
“Ada apanya sih Kak?” Sahut Tiwi penasaran.
“Sini deh! biar Kakak yang tunjukkan!" Seru Kak Gery seraya mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi, dan akhirnya...
Cup....
Sebuah kecupan singkat pun mendarat sempurna di kening Tiwi.
"Nah... udah ilang deh," Ucap Kak Gery dengan santainya.
“Ihh... Kakak jail deh! kalau di lihat sama yang lain gimana coba! ya udah yuk kita turun sekarang!" Ajak Tiwi tersipu malu.
“He... abisnya Kakak gemes sih sama kamu! ya udah yuk!” Sahut Kak Gery sambil mengulurkan tangannya.
Tiwi pun turun dari mobil dengan wajah bak kepiting rebus. Membuat Tata yang melihatnya begitu penasaran dan langsung bertanya.
“Kamu kenapa Wi? pipi kamu kenapa merah gitu? kamu demam ya?” Tanya Tata bertubi-tubi.
“G...gak apa-apa ko Ta! tadi cuma kepanasan aja ko!" Jawab Tiwi gugup.
“Oh gitu ya, syukur deh! ya udah yuk, kita jalan-jalan ke sebelah sana, Wi!” Seru Tata sambil melingkarkan
tangannya di sebelah lengan Tiwi.
“Eh... kamu sama Kak Iman aja gih! tadi kan katanya mau ajak Tata jalan-jalan, ya!” Cegah Tiwi seraya melirik ke arah Kak Iman untuk mencari dukungan.
“Iya Ta, yuk! kamu mau kan jalan-jalan sama Kakak?” Ajak Kak Iman sambil mengulurkan tangannya ke arah Tata.
“Emm... boleh deh! ya udah Wi, aku jalan-jalan sama Kak Iman dulu ya, dah…” Seru Tata sambil menerima uluran tangan Kak Iman dan mulai melenggang pergi.
Sementara itu, Kak Intan dan yang lainnya tengah asik bermain air dan berfoto. Tiwi sendiri memilih memulai liburan mereka bersama Kak Gery dengan duduk di hamparan pasir yang telah mereka alasi dengan tikar. Sambil meminum sekaleng cola mereka pun berbagi cerita dan menikmati keindahan alam yang ada.
“Ma Sya Allah... Pantainya indah banget Kak! rasanya udah lama banget, Tiwi gak berlibur ke pantai! kapan ya terakhir kali? emm… kayanya udah lama banget deh," Kekeh Tiwi di akhir ucapannya.
“Syukur deh kalau kamu suka, Yang! cola nya cuman ada satu nih, kita berbagi aja ya!" Sahut Kak Gery seraya membuka tutup kaleng cola yang akan di nikmati nya bersama Tiwi.
“Kakak habiskan saja, Tiwi tidak terlalu suka cola, soalnya! besok kita bakal kemana lagi Kak?” Tanya Tiwi berhenti bicara sejenak saat Kak Gery meneguk minuman cola nya.
“Yang! panggilnya sayang juga dong, kalau gak ada siapa-siapa! biar enak di dengernya!" Bujuk Kak Gery yang entah mengapa berhasil membuat Tiwi tersipu.
“Emm... Tiwi usahakan deh,” Sahut Tiwi mengulum senyumnya.
“Ko cuma di usahakan sih?! Kakak juga awalnya malu sih panggil kamu sayang! tapi pas Kakak bilang langsung, rasanya jadi kaya ketagihan Lo! kamu coba ya!" Bujuk Kak Gery lagi.
“Emm... iya deh, tapi kalau gak ada siapa-siapa aja ya!" Tutur Tiwi dengan pipinya yang sudah semerah tomat.
“Iya deh! sekarang coba praktekkan ya! mumpung gak ada siapa-siapa!" Goda Kak Gery yang benar-benar membuat Tiwi semakin tersipu.
“Harus sekarang ya?!" Ucap Tiwi yang mendapat jawaban anggukan kepala dari Kak Gery yang sedang menatapnya penuh harap.
"Emm... ya udah deh, sa...sayang! ko terdengar berasa aneh ya?" Tutur Tiwi yang membuat Kak Gery terkekeh.
“Gak aneh Ki, Yang! yang ada malah terdengar seksi banget di kuping Kakak! sekali lagi dong bilang sayangnya! biar Kakak rekam sekalian nih buat nada dering!" Goda Kak Gery.
