CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 86.


__ADS_3

"Kenapa wajah kamu di tekuk begitu, Drin? kalian semalam tidur nyenyak, kan?" Tanya Mamih Andrina dengan seulas senyum di wajahnya.


"Kenapa Mamih terlihat senang sih pagi ini? jangan-jangan...Mamih yang sengaja bikin aku kedinginan semalam, ya?" Umpat Andrina dalam hati.


"Mungkin Drina masih kesal, Tan!" Sahut Kak Haikal.


"Loh, kesal kenapa? bukannya kalian semalam istirahat dengan baik ya, terus kenapa kamu masih panggil Mamih Tante sih nak, panggil Mamih aja ya!" Tutur Mamih Andrina.


"Baiklah Mih, wah... ini semua masakan Mamih ya?" Sahut Kak Haikal mengalihkan topik.


"Iya nak, ayo di cicipi! semoga kamu suka ya sama masakan Mamih," Seru Mamih Andrina.


"Sayang! Papih berangkat sekarang ya, ada jadwal meeting yang di majukan siang ini, jadi Papih harus memeriksa kembali presentasinya sekarang, Papih pamit ya!" Tutur Papih Andrina sambil mencium kening istrinya.


"Iya, Pih! Papih hati-hati di jalan ya," Sahut Mamih Andrina.


"Papih tinggal dulu ya nak," Ucap Papih Andrina beralih berpamitan pada anak dan menantunya.


"Iya, Pih! Hati-hati!" Sahut Andrina.


"Ya udah, kalian lanjutkan lagi ya sarapannya, Mamih mau mengambil beberapa makanan penutup dulu di dapur," Tutur Mamih Andrina sambil beranjak mengantarkan sang suami terlebih dahulu.


"Iya, Mih!" Sahut Kak Haikal.


"Hari ini aku mau ketemu sama teman-teman, jadi sebaiknya Kakak gak perlu nunggu aku," Ucap Andrina yang langsung membuat Kak Haikal menghentikan aktivitas sarapannya.


"Yang! Kakak kan udah bilang sama kamu, kalau hari ini sebaiknya kamu berbenah aja untuk pindahan ke apartemen, kenapa kamu malah mau keluar, sih?" Sahut Kak Haikal.


"Ihh... aku juga udah bilang kan kalau aku gak mau pindah! kenapa masih ngotot juga sih" Tutur Andrin.


"Yang, Kakak tau ini terlalu mendadak buat kamu, tapi kita harus belajar saling menghargai dan memahami dari sekarang, kamu gak boleh berlaku seenaknya lagi seperti ini pada Kakak, bagaimana pun juga Kakak sekarang suami kamu! Imam kamu yang harus kamu patuhi!" Sahut Kak Haikal dengan tatapan sendunya.


Seketika hati Andrina berdesir mendengar kata-kata tersebut. Dia seolah terhipnotis oleh perkataan Kak Haikal yang membuatnya bungkam dan tak berkutik lagi.


"Aku kenyang, aku mau ke kamar lagi," Ucap Andrina menyembunyikan kegelisahannya.


"Drin, kamu mau kemana? Mamih baru aja buat salad buah kesukaan kamu loh!" Seru Mamih Andrina.


"Drina udah Kenyah Mih, Drina mau ke kamar lagi sekarang!" Ucap Andrina.


"Mungkin Andrina mau berbenah, Mih! barusan Haikal mengajaknya pindah ke apartemen hari ini, Mamih gak keberatan kan jika Haikal mengajaknya pindah sekarang!" Sahut Kak Haikal.


"Gitu ya, Mamih terserah kamu aja nak, Mamih percaya sama kamu, kamu pasti bisa menjaga anak Mamih yang super manja itu!" Tutur Mamih Andrina.


"Makasih ya, Mih! kalau gitu Haikal susul Andrina ke kamar dulu ya! Siapa tau dia butuh bantuan Haikal untuk berbenah," Pamit Kak Haikal.


"Hm... ya udah, kalau nanti kalian udah selesai, tolong berikan salad buah ini ya nak, Andrina paling suka dengan makanan penutup ini," Tutur Mamih Andrina sambil menyerahkan mangkuk berisi salad buah buatannya itu.

__ADS_1


"Siap Mih, kalau gitu Haikal ke kamar dulu ya!" Ucap Kak Haikal.


...****************...


"Bagaimana kalau di hotel XXXXX aja? kebetulan Iman kenal dengan pemiliknya, Om!" Tutur Kak Iman yang kini sedang berunding perihal tempat resepsi pernikahannya.


"Om terserah kamu aja nak, kalau urusan kartu undangan, Om punya kenalan percetakan yang bagus, nanti biar Om suruh kirimkan contoh-contoh nya ya, biar kalian bisa memilihnya," Sahut Ayah Tata.


"Yah, Ibu kemana sih? bukannya hari ini mau ke butik Tante Mirna ya?" Tanya Tata sambil mendaratkan bokongnya di sofa samping Kak Iman.


"Mungkin Ibu masih bersiap di kamar, Ta! Paling juga sebentar lagi selesai," Sahut Ayah Tata.


Dan benar saja, tak lama kemudian Ibu Tata pun menghampiri mereka di ruang keluarga dan mengajak Tata dan Kak Iman untuk segera pergi ke butik Umi Kak Gery.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Gery menghampiri.


"Wa'alaikumsalam, eh... kamu, Ger! sama siapa?" Tanya Ibu Tata.


"Gery sendiri, Tan! oh iya, Man! ente kenapa gak pernah bilang sama ana sih kalau punya niat serius sama sepupu ana ini?" Sahut Kak Gery beralih bertanya pada Kak Iman.


