CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 133.


__ADS_3

"Siapa yang berani ngambil foto itu? dan apa motifnya? Astaghfirullah, aku benar-benar kecolongan kali ini," Batin Kak Gery seraya melangkahkan kakinya ke arah kantin.


Setelah mendapatkan yang dia inginkan, Kak Gery segera kembali ke ruangan Tiwi. Dia mendapati istrinya sudah terlelap sambil menyamping, dia menghela kasar nafasnya sambil memandangi wajah sang istri.


"Yang, Aby janji Aby akan menyelidiki dan menemukan pelakunya, secepatnya! Aby akan buktikan sama kamu kalau Aby sama sekali gak pernah bermain wanita di belakang kamu, cuman kamu yang ada di hidup Aby. Aby gak mungkin bisa berpaling begitu aja, apalagi sebentar lagi kita akan memiliki buah hati yang kita tunggu-tunggu," Lirih Kak Gery.


Keesokan harinya, Tiwi kembali di periksa oleh Dokter yang menyatakan jika dirinya masih harus menjalani perawatan hingga tekanan darahnya normal. Hal itu sangat membuat Tiwi cemas, dia begitu khawatir dengan kondisi janin yang dia kandung. Tak jarang dia kembali meneteskan air matanya jika mengingat penyebab dirinya sakit seperti saat ini, Tiwi semakin membenci suaminya sendiri kala pagi itu Tiwi sudah tak menemukan suaminya saat dia terbangun. Tiwi jadi semakin beranggapan jika Kak Gery benar-benar sudah tak menginginkannya.


"Makasih, Dok." Ucap Tiwi setelah Dokter memeriksa kondisinya.


"Kalau begitu saya permisi ya, mari!" Sahut Dokter melenggang keluar ruangan.


"Maafin Bunda ya, nak! gara-gara Bunda banyak pikiran, pertumbuhan kamu jadi terganggu di dalam perut, Bunda!" Gumam Tiwi seraya mengelus perutnya dengan lembut sambil terisak.


Tak lama kemudian, kedua orangtua Tiwi pun datang dan menghampirinya. Mereka membawakan beberapa pakaian dan makanan untuk anak dan menantunya Namun sayangnya Ibu Tiwi tidak menemukan keberadaan Kak Gery saat itu, sehingga dia pun langsung bertanya pada Tiwi.


"Assalamu'alaikum," Ucap Ibu Tiwi seraya melenggang masuk.


"Wa'alaikumsalam," Jawab Tiwi seraya mengusap cepat air matanya.


"Kamu udah mendingan, Wi? suami kamu kemana? Ibu bawakan kalian baju dan beberapa makanan dari rumah, kamu udah sarapan?" Cecar Ibu Tiwi sambil mengeluarkan makanan yang dibawanya.


Tiwi hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Ibu Tiwi tau jika saat ini kondisi putrinya sedang tidak baik-baik saja. Akhirnya beliau memilih diam dan tak bertanya lagi pada Tiwi selain memberikannya makanan yang dia bawa untuk sarapan.


"Bu, syukurannya gimana? kata Dokter, Tiwi masih harus istirahat di sini sampai tekanan darah Tiwi normal lagi! apa sebaiknya di batalkan aja, ya?" Tutur Tiwi teringat acara syukuran Yanga akan dia gelar di kediaman orangtuanya.


"Gak usah di pikirkan, Wi! syukurannya akan tetap Ibu laksanakan, ko! ini kan hanya syukuran kehamilan, jadi kalau kamu nya gak hadir pun gak apa-apa, justru Ibu bisa sekalian meminta doa buat kesembuhan kamu dan cucu Ibu nantinya, jadi kamu gak perlu khawatir, ya!" Sahut Ibu Tiwi


"Maaf ya, Bu! Tiwi selalu merepotkan Ibu," Lirih Tiwi.

__ADS_1


"Udah, sebaiknya sekarang kamu makan dulu, ya! apa Vitaminnya udah kamu makan?" Seru Ibu Tiwi seraya memberikan sebuah nampan yang berisi makanan untuk Tiwi.


"Belum, Bu! Tiwi bakal makan Vitaminnya setelah sarapan!" Sahut Tiwi memulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Oh iya, nak Gery kemana? apa dia udah berangkat kerja, ya?" Tanya Ayah Tiwi.


"Tiwi gak tahu, Yah! tadi waktu Tiwi bangun Kak Gery udah gak ada! Tiwi gak tau dia pergi kemana!" Ucap Tiwi di sela sarapannya.


"Mungkin dia ada urusan yang mendesak, nak! sebaiknya kamu coba tanyakan padanya jika nanti dia kembali," Saran Ayah Tiwi.


"Iya, Yah." Jawab Tiwi.


