CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 49.


__ADS_3

"Hanya mencari sebuah buku lama nak, tidak apa-apa! Kakek bisa mencarinya sendiri ko, kamu bawa apa itu?" Sahut Kakek Kak Gery.


"Oh iya, ini Kek! ada sedikit makanan yang tadi Tiwi bawa, mungkin Kakek mau mencicipinya, jadi Tiwi membawanya kesini" Tutur Tiwi.


"Wah... terimakasih banyak ya, nak! ya sudah, letakkan di atas nakas saja, biar nanti Kakek coba setelah menemukan bukunya" Seru Kakek Kak Gery


Tiba-tiba terdengar suara Kak Gery yang memanggil Kak Iman dari sebelah kamar Kakek Kak Gery.


"Man! ente masih ada du rumah, kan?!" Teriak Kak Gery dari dalam kamarnya.


"Itu suara Kak Gery ya, Kak? Tiwi periksa dulu ya!" Seru Tiwi.


"Iya nak, tolong periksa Gery ya!" Tutur Kakek Kak Gery.


"Jangan sungkan Kek, kalau begitu Tiwi ke kamarnya Kak Gery dulu ya," Sahut Tiwi sambil bergegas.


Tiwi meletakkan nampan yang tadi dia bawa terlebih dahulu di atas nakas yang ada di depan kamar Kak Gery sebelum masuk. Setelahnya, dibukanya perlahan gagang pintu kamar Kak Gery yang menampakkan sosok pujaan hatinya yang terlihat begitu pucat dan tak berdaya.


ceklek...


"Yang, kapan kamu kesini?" Tanya Kak Gery.


"Tiwi baru aja datang ko, Kakak mau minum ya?! Tiwi ambilkan dulu ya!" Tutur Tiwi sambil menuangkan air minum untuk Kak Gery.


"Makasih ya, Ayang gak ke Sekolah?" Tanya Kak Gery setelah meneguk air minumnya.


"Tiwi ijin hari ini, Kak!" Jawab Tiwi sambil menyimpan gelas yang telah digunakan oleh Kak Gery.


"Ger, kamu kenapa sih? tumben sakit kaya gini, biasanya kan kamu paling jarang sakit!" Tegur Kak Intan menghampiri bersama Kak Fajar.


"Ana cuman kecapean Tan, Ana juga manusia biasa, yang bisa sakit kapan aja," Tutur Kak Gery.


"Emm... gitu ya, tapi bukan gara-gara persiapan acara seminar kemari, kan? aku dengar, acaranya kemarin sukses besar Ger!" Sahut Kak Intan.


"Alhamdulillah Tan, acara kemarin memang sukses besar, bahkan sampai mendapat beberapa penghargaan dari beberapa investor! oh iya, kemarin kamu jadi ke kota B?" Tutur Kak Gery bertanya.


"Jadi dong! kan, berkat Abang ini juga!" Sahut Kak Intan sambil menyiku perut Kak Fajar yang duduk disampingnya.


"Aww... sakit Tan!" Pekik Kak Fajar.


"Sorry-sorry, aku cuman bercanda ko barusan!" Sahut Kak Intan.


"Hm.. ya udahlah, untung kamu yang sikut aku!" Ucap Kak Fajar yang langsung di sahuti oleh Kak Gery.


"Emangnya kalau buka si Intan yang sikut ente mau ngapain Jar?" Tanya Kak Gery.


"Ya, jelas marah lah Ger!" Jawab Kak Fajar.

__ADS_1


"Emang sesakit itu ya sikutan aku barusan, sorry ya Jar!" Sahut Kak Intan merasa bersalah.


"Gak apa-apa ok Tan, kalau kamu yang sikut aku sih, aku gak akan nolak, apalagi sikutannya sampai pelaminan" Ucap Kak Fajar terkekeh.


"Ish, apaan sih kamu, Jar!" Sahut Kak Intan tersipu.


"Oh iya, si Iman udah pulang ya" Tanya Kak Gery.


"Belum ko, dia cuman lagi jemput sepupu ente, Ger! sebentar lagi juga balik deh kayanya," Tutur Kak Fajar.


"Oh gitu ya, padahal kalian tidak usah repot-repot seperti ini, jika kalian memang ada keperluan ana gak


apa-apa ko sendiri di rumah!" Sahut Kak Gery.


"Santai aja lah Ger! ana gak punya jadwal ko hari ini, atau ente yang pengen berduaan sama si Tiwi, ya!" Goda Kak Fajar.


"Astagfirullah Jar, ente kalau ngomong asal aja deh!" Tegur Kak Gery.


"Sorry deh," Kekeh Kak Fajar.


