CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 122.


__ADS_3

"Haist! kenapa itu terus sih, alasannya! Iya deh, Tiwi pelan-pelan jalannya!" Sahut Tiwi mencoba patuh.


"Nah, gitu dong! ini baru istrinya Aby! sini, Aby gandeng tangannya!" Seru Kak Gery seraya mengulurkan tangannya.


Setelah adu mulutnya dengan sang suami, kini Tiwi tiba di sebuah ruangan VIP yang sudah di dekor seindah mungkin dengan hiasan-hiasan berwarna biru, untuk menyambut kedua jagoan Kak Haikal dan Andrina.


"By, ini ruangannya kan? dekorasinya bagus ya, lucu lucu! Tiwi jadi pengen cepet punya baby juga, deh!" Gumam Tiwi saat mereka sudah berada di depan ruangan Andrina.


"Makannya, Ayang harus cepet sembuh! Aby juga udah gak sabar pengen punya keturunan dari kamu, Yang! ya udah yuk, kita masuk sekarang!" Sahut Kak Gery seraya mengusap tangan sang istri yang melingkar di lengannya.


"Assalamu'alaikum," Ucap Tiwi seraya melangkah menghampiri Andrina.


"Wa'alaikumsalam, Beb... kamu udah baikan sekarang? maaf ya, aku jarang tengok ke rumah, habis baby twins udah meronta ingin keluar, sih!" Sahut Andrina seraya memeluk Tiwi.


"It's ok, Drin! aku udah jauh lebih baik ko sekarang. Selamat ya, akhirnya kamu jadi Mommy juga sekarang, mana baby twins nya, Drin?" Tanya Tiwi seraya mengedarkan penglihatannya ke seisi ruangan untuk mencari keberadaan beby twins.


"Sebentar lagi mereka di bawa ke sini, ko! tapi mereka masih di dalam inkubator. Mereka masih harus berada di sana karena lahiran mereka yang prematur," Tutur Andrina setelah tahu kondisi dua jagoannya sebelum Tiwi tiba menjenguknya.


"Yah... aku jadi gak bisa lihat langsung dong, padahal aku tadi udah antusias banget loh pengen gendong mereka berdua! Tapi gak apa-apa deh, yang penting kalian semua pada sehat, Drin! semoga beby twins bisa cepet-cepet keluar dari inkubator ya," Sahut Tiwi yang di Aamiin kan Andrina dan Kak Haikal.


Tak berselang lama, kedua orangtua Andrina dan Kak Haikal datang beriringan. Mereka baru di beri kabar oleh Kak Haikal setelah persalinan Andrina selesai, sesuai permintaan Andrina yang tidak ingin merepotkan kedua orangtua dan mertuanya.


"Assalamu'alaikum! sayang, gimana keadaan kamu,nak? kenapa kalian gak kasih kabar sebelumnya, sih! Mamih benar-benar khawatir tau," Cecar Mamih Andrina setelah masuk ke dalam ruang rawat putrinya.


"Drina udah plong, Mih! Drina sengaja nyuruh Mas Haikal supaya gak hubungi kalian sebelum persalinannya selesai! Drina gak mau kalian repot. Drina, juga cuma mau menikmati momen perjuangan menjadi seorang ibu. Alhamdulillah, itu semua udah Drina lalui dengan penuh nikmat. Mih, makasih ya udah melahirkan Drina, sekarang Drina tahu betapa hebatnya perjuangan seorang ibu untuk melahirkan anaknya ke dunia dengan selamat. Makasih karena udah mencurahkan kasih sayang Mamih sama Drina, Andrina sayang Mamih! maafin Drina ya, Mih! Drina belum bisa jadi anak yang baik buat Mamih, semoga Mamih mau maafin, Drina ya Mih!" Tutur Andrina yang membuat semua orang di ruangan itu terisak haru.

