
Setelah mereka tiba di Studio Foto, Tata segera menghubungi Kak Iman agar dia bisa mengabadikan momen tersebut bersama sang pujaan hati.
"Kak, kita udah sampai di Studio Foto, nih! Kakak masih dimana?" Tutur Tata bertanya dalam sambungan telepon.
"Kakak udah dekat ko! Ayang gak sabaran banget, udah kangen berat ya?" Kekeh Kak Iman sambil memarkirkan mobilnya.
"Ish, ke PDan deh! Udah cepetan ke sini!" Sahut Tata.
"Iya, iya sayang. Ini juga udah sampai ko, Kakak parkir mobil dulu ya!" Ucap Kak Iman.
"Udah sampai ya? mana? Tata ko gak lihat mobilnya?" Cecar Tata seraya celingukan.
"Kamu telponan sama siapa sih, Ta?" Tegur Kak Gery.
"Tata telepon Kak Iman, Kak!" Jawab Tata.
"Iman mau ke sini juga ya? kenapa gak bilang dari tadi?" Sahut Kak Gery bertanya.
"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Iman sambil menghampiri.
"Wa'alaikumsalam, ente kenapa gak ngasih tau ana sih kalau mau ke sini," Tutur Kak Gery.
"Sengaja, Ger! biar jadi kejutan," Kekeh Kak Iman.
"Ente ada-ada aja, Man." Sahut Kak Gery sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya udah, kalau gitu kita masuk sekarang aja yuk!" Seru Tata bersemangat.
"Kalian pacaran ya?" Tanya Kak Gery setelah melihat kedekatan Tata dan Kak Iman.
"Bukan pacaran lagi, Ger! tapi calon istri. Sebentar lagi ana mau melamar sepupu ente ini," Sahut Kak Iman percaya diri.
"Apa itu benar, Ta? sejak kapan kalian jadi dekat seperti ini? Kakak ko gak tau?" Tanya Kak Gery.
"Ente jelas gak tau dan gak ingat lah, Ger! ente kan lagi amnesia." Batin Kak Iman.
"Udah lumayan lama ko, Kak! Kakak pasti gak ingat ya, Kakak kan Amnesia." Sahut Tata menjelaskan.
"Astagfirullah... jadi selama ini kalian udah sampai tahap itu ya. Selamat deh bro, ana doakan yang terbaik untuk kalian." Tutur Kak Gery sambil menepuk sebelah bahu Kak Iman.
"Aamiin, syukron Ger, dan semoga Amnesia ente juga segera sembuh ya." Sahut Kak Iman membalas doa.
"Aamiin... terimakasih Man. Ya udah, kalian berfoto aja, Ta! kita para Adam tunggu di sini aja deh." Tutur Kak Gery.
"Ko, tunggu di sini sih? kalian juga ikut masuk lah! kita kan mau bikin foto kenang-kenangan sama kalian juga." Seru Tata.
"Iya, Kak! momen ini kan hanya terjadi sekali seumur hidup. Jadi kita ingin mengabadikannya." Tutur Tiwi menambahkan.
"Ayo, Ger! lagi pula kasihan mereka udah berdandan secantik ini, masa mau di anggurin gitu aja." Sahut
Kak Iman.
"Gue setuju, Ger! ayo! lebih baik kita masuk sekarang, kebetulan yang punya Studio ini masih teman gue, jadi kita bisa sepuasnya berfoto hari ini." Seru Kak Haikal.
"Wah... kalau gitu kita langsung pilih view-nya sekarang yuk, Wi, Ta! aku jadi gak sabar pengen cepet-cepet berpose," Ucap Andrina penuh semangat.
"Dasar bocah bar-bar, dimana-mana pasti bikin heboh " Gumam Kak Haikal.
"Biarin, wle... biar bar-bar, tapi tetap cantik kan!" Tutur Andrina percaya diri.
__ADS_1
"Astaga, el..." Sahut Kak Haikal yang langsung di sanggah oleh Tiwi.
"Udah-udah, kalian jangan ribut terus, dong! sebaiknya kita masuk sekarang! ayo!" Seru Tiwi melerai.