"Ya udahlah, Jar! lebih baik kita ke luar lagi aja, biarkan si Gery istirahat, sekarang!" Seru Kak Intan yang di jawab anggukan kepala oleh Kak Fajar sambil bergegas keluar dari kamar Kak Gery.


"Tiwi juga keluar ya, Kak! Kakak istirahat aja sekarang!" Ucap Tiwi sambil beranjak dari duduknya.


Namun, dengan cekatan Kak Gery menarik tangan Tiwi hingga membuatnya hampir tersungkur menindih tubuhnya. Seketika kedua mata mereka saling beradu dan menatap, menciptakan debaran jantung yang kian memacu cepat dan bergemuruh diantara keduanya.


"Eh... Astagfirullah, maaf Kak! maaf! Kakak gak apa-apa, kan?" Tanya Tiwi setelah berhasil duduk kembali.


"Kakak baik-baik aja Yang! sepertinya kamu yang sedikit sakit sekarang, wajah Ayang sampe merah kaya udang rebus, tuh!" Sahut Kak Gery terkekeh.


"Ish! Ayang jail deh! udah ah, Tiwi mau ke luar lagi sekarang," Tutur Tiwi yang dicegah oleh Kak Gery.


"Yang! Jangan keluar dong, temani Kakak dulu disini!" Rengek Kak Gery dengan nada yang manja.


"Hm... ya udah, Tiwi sambil kupas buah aja ya!" Sahut Tiwi mengalah.


"Boleh juga, sekalian suapi ya!" Pinta Kak Gery.


"Haist, ternyata Ayang manja juga ya kalau lagi sakit! ya udah, tunggu sebentar ya, Tiwi ambilkan dulu buah-buahan nya di dapur!" Sahut Tiwi sambil beranjak.


"Jangan lama-lama ya, Yang!" Seru Kak Gery.


Tiwi akhirnya bergegas ke dapur untuk mengambil beberapa buah-buahan yang akan dia berikan kepada Kak Gery. Setelah mendapatkannya, Tiwi segera kembali ke kamar Kak Gery dan mulai mengupas buah apel untuk Kak Gery makan.


"Ayang mau buah apa?" Tanya Tiwi setelah meletakkan beberapa buah-buahan di atas nakas samping tempat tidur kak Gery.


"Apel aja deh!" Jawab Kak Gery.

__ADS_1


"Ya udah, Tiwi kupas dulu ya!" Sahut Tiwi sambil mengambil satu buah apel yang berukuran cukup besar.


Ternyata saat itu Kak Iman dan Tata baru saja tiba dan langsung menghampiri Tiwi dan Kak Gery di kamar Kak Gery.


"Assalamu'alaikum," Ucap Tata setelah tiba di ruang keluarga rumah sepupunya.


"Wa'alaikumsalam, kamu baru datang ya Ta, apa kabar?" Sahut Kak Intan.


"Alhamdulillah, Tata baik Kak! Kak Intan sendiri apa kabar? Tiwi sama Kak Gery nya dimana, Kak?" Tanya Tata.


"Mereka ada di kamar si Gery, Ta! sepertinya si Tiwi sedang menyuapinya makan buah-buahan deh! soalnya dia tadi baru ambil buah-buahan nya dari dapur!" Tutur Kak Intan panjang lebar.


"Oh gitu ya, Kak! ya udah, Tata samperin mereka dulu ya!" Sahut Tata.


"Man, pesan makanan dong! ana lapar banget nih!" Seru Kak Fajar.


"Lah, kenapa gak ente pesan sendiri aja Jar? hm... dasar tukang ngerepotin!" Sahut Kak Iman.


"Hp ana, kan gak ada aplikasi untuk pesan makanannya, Man!" Tutur Kak Fajar.


"Ente kan bisa pinjem hp si Intan, Jar!" Sahut Kak Iman.


"Hp aku lagi di charger, Man!" Ucap Kak Intan.


"Hm... gitu ya! ya udah deh, kalian mau makan apa sekarang?" Tanya Kak Iman.


"Em... aku ayam geprek aja deh!" Sahut Kak Intan.


"Ana juga, Man!" Seru Kak Fajar menambahkan.


"Yang lainnya udah pada makan juga belum? ana pesan dari Restonya si Gery aja deh, biar bisa diantar ke sini nya gak terlalu lama!" Tutur Kak Iman.


"Wah, bener Man! ente pesan dari sana aja!" Sahut Kak Fajar.


"Ya udah, ana telepon dulu si Santi deh?" Tutur Kak Iman sambil mencoba menghubungi Resto Kak Gery.


.


.


.


.


.


See you next episode... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2