CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 31.


__ADS_3

Setelah selesai Sholat, mereka pun bergiliran dan membantu Bi Iyem untuk membuat sarapan.


“Alhamdulillah," Ucap Tata setelah keluar dari kamar mandi sambil merapihkan pakaiannya.


“Udah selesai kan, Ta! Kak, Kak Intan mau duluan gak?” Tanya Tiwi seraya melirik ke arah Kak Intan yang masih duduk di atas tempat tidurnya.


“Iya Wi, aku duluan ya ke kamar mandinya!" Sahut Kak Intan seraya beranjak sambil mengumpulkan kesadarannya.


“Hati-hati Kak!" Ucap Tiwi mengingatkan setelah melihat langkah Kak Intan yang terlihat sempoyongan.


Tiwi akhirnya selesai mandi dan langsung bergegas ke dapur untuk membantu Bi Iyem menyiapkan sarapan.


“Pagi Bi!” Sapa Tiwi menghampiri.


“Pagi juga Non, wah... Non Tiwi hari ini cantik sekali, mau keluar lagi ya Non?" Sahut Bi Iyem setelah melihat penampilan Tiwi yang begitu cantik dan rapih.


“Cuma mau keliling sekitaran sini aja ko Bi! Tiwi bantu ya!" Seru Tiwi sambil duduk di samping Bi Iyem yang sedang memilih sayuran segar.


“Gak usah, Non! nanti Non jadi bau lagi pakaiannya, biar Bibi aja ya Non! Non tunggu aja, lagi pula ini sudah hampir selesai ko,” Cegah Bi Iyem.


“Hm... ya udah deh, kalau gitu Tiwi bantu cuci buah-buahan nya aja ya!" Sahut Tiwi setelah menghela kasar nafasnya sambil meraih keranjang buah-buahan yang belum di cuci.


Tiba-tiba Kak Gery menghampiri ke dapur untuk mengambil air minum.


“Pagi Den! Aden butuh sesuatu?” Tanya Bi Iyem setelah melihat cucu majikannya menghampiri area dapur.


“Cuma mau minum Bi!" Jawab Kak Gery seraya melenggang ke arah dispenser air yang berada tak jauh dari tempat Tiwi mencuci buah-buahan.


“Oh... Bibi pikir Aden mau sarapan duluan, ya udah Den, Bibi mau ambil dulu sisa sayuran di kebun ya! Non! Bibi ambil sayuran dulu ya di kebun, kalau butuh apa-apa nanti langsung panggil aja ya! permisi Den, Non!" Ujar Bi Iyem sebelum melenggang pergi ke arah kebun.


“Iya Bi!" Sahut Tiwi yang masih fokus mencuci buah-buahan.


“Pagi Yang! udah cantik gini mau kemana sih?” Goda Kak Gery setelah mendekatkan mulutnya di telinga Tiwi.

__ADS_1


“Astagfirullah, Kakak ngagetin aja deh!" Ucap Tiwi seraya mengatur detak jantungnya yang masih berpacu kencang karena jarak wajah Kak Gery yang benar-benar begitu dekat dengan wajahnya setelah dia menoleh.


“Hehe... Ayang, mau kemana sih? ko hari ini cantik banget?” Tutur Kak Gery kembali bertanya.


“Gak usah pura-pura amnesia deh! Kakak kan udah janji mau ajak Tiwi berkeliling hari ini! awas ya kalau bohong!" Sahut Tiwi sambil melayangkan jari telunjuknya ke depan wajah Kak Gery.


“Masa sih? kapan Kakak ajak kamu, Yang?” Goda Kak Gery sambil memasukkan kedua tangannya di masing-masing saku celana yang dia pakai.


“Ish... Kakak nyebelin deh, ya udah kalau gitu Tiwi ganti baju lagi aja deh! Tiwi juga gak bakal keluar kamar sampe kita pulang!" Rajuk Tiwi seraya melenggang dengan menghentakkan kakinya.


“Eits… jangan marah dulu dong! Kakak gak mungkin bohong lah sama kamu, kamu kalau lagi marah gitu bikin Kakak makin gemes deh!" Cegah Kak Gery yang berhasil mencekal tangan Tiwi yang membuatnya berhenti dari langkahnya.


"Dasar tukang gombal!" Ucap Tiwi seraya mengulum senyumnya.