"Ana udah sering kasih tau ente, Ger! mungkin ente nya aja yang udah lupa," Tutur Kak Iman.


"Hm... ya udahlah, hari ini mau pada kemana rencananya? ada yang bisa aku bantu kah?" Sahut Kak Gery


"Hari ini kita mau ke butik Tante Mirna Kak, mau pilih baju buat resepsi," Ucap Tata.


"Ya uda, kalau gitu kita berangkat sekarang aja ya!" Seru Ibu Tata.


"Sepertinya Ayah harus ke kantor dulu Bu, kalian gak apa-apa kan kalau Ayah gak ikut?" Ucap Ayah Tata.


"Gak apa-apa Om, jangan terbebani," Sahut Kak Iman.


"Baiklah, kalau gitu kalian berangkat aja duluan, Ayah mau siap-siap dulu sebentar!" Ucap Ayah Tata.


"Ya udah yuk kita berangkat!" Seru Ibu Tata.


Butuh waktu sekitar 20 menit untuk menuju butik Umi Kak Gery. Setelah sampai, mereka segera masuk dan mencari Umi Kak Gery untuk meminta di tunjukkan beberapa contoh gaun yang akan Tata kenakan saat resepsi pernikahannya nanti.


"Tante, Tata mau lihat gaun untuk resepsi nanti, Tan! udah ada kan?" Tanya Tata setelah sampai di sebuah ruangan fitting.


"Udah dong sayang, ayo ikut Tante!" Sahut Umi Kak Gery sambil beranjak ke sebuah ruangan khusus gaun pasta dan pernikahan rancangannya sendiri.


"Wah... Kak! bajunya cantik-cantik sekali," Sanjung Ibu Tata.


"Makasih Lo, Ris! Nah... Tante udah pisahkan beberapa gaun yang terbaik dari gaun-gaun ini, Ta! coba dulu gih satu-satu!" Sahut Umi Kak Gery.


"Ok, Tata coba pilih satu dulu ya! Oh iya, kalau untuk baju prianya sendiri gimana, Tan?" Tanya Tata.

__ADS_1


"Kalau buat pengantin pria, Gery juga udah hafal tempatnya, Ta! tenang aja, dia pasti udah mengerti dengan tugasnya kalau udah ada di sini!" Kekeh Umi Kak Gery.


"Ya udah, kalau gitu Tata coba gaun yang moka ini dulu ya!" Sahut Tata sambil menghampiri ruangan ganti yang di bantu oleh salah satu karyawan butik Umi Kak Gery.


"Ris, persiapannya sudah sampai mana? kamu jangan sungkan meminta bantuan aku ya," Tutur Umi Kak Gery.


"In Sya Allah tinggal beberapa persen lagi, Kak! makasih ya untuk tawarannya. Tapi anak-anak benar-benar mengurusnya dengan sangat baik secara mandiri, jadi Riska hanya sedikit mengingatkan mereka aja," Sahut Ibu Tata.


"Syukurlah kalau begitu, seandainya Gery tidak amnesia, mungkin dia juga bisa menikah dengan Tiwi sekarang," Lirih Umi Kak Gery.


"Sabar, Kak! Riska yakin, Gery akan segera mendapatkan ingatannya kembali ko," Ucap Ibu Tata.


"Makasih ya, Ris! dukungan keluarga memang paling yang terbaik saat ini," Tutur Umi Kak Gery sambil mengusap ujung matanya yang sedikit berair.


Bertepatan dengan itu, Kak Gery menghampiri Umi dan tantenya untuk menunjukkan pakaian yang sudah Kak Iman pilih dan di coba.


"Umi, bagaimana dengan pakaian yang ini? terlihat begitu gagah, kan?" Tanya Kak Gery sambil menunjukkan penampilan Kak Iman yang sudah berganti pakaian layaknya mempelai pria pada umumnya.


"Wah... kamu begitu tampan nak dengan baju itu, kamu tunggu sebentar lagi ya! Tata juga sedang mencoba gaunnya, sepertinya sebentar lagi juga selesai!" Ucap Ibu Tata antusias.


"Kenapa rasanya gugup sekali ya, padahal kan ini baru fitting baju," Gumam Kak Iman yang membuat semua orang yang ada di sana terkekeh


"Ente benar-benar lucu, Man! santai aja, gak usah tegang seperti itu," Sahut Kak Gery.


"Ente sih gampang bilang begitu Ger, yang merasakan gugup kan, ana! jadi ente gak akan tau betapa tegangnya ana sekarang," Ucap Kak Iman.


"Sorry deh, ya udah ana ambilkan kalian minuman dulu ya!" Sahut Kak Gery.


"Oh iya, hampir aja Umi lupa, Ger! tolong ambilkan ya nak!" Seru Umi Kak Gery.


Selesai berganti pakaian, Tata segera menghampiri kedua wanita paruh baya tersebut dengan sang calon suami yang sudah menunggunya di dalam ruangan khusus. Dengan anggun, Tata melangkahkan kakinya dan menunjukkan senyuman terbaiknya pada mereka semua.


"Bagaimana? apa gaun ini cocok untuk Tata?" Tanya Tata setelah berhasil berdiri di hadapan ketiga orang yang menunggunya.


"Ma Sya Allah sayang, kamu begitu cantik dengan gaun ini," Ucap Kak Iman yang langsung mendapat kekehan dari Umi Kak Gery dan calon mertuanya.


.


.


.


.


.


See you next episode... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2