
“Dingin banget airnya, wah… mereka belum ada yang bangun juga ya? ana bangunin deh! woi… bangun-bangun, udah Subuh nih, cepetan bangun!” Seru Kak Iman.
“Ente berisik banget sih Man, ana masih ngantuk nih” Ucap Kak Gilang.
“Ya ampun, Lang! ente mau ketinggalan rezeki Subuh ya?! udah cepetan, bangun-bangun!" Seru Kak Iman.
"Memang sekarang jam berapa Man?" Tanya Kak Fajar.
"Jam 4 lebih, Jar! ayo cepetan bangun! sekalian bangunkan si Dani juga ya!" Tutur Kak Iman.
"Hm... ok deh," Sahut Kak Fajar sambil beranjak.
"Tumben dia belum bangun! Ger, bangun! udah Subuh!" Seru Kak Iman.
"Ana pusing banget, Man! badan ana lemes, ana Sholat sambil rebahan aja deh," Keluh Kak Gery.
"Ente kenapa, Ger? Astagfirullah! badan ente panas banget, Ger! ya udah, ente rebahan aja deh, ana carikan obat buat ente nanti!" Tutur Kak Iman.
"Makasih, Man! sorry ya,ana jadi ngerepotin ente!" Sahut Kak Gery.
"Sama-sama, Ger!" Ucap Kak Iman sambil bergegas.
Setelah selesai Sholat, Kak Iman segera mencari obat untuk diberikan pada Kak Gery.
"Alhamdulillah... Jar, ana minta tolong ambilkan air hangat untuk mengompres si Gery ya!" Seru Kak Iman.
"Oh, ok Man! emang si Gery sakit ya?!" Jawab Kak
Fajar.
"Gery kenapa Man?" Tanya Kak Dani.
"Ana juga gak tahu, Dan! kayanya dia demam karena kecapean deh!" Tutur Kak Iman.
"Apa gak sebaiknya kita bawa dia ke Rumah Sakit aja, Man?!"Seru Kak Fajar sambil memberikan air yang tadi di minta Kak Iman.
"Emm... kita tanya orangnya aja deh, takutnya dia belum kuat jalan kalau ke Rumah Sakit sekarang," Sahut Kak Iman.
Setelah diberi obat, Kak Gery berangsur membaik dan memutuskan untuk pulang dan beristirahat dirumahnya. Setelah semua setuju, akhirnya Kak Gery diantar Kak Iman dan yang lainnya pulang.
"Ini Ger, obatnya minum dulu!" Seru Kak Iman sambil memberikan obat dan air minum untuk Kak Gery.
"Ente kenapa sih Ger?" Tanya Kak Fajar.
__ADS_1
"Ana cuma kecapean, Jar! makasih, Man!" Tutur Kak Gery setelah selesai menelan obatnya.
"Ente mending pulang ke rumah aja ya, Ger! biar bisa istirahat full di sana!" Saran Kak Iman.
"Benar, Ger! lebih baik ente istirahat di rumah aja!" Sahut Kak Gilang.
"Ok deh, tapi ana mau tiduran sebentar ya! ana masih pusing nih," Tutur Kak Gery.
"Ok, kalau gitu ana panaskan dulu mobil ya! sekalian beli sarapan," Sahut Kak Iman sambil bergegas.
"Ana ikut ya, Man! ana mau sekalian pulang. Kebetulan, hari ini ana udah ada janji sama seseorang! sorry ya Ger, ana pulang duluan!" Seru Kak Dani.
"It's ok, Dan! santai aja!" Ucap Kak Gery.
Setibanya di rumah, Kak Gery langsung masuk ke kamarnya dan berbaring di atas tempat tidur. Kebetulan, hari itu kedua orangtuanya sedang berada diluar Kota dan meninggalkan Kakek Kak Gery seorang diri dirumahnya.
"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga! ente masih kuat jalan kan, Ger?" Tanya Kak Iman.
"Iya Man, ana sudah sedikit membaik, ko!" Sahut Kak Gery.
"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Fajar setelah mengetuk pintu rumah Kak Gery.
"Wa'alaikumsalam, loh... kamu kenapa, Ger? mukamu pucat begitu?!" Tanya Kakek Kak Gery setelah membuka pintu.
"Gery demam Kek! sepertinya dia kecapean deh!" Seru Kak Iman sambil memapah Kak Gery masuk.
"Tidak usah Kek, Gery cuma butuh Istirahat aja ko, sebentar lagi juga sembuh. Lagi pula, tadi Gery udah minum obat di markas," Sahut Kak Gery.
