatan untuk membalas pesan pada Tiwi.


"Ok Wi!" Balasan pesan singkat Nisa.


Akhirnya bel istirahat pun berbunyi, Tiwi langsung bergegas ke ruang Osis menemui Sintia dan Nisa yang kebetulan sudah ada di sana lebih dulu.


“Assalamu’alaikum… eh Nis, kamu udah duluan nyampe ya?!” Ucap Tiwi menyapa.


“Iya Wi, oh iya! tadi katanya mau ngomongin tentang seminar itu ya?! kebetulan kemarin aku dapet infonya dari saudara aku yang kuliah di sana Sin, katanya acara lusa itu bakal sampe sore, terus nanti kita di kasih snack sama ATK juga, jadi kita gak usah bawa apa-apa lagi, cuman kalau gak salah ada administrasinya, setiap lembaga di kenakan pendaftaran sebesar Rp.100.000,- untuk dua orang peserta seminar.” Papar Nisa menjelaskan.


“Oh gitu ya! ya udah, kalau gitu kalian nanti ambil uang pendaftarannya di Nurul aja ya! sekedar buat sharing nih, kira-kira kalian punya ide gak buat Gelar Seni Tahun ini, kira-kira temanya yang cocok apa ya?” Tanya Sintia meminta usul.


“Kalau menurut aku sih, sebaiknya kita berunding lagi aja nanti Sin! biar anak-anak yang lain juga ikut menentukan, jadi kita juga banyak masukan! bener gak Nis?” Sahut Tiwi.


“Bener Sin, mending nanti kita berunding lagi aja sama-sama, kita kumpul Osis lagi!" Ucap Nisa.


“Ok deh kalau gitu, thanks ya buat sarannya! ya udah sekarang kita bubar aja yuk, aku juga mau beli cemilan dulu nih sebelum waktu istirahat habis, pokonya masalah seminar aku serahin ke kalian ya!" Tutur Sintia.


“In Sya Allah kita pasti usahakan yang terbaik Sin!" Seru Nisa penuh semangat.


“Iya sin, kamu tenang aja! ya udah yuk! aku juga pengen beli makanan nih!" Sahut Tiwi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2