
"Besok kamu berangkat jam berapa, Ta?" Tanya Kak Gery.
"Jam 6 aja deh, Kak! soalnya Tata kan harus make up dulu!" Sahut Tata sambil bergegas ke dapur mengambilkan minuman untuk Kak Gery.
"Oh, ok deh! makasih, kalau gitu Kakak habis ini mau langsung ke Resto ya, nanti kalau ada apa-apa langsung telepon aja, ok! bye sepupu," Tutur Kak Gery setelah meneguk minuman yang di berikan Tata.
"Ya udah, hati-hati ya Kak!" Seru Tata.
Keesokan harinya, Tata dan Kak Gery bersiap ke salon langganan keluarga besarnya. Mereka pergi begitu pagi agar tidak terlambat sampai tempat acara perpisahan Tata. Begitu juga dengan Tiwi. Dia yang mulai terbiasa dengan kehadiran Kak Haikal yang membantunya, segera bergegas menuju salon yang sama dengan Tata untuk di rias sebelum menghadiri acara perpisahannya.
"Wi, elo lelet banget, deh! nanti keburu siang tau!" Gerutu Kak Haikal setelah melihat Tiwi menghampirinya.
"Sabar dong, Kak! lagi pula kenapa Kakak yang jadi ribet sih? yang perpisahan kan, Tiwi! bukan Kakak!" Sahut Tiwi.
"Udahlah, jangan banyak bicara lagi, ayo masuk!" Seru Kak Haikal tak ingin berdebat.
"Hm... makin hari tingkah sama perhatian Kak Haikal semakin aneh deh, dia itu punya kepribadian ganda kali ya? sebentar-sebentar baik, sebentar-sebentar lagi marah-marah gak jelas, ha... masa bodo deh yang penting sekarang aku gak boleh baper dan harus tetap fokus sama tujuan rencana Umi Kak Gery. Semoga aja hari ini aku benar-benar bisa bertemu dengan Kak Gery." Gumam Tiwi dalam hatinya.
Setibanya di Salon, Tiwi segera di sambut oleh Kak Febi yang pernah meriasnya beberapa waktu lalu sebagai utusan dari Umi Kak Gery.
"Assalamu'alaikum." Ucap Tiwi sambil memasuki Salon.
"Wa'alaikumsalam, eh kamu sudah datang, Wi. Ayo masuk kita langsung eksekusi aja ya!" Seru Kak Febi.
"Ok! tapi sebentar, Kak! Tiwi ambil gaunnya dulu ya," Sahut Tiwi sambil menghampiri Kak Haikal dan memintanya untuk mengambilkan kantong gaunnya yang tertinggal di dalam mobil sportnya.
"Ada apa? jangan bilang kantong gaunnya tertinggal di dalam ya!" Ucap Kak Haikal menebar tepat sasaran.
"He... emang! Kak, kalau boleh Tiwi minta tolong ambilkan ya, please..." Bujuk Tiwi setelah memperlihatkan cengir kuda nya.
"Haist! ya udah, tunggu bentar deh." Sahut Kak Haikal.
"Terimakasih Kakak ku," Ucap Tiwi sedikit berteriak.
"Itu si Haikal anaknya Bu Retno kan, Wi? kenapa sekarang kalian bisa dekat? bukannya kamu udah bertunangan sama anaknya Bu Mirna ya?" Tanya Kak Febi.
"Ceritanya panjang Kak, nanti kapan-kapan Tiwi ceritakan deh, tapi yang jelas hubungan Tiwi sama Kak Haikal sekarang hanya sebatas Adik Kakak dan teman biasa aja ko, dan hubungan ini juga sudah di ketahui oleh Umi Kak Gery," Sahut Tiwi menjelaskan.
"Oh, gitu ya! ya udah, Kakak siapkan dulu make up dan alat-alat yang lainnya ya, kalau kamu udah dapat gaunnya segera pakai langsung dan masuk ruang make over aja ya, Wi!" Seru Kak Febi melenggang mempersiapkan alat tempurnya.
"Ok, Kak!" Sahut Tiwi.
Tak lama kemudian, Tata dan Kak Gery pun tiba di Salon yang sama dengan yang Tiwi datangi. Keduanya sempat menyapa Kak Haikal yang tengah mengambilkan gaun milik Tiwi yang tertinggal di dalam mobil sportnya.
"Itu seperti Kak Haikal deh, Kak! kenapa dia ada di sini ya?" Tutur Tata berpura-pura tidak tahu.
__ADS_1
"Itu memang si Haikal, Ta! mungkin dia sedang mengantar Mamih nya, mereka kan langganan Salon ini juga." Sahut Kak Gery sambil memarkirkan mobilnya.
"Itu si Gery sama sepupunya, kan?" Gumam Kak Haikal setelah melihat mobil Kak Gery terparkir.
"Hai, Kak! apa kabar? Kak Haikal lagi nunggu siapa di sini?" Sapa Tata setelah turun dari mobil bersama Kak Gery.
"Gue baik, Gue lagi nungguin temen elo, Ta! elo di rias di sini juga ya? wah kebetulan banget dong," Sahut Kak Haikal.
"Kal, apa kabar? lama gak ketemu!" Sapa Kak Gery sambil menjabat tangan Kak Haikal.
"Iya, Ger! elo temenin sepupu Lo ya?" Tanya Kak Haikal.
"Iya Kal, ana gantikan orangtuanya yang hari ini halangan, ente sendiri lagi tungguin siapa disini?" Tutur Kak Gery.
"Gue lagi temenin cewek spesial gue, Ger!" Ucap Kak Haikal yang terdengar begitu ambigu.
