CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 22.


__ADS_3

“Wa'alaikumsalam... hati-hati ya, Miss you!" Ucap Kak Gery yang membuat Tiwi seketika tersipu setelah mendengar kalimat terakhir yang Kak Gery ucapkan.


Tiwi akhirnya berangkat sendiri ke Rumah Sakit. Kebetulan saat itu Tiwi bertemu dengan temannya, Rosa. Jadi Tiwi sedikit terhibur dan bisa berbincang meski hanya sebentar hingga akhirnya, nama Tiwi pun di sebut untuk giliran di periksa.


“Masih lama gak ya? apa aku beli dulu air minum aja ya? ya udah deh beli dulu aja,” Gumam Tiwi bermonolog.


“Wi?” Seru Rosa memanggil.


“Hai Cha, kamu lagi apa di sini?” Tanya Tiwi setelah menghampiri.


“Aku nemenin Ibu berobat, Wi! kamu sendiri lagi apa di sini?” Sahut Rosa balik bertanya.


“Oh… aku mau cek up, Cha! kemarin aku habis Operasi lambung, soalnya!" Tutur Tiwi menjelaskan.


“Astagfirullah, ko bisa sih, Wi? eh kita sambil duduk aja yuk!” Ajak Rosa seraya menggiring Tiwi ke sebuah kursi tunggu.


“Iya Cha, tapi aku beli air minum dulu ya!" Sahut Tiwi sambil melangkah ke arah kantin yang tak jauh dari tempat mereka hendak duduk.


Tak lama kemudian Tiwi pun menghampiri Rosa dengan air mineral yang di belinya.


“Udah Wi beli minumnya?” Tanya Rosa setelah Tiwi menghampirinya lagi.


“Udah Cha, Ibu kamu udah masuk ruang periksa ya?" Sahut Tiwi sambil mendaratkan bokongnya di kursi tunggu.


“Iya Wi, ehh itu dia… aku pulang duluan ya, Wi! kamu gak apa-apa kan?” Ucap Rosa sambil menunjuk ke arah Ibunya.


“Oh, gak apa-apa ko, Cha! kamu duluan aja, kasian Ibu kamu kalau harus nunggu lama, kalian hati-hati di jalan ya!" Seru Tiwi sambil mengusap lembut sebelah bahu temannya.


"Iya Wi, kalau gitu aku pulang duluan ya, dah!” Seru Rosa seraya melambaikan tangannya.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya nama Tiwi di panggil untuk melakukan pemeriksaannya.


“Tiwi Citra Pratiwi,” Seru salah satu Suster.


“Saya Sus!" Sahut Tiwi seraya beranjak dan bergegas menghampiri ruangan Dokter.

__ADS_1


“Silahkan duduk! apa ada keluhan?" Tanya Dokter Sisi setelah Tiwi duduk di kursi sebrang meja kerjanya.


"Sepertinya masih sama seperti sebelumnya Dok, hanya saja rasa sakit di sekitaran bekas Operasinya sudah tidak sesakit kemarin," Tutur Tiwi menjelaskan seraya memegang perutnya.


"Oh begitu ya! kita coba periksa dulu aja ya!" Seru Dokter Sisi sambil mengarahkan Tiwi agar naik ke bangsal pemeriksaan.


Setelah selesai di periksa, Tiwi segera menebus obat yang Dokter Sisi resep kan untuknya dan bergegas pulang.


“Assalamu’alaikum… Bu, Tiwi pulang!" Seru Tiwi seraya masuk ke dalam rumahnya.


“Wa'alaikumsalam, bagaimana hasil cek up nya, Wi?" Tanya Ibu Tiwi seraya menyusun pakaiannya yang baru saja di setrika.


“Alhamdulillah semuanya baik-baik aja Bu,” Jawab Tiwi sambil menyunggingkan senyumnya.


“Alhamdulillah, kalau kamu mau makan ambil di meja ya, Ibu udah siapkan tadi!" Tutur Ibu Tiwi bergegas kembali masuk ke kamarnya untuk menyimpan baju yang baru saja di setrika.


“Iya Bu, nanti aja deh! Tiwi mau istirahat dulu sekarang," Sahut Tiwi seraya melangkahkan kakinya ke arah kamarnya.


Akhirnya Tiwi merebahkan badannya di tempat tidur, belum sempat Tiwi memejamkan matanya, hp nya tiba-tiba saja berbunyi, tanda dia mendapatkan Chat masuk dari seseorang.


