CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 89.


__ADS_3

"Ayo, Ger jalan lagi!" Seru Umi Kak Gery bersemangat.


"Umi, sebenarnya kita mau kemana sih? terus belanjaan segitu banyak buat siapa?" Cecar Kak Gery.


"Udahlah, sebaiknya kita jalan dulu aja, Ger! nanti kamu juga tau ko kalau udah sampai," Tutur Umi Kak Gery.


"Hm... terserah Umi deh," Sahut Kak Gery sambil menghidupkan mesin mobilnya.


Di tengah perjalanan, ternyata Umi Kak Gery mendapat kabar yang mengharuskannya kembali ke kantor, sehingga tujuannya untuk mengunjungi rumah sang calon menantu harus urung dan gagal. Akhirnya Kak Gery Kembali mengantar sang Ibunda ke kantornya dan berniat kembali ke rumahnya setelah mengantar Umi nya ke kantor.


...****************...


"Kak! Kak Haikal!" Panggil Andrina memastikan jika suaminya sudah tertidur pulas.


"Kayanya Kak Haikal udah tidur deh, aku harus bangun sekarang, kalau engga aku bisa pegel di peluk terus kaya gini!" Batin Andrina sambil mengangkat tangan Kak Haikal yang melingkar di perutnya.


"Emm... mau kemana sayang, ini masih pagi!" Gumam Kak Haikal yang terusik dengan pergerakan Andrina.


"Aku... mau ke toilet Kak, lepas dulu ya tangannya, aku udah gak tahan, nih!" Sahut Andrina mencari alasan.


"Tapi kamu tadi udah dari toilet, Yang! apa kamu sakit ya? kamu gak apa-apa kan?" Tanya Kak Haikal khawatir yang kini merubah posisinya menjadi duduk berhadapan dengan sang istri.


"A... aku gak apa-apa ko, aku cuman pengen kencing sekalian cuci muka aja," Sahut Andrina gugup.


"Bener, cuma mau kencing dan cuci muka?" Tanya Kak Haikal memastikan.


"Ihh, ya benarlah! masa aku bohong sih! lagi pula aku itu sehat Wal Afiat, tau!" Gerutu Andrina.


"Hm... ya udah, jangan lama-lama ya, Kakak masih pengen tidur sama kamu soalnya," Ucap Kak Haikal yang kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Huuh... syukurlah, aku harus bergegas nih, kalau enggak aku gak akan bisa kabur hari ini," Batin Andrina sambil beranjak keluar dari kamar.


Kak Haikal sama sekali tidak berpikir jika istrinya itu akan mengelabuinya untuk keluar dari apartemen. Dia benar-benar menyangka, jika Andrina benar-benar pergi ke toilet untuk menuntaskan hajatnya dan mencuci muka seperti yang dia katakan istrinya tadi.


"Aku dosa gak ya bohongi Kak Haikal kaya gini? tapi aku benar-benar harus pergi sekarang, aku masih belum siap dekat-dekat kaya tadi sama dia! sebaiknya aku cari duo sohib dulu deh, aku benar benar butuh tempat yang nyaman untuk meluapkan perasaan aku saat ini. Maafkan Drina ya, Kak! Drina gak akan pergi lama-lama ko," Gumam Andrina saat menyambar tas selempang yang akan dia gunakan.


Sambil mengendap-endap, Andrina melancarkan aksinya untuk keluar dari apartemen. Setelah di rasa aman, Andrina segera menaiki angkutan umum untuk mengunjungi salah satu rumah sahabatnya.


Tok...tok...tok...


"Assalamu'alaikum," Ucap Andrina.


"Wa'alaikumsalam... loh, Drin! bukannya kamu hari ini pindahan ya?" Tanya Tiwi setelah membuka pintu rumahnya.

__ADS_1


"Nanti aku ceritakan deh, aku boleh masuk dulu kan, Wi?" Tutur Andrina yang di jawab anggukan kepala oleh Tiwi dan mengajak sahabatnya itu masuk ke kamarnya.


"Kamu kenapa sih, Drin? pagi-pagi gini udah di tekuk aja mukanya? harusnya pengantin baru itu berseri seri, ceria! bukan kaya kain kusut gitu!" Ucap Tiwi sambil mendaratkan bokongnya di atas tempat tidur setelah menutup kembali pintu kamarnya.


"Aku kangen sama kamu, Wi!" Sahut Andrina yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tiwi.


"Gak usah drama deh, Drin! aku itu udah hafal sifat kamu! bohong banget deh kalau kamu kangen aku, ayo cepetan cerita! ada masalah apa, hem?" Cecar Tiwi


Andrina pun menghela nafasnya secara kasar, dia membaringkan tubuh mungilnya ke atas tempat tidur sahabatnya itu dengan pasrah. Setelah di rasa cukup tenang, dia pun mulai menceritakan berbagai hal yang terjadi padanya malam kemarin pada sahabatnya itu.


"Apa kedua orangtua Kak Haikal juga udah tau dan setuju ya?" Tanya Tiwi setelah Andrina selesai menjelaskan semua yang dia alami.


"Mereka sangat mendukungnya, Wi! aku jadi gak ada celah untuk menolak, dan akhirnya malam itu juga aku dinikahkan!" Isak Andrina.


"Hm... lalu apa masalahnya sekarang? bukannya dulu kamu pernah bilang ya sama aku, kalau kamu juga sempat naksir sama Kak Haikal, seharusnya sekarang kamu senang dong, bahkan kamu sekarang udah miliki dia seutuhnya!" Sahut Tiwi.