"Cewek spesial? siapa Kal?" Tanya Kak Gery yang entah mengapa begitu penasaran dengan perempuan yang di akui spesial oleh Kak Haikal.
"Dia temen sepupu Elo, Ger! namanya TIwi." Ucap Kak Haikal.
"Tiwi? sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana ya? oh... di Rumah Sakit. Apa Tiwi yang Haikal maksud orang yang ya? hm... kenapa aku jadi kepikiran gadis itu lagi ya?" Batin Kak Gery.
"Ayo, Kak! Tata bisa telat kalau kelamaan ngobrol disini." Tegur Tata sambil menyeret Kak Gery masuk ke dalam Salon.
"Iya deh sorry, ayo!" Sahut Kak Gery mengimbangi langkah sepupunya.
"Duh, Kak Haikal ko lama banget sih! apa aku susul ke parkiran aja ya?" Gumam Tiwi.
"Wi, gaunnya udah di pakai belum? ayo! nanti kamu telat loh," Seru Kak Febi dari dalam ruangan make over.
"Iya, Kak! sebentar lagi ya! Tiwi masih nunggu Kak Haikal, duh... orang itu kemana dulu sih? Kak!!" Gerutu Tiwi seraya memanggil Kak Haikal.
"Wi! kamu di rias disini juga ya? kenapa gak bilang sama aku sih, kita kan bisa pergi barengan kalau tau dari awal," Tutur Tata setelah mereka bertemu di mulut pintu Salon.
"Eh... iya Ta, aku juga gak tau kalau kamu di rias disini, a...aku ambil gaun dulu ya, permisi." Sahut Tiwi.
"Mau kemana, Lo?" Seru Kak Haikal yang sudah berdiri di hadapan Tiwi yang berjalan sambil menunduk.
Dug...
"Awwss... Kakak kenapa menghalangi jalan Tiwi sih?" Pekik Tiwi.
"Lagian elo jalan sambil nunduk gitu, apa gak sekalian sambil tidur aja ya?" Ucap Kak Haikal.
"Ihh... Kak Haikal nyebelin deh, udah! mana gaunnya? lama banget sih." Ketus Tiwi sambil mengambil kantong gaunnya dan bergegas masuk kembali ke dalam Salon sambil melewati Kak Gery begitu saja.
__ADS_1
"Wangi ini... begitu familiar." Gumam Kak Gery saat Tiwi melewatinya.
"Dasar cewek aneh, gue udah bela-belain masih... aja tetap ngomel, ha..." Gumam Kak Haikal sambil mendaratkan bokongnya di kursi tunggu sebelah Kak Gery duduk.
"Apa cewek yang tadi, cewek spesial yang ente sebut tadi ya, Kal?" Tanya Kak Gery.
"Hem..." Gumam Kak Haikal menjawab.
"Sepertinya kalian begitu dekat, apa kalian pacran ya, Kal?" Tanya Kaka Gery yang lagi-lagi entah mengapa merasa sangat penasaran dengan gadis yang Kak Haikal klaim sebagai perempuan spesialnya.
"E...emm... sebenarnya dia... gue... kita masih PDKT, Ger!" Ucap Kak Haikal gugup.
"Oh... tapi, semenjak kapan ente suka sama gadis polos begitu? setau ana selera ente gadis modis yang seksi, kan?" Tutur Kak Gery.
"Siapa bilang si Tiwi polos? dia itu gak sepolos yang kamu lihat Ger! dan lagi, dia benar-benar seksi ko. Gue benar-benar tergila-gila sama dia, bahkan saat gue pertama bertemu dengannya, gue sampai kehilangan akal sehat gue waktu itu." Sahut Kak Haikal teringat kembali pertemuan pertamanya dengan Tiwi yang kurang berkesan baik.
"Gak polos? jangan bilang, ente udah mencuri keperawanannya ya, Kal?" Bisik Kak Gery yang langsung mendapat jitakan di kepalanya oleh Kak Haikal
Pletakkk...
"Awww..." Pekik Kak Gery.
"Jangan asal ngomong dong, Ger! memangnya gue sejahat itu apa? meski pergaulan gue bebas, tapi gak ada satu pun cewek yang pernah gue tiduri sebelum mereka halal buat gue" Sahut Kak Haikal geram.
"Ya, itu kan hanya pemikiran ana aja, Kal! sorry deh, lagi pula tadi kamu sempat memberitahu kalau gadis itu benar-benar seksi dan ente juga sempat bicara kalau ente pernah kehilangan akal sehat Kal, ana kan jadi menafsirkan ke arah sana." Tutur Kak Gery panjang lebar sambil mengusap kepalanya.
"Hm... pokoknya kali ini gue akan perjuangkan gadis itu, hingga dia benar-benar mau menerima gue, Ger!" Ucap Kak Haikal serius.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Tiwi dan Tata selesai di rias dan mulai keluar dari ruangan make over satu per satu. Tata sendiri lebih dahulu selesai, karena sebelumnya dia sudah mengenakan gaunnya dari rumahnya.
"Kak, gimana? Tata cantik, kan?" Tanya Tata meminta tanggapan.
"Cantik! sepupu siapa dulu dong," Sahut Kak Gery ambigu.
"Dia gak akan secantik gadis gue, Ger! lihat aja nanti," Ucap Kak Haikal tak mau kalah.
"Mereka itu perempuan, Kal! jadi udah pasti cantik. Masa jadi ganteng, kan gak lucu!" Sahut Kak Gery terkekeh sebelum akhirnya dia terpesona melihat Tiwi yang baru saja keluar dari ruang make over dengan anggun.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Maaf slow respon guys, Mom masih sibuk di real life nih, tetap ikuti kelanjutan ceritanya ya, dan janga lupa berikan dukungan terbaiknya, see you next episode 😘😘😘