"Iya, Drin! ayo kita masuk sekarang!" Sahut Tata.
"Kalian gak usah buru-buru, gue udah booking studionya ko, jadi kalian bisa tenang dan sepuasnya berfoto hari ini!" Ucap Kak Haikal.
"Yang bener Kak? wah... Kak Haikal benar-benar tajir ternyata." Sahut Andrina.
"CK!" Decak Kak Haikal merasa paling keren.
"Seharusnya Kakak gak perlu sampai booking seharian full, kita bisa ko berbaur dengan yang lainnya sambil menunggu," Tutur Tiwi merasa sungkan.
"Gak apa-apalah, Wi! sekali-sekali, gue pengen Lo happy bareng sahabat-sahabat Lo," Sahut Kak Haikal.
"Udah, Wi! kita nikmati aja momen hari ini, kan jarang jarang ada orang yang traktir kita booking studio foto kaya gini," Ucap Andrina.
"Ish, kamu malu-maluin aja deh, Drin! jaim sedikit kenapa sih!" Sahut Tata tak habis pikir dengan sahabatnya yang satu itu.
"Mungkin sahabat kamu masih susah move on, Ta! jadi dia melampiaskan kekesalannya dengan bertingkah bar-bar seperti itu" Tutur Kak Gery.
"Hm... bisa jadi sih. Ya udah lah, lebih baik kita masuk sekarang, dari tadi kita gak jadi terus mau masuk, nanti keburu sore lagi!" Sahut Tata mengintruksi.
Setelah memilih view untuk background berfoto, mereka segera bersiap untuk berpose. Awalnya mereka berfoto per orangan, setelahnya mereka melanjutkan foto grup dan foto pasangan.
"Ok, siapa yang mau pertama nih?" Tanya fotografer.
"Aku duluan ya guys!" Ucap Andrina.
"Boleh, Drin! sana gih berpose yang cantik, biar mantan kamu nyesel udah selingkuhin kamu," Kekeh Tata. Namun bukannya bersedih, Andrina malah semakin percaya diri setelah Tata memberi dukungan tersebut.
"Wah... gue jadi penasaran sama pose sahabat elo itu, Wi! dia benar-benar bar-bar ya sampai PD banget gitu," Ucap Kak Haikal.
"Udahlah, Kak! jangan mengkritiknya terus, nanti Kakak benar-benar jatuh cinta sama dia loh!" Sahut Tiwi.
"Ish, amit-amit deh kalau gue sampai jatuh cinta sama bocah aneh itu. Mending juga sama kamu, Wi!$ Tutur Kak Haikal sambil mencoba merangkul Tiwi, namun dengan sigap Tiwi menghindar.
Tanpa mereka sadari, ternyata sedari tadi Kak Gery memperhatikan mereka berdua. Kak Gery benar-benar merasa kesal saat melihat Kak Haikal hendak menyentuh Tiwi. Kak Gery sempat bertanya sendiri dalam hatinya. Kenapa aku bisa kesal saat melihat Tiwi di dekati Haikal? sebenarnya ada apa dengan perasaanku ini?.
"Ta! Wi! giliran kalian tuh!" Ucap Andrina mendaratkan bokongnya di tempat duduk samping Kak Haikal.
"Hei! jangan duduk di situ! gue gak mau ya deket deket sama Lo." Usir Kak Haikal.
"Ish, Kakak kenapa sih sewot terus? hati-hati Kak, nanti Kakak jatuh cinta loh sama aku." Goda Andrina.
"Jangan ngarep deh, Lo! gue gak akan pernah suka sama bocah aneh macam Lo. Elo bukan tipe gue banget tau gak." Tutur Kak Haikal.
"Ya udah kalau gak mau ngaku, tapi awas aja ya kalau nanti Kakak..." Sahut Andrina langsung di sanggah oleh Kak Haikal.
"Stop! stop! stop! elo gak usah nerusin ucapan basi elo itu deh, sebaiknya elo sekarang diam dan fokus
membenahi diri, supaya elo gak di selingkuhin lagi sama cowok Lo itu!" Seru Kak Haikal.
