CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 48.


__ADS_3

"Yang di depan sana, ya?! memang uang jajan kamu masih cukup, buat beli buah tangannya? kalau memang udah habis, biar Ayah aja yang bayarnya nanti!" Tutur Ayah Tiwi.


"Uang jajan Tiwi masih cukup ko, Yah! tenang aja!" Sahut Tiwi.


"Bener, nih?" Tanya Ayah Tiwi meyakinkan.


"Bener, Yah! Tiwi masih punya uang simpanan ko!" Sahut Tiwi.


"Hm... ya udah, kalau nanti kamu butuh apa-apa bilang aja ya!" Tutur Ayah Tiwi.


Tak lama kemudian, Tiwi sampai di sebuah Supermarket dan langsung membeli beberapa buah-buahan segar. Setelah selesai membayar, Tiwi segera menyetop angkot untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah Kak Gery. Kebetulan, setelah menurunkan Tiwi di depan Supermarket tadi, Ayah Tiwi segera berangkat kerja. Jadi, Tiwi melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan angkot.


"Kayanya buah-buahannya udah cukup, deh! aku tambah makanan ringan juga ah, siapa tau di sana Kak Gery gak punya untuk suguhan lagi" Gumam Tiwi sambil memilih beberapa makanan ringan sebelum membayar belanjaannya ke kasir.


Setelah mendapatkan semua yang diinginkannya. Tiwi akhirnya memilih menaiki angkot untuk berkunjung ke rumah Kak Gery, kebetulan saat itu Tiwi bertemu dengan Kak Intan yang sama-sama mau


menjenguk Kak Gery dirumahnya.


"Makasih, Mba!" Ucap Tiwi sambil bergegas keluar Supermarket.


"Aku naik angkot aja deh, lagi pula rumah Kak Gery kan udah deket dari sini," Gumam Tiwi sambil menunggu angkot yang melintas.


"Ayo neng, saya antar!" Ucap supir angkot yang berhenti di depan Tiwi yang berdiri di pinggir jalan.


Belum jauh angkot melaju, Tiwi di buat menunggu karena ada seorang penumpang yang naik. Tiwi menggulirkan matanya untuk mengetahui siapa penumpang yang akan naik ke angkot saat itu.


"Kak Intan!" Gumam Tiwi dalam hati.


"Tiwi!" Ucap Kak Intan setelah berhasil naik ke dalam angkot.


"Hai Kak?" Sapa Tiwi ramah.


"Hai juga, Wi! kamu mau kemana? bukannya seharusnya kamu Sekolah ya pagi ini?!" Tutur Kak Intan.


"Iya, Kak! tapi hari ini Tiwi sedang ijin, kebetulan tadi Kak Iman telepon Tiwi di suruh Kakek Untuk menjenguk kak Gery ke rumahnya!" Sahut Tiwi.


"Oh, kebetulan dong! aku juga mau kesana juga nih, aku dapat kabar dari si Fajar tadi, aku gak nyangka deh, ternyata si Gery bisa sakit juga, padahal dari dulu dia itu paling jarang sakit diantara kita, dia paling rajin olah raga sama jaga pola makannya," Tutur Kak Intan panjang lebar.


"Oh, gitu ya Kak! semoga aja Kak Gery hanya kecapean ya!" Sahut Tiwi.


"Kalau dia kecapean, kayanya gak mungkin deh, dia itu paling gila kerja diantara semuanya, dia gak akan


kecapean gitu aja kalau gak ada sebab, secara dia kan rajin olah raga dan makan teratur!" Tutur Kak Intan.


Setelah berbincang cukup lama, akhirnya Tiwi dan Kak Intan tiba didepan rumah Kak Gery dan segera masuk bersamaan.


"Ini pak ongkosnya, dua orang ya!" Ucap Kak Intan sambil memberikan uang pecahan 10 ribu kepada supir.

__ADS_1


"Eh, gak usah Kak! biar Tiwi aja yang bayar!" Sanggah Tiwi.


"Udah gak apa-apa, makasih ya Pak!" Sahut Kak Intan sambil bergegas masuk ke rumah Kak Gery yang diikuti oleh Tiwi.


"Hm... makasih ya Kak," Ucap Tiwi.


"Sama-sama, kamu bawa apa sih itu?! kayanya berat banget, mau aku bantu bawakan gak?" Tawar Kak Intan.


"Gak apa-apa Kak, ini hanya makanan ringan sama buah-buahan aja ko, Tiwi masih bisa bawanya sendiri Kak"l!" Sahut Tiwi sungkan.


"Hm... ya udah, yuk masuk! kayanya aku udah lama banget gak datang ke sini, Assalamu'alaikum," Gumam Kak Intan sebelum mengucap salam.


"Wa'alaikumsalam... loh ternyata kamu Tan, sama siapa?" Tanya Kakek Kak Gery.