“Hm... padahal kan aku beneran gak apa-apa! tapi niatnya beneran serius banget ya, emm… ya udah deh aku balas gini aja," Gumam Tiwi seraya mengetik balasan Chat untuk Kak Gery.


"Gak apa-apa Kak, Tiwi mengerti ko! tapi kalau Kakak memang mau ajak Tiwi jalan-jalan sih boleh banget! he... tapi itu pun kalau Tiwi udah benar-benar sembuh ya!" Isi balasan Chat Tiwi.


“Iya, sayang! kalau gitu nanti sehabis lebaran, In Sya Allah Kakak akan ajak kamu jalan-jalan deh, jadi kamu harus cepat sembuh ya!" Balas Kak Gery lewat chat.


“Eh! Kak Gery udah berani panggil aku sayang ya di chat? ya ampun, ko aku jadi nervous sendiri ya?! kira-kira kalau ketemu langsung, Kak Gery berani gak ya bilang sayang juga kaya di chat nya?! Astagfirullah, ko aku membayangkannya kejauhan, ya! malu banget deh kayanya kalau sampai bener kejadian! mending aku balas dulu chat nya aja deh!" Gumam Tiwi tersipu sendiri setelah membaca balasan Chat dari Kak Gery seraya mengirim kembali balasan untuk Kak Gery.


"Aamiin... semoga kita semua di beri kesehatan dan usia yang panjang ya, Kak!" Balas Tiwi lewat chat nya.


Tak terasa hari Raya Idul Fitri pun semakin dekat, Tiwi yang saat itu sudah sembuh memilih membantu Ibunya berbenah rumah untuk menyambut sanak saudaranya yang akan datang di hari Raya nanti.


Malam itu tepatnya, malam takbir. Tiwi di sibukkan dengan kegiatan memasak membantu Ibunya. Setelah selesai, Tiwi di suruh Ibunya untuk mengantarkan sedikit makanan yang mereka buat tadi kepada sanak saudaranya yang tinggal di dekat rumah.


“Wi! tolong antar kan rantang ini ke rumah Bi Atik ya!" Seru Ibu Tiwi sambil meletakkan susunan rantang yang sudah terisi penuh dengan berbagai masakannya.

__ADS_1


“Iya Bu!" Sahut Tiwi seraya bergegas mencuci tangannya yang baru saja selesai membuat puding.


“Nanti jangan lupa bawa lagi rantang nya ya!" Ucap Ibu Tiwi mengingatkan.


Setelah selesai mencuci tangannya, Tiwi segera bergegas ke rumah Bibinya yang terletak tak jauh dari rumahnya.


Tok…tok..tok…


"Assalamu’alaikum," Ucap Tiwi setelah mengetuk pintu rumah Bi Atik.


“Wa’alaikumsalam… eh kamu Wi, ayo masuk! kamu bawa apa itu?” Tanya Bi Atik setelah membukakan pintu rumahnya dan melenggang masuk.


“Ini masakan dari Ibu, Bi! Rantang nya mau Tiwi ambil lagi ya kalau sudah di pindahkan isinya!" Sahut Tiwi seraya menyerahkan rantang yang dia bawa pada Bi Atik.


“Wah… Ibu kamu masih aja suka kirim-kirim seperti ini ya, padahal kan gak usah repot-repot, Wi! ya udah tunggu sebentar ya! Bibi pindahkan dulu makanannya,” Tutur Bi Atik sambil bergegas ke arah dapur rumahnya.


“Iya Bi," Sahut Tiwi sambil mendaratkan bokongnya di kursi ruang tamu rumah Bi Atik.


Tak lama kemudian Bu Atik pun mengembalikan rantang yang di bawa Tiwi tadi dengan isian di dalamnya.


“Ko rantang nya seperti masih ada isinya Bi?" Tanya Tiwi setelah Bi Atik memberikan kembali rantang nya pada Tiwi.


“Itu masakan Bibi, Wi! cuman sedikit ko, lumayan buat icip-icip! ya udah, nanti tolong ucapkan terimakasih dari Bibi buat Ibumu ya!" Ucap Bi Atik sambil menepuk pelan sebelah bahu Tiwi yang sudah beranjak dari duduknya sejak Bi Atik menghampirinya.


“In Sya Allah Bi, nanti Tiwi sampaikan pada Ibu! terimakasih juga ya masakannya, kalau gitu Tiwi pamit lagi ya Bi, Assalamu'alaikum," Sahut Tiwi berpamitan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode guys... 😘😘😘


__ADS_2