
"Gery!" Jerit Umi Kak Gery seraya menghampiri tubuh putra semata wayangnya yang tergeletak di atas lantai.
"Astagfirullah, Kak! tolong telepon ambulan sekarang!" Seru Tiwi sambil ikut berjongkok melihat kondisi Kak Gery.
"Astaga! kenapa si Gery lemah banget sih? Gue lagi kan yang jadi repot," Batin Kak Haikal seraya berusaha menghubungi rumah sakit untuk meminta ambulan.
Tiwi dan Umi Kak Gery begitu terkejut dan terpukul ketika mengetahui kondisi Kak Gery yang malah semakin memburuk. Bahkan nyawanya pun terancam tak terselamatkan jika saja tak segera di tangani dengan tepat waktu.
"Maaf, apa salah satu dari kalian keluarga pasien?" Tanya Dokter setelah keluar dari ruangan tindakan.
"Saya Ibunya Dok!" Sahut Umi Kak Gery sambil beranjak dari duduknya.
"Kalau begitu mari ikut saya ke ruangan!" Seru Dokter.
"Baik, Dok! sayang, kamu tunggu di sini dulu ya!" Tutur Umi Kak Gery.
"Biarkan Tiwi ikut ya, Mi! Tiwi ingin mengetahui kondisi Kak Gery sekarang," Isak Tiwi.
"Kalian pergi aja, biar Haikal yang menjaga di sini, Tan!" Sahut Kak Haikal.
"Baiklah, Kak! ayo sayang... Tante titip sebentar ya Kal," Sahut Umi Kak Gery sebelum bergegas.
Setibanya di ruangan Dokter yang menangani Kak Gery tadi, Umi Kak Gery dan Tiwi segera duduk dan mendengarkan pemaparan Dokter tersebut hingga membuat keduanya terkejut.
"Jadi, bagaimana hasil pemeriksaannya Dok?" Tanya Umi Kak Gery.
"Begini Bu, sebenarnya kondisi pasien saat ini sangat buruk, bahkan jika tidak di tangani segera, dia bisa saja kehilangan nyawanya! untuk itu saya meminta persetujuan dari pihak keluarga untuk melakukan tindak lanjutan pada pasien selaku penanganan darurat." Tutur Dokter memaparkan.
"Astagfirullah... kenapa kondisinya malah memburuk!" Gumam Umi Kak Gery seraya terisak.
"Luka akibat benturannya kembali mengalami pendarahan yang cukup serius, sepertinya akhir-akhir ini pasien berusaha keras untuk mengingat sesuatu yang masih samar dia rasakan, hal itu memperburuk kondisi tubuhnya, sehingga jika tidak kami segera lakukan tindakan, mungkin akan membahayakan nyawanya." Tutur Dokter menjelaskan.
"Lalu apa efeknya jika anak saya di tindak sekarang, Dok? apa ingatannya akan benar-benar hilang setelah tindakan?" Sahut Umi Kak Gery pasrah.
"Umi! tenang dulu, semoga masih ada harapan untuk Kak Gery," Ucap Tiwi menenangkan.
"Tapi Wi, Umi tidak sanggup menerima kenyataannya, kalau nanti..." Sahut Umi Kak Gery tercekat.
"Dokter apa Kak Gery masih bisa sembuh jika dia di tindak sekarang?" Tanya Tiwi mencari harapan
__ADS_1
"Bisa! hanya saja kemungkinannya sangat kecil, tergantung pada keinginan sembuh pasiennya sendiri," Jawab Dokter.
"Lalu, apa efeknya jika Kak Gery di tindak sekarang Dok?" Tanya Tiwi lagi.
"Efeknya akan sama seperti sebelumnya, dia hanya akan mengingat beberapa orang saja nantinya,".
"Seperti sebelumnya?" Gumam Tiwi.
"Ya sudah, saya setuju Dok! berikan penanganan terbaik untuk anak saya sekarang!" Ucap Umi Kak Gery.
Setelah menyetujui prosedur tindakan lanjutan yang akan di berikan pada Kak Gery, Tiwi dan Umi Kak Gery segera menghubungi keluarganya masing-masing untuk memberi kabar.
"Assalamu'alaikum. Kak! Tiwi hari ini sepertinya pulang larut, Kak Gery masuk Rumah Sakit hari ini, Tiwi ingin menemani Umi Kak Gery dulu," Tutur Tiwi setelah sambungan teleponnya terhubung.
"Wa'alaikumsalam, ya udah kamu hati-hati ya Wi, semoga Gery gak apa-apa dan segera sembuh," Sahut Kak Desi dari sebrang telepon.
Sudah 4 jam lamanya Kak Haikal, Tiwi dan Umi Kak Gery menunggu di depan ruangan tindakan. Mereka hingga melupakan perut mereka sendiri yang sudah meronta-ronta sedari tadi, hingga akhirnya Dokter mengatakan operasinya berjalan lancar.
