
5 bulan kemudian, Kak Gery dan Tiwi melangsungkan acara resepsi pernikahannya. Hari itu mereka benar benar sibuk, karena harus mengurus berbagai persiapan yang akan mereka butuhkan saat resepsi nanti. Seperti Fitting baju pengantin yang mereka lakukan hari ini sebelum mereka kenakan lusa nanti.
"By, gimana, sekarang? gaunnya gak terlihat longgar lagi, kan?" Tanya Tiwi kala menunjukkan gaun yang sudah dia kenakan.
"Emm... coba berputar!" Seru Kak Gery yang begitu di patuhi oleh Tiwi.
"Gimana? udah pas, kan?" Tanya Tiwi lagi seraya melebarkan pinggiran gaun yang dia kenakan.
"Kayanya ada yang kurang, deh!" Ucap Kak Gery seraya menghampiri Tiwi dan langsung menarik pinggang ramping istrinya itu.
"By, malu! di sini kan masih ada Kak Tina dan yang lainnya!" Tegur Tiwi berbisik.
"Emangnya kenapa kalau ada mereka? Aby kan cuma mau melihat istri Aby dari jarak dekat, dan ternyata istri Aby ini semakin hari semakin cantik ya! Aby jadi makin cintai sama Ayang!" Ucap Kak Gery seraya mengecup kening Tiwi.
Tanpa di perintah, Kak Tina dan karyawan butik lainnya segera bergegas keluar dari ruangan fitting. Mereka tidak ingin mengganggu keromantisan Tuan mudanya bersama sang istri.
"Aby! Tiwi malu, tau!" Ucap Tiwi yang benar-benar tersipu oleh perlakuan suaminya yang selalu romantis .
"Ko, malu sih! Aby kan cuma cium kening istri Aby sendiri! atau Aby harus kasih yang lebih, ya biar Ayang...." Sahut Kak Gery tercekat, karena Tiwi langsung membekap mulutnya.
"Aby!! please, jangan di sini!" Sanggah Tiwi.
"Ok! tapi, Ayang harus janji sama Aby, kalau Ayang gak akan meninggalkan Aby apa pun yang terjadi kedepannya, Aby gak mau kehilangan Ayang lagi!" Tutur Kak Gery yang tiba-tiba sendu seraya memeluk Tiwi dengan erat.
"By, setiap manusia gak ada yang pernah tau kapan dia akan meninggal! Semoga rumah tangga kita selalu bahagia sampai ke Jannahnya, ya By!" Sahut Tiwi tak kalah sendu seraya membalas pelukan suaminya.
"Aby akan terus berusaha sebaik mungkin untuk keluarga kecil kita, semoga Allah menyegerakan kita mendapat momongan, ya!" Ucap Kak Gery melerai pelukan dan kembali mencium kening Tiwi.
Dua hari kemudian, hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Kak Gery terlihat sudah rapih dan gagah dengan setelan jas berwarna putih kombinasi warna emas yang dia kenakan hari ini.
__ADS_1
Dilain ruangan kamar hotel yang menjadi pilihan mereka menggelar resepsi pernikahan. Tiwi juga nampak sudah cantik bak putri kerajaan dengan balutan gaun berwarna senada dengan pakaian yang Kak Gery kenakan. Dia melenggang dengan anggun dari kamar tersebut dengan di apit oleh kedua sahabatnya yang tak kalah cantik hari itu.
"Ma Syaa Allah, Beb! kamu cantik banget hari ini!" Sanjung Andrina.
"Iya bener, Drin! kamu pangling banget, Wi! aku berasa ngapit putri kerajaan, deh!" Tambah Tata yang sama-sama kagum dengan penampilan sahabatnya itu.
"Kalian juga gak kalah cantik, ko! makasih ya udah bersedia jadi pengiring aku hari ini. Keponakan keponakan aku gak rewel, kan di tinggal Mommy mommy nya?" Sahut Tiwi sambil terus melenggang hingga sampai di tempat dimana dia akan di serahkan pada pangeran hatinya oleh kedua sahabatnya itu.
"Mereka aman, ko di tangan para super Daddy! iya gak, Ta?" Seru Andrina mencari dukungan.
"Iya, Wi! mereka malah terlihat nikmatin acara hari ini, jadi kamu gak perlu khawatir, ok! " Tutur Tata seraya membuka pintu sebuah gedung luas yang menjadi tempat dimana Tiwi dan Kak Gery melangsungkan resepsi pernikahannya.