“Hehe…  ya udah, Kakak siap-siap dulu ya! nanti abis sarapan, kita langsung jalan, ok!” Tutur Kak Gery yang mendapat anggukan kepala dari Tiwi sebagai tanda setuju darinya.


Setelah selesai sarapan, Kak Gery pun bersiap-siap mengajak Tiwi untuk berkeliling. Tanpa mereka kira, ternyata hari itu semua teman-teman Kak Gery pun sama-sama memiliki kegiatan masing-masing yang menjadi tujuan mereka. Sehingga setelah mereka selesai makan, mereka pun bergegas bersiap juga untuk berangkat ke tujuan mereka masing-masing.


“Alhamdulillah… Kek! habis ini Tiwi mau berkeliling sama Kak Gery, Kakek mau titip sesuatu gak?" Seru Tiwi setelah menghabiskan sarapannya.


“Cie… yang mau ngedate," Goda Kak Iman sambil menyenggol lengan Kak Gery dengan lengannya.


“Apaan sih Man, bukannya ente juga mau ngedate juga ya hari ini?!" Sahut Kak Gery.


“Hehe... iya sih, gimana kalau kita doble date? sepertinya gak buruk juga!" Seru Kak Iman seraya mengacungkan jari telunjuknya ke udara


“Emm... boleh! tapi ana nanti mau ke suatu tempat dulu, nanti kita janjian di pusat per belanjaannya aja ya!” Sahut Kak Gery yang mendapat anggukan dari Kak Iman sebagai tanda paham.


“Siap Ger!" Ucap Kak Iman.


"Oh iya Kek, Iman mau minta ijin buat ajak Tata jalan-jalan boleh kan?" Tanya Kak Iman setelah beralih menghadap Kakek Kak Gery.


“Lah... memangnya dari tadi Kakek ngomong gak boleh ya?! asal kalian tau waktu dan tau batasan saja!" Kekeh Kakek Kak Gery.

__ADS_1


“Jadi beneran boleh nih Kek? asik… terimakasih banyak ya Kek!" Ucap Kak Iman antusias.


“Hahaha… ya udah, yang terpenting kalian bisa jaga diri baik-baik, ok! Kakek mau ke kebun sekarang deh, kalian hati-hati ya,” Sahut Kakek Kak Gery seraya beranjak dari duduknya.


“Siap Kek,” Ucap Kak Iman seraya memberi hormat layaknya seorang prajurit.


Akhirnya Tiwi dan yang lainnya menghabiskan sisa liburan mereka hari itu.


Setelah menghabiskan banyak waktu dengan berkeliling ke berbagai tempat. Tiwi akhirnya memutuskan untuk melihat berbagai sovenir yang berjejer di sepanjang jalanan Malioboro. Karena keasikan melihat-lihat sovenir, Tiwi sampai tak menyadari jika dirinya sudah terpisah jauh dari keberadaan Kak Gery yang sama-sama sedang asik berburu sovenir untuk dia beli.


Tiwi yang saat itu belum tau jalan, akhirnya tersadar ketika dia di hadang oleh beberapa turis asing yang sedang mabuk minuman keras. Waktu itu Tiwi hampir saja mendapatkan pelecehan dari orang asing tersebut, beruntung Kak Intan dan Kak Fajar tak sengaja lewat dan melihatnya. Hingga akhirnya, Kak Intan dan Kak Fajar bisa menolongnya.


“Wah… gelangnya bagus-bagus ya Kak!" Ucap Tiwi seraya memilah-milih beberapa gelang yang di pajang oleh para pedagang sovenir.


“Iya Yang! Kamu suka banget ya sama gelang? Kakak belikan ya!" Sahut Kak Gery sambil memilih gelang terbaik dari semua gelang yang di pajang.


“Gak usah Kak! Tiwi lihat-lihat dulu sebelah sana ya!" Seru Tiwi seraya bergeser ke penjual sebelah yang memajangkan beberapa sovenirnya.


“Hm... baiklah, Kakak juga mau cari ke sebelah sana dulu ya!" Sahut Kak Gery sambil menunjuk ke salah satu penjual sovenir.


“Oh, ok!" Jawab Tiwi.


Setelah asik melihat-lihat, Tiwi akhirnya mengedarkan pandangannya yang baru tersadar jika dirinya sudah terlalu jauh menyusuri lapak-lapak pedagang sovenir, begitu juga dengan Kak Gery yang masih asik memilih kalung yang akan di belinya untuk Tiwi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Dukungannya Mommy tunggu ya guys...


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2