
Pintu kamar pun di buka lebar oleh Kak Gery supaya memudahkan sang istri untuk masuk. Sejurus kemudian, setelah berhasil masuk ke dalam kamar. Tiwi di buat takjub dengan interior dan fasilitas yang ada di kamar hotel tersebut. Bak seorang turis yang sedang berkeliling di sebuah Museum bersejarah, Tiwi mulai mengitari ruangan luas mirip villa tersebut sambil bergumam penuh rasa takjub dengan pilihan suaminya.
"Aby, kenapa Aby pilih kamar di hotel ini?" Tanya Tiwi sambil melihat-lihat interior ruangan kamar mewah
tersebut.
"Ya, karena hotel ini memang yang terbaik, selain itu fasilitas dan pelayanannya sangat lengkap, jadi Aby pilih hotel ini, lagi pula hotel ini masih milik keluarganya Haikal, Bun! jadi Aby udah sangat hafal dengan servis hotel ini," Tutur Kak Gery menjelaskan.
"Permalamnya pasti mahal, Aby gak lagi foya-foya lagi, kan? dari pada di pakai memesan hotel seperti ini, sebaiknya kita sumbangkan aja uangnya ke panti asuhan, mereka pasti lebih membutuhkan, By!" Sahut Tiwi yang kemudian mendaratkan bokongnya di sebuah sofa ruang tamu kamar hotel tersebut.
"Sekali-kali nyenengin istri gak apa-apa lah, sini biar Aby pijit kakinya!" Seru Kak Gery seraya menepuk sebelah pahanya agar Tiwi menaikkan kakinya ke atasnya.
"By, Al bakal cari kita gak ya? Tiwi khawatir kalau dia jadi rewel sama Kak Viola," Lirih Tiwi yang tiba-tiba saja jiwa keibuannya muncul kepermukaan.
"In Syaa Allah gak akan, Bun! lagi pula Aby udah suruh Mba Cika sama Pak Slamet buat temani dia selama menginap di rumahnya Viola, ko! jadi Al bisa pulang kapan aja nanti," Tutur Kak Gery mengelus lembut kepala istrinya dengan sebelah tangan.
"Semoga Al betah, deh! By, ada air minum gak? Tiwi haus nih," Sahut Tiwi.
"Ada dong, Bunda mau minum apa? tapi jangan minum air es dulu ya, Bunda masih ingat kan apa kata Dokter kemarin," Ucap Kak Gery seraya menurunkan kaki istrinya yang dia pijit sebelumnya.
"Yah... mana enak By kalau gak dingin, dikit aja, deh! Tiwi lagi pengen minum es teh manis nih," Bujuk Tiwi dengan wajah memelas.
"Ha... ya udah deh, sekali lagi ini aja ya Bun, besok-besok pokoknya gak ada lagi es, ok!" Tegas Kak Gery seraya beranjak menyiapkan pesanan istrinya.
"By, gulanya jangan terlalu manis ya!" Seru Tiwi masih di posisinya duduk bersandar di sofa.
...****************...
"Mas, baby Twin sudah aman, kan! semoga aja mereka anteng sama Oma, Opah nya ya!" Tutur Andrina yang kini tengah duduk di samping kursi kemudi mobil mewah suaminya.
"Mereka pasti anteng, Yang! kamu tenang aja, apalagi tadi aku udah belikan mereka mainan baru, jadi mereka pasti anteng di sana," Sahut Kak Haikal seraya tetap fokus mengemudi.
"Mas, kamu udah yakin mau nambah momongan?" Tanya Andrina lirih.
"Yakin dong, kalau bisa tiap tahun kita produksi ya, Yang! aku mau punya anak yang banyak dari kamu, biar kita jadi keluarga besar," Tutur Kak Haikal mantap.
__ADS_1
"Astaghfirullah, ya engga tiap tahun juga dong Mas, bisa-bisa Drina jebol dong," Sahut Andrina yang membuat suaminya terkekeh.
"Ya udah terserah Ayang siapnya aja, deh!" Ucap Kak Haikal seraya mengusap sebelah punggung tangan
istrinya.
Tak butuh waktu yang lama mereka akhirnya tiba di lobi sebuah hotel. Andrina tampak antusias dengan ajakan suaminya kali ini, mereka sudah sepakat untuk memiliki momongan kembali setelah kedua baby twin mereka tumbuh dewasa dan siap memiliki adik.
"Mas, ini masih hotel milik Mamih, kan?" Seru Andrina sambil mengamati ke sekeliling bangunan gedung bertingkat nan mewah tersebut.
"Ya, dan sekarang aku yang mengelolanya, kenapa? apa kamu ingin berkeliling dulu sebelum ke kamar kita?" Tawar Kak Haikal setelah menerima kunci kamar mereka dari seorang resepsionis yang mereka hampiri di lobi hotel.