"Intan sama Tiwi, Kek! kebetulan tadi ketemu diangkot," Sahut Kak Intan.


"Assalamu'alaikum, Kek!" Ucap Tiwi.


"Wa'alaikumsalam nak, ayo masuk! Kakek sudah menunggumu dari tadi loh," Seru Kakek Kak Gery.


"Maaf Kek, tadi Tiwi beli buah-buahan sama makanan ringan dulu di Supermarket, jadi baru sampai sekarang!" Tutur Tiwi.


"Padahal kamu tidak usah repot-repot nak, kamu mau datang saja Kakek sudah sangat senang loh!" Sahut


Kakek Kak Gery sambil terkekeh.


"Wah, tumben kalian datang barengan" Tegur Kak Iman ikut bergabung.


"Bukan gitu Tan! eh, kamu bawa apa itu, Wi? kayanya berat deh, sini Kakak bantu simpan ke dapur!" Tutur Kak Iman mengalihkan pembicaraan.


'Ini hanya sedikit buah dan makanan ringan ko Kak, biar Tiwi aja yang menyimpannya ke dapur!" Sahut Tiwi sambil merapihkan kantong belanjaannya.


"Oh, ya udah deh kalo gitu!" Ucap Kak Iman.


"Makasih ya nak, padahal Kamu tidak usah sampai repot-repot seperti ini nak," Tutur Kakek Kak Gery.


"Gak usah sungkan Kek, Tiwi kan sekarang cucu Kakek juga," Tutur Tiwi.


"Kamu memang yang terbaik nak! ya udah, kamu juga jangan sungkan ya kalau butuh apa-apa, bilang aja langsung, anggap aja seperti dirumahmu sendiri!" Sahut Kakek Kak Gery.


"Makasih Kek! kalau gitu, Tiwi simpan ini ke dapur dulu ya!" Seru Tiwi.


"Iya nak, silahkan." Sahut Kakek Kak Gery sebelum berlalu ke kamarnya.


"Keadaan si Gery gimana sekarang?" Tanya Kak Intan.


"Kayanya udah lumayan membaik, Tan! soalnya, tadi udah ana kasih obat. Mungkin sekarang dia sedang tidur di kamarnya!" Jawab Kak Iman menjelaskan.

__ADS_1


"Suukur deh kalau memang udah mendingan! oh iya, si Fajar kemana? tadi dia bilang ikut juga ke sini, kan?!" Tutur Kak Intan.


"Kayanya dia lagi cari sarapan deh, soalnya tadi dia gak sempet makan di markas," Sahut Kak Iman.


"Oh gitu ya." Ucap Kak Intan.


Setelah selesai menyiapkan makanan dan buah-buahan yang tadi dibawanya, Tiwi kembali menghampiri Kak Iman dan Kak Intan yang disusul oleh Kak Fajar.


"Kak, Kak Fajar masih belum datang ya?!" Tegur Tiwi dengan nampan makanan dan buah-buahan di tangannya.


"Belum, Wi! kayanya bentar lagi deh!" Sahut Kak Iman.


"Eh, itu risols ya, Wi?! aku mau dong!" Tanya Kak Intan.


"Boleh Kak, ini Kak Iman juga cicipin ya!" Seru Tiwi sambil meletakkan nampan yang dibawanya.


"Emm... kayanya enak, aku coba deh satu!" Sahut Kak Iman.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Fajar menghampiri.


"Wa'alaikumsalam, Kak Fajar dari mana? ayo, Kak ikut cicipi makanannya! mumpung masih hangat," Tutur Tiwi menawarkan.


"Wah... kebetulan banget, Wi! aku mau ya," Sahut Kak Fajar menghampiri nampan yang berisi makanan.


"Kamu kelaparan ya, Jar?! hadeuh... maen langsung embat aja ente," Ucap Kak Intan yang membuat semua orang yang ada diruangan itu terkekeh.


"Eh, ana jemput Tata dulu ya! dia udah chat nih," Tutur Kak Iman sambil beranjak.


"Ok, hati-hati, Man!" Sahut Kak Intan.


Sebelum menyajikan makanan yang di bawanya untuk yang lain, Tiwi sudah lebih dulu memisahkannya untuk Kakek Kak Gery di nampan lain. Saat Kak Intan dan Kak Fajar sedang menikmati makanan yang dibawanya, Tiwi beranjak untuk memberikan makanan yang tadi dia siapkan untuk Kakek Kak Gery.


Tok...tok...tok...


"Kek, Tiwi masuk ya!" Ucap Tiwi setelah mengetuk pintu.


"Masuk aja nak, Kakek sedang mencari buku ini!" Sahut Kakek Kak Gery dari dalam kamarnya.


"Kakek sedang apa?! apa ada yang bisa Tiwi bantu?" Tanya Tiwi setelah membuka pintu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2