CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 56.


__ADS_3

"Benar Kak, kami memang di utus untuk me make over Tiwi hari ini," Sahut Kak Rara yang tak lain perempuan yang dari tadi berbincang dengan Kak Desi.


"Wah, kalau begitu lebih baik kalian sekarang langsung ke kamarnya aja, dia pasti seneng banget kalau tau ada kalian yang bakal bantu berias," kekeh Kak Desi.


"Baiklah Kak, kalau boleh tau yang mana ya kamarnya?" Sahut Kak Rara.


"Oh... mari saya antar!" Seru Kak Desi mengantar mereka berdua ke kamar Tiwi.


Kak Desi langsung mengantarkan mereka berdua ke kamar Tiwi, Tiwi yang baru saja hendak memakai pelembab wajah yang biasa dia pakai seketika mematung karena kedatangan kedua orang tersebut.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Rara seraya memasuki kamar Tiwi yang sudah Kak Desi bukakan pintu ya terlebih dahulu.


"Wa'alaikumsalam," Jawab Tiwi dan Ibunya kompak.


"Wi, ini ada utusan dari calon mertua kamu, mereka akan me make over kamu hari ini," Tutur Kak Desi.


"Wah, Keluarga nak Gery memang paling perhatian ya, mereka tau aja kalau kita gak ada yang biasa pake make up" Kekeh Ibu Tiwi.


"Ish Ibu kalau ngomong suka bener deh," Sahut Tiwi ikut terkekeh.


Selang beberapa menit, akhirnya Tiwi selesai di make over oleh kedua orang utusan Umi Kak Gery tadi. Tiwi begitu terlihat pangling bak bidadari turun dari khayangan.


"Ma Sya Allah nak, ini benar-benar anak Ibu, kan?" Ucap Ibu Tiwi takjub.


"Wah... kamu benar-benar pangling, Wi!" Sahut Kak Desi.


"Ada apa ini?" Tanya Kakek Tiwi yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Tiwi baru saja di make over Kek, pangling banget ya," Tutur Kak Desi menjelaskan.


"Ini benar-benar cucu Kakek?" Tunjuk Kakek Tiwi.


"Iya Pak, itu cucu bontot Bapak," Sahut Ibu Tiwi terkekeh.


"Ma Sya Allah nak, kamu cantik sekali, Kakek hampir tidak mengenalimu barusan," Tutur Kakek Tiwi.


"Kakek bisa aja, ini semua berkat polesan ajaib dari kedua Kakak-kakak ini Kek, terimakasih ya Kak sudah


mau make over Tiwi hari ini," Ucap Tiwi tulus.


"Sama-sama Wi, syukurlah jika kalian puas dengan hasil kerja kita," Tutur Kak Febri teman Kak Rara.


"Ya udah Wi, lebih baik sekarang kamu bersiap aja, Kakak dengar anaknya Bu Mirna akan menjemput kamu jika kami sudah selesai make over kamu!" Seru Kak Rara.


"Oh, ya udah Kak, Tiwi ke kamar dulu deh siapkan yang di butuhkan," Sahut Tiwi bergegas ke kamarnya.


"kalau gitu kami berdua pamit ya, kami masih harus me make up beberapa orang lagi hari ini," Tutur Kak Rara berpamitan.


"Wah, padahal nanti saja nak, kalian kan belum makan dulu di sini," Sahut Ibu Tiwi.


"Terimakasih banyak Tante, lain kali saja, kalau begitu kami pamit ya, Assalamu'alaikum." Tutur Kak Rara.


"Wa'alaikumsalam, terimakasih ya sudah mau me make up Tiwi, kalian hati-hati di jalan ya," Sahut Ibu Tiwi.


"Sama-sama Tante, mari semuanya," Ucap Kak Febri.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Kak Gery benar-benar tiba di rumah Tiwi untuk menjemputnya. Kak Gery terlihat begitu gagah dengan setelan jas yang dia kenakan nya saat itu. Warnanya senada dengan gaun yang Tiwi kenakan.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Gery.


"Wa'alaikumsalam, eh nak Gery masuk dulu nak!" Seru Ibu Tiwi.


"Terimakasih Bu," Sahut Kak Gery.


"Wah nak Gery terlihat gagah sekali dengan setelan jasnya!" Sanjung Kakek Tiwi.


"Terimakasih Kek, Kakek juga masih terlihat begitu gagah ko," Sahut Kak Gery balas menyanjung.


"Wah kalau Kakek sih sudah tua nak, tidak akan sama dengan anak muda seperti kamu," Tutur Kakek Tiwi terkekeh.


"Kak!" Seru Tiwi.


Seketika Kak Gery menoleh, matanya langsung terpaku pada Tiwi. Dia seolah enggan mengedipkan l matanya karena pemandangan yang begitu sempurna tersebut.


"Kak, ayo!" Seru Tiwi membuyarkan lamunan Kak Gery.


"Astagfirullah, i...iya Yang, eh iya Wi, ayo!" Sahut Kak Gery salah tingkah.


"Nak Gery ini lucu sekali ya, kalau sedang terpesona seperti itu," Kekeh Kakek Tiwi.


