CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 81.


__ADS_3

"Permisi Kak, saya mau minta air minum?" Seru Tiwi pada salah satu seniornya yang berjaga di dekat dispenser air.


"Oh, iya silahkan! ambil sendiri aja ya, dek!" Sahut senior tersebut sambil kembali fokus pada pekerjaannya yang sedang membaca susunan acara mereka.


"Iya, Kak! terimakasih. Hm... sepertinya dispenser ini bocor deh, airnya sampai mengalir kemana-mana, aku harus ekstra hati-hati nih!" Gumam Tiwi setelah melihat kondisi dispenser kampusnya yang sedikit bocor di bagian kerannya.


Belum sempat Tiwi mengisi botol air minumnya, tiba tiba saja tubuhnya terasa melayang karena langkahnya yang melesat begitu saja di atas lantai. Hingga akhirnya, seorang pria yang tak begitu asing bagi Tiwi menangkap tubuhnya yang hampir saja terjatuh.


"Astagfirullah... kamu gak apa-apa, kan?" Tanya Kak Gery memastikan.


"I...iya, Kak! gak apa-apa, makasih udah tolong Tiwi, permisi!" Sahut Tiwi langsung bergegas.


"Yang barusan itu temannya si Tata, kan?" Batin Kak Gery seraya menatap kepergian Tiwi.


Tak lama kemudian panitia ospek pun bersiap untuk memulai acar penutupan hari itu. Kebetulan acara penutupannya akan di isi dengan acara berbagi ilmu dari salah satu alumni kampus mereka. Tiwi segera menghampiri Tata dan ikut bergabung bersama yang lainnya untuk menyimak.


"Wi, kamu dari mana aja sih? air minumnya udah dapat, kan?" Cecar Tata setelah Tiwi mendaratkan kembali bokongnya di tempat semula dia duduk.


"Udah Ta, acaranya udah mau di mulai ya?" Sahut Tiwi sambil celingukan.


"Iya Wi, kamu kenapa sih kaya orang ketakutan gitu?" Tanya Tata.


"Aku barusan ketemu Kak Gery, Ta!" Bisik Tiwi seolah takut ada yang mendengar ucapannya.


"Wah, kebetulan dong! kamu ketemu dimana? apa dia datang buat jemput aku ya?" Sahut Tata bertanya.


"Mana aku tau, Ta! tadi aku ketemu dia waktu ngambil air minum," Tutur Tiwi.


"Oh, gitu ya! ya udah, aku kirim chat aja deh!" Sahut Tata sambil mengetik beberapa kata di hpnya untuk menanyakan keberadaan sepupunya itu.


Setelah pembawa acara mengumumkan waktunya sesi berbagi ilmu, Tiwi dan Tata pun terlihat lebih antusias ketika sang senior yang tak lain yang menjadi pembawa acara tersebut memberi tahu mereka tentang siapa yang akan mengisi acara berbagi ilmunya saat itu. Semua mahasiswa dan mahasiswi baru pun bersorak saat senior memberi tahu jika narasumbernya seorang pengusaha muda sukses dan tampan yang merupakan alumni kampus mereka.


"Baiklah, untuk mempersingkat waktu, marilah kita sambut dengan meriah senior kebanggaan kampus kita bersama-sama, silahkan Kak!" Ucap senior pembawa acara.


"Bismillahirrahmanirrahim... Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," Tutur Kak Gery mulai menyapa setelah mengucap salam.

__ADS_1


Teriakan histeris dari para mahasiswi yang mengidolakan Kak Gery begitu menggema dalam ruangan tersebut. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang sampai mengutarakan perasaannya dengan berteriak lantang tanpa tau malu.


Reaksi itu berbanding terbalik dengan yang di alami Tiwi. Karena sudah terbiasa dengan kehadiran Kak Gery, dia menjadi terlihat cuek dan tak menggubris para fans dadakan tunangannya itu.


"Wah... seniornya benar-benar ganteng ya, kalau aku di minta jadi pacarnya gak akan nolak deh," Gumam Salah satu teman seangkatan Tiwi yang duduk di sampingnya.


"Iya benar! wajahnya benar-benar bening banget, bikin adem yang melihatnya ya! Ahh... sempurna banget


sih," Seru salah satu teman seangkatan Tiwi lainnya.


Tiwi sendiri memilih memainkan hpnya saat semua orang bersorak kagum pada Kak Gery, hingga akhirnya seseorang menepuk pundaknya dan memintanya untuk naik ke atas panggung.


"Eh, kamu yang tadi minta air minum kan? tolong ke atas panggung sekarang ya!" Seru salah satu senior yang sebelumnya Tiwi temui saat meminta air minum tadi.


"Saya, Kak? tapi mau apa, ya?" Tutur Tiwi bertanya.


"Udah kamu naik dulu aja!" Seru senior tersebut.


