CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 23.


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Tiwi di kejutkan dengan kehadiran Kak Gery dan Kakeknya yang sudah duduk manis di ruang tamu rumahnya. Setelah menyimpan rantang yang di bawanya tadi, Tiwi segera kembali menghampiri Kak Gery dan Kakeknya.


“Assalamu’alaikum," Ucap Tiwi sambil memasuki rumahnya.


"Wa'alaikumsalam, kamu dari mana nak?" Sahut Kakek Kak Gery setelah melihat Tiwi masuk.


"Kakek, Kak Gery... kalian sejak kapan datang? Tiwi simpan dulu rantang ya!" Tutur Tiwi bergegas menyimpan rantang nya di atas meja makan.


“Kami baru saja sampai ko! tenang saja," Sahut Kakek Kak Gery seraya menyeruput teh hangat yang sudah tersedia di atas meja ruang tamu rumah Tiwi.


“Kamu habis dari mana Wi?” Tanya Kak Gery setelah Tiwi kembali menghampiri.


"Tiwi habis mengantar masakan Ibu buat Bi Atik, Kak! Kalian sengaja main ke sini, ya?!" Sahut Tiwi sambil mendaratkan bokongnya di kursi samping Kakek Kak Gery.


"Iya Wi, dan kebetulan ada yang ingin Kakak bicarakan sama kamu! tapi kita di teras aja ya ngobrolnya!" Seru Kak Gery seraya beranjak dari duduknya.


“Emm... boleh deh, tapi Kakek bagaimana?" Tutur Tiwi merasa tak enak meninggalkan Kakek Kak Gery di ruang tamu sendirian.


"Tidak apa-apa nak, Kakek juga sedang menunggu Kakek kamu ko! dia barusan sedang ke kamar mandi, mungkin sebentar lagi juga selesai," Sahut Kakek Kak Gery sambil menunjukkan seulas senyumnya.


"Oh, Kakek juga sudah datang ya?! ya udah deh, kalau gitu Tiwi tinggal ke teras dulu ya Kek!" Ucap Tiwi seraya mengikuti Kak Gery yang sudah lebih dulu beranjak dari duduknya.


“Iya nak silahkan," Sahut Kakek Kak Gery.


Sesampainya di teras rumah, Tiwi segera menanyakan maksud Kak Gery yang mengajaknya berbicara. Ternyata saat itu Kak Gery berencana mengajak Tiwi ke Yogyakarta untuk mengantar Kakeknya pulang sekaligus memenuhi undangan manggung grup Nasyid nya.


“Kak, katanya habis lebaran Kakek mau pulang kampung ya? sayang banget ya gak bisa lama-lama di sini," Tutur Tiwi setelah keduanya duduk di kursi teras yang bersebelahan yang hanya


terhalang meja kecil di tengahnya.


“Iya sayang, sepertinya Kakek masih ada urusan penting di sana, padahal semua keluarga juga sudah melarangnya pulang, tapi Kakek tetep saja ngotot!" Sahut Kak Gery yang seketika membuat pipi Tiwi merona.


“Kak Gery ternyata berani juga ya bilang sayang secara langsung, duh... benar kan yang aku pikirkan sebelumnya, sekarang aku malah jadi malu sendiri nih," Batin Tiwi.

__ADS_1


"Sayang, kamu tidak keberatan kan jika Kakak panggil begitu sekarang?" Tegur Kak Gery menyadarkan lamunan Tiwi.


"Eh...i...iya Kak, terserah Kakak aja deh," Sahut Tiwi canggung.


“Kamu pasti masih merasa aneh ya?! mulai sekarang kita harus biasakan panggilan itu, ya!" Ucap Kak Gery yang mendapat anggukan dari Tiwi sebagai jawaban.


"Oh iya Yang, sebenarnya Kakak mau ajak kamu ke Yogyakarta untuk mengantar Kakek pulang! sekalian menghadiri undangan manggung Nasyid Kakak nanti, kamu ikut ya! Kakak bakal tambah semangat kalau kamu mau ikut, Yang!" Seru Kak Gery membujuk.


“Emm... gimana ya? Tiwi harus minta ijin dulu sama Ayah sama Ibu, Kak!" Sahut Tiwi sambil menundukkan kepalanya.


“Ayah sudah mengijinkan, ko! tadi Kakak sudah membicarakannya dengan beliau, jadi kamu tinggal siapkan keperluan kamu aja buat nanti selama di perjalanan dan tinggal di sana beberapa hari," Tutur Kak Gery panjang lebar.


“Tapi... selama ini, Tiwi belum pernah bepergian jauh jauh Kak, jadi...” Sahut Tiwi yang langsung disanggah oleh Kak Gery.


