
"Hm... baiklah, lagi pula aku mau protes lagi juga orangnya sudah gak ada, kan!" Seru Tiwi lesu.
Beberapa jam kemudian, Tiwi akhirnya selesai mengikuti pelajaran hari itu. Tak sedikit dari temannya, menawarinya untuk mengantarkan pulang. Namun Tiwi langsung menolaknya dengan halus.
"Wi, aku antar ya pulangnya!" Tutur Rizki.
"Gak usah Ki, aku udah ada yang jemput ko hari ini," Sahut Tiwi.
"Hm... gitu ya. Ya udah, kalau besok gak ada yang jemput aku antar kamu pulang ya, Wi!" Ucap Rizki tak gentar.
"Mulai hari ini si Tiwi bakal gue jemput setiap hari, jadi lebih baik elo cari cewek lain aja untuk di antar pulang, ayo Wi!" Seru Kak Haikal yang tiba-tiba saja muncul di belakang Tiwi dan Rizki sambil menggendong tubuh mungil Tiwi ke dalam mobil sportnya.
"Astagfirullah. Kak! turunin Tiwi! kita di lihat orang-orang, Tiwi malu!" Ucap Tiwi memberontak.
"Udah! jangan banyak protes. Gue gak mau elo kenapa-napa aja ko." Sahut Kak Haikal sambil mendudukkan Tiwi di dalam mobil sportnya.
"Eh, Ki! si Tiwi kemana?" Tanya Andrina yang baru saja kembali dari toilet bersama Tata.
"Iya, Ki! si Tiwi masih belum pulang, kan?" Timpal Tata.
"Si Tiwi udah ada yang bawa kabur barusan," Ketus Rizki.
"Kabur? siapa yang bawa si Tiwi kabur, Ki? apa jangan-jangan... cucunya Pak Kepala Sekolah itu ya?" Sahut Andrina menebak.
"Nah, itu kamu tau Drin! dia sampai di gendong segala Lo tadi." Tutur Rizki.
"Ya ampun, ternyata Kak Haikal masih nekad aja ya buat deketin si Tiwi," Sahut Tata.
"Memangnya kenapa, Ta? apa cucu Pak Kepala Sekolah itu jahat ya orangnya, jangan-jangan si Tiwi beneran mau di culik lagi, duh... gimana ini?" Tutur Andrina panik.
"Ish, sembarang aja kamu, Drin! ya engga gitu juga lah! cuman, dia itu sempat deketin si Tiwi dengan cara yang sedikit kasar. Tapi setau aku, itu dulu sih. Semoga aja kali ini dia gak berani macam-macam lagi deh," Sahut Tata menjelaskan.
"Wah... kalau aku tau dari awal, aku pasti cegah orang itu bawa si Tiwi, tadi! kamu kenapa baru kasih tau aku sekarang sih, Ta!" Gerutu Rizki.
"Mana aku tau kamu mau tau, Ki? kamu nembak si Tiwi aja gak bilang-bilang sama kita! Iya kan, Drin?" Tutur Tata seraya bertanya.
"Benar, Ki! tapi aku salut deh sama kamu! meski kamu di tolak, tapi kalian masih bisa berteman baik sampai sekarang." Sanjung Andrina.
__ADS_1
"Ah, kamu bisa aja Drin, aku jadi malu!" Ucap Rizki tersipu.
"Ish, jangan lebay deh, Ki! ya udah, sekarang lebih baik kita telpon si Tiwi aja deh, semoga dia sampai rumah dengan selamat!" Seru Tata.
Selama di perjalanan, Tiwi hanya memfokuskan pandangannya ke jendela samping. Tanpa Tiwi sadari, Kak Haikal ternyata mencuri-curi pandang untuk melihatnya yang sedang asik dengan lamunannya itu.
"Baru kali ini gue liat cewek secantik dia. Si Gery benar-benar beruntung mendapatkannya. Meski sekarang dia sedang kehilangan ingatannya, tapi si Tiwi masih aja menjaga jarak dan perasaannya sama cowok lain. Hm... kapan gue nemuin cewek kaya dia ya? apa gue coba dekati lagi dia aja? siapa tau dia bisa jatuh cinta sama gue sekarang?" Batin Kak Haikal bermonolog.
Saat di persimpangan jalan, tiba-tiba saja perut Tiwi berbunyi karena lapar. Sejak istirahat di Sekolahnya tadi, Tiwi belum sempat memakan apa pun karena kakinya yang takut tersenggol oleh teman-temannya yang lain. Sehingga, Tiwi memilih pergi ke perpustakaan untuk menghabiskan waktunya.
"Elo lapar, ya?" Tanya Kak Haikal.