"Duh... jangan-jangan aku di sangka yang merusak dispenser lagi, gimana ini?" Batin Tiwi.


"aku juga gak tau, Ta! kayanya aku tadi gak buat kesalahan apa pun deh," Sahut Tiwi mulai beranjak dan menghampiri samping panggung.


"Baiklah, sebagai contoh dari hemat pangkal kaya, saya akan menunjukkan pada kalian sikap yang patut di puji dari mahasiswi kita yang satu ini," Ucap Kak Gery sambil melirik ke arah Tiwi dan menyuruhnya untuk naik ke atas panggung bersamanya.


Pertanyaan demi pertanyaan muncul begitu saja di benak Tiwi. Dari sekian banyak mahasiswa dan mahasiswi di sana, kenapa Kak Gery harus memilihnya untuk di jadikan contoh? apa Kak Gery mulai mengingat sesuatu lagi tentangnya ya? Entahlah, yang pasti saat ini Tiwi benar-benar canggung berada di atas panggung acara yang cukup luas itu.


"Kamu pasti ingin tau kan, kenapa saya panggil ke sini?" Tanya Kak Gery seraya menatap lekat kedua mata Tiwi.


"Emm... Iya." Sahut Tiwi sedikit gugup.


"Tenang aja, saya hanya ingin memuji kamu di sini!" Tutur Kak Gery yang membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut tergelak.


"Apa-apaan ini? apa yang sebenarnya Kak Gery lakukan sekarang? apa dia ingin mempermalukan aku, ya?" Batin Tiwi.


"Cukup! Ok, sekarang saya akan memberi tahu kalian sikap yang harus di contoh dari gadis cantik di hadapan saya ini," Ucap Kak Gery yang membuat Tiwi memicingkan matanya setelah membuat semua penontonnya bungkam.

__ADS_1


"Siapa sih cewek yang di pilih Kakak senior tampan itu? bikin iri banget deh," Gumam kerumunan mahasiswi.


"Iya, benar! beruntung banget dia," Sahut teman yang lainnya.


"Mungkin kalian bisa melihat sekilas dari penampilannya yang terlihat sederhana. Tapi ternyata, gadis ini memiliki hati dan pemikiran yang begitu kaya. Dia tidak mengedepankan gengsinya untuk meminta air minum isi ulang, yang sebagian mahasiswa lainnya mungkin akan lebih memilih membeli sebotol air mineral baru di banding meminta langsung pada panitia karena malu!" Tutur Kak Gery memaparkan penjelasannya.


"Apa Kak Gery salah minum obat, ya? kenapa dia bicara ngawur seperti ini, sih? jelas-jelas itu cuma kebiasaan aku dari sejak TK, hm... biarlah, toh semua orang di sini juga udah terkagum-kagum sama dia," Batin Tiwi bertanya-tanya.


Setelah di rasa cukup menjelaskan, Kak Gery pun mempersilahkan Tiwi untuk kembali ke tempat duduknya. Namun sebelum itu terjadi, Kak Gery sempat menggodanya dengan bergurau, jika dia mau Kak Gery bersedia berfoto dengannya.


"Ok, terimakasih. Silahkan kembali ke tempat duduknya lagi, tapi sebelumnya jika mau berfoto bersama dulu juga boleh, ko!" Tutur Kak Gery percaya diri.


Tiwi hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dan bergegas turun dari panggung dengan wajah datarnya. Kali ini dia benar-benar di permalukan oleh Kak Gery. Tiwi tidak menyangka jika sekarang sikap Kak Gery benar-benar berbeda dari sebelumnya.


"Astaga, gadis itu sombong sekali, kalau aku jadi dia, aku gak akan menyia-nyiakan kesempatan berfoto bersama itu!" Gumam kerumunan mahasiswi.


Kak Gery yang masih melihat nanar punggung Tiwi pergi pun tersenyum penuh arti Entah apa tujuannya bergurau seperti tadi, namun sekali lagi Kak Gery malah memujinya di hadapan orang-orang yang ada di dalam ruangan itu. Dia secara terang-terangan mengatakan jika dia menyukai gadis yang bisa menjaga jaraknya dengan lawan jenisnya seperti itu.


"Sombong banget Lo, huh!" Hardik para fans fanatik Kak Gery.


"Dia bukan sombong, tapi dia menjaga jarak dari lawan jenisnya, dan itu yang membuat saya suka pada gadis sepertinya. Ok, sekian sharing hari ini, akhir kata saya ucapkan terimakasih, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap Kak Gery yang membuat semua wanita di sana berargumen negatif tentang Tiwi karena iri.


.


.


.


.


.


Aku juga iri bang, sempet-sempetnya kamu godain Tiwi ya 😁 padahal kamu masih hilang ingatan loh, tapi ternyata hatinya masih konek tuh kayanya sama ayang bebeb 😁😁


See you next episode guy 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2