“Sudah tenang saja, Kakak akan selalu ada di samping kamu, Yang! kamu jangan takut lagi ya!" Tutur Kak Gery seraya menarik sebelah tangan Tiwi untuk dia kecup lembut di bagian punggung tangannya.


Dan hal itu berhasil membuat detak jantung Tiwi berdetak tak karuan. Kedua pipinya pun memerah karena tersipu. Tiwi benar-benar jadi salah tingkah dengan perlakuan lembut Kak Gery tersebut.


“Sudahlah, jangan memikirkan yang macam-macam lagi, ok! pokoknya Kakak ingin kita bisa habiskan waktu bersama di sana, hitung-hitung masa pendekatan dan liburan," Sanggah Kak Gery seraya menepuk-nepuk pelan punggung tangan Tiwi yang masih dia genggam.


“Hm... ya udah deh! terus berangkatnya kapan Kak?” Sahut Tiwi mencoba menetralkan perasaannya.


“In Sya Allah 2 hari setelah lebaran, Yang!" Tutur Kak Gery yang kembali mengecup punggung tangan Tiwi dengan lembut.


“Berapa lama?” Tanya Tiwi memastikan.


“Kamu maunya berapa hari?! Kakak sih maunya selama mungkin, yang jelas asal terus sama-sama kamu!" Tutur Kak Gery yang tak henti menciumi punggung tangan Tiwi yang entah sejak kapan menjadi candunya untuk dia kecup.


“Haist! kalau kelamaan, Tiwi keburu masuk Sekolah, Kak! gimana kalau 3 hari aja?! kayanya cukup lama deh?!" Ujar Tiwi yang berhasil menghentikan Kak Gery dari kegiatan candunya.


“Lah... berarti nanti di sananya cuman satu hari dong?! kalau seperti itu kapan kita jalan-jalannya, Yang? apa lagi, Kakak harus manggung dulu nanti!" Sahut Kak Gery berkomentar.


“Emm... ya udah, Tiwi tambah satu hari lagi deh, gimana?! cukup kan?!" Tutur Tiwi bernegosiasi.

__ADS_1


“Ok deh, besok kamu ada rencana kemana? Kakak antar ya!" Tanya Kak Gery yang kembali pada kegiatan candunya.


“Sepertinya besok Tiwi hanya ke pemakaman Nenek aja deh, Kak! biasanya hari pertama lebaran semua keluarga Tiwi berkunjung ke rumah, jadi Tiwi jarang kemana-mana lagi setelah dari pemakaman,” Tutur Tiwi menjelaskan.


Entah kenapa kegiatan candu Kak Gery itu seperti membius Tiwi, dia tak merasa risih sedikit pun, bahkan dia seperti begitu nyaman dengan perlakuan lembut Kak Gery tersebut.


“Gitu ya! ya udah, lebih baik sekarang kamu istirahat ya, Yang! biar cepat sembuh dan gak sakit lagi!" Tutur


Kak Gery seraya mengusap kepala Tiwi dengan lembut dan menyunggingkan senyum terbaiknya.


“Tapi Tiwi masih belum ngantuk Kak, nanti aja deh istirahatnya!" Sahut Tiwi sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.


“Kalau gitu, gimana kalau kita nonton film komedi legendaris lagi? kebetulan kakak udah download filmnya kemarin, gimana? kamu mau gak?!" Seru Kak Gery sambil merogoh saku jaketnya untuk mengambil hpnya yang tersimpan di sana.


“Wah… boleh banget Kak, ayo! kita tonton sekarang ya,!" Sahut Tiwi antusias.


“Sabar, Yang! Kakak cari dulu di play list nya ya, emm... nah, ini! Lanjutan film yang waktu di Rumah Sakit itu, kamu masih ingat kan?" Tutur Kak Gery sambil menunjukkan layar hpnya yang menampilkan film komedi yang pernah mereka lihat bersama saat di Rumah Sakit.


"Oh iya, waktu itu kita menontonnya belum tamat, kan! ya udah putar sekarang aja Kak, Tiwi benar-benar udah gak sabar nih ingin menontonnya!" Seru Tiwi bersemangat.


Entah bagaimana, malam itu Tiwi dan Kak Gery menjadi lebih dekat dan akrab, mungkin karena hobi mereka yang sama-sama menyukai film-film komedi legendaris. Mereka berdua akhirnya tertawa terbahak-bahak menonton film komedi yang diputar Kak Gery di hpnya. Hingga akhirnya, Kakek Kak Gery menghampiri mereka dan mengajak Kak Gery untuk pulang.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan komentar terbaik kalian ya guys, sertakan juga like, gift, vote dan rate-nya, see you next episode... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2