Seketika, semua pandangan mata tertuju pada Tiwi. Para tamu undangan yang sudah duduk rapi di kursi yang tersedia di pinggiran jalan yang akan Tiwi lewati pun sudah sangat antusias menyaksikan sepasang suami istri itu melenggang anggun di hadapan mereka. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang mengabadikan momen tersebut untuk koleksi galeri hp mereka, atau pun sekedar update status di sosial media mereka.
"Ma Sya Allah, cantiknya bidadari surgaku," Gumam Kak Gery setelah menghampiri Tiwi dan siap menggandengnya menuju pelaminan.
"Makasih pangeran surgaku," Balas Tiwi dengan senyum terbaiknya yang membuat Kak Gery semakin gemas padanya.
Kebahagiaan mereka semakin berlipat, tak kala kedua keluarga besarnya terlihat hadir merayakan resepsi pernikahan mereka. Baik keluarga Kak Gery maupun keluarga Tiwi, keduanya begitu lega. Bagaimana tidak, setelah sekian banyak cobaan dan ujian yang menimpa anak-anak mereka, akhirnya Tiwi dan Kak Gery bisa melewatinya dengan akhir yang bahagia.
"Akhirnya putri kita mendapatkan kebahagiaannya, Yah! Ibu sangat lega setelah semua yang anak kita perjuangkan, akhirnya membuahkan akhir yang manis, semoga mereka selalu di limpahkan kebahagiaan dunia akhirat ya, Yah!" Tutur Ibu Tiwi dengan Isak haru bahagianya.
"Aamiin, semoga mereka juga segera di percaya mendapat momongan yang akan melengkapi kebahagiaan keluarga mereka ya, Bu!" Sahut Ayah Tiwi tak kalah terharu menyaksikan hari bahagia putri bungsunya itu.
Acara resepsi pun telah usai. Kini Tiwi dan Kak Gery memutuskan pulang terlebih dahulu ke rumah Umi Kak Gery. Rencananya, mereka berdua besok akan mengunjungi suatu tempat yang sudah Kak Gery pilih untuk berbulan madu.
"Kalian hati-hati di jalan, ya nak! jangan lupa makan dan jaga kesehatan kalian baik-baik selama di sana!" Tutur Umi Kak Gery memberi wejangan sebelum mereka pergi.
"In Syaa Allah, Umi! Gery pasti akan menjaga kesehatan Tiwi dengan baik, Umi gak perlu khawatir! doakan aja, supaya setelah pulang nanti kita langsung bawa oleh-oleh yang di tunggu-tunggu!" Sahut Kak Gery seraya tersenyum penuh arti ke arah sang istri.
__ADS_1
"Ish! Aby, ko senyumnya gitu, sih! mencurigakan banget deh," Ucap Tiwi seraya mencubit gemas pinggang suaminya yang membuat sang mertua terkekeh melihat kelakuan menantunya itu.
"Masa suami sendiri di curigai, sih! Aby kan cuman berdoa, Yang! iya kan, Mi?" Sahut Kak Gery meminta pembelaan.
"Udah-udah, kalian sebaiknya bergegas sekarang, nanti kalian ketinggalan pesawat lagi!" Saran Ayah Kak Gery yang sedari tadi hanya menyimak.
"Iya, Yah! kalau gitu, kita berangkat dulu, ya!" Tutur Kak Gery seraya mencium tangan kedua orangtuanya.
"Kamu udah ijin sama mertua kamu juga belum? mintalah restu pada mereka juga, Ger! kamu jangan sampai melewatkannya," Sahut Umi Kak Gery mengingatkan.
"Mau, ko Mi! nanti sebelum ke bandara, kita mau mampir ke rumahnya Tiwi dulu untuk meminta doa restu!" Tutur Kak Gery.
"Ya udah, kalau gitu kalian hati-hati ya, sayang! Umi pasti kangen sama kamu, nak!" Sahut Umi Kak Gery seraya memeluk menantu kesayangannya.
"Tiwi juga pasti kangen sama Umi dan Ayah! doakan selalu Tiwi dan Kak Gery ya Umi, Yah!" Tutur Tiwi setelah melepas pelukannya.
"Doa kami selalu mengiri kalian, nak! Ger, kamu hati-hati ya bawa mobilnya!" Ucap Ayah Kak Gery mengingatkan.
Setelah mengantongi doa dan restu dari kedua mertuanya, kini Tiwi menyambangi rumahnya untuk bergantian meminta doa dan restu pada kedua orangtuanya, sebelum Tiwi dan Kak Gery berangkat berbulan madu.
"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Gery seraya memasuki rumah sang mertua.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