CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 130.


__ADS_3

"Beneran, By? tapi, bukannya Aby akhir-akhir ini sibuk, ya?" Tutur Tiwi mendongak kan kepalanya menatap wajah sang suami yang dia peluk.


"Aby udah beresin semuanya, tadi! jadi mulai besok, Aby udah bisa cuti," Sahut Kak Gery seraya mencium kening istrinya.


Tiwi benar-benar bahagia mendengar penuturan suaminya itu. Tiwi pun semakin mengeratkan pelukannya seraya menyusupkan wajahnya di dada bidang sang suami.


"Aby udah makan?" Tanya Tiwi saat keduanya masih asik saling mendekap satu sama lain.


kak Gery menggelengkan kepalanya seraya melepas pelukan mereka, dia mengingat asinan yang Tiwi tinggalkan di kantornya tadi.


"Belum! oh iya, Aby lupa bawa sesuatu di mobil, Yang! Aby ambil dulu, ya!" Ucap Kak Gery seraya bergegas ke luar kamar istrinya.


"Maj ambil apa sih? tumben banget beli bunga segala, apa mau bujuk aku, ya? Emm... bunganya wangi banget," Gumam Tiwi sambil menghirup aroma bunga ros merah yang Kak Gery sempat simpan di atas tempat tidur.


Tak lama berselang, Kak Gery kembali ke kamar istrinya sambil membawa sebuah bingkisan yang tak asing bagi Tiwi.


"By, itu kan asinan yang tadi Tiwi beli! Aby, ko malah bawa ke rumah, sih!" Ucap Tiwi saat melihat bingkisan asinan yang Kak Gery letakkan di atas meja belajar kamarnya.


"Aby sengaja gak kasih sama orang lain, Yang! bukannya Ayang tadi bilang pengen memakannya sama Aby, ya? Aby sengaja bawa pulang biar kita bisa makan sama-sama," Sahut Kak Gery seraya membuka plastik asinan yang di beli istrinya itu.


Seketika, wangi kecut air cuka yang bercampur dengan buah-buahan pun tercium ke setiap sudut kamar Tiwi. Wangi tersebut ternyata mampu membuat Tiwi tergiur kembali untuk memakannya. Dengan semangat, Tiwi pun menghampiri suaminya yang akan menyuapinya asinan tersebut.


"Ayang beneran pengen makan asinannya langsung dari tangan Aby, ya?" Tanya Kak Gery merasa gemas melihat ekspresi Tiwi yang sudah terlihat tak sabar melahap asinan dari tangannya.


"Bukan Tiwi, By! tapi yang pengen anak kita," Sahut Tiwi.


"Emm... asinannya bener-bener seger, By! Aby coba, deh!" Seru Tiwi sambil mengunyah kembali suapan kedua yang dia lahap kembali dari tangan suaminya.


"Ayang aja yang makan! Aby, kan gak terlalu suka sama asinan," Tutur Kak Gery yang membuat Tiwi seketika memanyunkan bibirnya.


"Sedikit aja, By! anak kita pengen makan bareng-bareng katanya, dia mau lihat Aby nya ikut makan asinan!" Bujuk Tiwi.


"Aby gak suka, Yang!" Cegah Kak Gery saat Tiwi mendekatkan sesendok asinan ke depan mulut suaminya.


"Ihh... Aby gak asik deh, masa gak mau makan barang sedikit aja, sih! Aby mau anak kita ileran, ya!" Ucap Tiwi melahap sendiri asinan yang tadi disendokkan untuk sang suami.

__ADS_1


"Ya, gak mau lah, Yang! tapi, kan Ayang tau sendiri kalau Aby gak bisa makan pedes!" Sahut Kak Gery.


"Siapa bilang ini pedes! Aby, kan belum coba makan! kenapa Aby jadi penakut begini, sih!" Ucap Tiwi menaruh kasar sendok yang dia gunakan.


"I... iya deh, iya! Aby coba cicipi deh sedikit, jangan marah lagi dong!" Bujuk Kak Gery seraya menyuapkan sesendok asinan ke dalam mulutnya.


Sejurus kemudian, Kak Gery nampak menikmatinya tanpa tersedak atau pun kepedesan. Dia malah menyuapkan kembali asinannya dengan lahap hingga habis tak bersisa.


"Ko, malah di abisin sih, By! Tiwi kan masih pengen! tadi aja bilangnya gak suka, giliran udah coba malah


langsung di abisin, Aby tega deh," Rajuk Tiwi seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


"He... maaf ya, Yang! Aby juga gak tau bakal suka makan asinannya! Aby baru tau, kalau asinan itu ternyata seenak ini! makannya, Aby sampe lupa buat sisain, Ayang! maaf ya!" Ucap Kak Gery merasa bersalah.


