CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 112.


__ADS_3

"Apa? mesum? awas aja! malam ini Mas lahap kamu sampai pagi!" Ucap Kak Haikal seraya menggelitik tubuh Andrina.


...****************...


Tepat pukul 11 siang, Kak Gery sudah mengantarkan Tami ke rumahnya. Dia benar-benar sudah tidak tahan jika harus berlama-lama dengan perempuan gila itu. Sebelumnya Kak Gery sudah meminta bantuan Uminya supaya meneleponnya setelah dia selesai mengantar Tami pulang dari Rumah Sakit. Umi Kak Gery sangat mengerti dengan perasaan anaknya, sehingga tidak perlu di minta pun Umi Kak Gery pasti menolongnya sebisa mungkin.


"Sirry Tam, aku angkat dulu telepon ya!" Ucap Kak Gery seraya beranjak untuk melepaskan pelukan Tami di lengannya.


"Dari siapa, sih? pasti dari gadis tengil itu ya! udah tutup aja! aku masih pengen di temani kamu, Ger!" Ucap Tami dengan manjanya yang membuat Kak Gery semakin muak pada perempuan itu.


"Ini dari Umi, Tam!" Sahut Kak Gery memperlihatkan nama yang tertera di layar hpnya.


"Oh, Tante Mirna ya! ya udah angkat aja, tapi jangan lama-lama ya!" Tutur Tami melepaskan dekapan tangannya yang semula melingkar erat di lengan Kak Gery.


"Assalamu'alaikum Mi, ada apa? oh, sekarang ya Mi? apa? ya udah Gery jemput sekarang deh Mi, Assalamu'alaikum!" Ucap Kak Gery berakting.


"Kenapa Ger? apa yang Tante Mirna bilang?" Tanya Tami.


"Aku di suruh jemput Kakek, Tam! katanya beliau mau pulang ke Yogya! tapi parahnya, Kakek udah pesan tiket kereta, jadi aku harus bergegas sekarang untuk mengantarkannya ke stasiun!" Tutur Kak Gery seraya bergegas meraih kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja tamu rumah Tami.


"Ihh... Kakek kamu nyebelin deh, Ger! aku kan masih pengen berduaan sama kamu," Gerutu Tami yang membuat Kak Gery mual sendiri mendengar ocehannya.


"Ya udah, kalau gitu aku pergi sekarang ya! Assalamu'alaikum." Ucap Kak Gery melenggang dengan langkahnya yang super lebar agar segera terbebas dari jerat wanita gila itu.


"Ihhh... nyebelin banget deh, ko aku di tinggal gitu aja sih!" Gerutu Tami seraya menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.


Setelah berhasil melarikan diri dari rubah burik yang menempel padanya. Kak Gery menghela nafas panjang dan merogoh saku jaketnya untuk meraih benda pipih yang bisa menghubungkannya dengan siapa saja untuk berkomunikasi. Dia segera menelepon kontak Tiwi dan berharap kali ini Tiwi mau mengangkat telepon darinya.


"Yang angkat dong! Kakak benar-benar udah kangen banget sama kamu! tiga hari gak ketemu benar-benar membuatku tersiksa," Gumam Kak Gery tak sabar mendengar suara pujaan hatinya.


Beberapa kali Kak Gery menghubungi kontak Tiwi, namun belum juga mendapat jawaban. Hingga di panggilan yang kesekian kalinya, akhirnya Kak Gery bernafas lega. Teleponnya di jawab Tiwi, namun bukannya mendengar suara sang pujaan hati, Kak Gery malah mendengar suara seorang laki-laki yang begitu asing baginya. Dia segera menanyakan keberadaan Tiwi pada laki-laki itu, bayangannya kini tertuju pada Tiwi yang sedang berselingkuh dengan laki-laki lain. Kak Gery segera melajukan mobilnya ke tempat dimana laki-laki itu menyebutkan lokasinya saat ini.


"Halo Yang, kamu lagi dimana?" Tanya Kak Gery setelah sambungan teleponnya terhubung.


"Maaf! Tiwi nya sedang ke kamar mandi, apa ada sesuatu yang penting? biar nanti saya sampaikan jika Tiwi sudah selesai!" Sahut seorang laki-laki di seberang telepon.

__ADS_1


"Si...siapa kamu? kenapa hp Tiwi bisa sama kamu?" Tanya Kak Gery terbata.


"Oh, saya..." Ucap laki-laki itu tercekat kala seseorang memanggilnya dengan suara yang sudah tak asing di telinga Kak Gery.


"Kak, handuknya dimana ya? Tiwi gak menemukannya di kamar mandi!" Tanya Tiwi yang masih bisa di dengar oleh Kak Gery.


"Handuk? sebenarnya apa yang sedang Tiwi lakukan dengan laki-laki itu? aku harus segera memeriksanya! aku gak boleh membiarkan siapa pun mendekatinya, Tiwi cuma milik aku!" Batin Kak Gery menggebu-gebu.


"Hei! cepat beritahu aku posisi kalian sekarang, aku akan menjemput Tiwi sekarang juga!" Seru Kak Gery setelah laki-laki itu menempelkan kembali hp Tiwi pada telinganya.


"Oh, kita ada di hotel XXXXX, ya udah saya tutup ya teleponnya!" Ucap laki-laki yang entah siapa namanya itu memutuskan sambungan telepon Kak Gery secara sepihak


Kak Gery benar-benar geram dan segera menginjak pedal gas agar mobilnya segera melaju menuju Hotel yang di sebutkan laki-laki tadi.


"Awas aja kalau laki-laki itu berani macam-macam! aku gak akan membiarkan Tiwi tersentuh sedikit pun olehnya!" Gumam Kak Gery sambil berfokus mengendarai mobilnya.


