
"Oh, kalian sudah pulang ya?" Ucap Ayah Tiwi yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Iya, Om! Maaf ya Gery antar Tiwi nya terlalu larut," Sahut Kak Gery.
"Tidak apa-apa nak, kalian habis kehujanan ya? ya udah, lebih baik kalian mengeringkan diri dulu saja!"
Seru Ayah Tiwi khawatir.
"Iya Om, Gery permisi ke kamar mandi dulu ya," Sahut Kak Gery sambil bergegas ke kamar mandi.
Selang beberapa menit, akhirnya Tiwi dan Kak Gery telah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Ibu Tiwi segera mengajak mereka untuk makan, karena khawatir jika mereka berdua belum makan malam.
"Yang, apa Kakak terlihat aneh ya dengan pakaian Ayah kamu?" Bisik Kak Gery setelah mereka sampai di ruang makan sambil menarik-narik pakaian yang dia kenakan karena kekecilan.
"Engga ko, Kakak cocok ko, menggunakannya!" Sahut Tiwi sambil terkekeh.
"Hm... kamu pasti sedang mengejek Kakak ya," Tutur Kak Gery.
"Ish, Kakak gak percayaan banget deh, udah yuk kita makan sekarang, Tiwi udah lapar nih!" Seru Tiwi.
"Ok, ngomong-ngomong sekarang jam berapa ya?" Tanya Kak Gery.
"Sekarang jam 10 malam, Kak! kenapa? apa Kakak kepikiran Umi sama Ayah ya?" Sahut Tiwi bertanya.
"Kakak hanya ingin tahu kabarnya aja, ya udah sebaiknya kita makan dulu aja sekarang, biar nanti Kaka telepon Umi aja." Tutur Kak Gery melirik ke arah makanan di hadapannya
"Ok, Tiwi ambilkan buat Kakak, ya!" Sahut Tiwi sambil mengisi piring Kak Gery dengan makanan.
"Terimakasih sayang, kamu juga harus makan yang banyak ya," Ucap Kak Gery.
"Ok!" Kekeh Tiwi.
Malam semakin larut, namun hujan saat itu tidak kunjung reda. Akhirnya Kak Gery terpaksa menginap di rumah Tiwi, apalagi kedua orangtuanya Tiwi yang terus meminta Kak Gery untuk tinggal.
"Nak Gery sebaiknya menginap saja malam ini, di luar hujannya masih sangat deras!" Tutur Ayah Tiwi yang
kini duduk berkumpul di ruang keluarga rumahnya.
"Terimakasih Om, Gery tunggu hujannya reda saja!" Sahut Kak Gery sungkan.
"Ini sudah larut nak, Ibu khawatir jika kamu memaksakan pulang, sebaiknya nak Gery menginap saja ya!" Seru Ibu Tiwi membujuk.
"iya Kak, lagi pula malam ini Kakek dan Kak Desi juga menginap di rumah paman, jadi di rumah sedikit sepi,
Kakak menginap saja ya!" Bujuk Tiwi.
"Emm... gimana ya?" Gumam Kak Gery.
"Tiwi telepon Umi deh buat kasih kabar," Sahut Tiwi sambil meraih hpnya.
"Hm... ya udah, terserah kamu aja deh," Ucap Kak Gery pasrah.
__ADS_1
"Ya udah, kalau gitu biar Tiwi siapkan kamarnya sebentar ya!" Tutur Tiwi beranjak.
Akhirnya malam itu Kak Gery pun menginap di rumah Tiwi. Meski sebenarnya Kak Gery merasa canggung, namun dia merasa beruntung karena Tiwi dan kedua orangtuanya begitu peduli pada dirinya.
Keesokan harinya, Tiwi bangun lebih awal dan langsung bergegas bersiap untuk berangkat ke Sekolah. Dia hampir saja lupa jika semalam Kak Gery benar-benar menginap di rumahnya.
"Kamu mau berangkat sepagi ini ya, Wi?" Tanya Ayah Tiwi di ruang makan.
"Iya yah, Tiwi harus selesaikan persiapan untuk acara Gelar Seni soalnya," Sahut Tiwi tanpa beban.
"Lah, terus nak Gery bagaimana? apa kamu mau tinggalin dia begitu saja?" Tutur Ayah Tiwi.
"Astagfirullah... Tiwi lupa Yah," Sahut Tiwi sambil menepuk keningnya sendiri.
"Ya ampun Wi, kamu kecil-kecil udah pikun ya," Tutur Ibu Tiwi terkekeh.
"Kak Gery udah bangun ya, Bu?" Sahut Tiwi sedikit memelankan suaranya.
"Dia udah bangun sebelum Subuh tadi, Wi! Dia juga sempat membantu Ibu membuat sarapan tadi," Tutur Ibu Tiwi.
"Duh... ini pasti gara-gara Tiwi terlalu fokus sama susunan acaranya semalaman, jadi Tiwi lupa kalau Kak Geri nginep," Gumam Tiwi merutuki sikapnya sendiri.
"Ya udah, sebaiknya kamu panggil dia sekarang, ajak sarapan bareng!" Seru Ayah Tiwi.