"Ihhh... Aby nyebelin! pokoknya Tiwi gak mau tau, asinannya harus ada lagi! Aby tega, deh! tadi itu asinannya dua bungkus, loh! dan itu semua Aby yang abisin!" Rajuk Tiwi.


"Haist! Istri Aby yang cantik dan Solehah, maafin Aby ya, Aby bener-bener gak sengaja abisin asinannya, Yang! ya udah, kalau gitu kita beli lagi aja, yuk! mau ya, ya!" Bujuk Kak Gery.


"Gak mau, Tiwi gak mau ikut! Aby beli sendiri aja! kalau Aby gak dapet asinannya, Aby gak boleh pulang!" Ancam Tiwi.


"Tapi, Aby kan gak tau tempat pedagangnya, Yang! Ayang ikut aja ya!" Bujuk Kak Gery.


"Gak mau! Aby beli sendiri aja, pedagangnya mangkal di deket kampus, ko!" Ketus Tiwi.


"Hm, ya udah deh! Aby beli dulu ya, tapi kalau pedagangnya udah gak ada gimana? masa Aby gak boleh pulang sih, Aby kan udah kangen banget pengen nengok anak kita!" Seru Kak Gery dengan tampang memelas.


"Ya usahain, dong! pokoknya Tiwi gak mau tahu, asinannya harus dapet dari pedagang yang sama, Titik." Tegas Tiwi.


Sedetik kemudian, hp Kak Gery berdering. Menunjukkan jika seseorang menghubunginya.


"Sella?" Gumam Kak Gery di sela memelas pada istrinya.


"Halo, Assalamu'alaikum. Ada apa, Sel?" Ucap Kak Gery yang memilih menjawab teleponnya saat itu.


"Wa'alaikumsalam. Maaf, Pak! baru saja, ada investor yang ingin bertemu dengan Bapak. Katanya, beliau tau jika Bapak sudah mulai cuti, besok. Jadi beliau meminta bertemu malam ini juga!" Tutur Sella, yang tak lain sekretaris di perusahaan Kak Gery.

__ADS_1


"Siapa namanya, Sel? sepertinya tadi Nino bilang udah selesai semua, deh! apa aku melewatkannya ya?" Gumam Kak Gery sambil mengerutkan keningnya seraya mengingat jadwal pertemuannya hari itu.


"Namanya Nyonya Viola, Pak! beliau investor dari luar Negeri dan kebetulan saat ini orangnya sudah ada di sini," Sahut Sella.


"Tapi, aku rasa aku gak punya janji temu sama beliau, deh. Mungkin dia salah orang kali, Sel! lagi pula kenapa dia datang se sore ini jika memang ingin meeting di malam hari?" Tutur Kak Gery sambil membalikkan tubuhnya dari hadapan sang istri yang sudah menatapnya sinis sedari tadi.


"Siapa, sih? ko teleponan nya sampai jauhin aku gitu, mencurigakan." Batin Tiwi tambah kesal.


"Ya udah, kalau gitu kirim aja alamat Restorannya, nanti saya akan temui beliau setelah Sholat Maghrib," Ucap Kak Gery yang masih bisa terdengar oleh Tiwi meski dirinya sudah sedikit menjauh dari keberadaan sang istri.


"Siapa? mau pergi lagi? pokoknya Aby gak boleh pergi kemana pun sebelum belikan asinannya!" Cecar Tiwi setelah melihat suaminya memutuskan sambungan telepon.


"Aby harus menemui salah satu investor, Yang! nanti Aby belikan makanan kesukaan kamu deh pulangnya, Aby benar-benar harus pergi sekarang," Tutur Kak Gery.


"Tapi, By! ini, kan masih sore! bukannya Aby bilang mau menemuinya selepas Sholat Maghrib ya!" Ucap Tiwi.


"Iya, Yang! tapi Aby harus mempersiapkan dulu file-file pentingnya, Aby akan pergi ke kantor dulu dan mungkin Sholat di sana sebelum menemui investornya," Sahut Kak Gery seraya mencoba mendekati sang istri, namun Tiwi seperti enggan di dekatinya.


"Investornya laki-laki atau perempuan?" Tanya Tiwi ketus.


Kak Gery terlihat menghela nafasnya sebelum menjawab. Dia tau, saat ini pasti istrinya itu tengah cemburu karena mood Ibu hamil yang begitu sensitif.


"Perempuan, Yang! tapi Aby gak ketemu sama beliau cuma berdua, ko! nanti ada Sella juga yang temani Aby sampai meeting nya selesai!" Tutur Kak Gery menjelaskan.


"Berarti Aby enak dong dinner sama dua perempuan sekaligus! ya udah sana pergi aja, jangan pulang sekalian!" Sahut Tiwi sambil mendorong tubuh suaminya ke luar kamar dan mengunci pintunya dari dalam.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2