"Wi! elo sama Tante Mirna cari makan dulu gih, biar gue yang nunggu di sini!" Seru Kak Haikal cemas.
"Iya, Kak! Umi! sebaiknya kita isi perut dulu sekarang, Tiwi takut Umi malah jatuh sakit nantinya!" Sahut Tiwi.
sebelum Dokter mengatakan sesuatu yang membahagiakan pada kita, kalau kamu mau makan duluan aja, Umi bisa menyusul nanti!" Tutur Umi Kak Gery.
"Kalau gitu Tiwi juga mau nunggu Kak Gery sampai selesai aja, Mi! sejujurnya, Tiwi juga gak ada nafsu untuk makan sekarang," Sahut Tiwi.
"Ya udah, kalau gitu gue pesankan aja ya!" Seru Kak Haikal.
"Gak usah, Kak! Tiwi juga belum lapar ko! sebaiknya Kakak sendiri aja yang makan duluan," Sahut Tiwi.
"Ha... tapi gue juga gak akan bisa tenang makan kalau kalian masih di sini!" Ucap Kak Haikal.
Tak lama kemudian pintu ruangan tindakan pun terbuka dan menampilkan Dokter yang masih menggunakan baju prakteknya.
"Dokter! Bagaimana keadaan anak saya?" Cecar Umi Kak Gery set lah melihat Dokter keluar dari ruangan tindakan.
"Operasinya berjalan lancar, kita baru bisa mengetahui efeknya setelah pasien siuman nanti, sebaiknya kalian pulang saja dulu! karena kemungkinan setelah ini pasien harus di isolasi dulu untuk mensterilkan semua bekas operasinya," Tutur Dokter.
"Umi, sepertinya apa yang di katakan Dokter ada baiknya, kita pulang dulu aja sekarang! Umi juga belum makan apa pun kan dari tadi!" Bujuk Tiwi.
__ADS_1
"Tapi Umi belum bisa tenang sayang, Umi mau menunggu di sini aja sampai Gery siuman, lagi pula Ayah sedang perjalanan kemari juga, jadi kamu gak perlu khawatir! Sebaiknya kamu aja yang pulang ya nak, Umi takut kamu juga ikut sakit nanti, kamu pulang aja ya!. Kal! Tante minta tolong anterin Tiwi pulang ya!" Tutur Umi Kak Gery yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Kak Haikal.
"Tapi Umi..." Ucap Tiwi tercekat.
"Gak apa-apa sayang, Umi pasti baik-baik aja. Kamu doakan saja, semoga Gery bisa secepatnya siuman," Saran Umi Kak Gery.
"Ya udah, ayo Wi! gue antar pulang." Seru Kak Haikal.
"Emm... baiklah! kabari Tiwi jika Kak Gery sudah siuman ya, Mi! Umi jangan lupa makan dan istirahat juga, Umi harus tetap sehat dan kuat ya! kalau gitu Tiwi pamit ya, Assalamu'alaikum," Tutur Tiwi sambil memeluk Umi Kak Gery sebelum akhirnya dia pulang bersama Kak Haikal.
"Iya sayang, kalian hati-hati di jalan ya!" Seru Umi Kak Gery
Di perjalanan, Tiwi dan Kak Haikal sama-sama diam. Hingga akhirnya Kak Haikal memarkirkan mobil sportnya di sebuah Restoran 24 jam.
"Kenapa kita ke sini Kak?" Tanya Tiwi yang baru menyadari
"Gue lapar! elo juga belum makan apa pun kan dari tadi. Jadi ayo turun! kita makan dulu di sini!" Sahut
Kak Haikal sambil bergegas turun dari mobil sportnya dan membukakan pintu untuk Tiwi
"Haist! dasar si pemaksa, apa dia gak bisa bertanya dulu ya sebelum melakukan sesuatu," Batin Tiwi.
Tak lama setelah memilih menu, Tiwi dan Kak Haikal akhirnya menyantap makanan yang sudah terhidang untuk mereka.
"Emm... makanannya banyak banget Kak? apa Kakak yakin bisa habiskan ini semua!" Tanya Tiwi.
"Gak usah banyak tanya, cepat makan aja sebelum makanannya dingin, gue benar-benar udah lapar banget! Jadi jangan ganggu gue dengan pertanyaan-pertanyaan elo yang gak penting itu lagi!" Sahut Kak Haikal cuek sambil melahap makanannya.
"Astagfirullah... ini orang ko rakus banget sih, padahal kan badannya gak gede-gede banget, tapi ko makannya bisa sebanyak itu ya, hm... masa bodo ah, yang penting habis ini aku bisa pulang!" Batin Tiwi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode... 😘😘😘