"Iya, Yah." Sahut Tiwi.
Kebetulan, Kak Gery saat itu baru saja akan keluar dari kamar tamu rumah Tiwi saat Tiwi hendak mengetuk pintu kamarnya, sehingga Tiwi terkejut bagaikan melihat hantu.
"Astagfirullah... Kakak ngagetin Tiwi aja deh!" Ucap Tiwi sebelum berhasil mengetuk pintu.
"Hufff... ini efek kaget, Kak! Kakak sih," Gerutu Tiwi.
"Lah... kenapa jadi Kakak yang salah?" Tutur Kak Gery bingung.
"Ya, iya lah Kakak yang salah, kenapa gak bilang-bilang coba buka pintunya, Tiwi kan jadi kaget!" Sahut Tiwi seraya mengerucutkan bibirnya.
"Ya udah deh sorry... oh iya, Yang! Kakak boleh tanya sesuatu gak?" Tutur Kak Gery mengalihkan pembicaraan.
"Apa?" Sahut Tiwi ketus.
"Ish! marahnya udah dulu dong! nanti cantiknya hilang loh," Tutur Kak Gery.
"Biarin, udah yuk! kita sarapan sekarang aja, Tiwi juga udah lapar banget, nih!" Sahut Tiwi siap bergegas.
"Ok, tapi jawab dulu pertanyaan Kakak ya!" Tutur Kak Gery memegang sebelah tangan Tiwi untuk mencegahnya pergi
"Kakak mau tanya apa?" Tanya Tiwi.
"Kenapa akhir-akhir ini kamu jarang banget panggil Kakak sayang?" Tutur Kak Gery bertanya.
"Hm... Tiwi kira Kakak mau tanya apa, Tiwi hanya belum terbiasa aja, Kak! apa lagi akhir-akhir ini kita
__ADS_1
selalu berhadapan dengan banyak orang, jadi Tiwi terbiasa memanggil Kakak lagi," Sahut Tiwi.
"Tapi sekarang panggil sayang lagi ya, Kakak kangen banget kamu panggil sayang, sebenarnya sejak semalam Kakak memikirkan tentang hal ini, tapi jika memang itu alasannya Kakak percaya, ko!" Tutur Kakak Gery panjang lebar.
"Em... ok deh, sa...yang." Sahut Tiwi mengeja perkataannya.
"Kamu sengaja menggoda Kakak ya!" Ucap Kak Gery.
"Ish bukannya tadi Kakak sendiri yang minta di panggil sayang lagi ya, ko sekarang malah tuduh Tiwi yang godain sih" Protes Tiwi mengerucutkan bibirnya.
"He... bercanda sayang, ya udah yuk! kita sarapan sekarang, bukannya tadi kamu bilang udah lapar banget ya?" Bujuk Kak Gery sambil menggandeng sebelah tangan Tiwi.
"Hm... ya udah deh, ayo!" Sahut Tiwi seraya menyunggingkan senyum.
Di ruang makan...
"Wah... nak Gery sudah sangat rapi, apa kalian mau berangkat bersama ya, pagi ini?" Tegur Ayah Tiwi.
"Iya Om, kebetulan hari ini Gery juga harus ke Kampus," Tutur Kak Gery.
"Ya udah, kalian sarapan dulu ya sekarang, biar ada tenaga untuk berkegiatan!" Seru Ibu Tiwi.
"Terimakasih banyak ya Bu, Om!" Ucap Kak Gery tulus.
"Jangan sungkan nak, ayo kita sarapan!" Sahut Ayah Tiwi.
Setelah selesai sarapan, Kak Gery dan Tiwi bersiap berangkat ke tujuan mereka masing-masing. Sebelumnya, Tiwi sudah memesan taksi online yang akan mereka gunakan sebagai transportasi pagi itu.
"Yang, Tiwi nanti langsung ke Sekolah ya, gak apa-apa kan?" Tanya Tiwi setelah berada di dalam taksi.
"Iya sayang, kamu jangan terlalu cape ya, jangan lupa makan juga, ok!" Sahut Kak Gery sambil mengusap pucuk kepala Tiwi.
"Siap bos, tapi apa Ayang benar-benar mau ke Kampus hari ini? kenapa tidak memberitahu Tiwi sebelumnya?" Tutur Tiwi.
"Tadi pagi Dosen Kakak tiba-tiba menelepon, Kakak memang seharusnya ke Kampus hari ini, tapi sepertinya Kakak akan pulang ke rumah dulu untuk berganti pakaian dan mengambil beberapa buku yang di butuhkan" Sahut Kak Gery menjelaskan.
"Oh, gitu ya." Ucap Tiwi.
"Kenapa? kamu gak percaya ya, Kakak telepon Dosennya sekarang deh biar kamu yakin!" Tutur Kak Gery.
"Ish... Tiwi percaya ko! ya udah, bentar lagi Tiwi turun, Ayang nanti berangkatnya hati-hati ya!" Seru Tiwi.
"Siap calon makmu ku," Ucap Kak Gery yang membuat kedua pipi Tiwi merona.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode... 😘😘😘