
"Hm... baiklah," Sahut Tiwi pasrah sambil menghampiri ruangan ganti pakaian.
"Kayanya, sekarang Kak Gery jadi suka memerintah ya, sebel banget sih! Semoga aja ingatannya cepat kembali, aku gak tau bakal sabar atau engga kalau tingkahnya seperti ini terus." Batin Tiwi saat mencoba pakaian yang diberikan Kak Gery untuknya.
Beberapa menit kemudian, Kak Gery berhenti berkedip saat Tiwi melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ganti dan menghampirinya.
"Cantik." Ucap Kak Gery seraya menatap penuh kagum ke arah Tiwi.
"Gimana? bajunya Kebagusan ya, Kak? Tiwi jadi gak percaya diri pakai baju ini!" Keluh Tiwi yang di balas gelengan kepala oleh Kak Gery.
"Kenapa kamu gak percaya diri? ayolah, kamu itu memang udah dasarnya cantik, jadi mau pakai baju apa pun pasti terlihat cantik! dan lagi, Kakak bukan memuji bajunya barusan," Jujur Kak Gery.
"Eh, aku gak salah dengar, kan? sejak kapan Kak Gery jadi tukang gombal?" Batin Tiwi.
"Tin, aku bayar baju ini ya!" Seru Kak Gery.
"Siap, Ger!" Sahut Kak Tina.
"Ehhhh... gak perlu, Kak! Tiwi ganti lagi aja ya, Tiwi gak mau merepotkan Kakak terus," Tutur Tiwi.
"Udah gak apa-apa! pakai aja, ok!" Sahut Kak Gery kembali tak ingin di bantah.
"Haist... ini sih terlalu berlebihan namanya, masa aku harus pakai gaun ini sih? kalau mau ke acara pesta sih ok-ok aja, tapi kan ini mau pulang, haduh...Ibu pasti bingung nanti kalau tau aku pulang pakai baju ini!" Batin Tiwi merengek.
"Ayo! Tin, nanti tolong laundry baju Tiwi yang tadi basah ya, nanti kalau udah beres kasih tau aku lagi, aku akan mengambilnya lagi ke sini!" Seru Kak Gery.
"Siap, Ger! kalian mau pergi sekarang ya?" Sahut Kak Tina.
"Iya, nanti kalau Umi tanya, bilang aja aku sedang dinner sama pacar, ok!" Tutur Kak Gery yang membuat Kak Tina menahan tawanya.
"Siapp deh, Ger! selamat bersenang-senang ya!" Sahut Kak Tina.
"Dinner? sebenarnya Kak Gery salah makan obat apa sih? kenapa sekarang malah mau ajak aku dinner segala?" Batin Tiwi.
"Hei! kamu hobi melamun ya? ayo kita pergi!" Tegur Kak Gery sambil mengulurkan tangannya.
"I...iya Kak, tapi kita langsung pulang kan sekarang?" Sahut Tiwi bertanya.
"Iya-iya... kita nanti langsung pulang ko, ayo!" Tutur Kak Gery yang langsung menyambar tangan Tiwi dan menariknya supaya Tiwi mulai melangkah mengikutinya.
__ADS_1
"Kenapa harus nanti, Tiwi pulang sekarang aja ya!" Sahut Tiwi sambil mencoba menyeimbangi langkah Kak Gery.
Tanpa menyahuti Tiwi lagi, Kak Gery segera menyalakan mesin mobilnya dan melajukan nya dengan kecepatan sedang. Sepanjangan perjalanan yang entah kemana tujuannya itu,Tiwi memilih bungkam sambil memperhatikan jalanan di sampingnya.
"Ayo turun!" Seru Kak Gery setelah membukakan pintu mobilnya untuk Tiwi.
"Hm... makasih," Ucap Tiwi seraya turun dari mobil Kak Gery.
"San, tolong buatkan menu spesial dan bawa ke roof top ya!" Tutur Kak Gery setelah memasuki area Restonya seraya melenggang ke arah roof top.
"Kenapa Kak Gery bawa aku ke Resto, sih? aku kan jadi canggung ketemu sama Kak Santi sama yang lainnya," Batin Tiwi.
"Siapp bos! loh... kalian udah bersama lagi ya?" Sahut Kak Santi keceplosan.
"Ssssstttt!!! jangan kencang-kencang Kak, nanti Kak Gery denger! Kak Gery masih belum sembuh, kita hanya kebetulan bertemu aja hari ini," Bisik Tiwi setelah mendekati Kak Santi.
"Oh...gitu ya, aku pikir kalian udah benar-benar bersama lagi, kamu yang sabar ya, Wi!" Sahut Kak Santi.