"Boleh, lagi pula ini kan masih sore, yuk!" Ajak Andrina sambil bergelayut manja di sebelah lengan suaminya seraya melenggang pergi mengelilingi gedung bertingkat nan mewah milik keluarga suaminya itu.
...****************...
"Yang, ayo cepet! nanti Caca keburu bangun!" Seru Kak Iman sambil berbisik seraya melangkahkan kakinya pelan-pelan keluar dari rumah mertuanya.
"Iya By, ayo!" Sahut Tata sambil mengekor suaminya ke arah garasi rumah orangtuanya.
"Alhamdulillah, semoga Caca tidurnya pulas ya," Ucap Kak Iman setelah berhasil memasuki mobilnya.
"Ok, Bismillah..." Sahut Kak Iman seraya menghidupkan mesin mobilnya dan melaju ke tempat tujuan mereka.
Kurang lebih 40 menit Kak Iman dan Tata berhasil sampai di tempat tujuan mereka, Tata memilih membaringkan tubuhnya terlebih dahulu di atas tempat tidur setelah raganya memasuki sebuah ruangan bak kamar raja tersebut.
"Yang, mandi dulu gih! kita kan baru saja sampai," Seru Kak Iman sambil menyimpan sebuah koper kecil berisi pakaiannya dengan sang istri di sebuah lemari yang terletak tak jauh dari letak kamar mandi kamar mewah tersebut.
"Iya-iya, bentar lagi ya, By! ha... untung kemarin Abi terima Voucher nya, jadi kita bisa nikmatin fasilitas hotel bintang lima ini deh," Sahut Tata seraya beranjak membuka pintu Kaca yang mengarah ke balkon luas kamar hotel tersebut.
"Yang, ko malah ke balkon? kita mandi dulu yuk! Abi udah gerah banget nih," Tegur Kak Iman yang membuat Tata mau tidak mau kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Abi duluan aja deh, Tata mau buat makanan dulu bentar buat cemilan," Sahut Tata menghampiri lemari pendingin yang tersedia di dalam kamar tersebut.
"Ya udah, Abi tolong buatkan kopi sekalian ya!" Tutur Kak Iman sebelum benar-benar melenggang masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Ok!" Ucap Tata seraya melancarkan aksinya.
...****************...
"Alhamdulillah... seger banget By, makasih ya," Ucap Tiwi seraya menyimpan kembali segelas teh manis buatan suaminya yang baru saja dia teguk.
"Sama-sama, Bun! kita ke balkon yuk! kayanya cuaca sore ini bagus, deh!" Seru Kak Gery yang di turuti oleh Tiwi sambil beranjak dari sofa nyaman yang menopangnya duduk.
"Ma Syaa Allah, pemandangannya benar-benar indah ya, By!" Ucap Tiwi setelah berhasil sampai di balkon kamar hotel super mewah tersebut sambil di peluk sang suami dari belakang.
"Ciptaan Allah itu tidak ada yang sia-sia, Bun. Semoga anak cucu kita kelak masih bisa menikmati pemandangan indah ini ya," Tutur Kak Gery seraya mengecup belakang kepala Tiwi.
"Aamiin... By, kita foto yuk! terus kita kirim sama Tata dan Andrina, siapa tau mereka mau susul kita ke sini!" Usul Tiwi sambil membalikkan tubuhnya ke arah sang suami.
"Boleh, tapi apa gak akan mengganggu waktu berduaan kita? Aby kan mau berduaan aja sama Bunda," Sahut Kak Gery seraya menarik pinggang Tiwi dan mengecup sekilas bib** ranum istrinya.
"In Syaa Allah gak akan, By! lagi pula Tiwi kan cuma kasih tau mereka tempat kita sekarang, siapa tau mereka juga mau honeymoon lagi kaya kita," Ujar Tiwi sambil melingkarkan kedua lengannya di leher sang suami.
"Emm... ya udah, biar Aby yang ambil fotonya deh, sini hpnya!" Seru Kak Gery sambil mengatur posisinya untuk berfoto bersama sang istri dengan latar pemandangan indah di atas kamar hotel mereka.
"By, udah kan fotonya? Tiwi mau ke kamar mandi, duh... udah gak tahan pengen kencing," Ucap Tiwi tiba-tiba.
...****************...
"Mas, Kamu gak ada jadwal ke luar negri lagi kan bulan ini?" Tanya Andrina setelah mereka tiba di dalam kamar hotel dan melenggang ke arah balkon kamar super mewah hotel tersebut.
"Emm... kayanya sih gak ada, kenapa? maaf ya, akhir akhir ini aku gak bisa bantu kamu jagain si kembar, Yang!" Tutur Kak Haikal lirih sambil mendaratkan bokongnya di sebuah kursi balkon di samping sang istri.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