__ADS_1


"Kamu ngomong apa sih Drin, itu semua udah jadi tanggung jawab seorang Ibu, nak! jadi kamu gak perlu meminta maaf sama Mamih. Karena sejatinya, seorang Ibu gak akan pernah membenci anaknya sekali pun dia melakukan kesalahan yang fatal. Mamih bangga sama kamu sayang, sekarang kamu udah semakin dewasa, semoga kedepannya rumah tangga kalian selalu di limpahi kebahagiaan dan keberkahan yang tak pernah terputus, nak!" Sahut Mamih Andrina tak kalah panjang lebar


Seketika, suasana ruangan itu berubah menjadi haru biru karena ulah kedua pasangan Ibu dan anak tersebut. Mereka saling mengungkapkan rasa bahagian dan syukur mereka dengan cara yang begitu dramatis.


...****************...


"Aby, kadonya jangan sampai tertinggal ya! Tata mau ke kamar mandi sebentar, Abi tunggu di depan rumah aja, biar Tata yang kunci pintu rumahnya!" Seru Tata saat bersiap menjenguk sahabatnya ke Rumah Sakit.


"Ayang kan tadi udah dari kamar mandi! apa akhir-akhir ini beser nya makin parah, ya?" Sahut Kak Iman yang malah mengekori istrinya ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka.


"Iya By, tapi kata Dokter ini biasa terjadi, ko kalau usia kandungannya semakin bertambah, apalagi anak kita punya berat badan yang udah cukup besar di dalam perut Tata, jadi Tata sering buang air kecil karena tertekan dari dalam karena pergerakan anak kita," Jelas Tata menuturkan sambil melenggang masuk ke dalam kamar mandi


"Hm... Aby makin gak tega sama kamu, Yang! Abi jadi makin khawatir kalau kamu lahiran, nanti! semoga semuanya berjalan lancar ya!" Sahut Kak Iman dari balik pintu kamar mandi


Hening, sejurus kemudian Kak Iman mulai cemas dengan keadaan istrinya yang masih berada di dalam kamar mandi tanpa menyahuti ucapannya tadi.


"Iya, By! Tata baik-baik aja ko! Tata lagi benerin make up dulu, bentar!" Sahut Tata yang akhirnya membuat Kak Iman lega.


"Hu... aku pikir dia kenapa-napa di dalam!" Gumam Kak Iman seraya mengusap dadanya.


Sejurus kemudian, Tata keluar dari kamar mandi dan segera mencari keberadaan suaminya yang ternyata sedang menutup jendela dan pintu-pintu rumah mereka.


"Aby! dia kemana sih?" Gumam Tata.


"Udah selesai? yuk, Abi udah tutup-tutup jendela sama pintu-pintu barusan, tinggal kunci pintu depan!" Seru Kak Iman dari arah belakang Tata.

__ADS_1


"Oh, udah semua ya, By! maaf ya, malah jadi Aby yang kerjain," Kekeh Tata di akhir ucapannya.


"Udah, gak apa-apa! yuk, sebaiknya kita berangkat sekarang! kalau engga, jalanan keburu macet," Seru Kak Iman seraya meraih bingkisan kado untuk Andrina dan kedua putranya.


Tak memakan waktu lama, sepasang suami istri itu tiba di Rumah Sakit. Kebetulan saat itu Tiwi dan Kak Gery pun masih ada, sehingga mereka bisa bertemu sekaligus reuni dadakan di Rumah Sakit.


"Assalamu'alaikum," Ucap Tata setelah mengetuk pintu sebelumnya.


"Wa'alaikumsalam," Jawab semua orang yang ada di dalam ruangan Andrina


"Wah, ternyata lagi pada kumpul, ya! Drinot, selamat ya, beb! aku ikut seneng banget, akhirnya kamu lahiran dengan selamat," Ucap Tata seraya memeluk sahabatnya.


"Makasih ya, Tetot! sekarang tinggal tunggu giliran kamu sama si Tiwi, mudah-mudahan kalian juga bisa merasakan kebahagiaan yang aku rasakan sekarang, ya!" Tutur Andrina sambil melirik ke arah kedua sahabatnya itu.


"Aamiin. Aku jadi gak bisa bayangin nanti lahiran, semoga aku juga bisa melahirkan normal seperti kamu ya, Drin!" Sahut Tata.


"Aamiin. Semoga kita selalu di beri kebahagiaan dan jalinan persahabatan yang gak akan pernah terputus, ya!" Timpal Tiwi sambil mengusap bahu Tata dengan sebelah tangannya, sedangkan tangan yang lainnya mengusap tangan Andrina yang terduduk di atas bangsalnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2