"Entah lah Wi, aku juga bingung, mungkin aku cuma masih belum siap aja menerima kenyataannya," Tutur Andrina lirih.


"Drin, seharusnya kamu bersyukur dan mencoba menerima kehadiran Kak Haikal yang bahkan mau merubah sikapnya setelah menikahi kami. kamu benar-benar beruntung Drin bisa menikah dengan orang yang kamu suka," Sahut Tiwi sambil memalingkan pandangannya ke arah jendela kamarnya.


"Duh... aku salah ngomong ya, Wi! sorry ya, aku gak bermaksud buat kamu sedih, beb!" Ucap Andrina sambil beranjak untuk memeluk Tiwi dari samping.


"Kamu gak salah, ko Drin! jangan pikirkan apa pun lagi ya, aku turut berbahagia atas pernikahan dadakan kamu itu, semoga kamu cepat-cepat di beri momongan ya!" Sahut Tiwi terkekeh untuk menghibur sahabatnya itu.


"Boleh!" Sahut Tiwi tak kalah bersemangat.


"Ya udah, kalau gitu kamu siap-siap gih, aku juga mau poles sedikit wajahku ah, biar segeran dikit!" Tutur Andrina.


"Terserah kamu deh, Drin! Kalau gitu aku ganti dulu baju, ya!" Sahut Tiwi bergegas menghampiri lemari pakaiannya dan memilih salah satu pakaian untuk dia kenakan sore itu.


Setelah selesai berganti pakaian dan merias diri senatural mungkin, akhirnya Tiwi dan Andrina berangkat menuju rumah Tata, setelah sebelumnya mengirim Chat padanya. Namun sayangnya hujan tiba-tiba saja turun dan membasahi jalanan yang akan mereka lalui.


"Duh... aku lupa bawa payung, Wi! kamu bawa gak?" Tanya Andrina saat mereka menunggu taksi yang sudah di pesan sebelumnya.


"Sama, Drin! aku juga lupa bawa, gimana dong? apa aku balik lagi ke rumah aja ya ambil payung dulu?" Ucap Tiwi yang kini meneduh di pinggiran warung di depan gang rumahnya.


"Lama lagi Wi, ini taksinya udah dekat ko, kita tunggu aja ya!" Sahut Andrina.


"Emm... ya udah deh," Ucap Tiwi pasrah.


Tak lama kemudian, taksi yang mereka pesan pun tiba, dan membawa penumpangnya ke alamat tujuan yang sudah di tentukan. Namun di pertengahan jalanan, Andrina dan Tiwi sempat melihat sosok yang begitu mirip dengan Kak Haikal yang sedang berjalan menyusuri trotoar tanpa alas kaki dan payung yang melindunginya dari hujan.


"Drin, itu kaya suami kamu, deh!" Ucap Tiwi.

__ADS_1


"Iya, Wi! kayanya itu memang Kak Haikal, tapi buat apa dia jalan-jalan di trotoar gitu? hujan-hujanan pula! gak ada kerjaan banget sih," Sahut Andrina yang malah asik merutuki suaminya sendiri.


"Pak! stop, Pak!" Ucap Tiwi.


"Kenapa kita berhenti di sini, Wi? kita kan masih belum sampai?" Tanya Andrina yang membuat Tiwi benar-benar geram.


"Turun, Drin! ini Pak ongkosnya! kita turun di sini aja," Tutur Tiwi tegas.


"Makasih neng! hati-hati, diluar masih hujan deras," Sahut sang sopir taksi mengingatkan.


"Iya pak, makasih ya udah mengingatkan," Ucap Tiwi yang langsung membawa sahabatnya itu menghampiri Kak Haikal yang masih berjalan di tengah guyuran hujan.


"Wi! kamu mau bawa aku kemana sih? ini hujannya deras Lo, aku gak mau kalau kita jadi sakit nantinya," Tutur Andrina.


"Udah, kamu jangan banyak bicara, Drin! sebaiknya kamu persiapkan diri aja untuk memberikan alasan yang tepat sama suami kamu sekarang!" Sahut Tiwi yang sudah sangat geram dengan kelakuan sahabatnya itu.


Kebetulan arah rumah Tata melewati kembali jalanan apartemen Kak Haikal, sehingga mereka bisa menyaksikan langsung aksi konyol Kak Haikal yang mencari istrinya di tengah guyuran hujan.


"Kak!" Seru Tiwi memanggil.


"Drina? Yang, kamu gak apa-apa, kan? Kakak benar-benar khawatir sama kamu, Kakak pikir kamu benar-benar sakit dan pergi ke Rumah sakit sendirian," Tutur Kak Haikal yang langsung memeluk Andrina di hadapan Tiwi.


"Drin, sepertinya aku harus pulang sekarang, biar aku kirim chat lagi aja nanti sama Tata, kalian masuklah dulu ke apartemen, sepertinya Kak Haikal butuh penjelasan kamu sekarang!" Pamit Tiwi.


Andrina sendiri baru tersadar jika tubuh suaminya benar-benar sudah basah kuyup saat itu. Akhirnya tanpa menunggu lagi, dia segera mengajak Kak Haikal untuk kembali ke apartemennya dan membiarkan Tiwi pergi meninggalkan mereka.


"Maaf..." Ucap Andrina penuh sesal.


"Kamu gak perlu minta maaf sayang, Kakak yang salah, Kakak minta maaf ya!" Sahut Kak Haikal.


"Sebaiknya kita pulang sekarang ya! Kakak benar-benar basah kuyup sekarang, Drina gak mau kalau Kakak sampai sakit!" Seru Andrina.


.


.


.


.


.


See you next episode 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2