Beberapa menit kemudian, mobil Kak Gery berhasil terparkir di area khusus parkiran Hotel, dengan langkah yang lebar Kak Gery menghampiri meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan sang tunangan. Namun sayangnya, dia tidak menemukan nama Tiwi di daftar pengunjung di sana.


Kak Gery merutuki kebodohannya yang tak bertanya secara teliti pada laki-laki tadi, kini dirinya semakin gelisah tak karuan hingga akhirnya seorang gadis muda seumuran Tiwi menepuk bahunya dari belakang.


"Maaf! Kakak, Kak Gery alumni kampus XXXXX kan?" Tegur sang gadis setelah Kak Gery membalikkan tubuhnya.


"Engga, sih! he... aku tau Kakak waktu acara ospek kampus! oh iya, Kakak ada perlu apa di Hotel ini?" Tanya gadis itu dengan beraninya tanpa rasa canggung sedikit pun. Mungkin karena sifatnya yang mudah bergaul, jadi dia mudah akrab dalam hal berteman.


"Aku lagi cari seseorang di sini, kamu sendiri?" Jawab Kak Gery seraya balik bertanya.


"Oh gitu ya, Kak! kalau aku sih lagi kerjakan tugas bareng temen-temen, Kak! kebetulan Kakakku baru aja tiba dari luar Kota dan singgah di Hotel ini, jadi aku mengajak temen-temen kerjakan tugas di sini," Tutur gadis itu menjelaskan.


"Kalau boleh tahu, kamu semester berapa sekarang? barangkali kamu mengenal orang yang sedang Kakak cari saat ini," Sahut Kak Gery. Pikirannya penuh harap jika gadis tersebut mengenal tunangannya.


"Oh, aku baru semester satu, Kak! aku baru aja masuk tahun ini, memangnya Kakak sedang mencari siapa?" Tanya gadis itu yang masih belum di ketahui namanya.


"Sepertinya ini memang keberuntunganku, Tiwi juga baru aja masuk kuliah kan tahun ini!" Batin Kak Gery dan langsung to the poin menanyakan keberadaan Tiwi pada gadis itu.


"Kakak sedang mencari Tiwi! apa kamu mengenalnya? dia juga mahasiswa baru di kampus kamu! oh iya, kalau boleh tau siapa nama kamu?" Tanya Kak Gery yang di sambut antusias oleh gadis itu.

__ADS_1


"Eh, iya juga ya, Kak! aku keasikan ngobrol sih dari tadi, he... sorry ya! namaku Sindy Claudia Baron, Kak! Kakak bisa panggil aku Ken Aron," Tutur gadis yang di ketahui namanya Sindy itu yang membuat Kak Gery menautkan kedua alisnya.


"Kenapa, Ken Aron? padahal nama kamu bagus loh, siapa yang merubahnya?" Sahut Kak Gery yang malah keasikan berbincang sehingga melupakan tujuan utamanya datang ke Hotel itu.


"He... itu panggilan dari temen-temen aku, Kak! soalnya nama terakhir aku kan, Baron! jadi mereka membuat plesetan Ken Aron!" Jawab Sindy terkekeh.


"Haha... ada-ada aja temen-temen kamu! oh iya, tadi kamu belum jawab pertanyaan Kakak, Sin! kamu kenal gak sama Tiwi?" Sahut Kak Gery kembali ke tujuan awalnya mencari Tiwi.


"Tiwi ya, Kak! aku sih kenal banget sama dia. Dia itu orangnya baik banget! eh, tapi kenapa Kakak cari si Tiwi? kalian ada hubungan spesial ya?" Goda Sindy seraya memainkan kedua alisnya.


"Dia tunangan Kakak, Sin! kalau kamu emang kenal Tiwi, berarti kamu bisa tau, dong dimana dia sekarang?" Ucap Kak Gery bertanya.


"Tu....tunangan? jadi kalian... ya ampun, si Tiwi benar-benar menghanyutkan nih! dia gak bilang-bilang sama aku kabar sedih ini!" Sahut Sindy.


"Kenapa kabar sedih, Sin? harusnya kabar bahagia dong, kamu kan temennya!" Tutur Kak Gery menautkan kedua alisnya.


"Ya jelas sedih lah, Kak! temen-temen aku kan hampir semuanya fans berat, Kakak! Kakak tau gak, setelah penampilan Kakak yang keren waktu ospek itu! mereka bener-bener kepincut sama pesona Kakak, kayanya mereka bakal patah hati masal, kalau tau Kakak udah tunangan, bahkan orang itu teman kita sendiri! pasti nanti banyak yang iri sama si Tiwi, deh!" Sahut Sindy panjang lebar.


"Ya udah, kalau gitu tolong rahasiakan aja ya! Kakak gak mau, kalau Tiwi jadi gak punya temen gara-gara statusnya tunangan kita!" Ucap Kak Gery.


"Aihh... Kak Gery bener-bener bucin ya sama si Tiwi, so sweet banget sih, Kak! aku janji deh gak akan bilang sama siapa-siapa! lagi pula si Tiwi juga udah banyak banget bantu aku! jadi hitung-hitung balas budi, lah!" Sahut Sindy dengan gayanya yang slengean.


"Makasih ya, Sin!" Ucap Kak Gery tulus.


"Sama-sama, Kak! ya udah, Kakak ikut aku aja sekarang, Kakak mau ketemu si Tiwi, kan? kebetulan dia ada di kamar Hotel Kakakku di lantai 7, yuk!" Seru Sindy.


"Beneran Tiwi ada sama Kakak kamu? Baguslah kalau memang dia ada disini, makasih banyak ya Sin!" Ucap Kak Gery berbinar-binar.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2