"Emm... Iya Kak, tadi waktu istirahat Tiwi gak sempat membeli makan sih, Tiwi masih takut tersenggol teman-teman kalau harus ke kantin." Jujur Tiwi.
"Elo kan bisa titip sama teman-teman sekelas Lo, Wi!" Ucap Kak Haikal.
"Tiwi tidak ingin merepotkan siapa-siapa, Kak! lagi pula Tiwi juga masih bisa menahannya, ko! jadi, kita cepat-cepat aja pulangnya!" Tutur Tiwi.
"Hm... ok! tapi sebaiknya elo ikut gue ke kafe dulu deh. Gue gak mau elo kelaparan saat di antar pulang sama gue. Dan satu hal lagi, nanti setiap jam istirahat Lo di Sekolah. Gue bakal antara makanan buat Lo, dan elo gak boleh nolak, ok!" Tegas Kak Haikal.
"Tapi Kak..." Sahut Tiwi tercekat.
"Tapi, Kak! Kakak bakal repot kalau harus menjemput dan mengantar makanan setiap hari untuk Tiwi, memangnya Kakak tidak sibuk apa?" Sahut Tiwi bersikukuh menolak.
"Gue kan bosnya, jadi mau sibuk atau engga itu pilihan gue. Udah lah! elo tenang aja, gue gak akan macem-macem lagi ko sama Lo, gue hanya ingin menebus semua kesalahan yang pernah gue lakukan aja sama elo," Tutur Kak Haikal sungguh-sungguh.
"Tiwi sudah memaafkan Kakak ko, bahkan jauh sebelum Kakak menyesal, jadi Kakak tidak perlu repot-repot jemput dan mengantar makanan untuk Tiwi ya!" Sahut Tiwi.
"Kenapa elo keras kepala banget sih, Wi? gue kan cuman mau menebus kesalahan gue, apa itu salah ya?" Ucap Kak Haikal sambil menepikan mobilnya
"Eng... engga ko, bukan gitu maksud Tiwi, Tiwi hanya gak mau Kakak repot, selain itu Tiwi juga ingin menjaga perasaannya Kak Gery, Kak! meski saat ini dia masih kehilangan ingatannya, tapi Tiwi yakin suatu saat nanti dia akan mengingat Tiwi kembali." Sahut Tiwi lirih.
"Hm... jadi intinya elo kepikiran sama si Gery ya?" Ucap Kak Haikal.
"Emm... sebaiknya kita langsung pulang aja ya, Kak! Tiwi makan di rumah aja deh!" Seru Tiwi mengalihkan
pembicaraan.
__ADS_1
"Gak! gak boleh. Lagi pula sekarang kita udah sampai, ayo turun!" Sahut Kak Haikal sambil beranjak turun dari mobil sportnya.
"Ihhh... Ini orang ko seenaknya banget sih ngatur ngatur hidup aku." Gerutu Tiwi dalam hatinya.
"Ayo! apa harus gue gendong lagi, ya?" Ucap Kak Haikal yang membuat Tiwi segera turun dari mobilnya.
"Gak usah-gak usah! Tiwi bisa jalan sendiri ko." Sahut Tiwi sambil bergegas turun.
"Bagus deh, jadi gue gak perlu berat-berat gendong elo," Ucap Kak Haikal terkekeh.
Malangnya, baru saja Tiwi menginjakkan kakinya. Dia malah kehilangan keseimbangan dan hampir saja tersungkur jika saja Kak Haikal tidak sigap menahan tubuh mungilnya.
"Awas, Wi!" Seru Kak Haikal sambil menangkap tubuh Tiwi.
"Aww!!" Pekik Tiwi.
"Dasar ceroboh, ayo gue gendong!" Sahut Kak Haikal seraya menggendong Tiwi masuk ke dalam Kafe miliknya.
"Kak! Turunkan Tiwi, Tiwi malu. Tiwi tidak mau jadi pusat perhatian lagi seperti ini," Tutur Tiwi.
"Udah, jangan berisik! gak kan ada yang melihat elo disini, ko! gue udah kosongkan Kafenya sebelumnya." Sahut Kak Haikal.
"Hah?? kenapa di kosongkan, Kak? Kakak bisa rugi loh nantinya!" Ucap Tiwi.
"Gue gak bakal rugi kalau cuma kosongin satu kafe, udah! pokoknya elo gak usah cerewet lagi!" Sahut Kak Haikal.
"Duh... kenapa jadi seperti ini sih, aku harus cepat-cepat cari alasan supaya bisa cepat pulang dari sini." Batin Tiwi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hari Senin guys, jangan lupa sedekah vote nya ya...🤗
See you next episode 😘😘😘