"He... Kakek benar! Gery memang benar-benar terpesona melihat Tiwi," Sahut Kak Gery seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Wah... pipi nak Gery sampai merona seperti itu! kalau memang sudah saling suka sebaiknya kalian langsung menikah saja!" Saran Kakek Tiwi.


"Kek! Tiwi kan masih Sekolah!" Seru Tiwi.


"Itu kan zaman Kakek, masa Tiwi di samakan dengan mereka sih, Tiwi kan mau merasakan bangku kuliah dulu Kek!" Sahut Tiwi.


"Tapi tidak baik menunda pernikahan, sayang! Kakek hanya memberi saran saja, semoga nak Gery bisa bersabar menunggu Tiwi hingga waktunya tiba ya!" Tutur Kakek Tiwi merasa iba.


"Gery akan sabar menunggunya ko Kek, kalau begitu kita berangkat sekarang saja ya Wi, nanti kita ke Resto dulu jemput Ayah sama Umi," Sahut Kak Gery.


"Iya Kak! Kek, Tiwi berangkat dulu ya," Ucap Tiwi sambil mencium punggung tangan Kakeknya.


"Iya, kalian hati-hati di jalan ya nak!" Sahut Kakek Tiwi.


"Gery pamit ya Kek!" Tutur Kak Gery mengikuti Tiwi.


"Ya, semoga kalian selamat sampai tujuan nak," Sahut Kak Gery.


"Bu, Tiwi berangkat dulu ya!" Tutur Tiwi beralih mencium punggung tangan Ibunya.


"Iya sayang, kalian hati-hati ya!" Sahut Ibu Tiwi.


"Bu, Gery juga pamit ya!" Ucap Kak Gery.


Setelah berpamitan pada keluarga Tiwi, Kak Gery segera membawa Tiwi menjemput orangtuanya terlebih dahulu di Resto.


"Ma Sya Allah... Kamu cantik sekali sayang!" Sanjung Umi Kak Gery sambil melerai pelukannya.


"Terimakasih Umi, Umi juga sangat cantik!" Sahut Tiwi.

__ADS_1


"Kalian sudah siap kan? kita berangkat sekarang saja ya!" Tutur Ayah Tiwi.


"Iya Yah, ya sudah kita berangkat yuk!" Sahut Umi Kak Gery.


Umi Kak Gery sengaja menyuruh Kak Gery menjadi supir mereka saat itu, jangan di tanya kenapa? sebab sedari tadi Kak Gery terus saja menatap Tiwi tanpa henti.


"Ger, kamu yang bawa mobil ya!" Tutur Umi Kak Gery.


"Iya Ger, lagi pula tempatnya lumayan jauh, jadi kamu yang bawa ya! nanti pulangnya baru Ayah yang bawa!" Sahut Ayah Kak Gery.


"Hm... ya udah deh!" Ucap Kak Gery pasrah.


Setelah menghabiskan beberapa jam di perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah gedung mewah milik salah satu rekan bisnis Ayah Kak Gery.


"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga, ayo sayang!" Seru Umi Kak Gery sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Tiwi turun dari mobil.


"Ini gedungnya ya, Mi?" Tanya Tiwi setelah berhasil turun dari mobil.


"Iya sayang, kita masuk sekarang yuk!" Seru Umi Kak Gery.


Belum sempat mereka melangkah, Umi Kak Gery dan Tiwi di sapa oleh salah satu keluarga rekan bisnis keluarga Kak Gery, tepatnya keluarga sahabat Ayah Kak Gery.


"Jeng Mirna!" Seru seorang perempuan seumuran Umi Kak Gery.


"Eh, jeng Retno! apa kabar, Jeng?" Sahut Umi Kak Gery.


"Baik Jeng, kabar Jeng Mirna sendiri bagaimana?" Tutur Bu Retno yang tak lain istri sahabat Ayah Kak


Gery.


"Alhamdulillah, aku juga baik, Jeng! kita masuk sama-sama yuk!" Seru Umi Kak Gery.


"Ok! eh, ngomong-ngomong... ini siapa Jeng, cantik sekali?" Sahut Bu Retno bertanya setelah melihat Tiwi yang berjalan di samping Umi Kak Gery.


"Ini calon menantu saya Jeng! kenalkan, namanya Tiwi!" Tutur Umi Kak Gery.


Tiwi akhirnya mencium punggung tangan Bu Retno dan saling bertegur sapa, kebetulan saat itu Kak Gery dan Ayahnya sudah lebih dahulu masuk ke dalam gedung untuk mencari tempat yang nyaman mereka duduk.


"Yah! sepertinya di sini cukup nyaman," Ucap Kak Gery.


"Iya Ger! ya udah, kamu cari Umi sama nak Tiwi gih!" Seru Ayah Kak Gery.


"Ya udah, Gery cari mereka dulu ya!" Sahut Kak Gery sambil beranjak.


Saat hendak mencari Uminya dan Tiwi, Kak Gery sempat di sapa oleh sahabatnya, yang tak lain anaknya Bu Retno yang bernama Kak Haikal.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode... 😘😘😘


__ADS_2