Flash back start.


"No, saya butuh bantuan kamu saat ini juga! tolong selidiki investor luar negeri yang kemarin sore datang ke kantor, kamu bisa menanyakannya pada Sella! saya ingin secepatnya kamu menemukan tentang investor itu!" Tutur Kak Gery setelah menyambungkan panggilan telepon pada asisten kepercayaannya.


"Baik, Pak! tapi, apa yang terjadi? kenapa Bapak tiba tiba meminta saya menyelidikinya?" Tanya Nino.


parahnya lagi foto itu di kirim pada istri saya hingga membuatnya salah paham dan harus di bawa ke Rumah Sakit karena syok! saya benar-benar geram, No! saya minta kamu selidiki kasus ini secepatnya, ya!" Tutur Kak Gery.


"Astaghfirullah, baiklah Pak! saya akan mulai menyelidikinya sekarang juga, saya akan memberi kabar lagi jika sudah menemukan petunjuknya pada Bapak," Sahut Nino.


"Makasih, No! saya benar-benar mengandalkan mu sekarang," Ucap Kak Gery sebelum menutup panggilan teleponnya malam itu.


"Pak Gery tenang saja, kalau begitu saya tutup sekarang teleponnya ya pak, Assalamu'alaikum." Tutur Nino yang sejurus kemudian mengakhiri sambungan teleponnya.


Kak Gery menghela nafasnya seraya menengadahkan wajahnya ke arah langit-langit ruangan rawat inap Tiwi. Pikirannya begitu tidak tenang dan gusar saat keluarga kecilnya di usik seperti ini oleh seseorang. Dia mencoba memejamkan matanya yang lelah di sofa panjang yang terletak tak jauh dari bangsal sang istri. 3 jam kemudian Kak Gery kembali terbangun karena dering hpnya yang berbunyi, dia segera mengangkat telepon tersebut yang ternyata dari asistennya, Nino.


"Ada apa, No? apa kamu sudah menemukan fakta fakta tentang investor itu?" Tanya Kak Gery setelah menerima sambungan teleponnya.

__ADS_1


"Iya, Pak! dari data yang saya dapat, ternyata dia adalah Kakak kandungnya Tami yang belakang ini baru kembali ke Negara kita, dan belakangan ini dia sering mengunjungi Rumah Sakit Jiwa, tempat Tami di rawat." Tutur Noni menyampaikan informasi yang baru saja dia dapat.


"Kakaknya Tami? bukannya dia anak tunggal, ya?" Gumam Kak Gery menautkan kedua alisnya.


"Mereka memang sudah di pisahkan sejak umur 8 tahun, Pak! dari data yang saya dapat, perceraian kedua orangtua Tami kemarin juga ternyata masih berkaitan dengan kasus ini. Ibunya Tami ketahuan menyembunyikan anaknya sendiri dari hasil hubungannya dengan pria lain sebelum dia menikah dengan suaminya yang menceraikannya kemarin," Tutur Nino kembali menjelaskan.


"Lantas apa tujuannya meneror istri saya dengan foto itu? saya benar-benar bingung? apa yang sebenarnya orang itu inginkan!" Sahut Kak Gery seraya mengusap kasar wajahnya.


"Menurut saya, sepertinya ini masih berhubungan dengan Nona, Tami Pak! ada kemungkinan dia ikut membenci istri Bapak karena Tami yang memprovokasinya!" Ucap Nino berpendapat.


"Astaghfirullah, kenapa saya gak kepikiran sampai ke sana, ya! ya sudah, kalau gitu sekarang tolong siapkan salinan cctv di ruangan saya, ya! nanti saya akan ke kantor untuk mengeceknya sebelum saya bawa sebagai bukti! sekali lagi makasih banyak ya, No! kamu benar-benar bisa saya andalkan," Sahut Kak Gery.


"Sama-sama, Pak! ini sudah menjadi tugas saya!" Ucap Nino.


Kak Gery segera memasukkan hpnya ke dalam saku celananya, setelah dia mengakhiri panggilan teleponnya dengan Nino. Sejurus kemudian dia menghampiri bangsal sang istri dan mengusap kepalanya dengan lembut seraya berkata untuk berpamitan.


"Yang, Aby akan tunjukan buktinya supaya kamu gak salah paham lagi, Aby pergi sebentar, ya! kamu baik baik di sini sama bayi kita, ya!" Gumam Kak Gery seraya mengecup kening Tiwi setelah dia mengelus kepala istrinya itu.


Flash back done.


Tak berselang lama, setelah Tiwi menghabiskan sarapannya. Kak Gery pun tiba dengan salinan rekaman cctv ruangannya yang akan dia tunjukkan pada Tiwi sebagai bukti.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2