"Hm... ya udah Kek, maaf ya kita gak bisa lama-lama menemani, Gery! kebetulan hari ini kami ada keperluan. Tapi sebenarnya, Iman sendiri juga gak tega sih jika harus meninggalkan Gery dengan kondisi seperti ini," Tutur Kak Iman.
"Udah gak apa-apa, nak! jika kalian memang ada keperluan, kalian pergi aja! biar Kakek minta bantuan sepupunya aja untuk menjaga," Sahut Kakek Kak Gery.
"Benar, Man! lagi pula ana sudah jauh lebih baik ko sekarang, kalian berangkat aja, gak usah khawatirkan ana!" Seru Kak Gery.
"Hm... bener nih, Ger? kalau gitu, biar ana aja yang telepon Tata!" Ucap Kak Iman sambil menghubungkan panggilan pada Tata.
"Ya udah, biar tambah rame Kakek juga mau telepon nak Tiwi deh! biar si Gery bisa cepet sembuh!" Sahut
Kakek Kak Gery sambil terkekeh.
"Tiwi pasti sekolah, Kek!" Ucap Kak Gery.
"Udah, tenang aja! kalau urusan ke Sekolahnya bisa Kakek atur, Ger! Kakek bisa telepon Kepala Sekolahnya sekarang juga buat minta ijin langsung," Sahut Kakek Kak Gery.
__ADS_1
"Hm... kalau gitu, terserah Kakek aja deh!" Tutur Kak Gery.
"Nak, tolong cari kontak yang namanya Baskoro ya!" Seru Kakek Kak Gery sambil memberikan hpnya pada Kak Fajar.
"Boleh Kek, nah... sudah Fajar sambungkan Kek, ini hpnya," Sahut Kak Fajar setelah berhasil menghubungkan panggilan telepon.
"Terimakasih ya, nak!" Ucap Kakek Kak Gery.
Setelah menelepon Kepala Sekolah Tiwi, Kakek Kak Gery segera meletakkan kembali hpnya di atas nakas.
"Gimana, Kek? mereka bisa ijin, kan?" Tanya Kak Iman setelah melihat Kakek Kak Gery menyimpan hpnya kembali.
"Bisa dong! nah, sekarang giliran telepon orang orangnya, kamu aja ya nak yang telepon mereka!" Seru Kakek Kak Gery.
"Baik, Kek! biar Iman aja yang telepon mereka," Sahut Kak Iman.
Setelah mendapat kabar dan perintah dari Kakeknya Kak Gery lewat Kak Iman. Tata dan Tiwi akhirnya berkunjung untuk menjenguk Kak Gery. Namun sebelum sampai, Tiwi menyempatkan membeli beberapa buah segar untuk dibawanya sebagai buah tangan.
"Bu, hari ini Tiwi gak masuk Sekolah ya!" Ucap Tiwi.
"Loh, kenapa? kamu, sakit?" Tanya Ibu Tiwi sambil memberikan teh hangat untuk suaminya.
"Tiwi gak sakit, Bu! barusan, Kak Iman temannya Kak Gery telepon Tiwi. Katanya, dia di suruh Kakek Kak Gery telepon Tiwi untuk menjenguk Kak Gery dirumahnya. Kebetulan Umi sama Ayah Kak Gery lagi diluar Kota, Bu! jadi Tiwi disuruh untuk membantu merawat Kak Gery sekarang!" Tutur Tiwi panjang lebar.
"Oh... ya udah, kalau gitu kamu bareng Ayah aja rumah nak Gery kan searah dengan jalan ke kantor Ayah!" Seru ayah Tiwi.
"Ya udah, kalau gitu kamu ganti baju dulu gih! nanti sampaikan salam Ibu dan Ayah untuk Kakek Kak Gery
ya!" Sahut Ibu Tiwi.
"Iya Bu, nanti Tiwi sampaikan deh! Ayah tunggu sebentar ya, Tiwi mau ganti baju dulu?" Tutur Tiwi sambil bergegas ke kamarnya.
Beberapa saat kemudian, Tiwi telah selesai berganti baju dan segera berangkat bersama Ayahnya. Ditengah perjalanan, Tiwi meminta Ayahnya untuk menurunkannya di sebuah Supermarket yang mereka lalui untuk membeli beberapa buah-buahan segar sebagai buah tangannya nanti.
"Yah! turunkan Tiwi di Supermarket depan ya! Tiwi mau beli beberapa buah dulu untuk Kak Gery!" Seru Tiwi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