"Iya Kak, makasih ya untuk perhatiannya." Ucap Tiwi.
"Hei, kenapa kalian malah mengobrol? ayo! atau kamu mau aku gendong ya ke roof top nya!" Seru Kak Gery yang berhasil membuat Tiwi membulatkan matanya tak percaya.
"Nah... gitu dong, kalian sepertinya udah sangat akrab? apa jangan-jangan kamu juga udah jadi langganan di Resto ini ya? kalau iya, kebetulan lagi dong!" Tutur Kak Gery sambil melenggang menaiki anak tangga menuju roof top Restonya.
"Hm... iya, benar! benar-benar kebetulan." Sahut Tiwi memaksakan tersenyum.
"Semenjak roof top nya di buka untuk pengunjung, sekarang tempatnya udah gak bisa di nikmati secara pribadi lagi, kamu gak keberatan kan?" Tanya Kak Gery setelah mereka sampai di roof top.
"Gak apa-apa, Kak! justru Tiwi suka keramaian, ko!" Sahut Tiwi.
"Lagi pula kita kan cuma mau makan aja? kenapa harus minta maaf sih? atau jangan-jangan... Kak Gery bener-bener berubah ya, hiiii... ko aku jadi serem sendiri sih, Astagfirullah!" Batin Tiwi.
"Syukurlah kalau kamu gak keberatan! silahkan duduk! nanti setelah makan, ada yang mau Kakak tunjukkan sama kamu!" Ucap Kak Gery setelah menarik kursi untuk Tiwi duduk.
"Kenapa perasaan aku jadi gak enak ya? sebenarnya apa yang akan Kak Gery rencanakan, sih? duh... aku gak mau kalau nanti dia malah mengungkit yang sudah-sudah dan membuat penyakitnya memburuk lagi, aku harus cepat-cepat mencari cara supaya aku bisa cepat pulang setelah makan nanti!" Batin Tiwi bermonolog.
"Silahkan bos! Nona, ini adalah hidangan terbaik dari Resto kami, selamat menikmati!" Ucap seorang pelayan Resto Kak Gery setelah menyajikan beberapa masakan yang dia letakkan di atas meja Tiwi.
"Terimakasih." Ucap Tiwi.
__ADS_1
"Kamu boleh pergi! Oh ya, satu lagi, jangan lupa desserts nya, ya!" Sahut Kak Gery.
"Siap bos! kalau gitu saya permisi," Jawab pelayan Resto.
"Ayo kita makan! kamu gak alergi dengan makanan seperti ini, kan?" Tanya Kak Gery yang di jawab gelengan kepala oleh Tiwi.
Sebelum memulai makan, Tiwi mengangkat kedua tangannya di depan wajah untuk berdoa terlebih dahulu, dan gak itu berhasil mencuri perhatian Kak Gery lagi yang semakin kagum dan menyukainya.
"Kamu benar-benar gadis yang langka, Wi! Kakak beruntung bisa kenal sama kamu," Ucap Kak Gery yang membuat Tiwi mengerutkan keningnya.
"Langka? maksud Kakak?" Tanya Tiwi.
"Ma...maksud Kakak, sudahlah! Lebih baik kita makan aja sekarang," Sahut Kak Gery salah tingkah.
"Pelan-pelan, Kak! Kakak bisa tersedak kalau makan seperti itu!" Seru Tiwi reflek mengelap sudut bibir Kak Gery yang belepotan.
Seketika tatapan keduanya bertemu dalam waktu yang cukup lama. Mereka seakan sama-sama menikmati momen tersebut, hingga akhirnya Kak Gery di tegur seseorang yang sudah tak asing pula bagi Tiwi.
"Ger! ternyata kamu disini ya?" Ucap Tami.
"Haist... kamu lagi, ganggu orang pacaran aja deh," Gerutu Kak Gery.
"Hah? pacar? sejak kapan kamu punya pacar, Ger? oh... atau pacar yang kamu maksud itu perempuan gatel ini ya?" Sahut Tami seraya menatap tajam ke arah Tiwi.
"Bukan urusan kamu, Tam! udah sana, cari tempat lain aja gih kalau mau makan di sini!" Tutur Kak Gery yang membuat Tami naik pitam.
Dengan segera Tami mendaratkan bokongnya di bangku sebelah Kak Gery. Dia sudah tidak mempedulikan rasa malunya lagi untuk menunjukkan perasaannya pada Kak Gery. Meski Kak Gery sudah menolaknya berkali-kali, namun Tami tak pantang menyerah dan terus mendekatinya.
.
.
.
.
.
See you next episode 😘😘😘
__ADS_1