"Kita udah putus tau! buat apa benahi diri lagi? tapi ada benarnya juga, sih! aku kan harus cari pengganti cowok brengsek itu. Thanks ya, Kak! udah beri tahu aku. Ternyata selain tajir dan tampan, Kakak juga bijak ya. Sempurna deh pokonya, tapi sayangnya Kakak juga bukan tipe aku." Sahut Andrina datar di akhir ucapannya.
"Apa dia bilang? astaga, bocah ini benar-benar bikin gue naik darah, arrrr..." Batin Kak Haikal.
"Ta, kamu duluan aja." Ucap Tiwi.
__ADS_1
"kamu yakin gak mau duluan?" Tanya Tata.
"Iya, kamu duluan aja, Ta!" Sahut Tiwi.
"Ya udah, aku duluan ya!" Ucap Tata.
Setelah mengikuti sesi pemotretan perorangan, mereka akhirnya tiba pada sesi pemotretan grup dan pasangan. Sebelumnya Tata ternyata sudah mengatur rencana agar mereka berpasang-pasangan untuk membuat Kak Gery sedikit cemburu pada Tiwi.
Namun sayangnya, rencananya itu harus gagal karena Tiwi kebelet pipis dan Kak Gery malah tak sengaja membasahi jas yang dikenakannya ketika hendak meneguk air minum. Al hasil mereka berdua sama-sama pergi ke toilet dengan tujuannya masing-masing.
"Wah, sekarang tinggal sesi pemotretan pasangan nih, aku sama Kak Iman duluan ya!" Tutur Tata.
"Iya, Ta! Kalian duluan aja," Sahut Tiwi.
"Wi, kamu sakit ya?" Tanya Andrina.
"Engga ko, emangnya kenapa, Drin?" Sahut Tiwi.
"Kamu kelihatan pucat soalnya, kamu baik-baik aja kan?" Tutur Andrina memastikan.
" oba gue liat? ah, elo ngada-ngada aja deh! si Tiwi cantik gini ko, di bilang pucat sih," Sahut Kak Haikal sambil memegang kedua bahu Tiwi untuk memeriksa wajah Tiwi yang di katakan pucat oleh Andrina.
Seketika Kak Gery tersedak saat hendak meminum air mineral. Entah mengapa emosinya kian memuncak saat melihat Kak Haikal benar-benar menyentuh Tiwi.
"Kakak gak apa-apa?" Tanya Tiwi khawatir.
"Iya, gak apa-apa! tapi sepertinya Kakak harus ke toilet sekarang. Jas Kak jadi basah gara-gara terkena air," Sahut Kak Gery sambil membuka jas yang dia kenakan.
"Wah... kalau basah kaya itu lebih baik Kakak pinjam jas lain aja ke bagian kostum, biasanya mereka juga
menyediakan jas untuk di pinjamkan ko!" Seru Andrina.
"Tapi, kan Kakak gak akan berfoto, jadi buat apa Kakak pinjam Jas di sini?" Tutur Kak Gery.
"Kata siapa Kakak gak akan di foto, terus nanti yang temani aku foto siapa dong, si Tiwi kan sudah ada
pasangannya sama Kak Haikal, Kak! please ya temani Andrina," Bujuk Andrina sedikit merengek.
"Emm... ok, deh! ya udah, Kakak pinjam dulu jas nya!" Sahut Kak Gery.
"Duh... aku ko jadi pengen buang air kecil ya!" Gumam Tiwi.
"Elo nervous ya, Wi? ya udah, lebih baik elo ke toilet aja dulu!" Saran Kak Haikal.
"Iya Kak, Tiwi ke toilet dulu deh," Tutur Tiwi beranjak.
"Eh, mau kemana, Wi?" Tanya Andrina.
"Aku pengen ke toilet, Drin! Udah kebelet nih, nanti kamu duluan aja sama Kak Gery pemotretannya," Sahut Tiwi sebelum bergegas ke toilet.
.
.
.
.
.
__ADS_1
see you next episode 😘😘😘