“Ish.. Kakak jahil banget deh," Geram Tiwi seraya menepuk sebelah bahu Kak Gery.
Tiba-tiba perut Tiwi terdengar berbunyi menandakan cacing perutnya yang meminta jatah.
“Kita makan yuk! kamu mau makan apa, Yang?” Sahut Kak Gery yang mengerti jika kekasihnya sedang lapar.
"Emm... memangnya di sini ada Resto atau tempat makan ya?" Tanya Tiwi sambil celingukan.
"Emang gak ada, Yang! tapi di dekat parkiran tadi ada mini market! kita ke sana aja yuk! siapa tau ada makanan yang bisa kita beli untuk mengganjal perut di sana!" Tutur Kak Gery sambil menunjuk ke arah parkiran.
__ADS_1
Tiwi dan Kak Gery pun membeli beberapa cemilan untuk mereka makan bersama-sama, kebetulan di market tersebut juga menjual jagung dan ikan bakar.
“Yang, ada jagung sama ikan bakar juga tuh! Ayang mau gak?” Tanya Kak Gery setelah selesai berbelanja berbagai cemilan.
“Boleh, kayanya jagung bakar lebih enak deh! sekalian beliin buat yang lainnya ya Kak!" Tutur Tiwi antusias.
“Ok! Ayang tunggu di sini bentar ya! biar Kakak aja yang beli jagungnya!" Seru Kak Gery bergegas menghampiri pedagang jagung bakar.
"Pak, saya pesan jagung bakarnya ya!" Ucap Kak Gery setelah berhasil sampai di kedai jagung bakar incarannya.
“Mau berapa biji den?” Tanya pedagang jagung bakar.
“Sebentar Pak, saya tanyakan dulu, ya!" Sahut Kak Gery seraya menghubungkan panggilan teleponnya pada Tiwi.
"Yang, anak-anak ada berapa orang ya?” Tanya Kak Gery setelah sambungan teleponnya terhubung.
“Kalau gak salah 8 orang Kak,” Jawab Tiwi.
“Oh ok deh! tunggu bentar lagi ya, Yang! Pak! saya pesan 8 ya jagung bakarnya,” Tutur Kak Gery seraya memutuskan sambungan teleponnya pada Tiwi.
“Siap Den! di tunggu sebentar ya!" Sahut pedagang jagung bakar.
“Saya ke sana dulu ya Pak! nanti saya ambil lagi ke sini kalau sudah matang jagungnya!" Ucap Kak Gery sambil melakukan transaksi pembelian jagung bakarnya.
"Beres Den, makasih ya! nanti Pakde panggil deh kalau sudah matang," Sahut pedagang jagung bakar.
Kak Gery kembali melenggang menghampiri Tiwi karena tak mau berlama-lama meninggalkannya.
"Yang, kamu mau beli lagi yang lainnya gak? mumpung masih di sini!” Tanya Kak Gery setelah menghampiri Tiwi.
"Gak usah deh Kak, lagi pula kita kan udah membeli cukup banyak cemilan tadi!" Sahut Tiwi.
Setelah jagung bakarnya matang, mereka kembali dan menyajikan makanan yang mereka beli di atas tikar yang mereka gelar sebelumnya. Setelah selesai menata semua makanan yang mereka beli, Kak Gery dan Tiwi memanggil teman-temannya untuk menyantapnya bersama-sama.
“Duh... Kakak ko jadi seneng banget ya kalau denger kamu panggil sayang seperti barusan!" Sahut Kak Gery sambil memegang jantungnya yang terasa berdetak lebih cepat.
“Ish... dasar gombal, udah ah! panggilkan yang lainnya gih, makanannya udah tersaji semua nih,l! nanti jagung bakarnya keburu dingin loh!" Ucap Tiwi yang membuat Kak Gery terkekeh.
“Iya deh Yang! tapi nanti-nanti harus sering ya panggil sayangnya!" Tutur Kak Gery seraya beranjak untuk memanggil teman-temannya.
"Woi...! kita makan dulu cemilan yuk! ana udah beli nih!" Teriak Kak Gery ke arah teman-temannya yang asik bermain di pinggiran pantai.
"Eh, si Gery manggil tuh! kita samperin dulu yuk!" Seru Kak Gilang.
“Wah... sepertinya mereka beli makanan ya, asik deh!" Ucap Kak Dani antusias.
“Dasar ente Dan, di otakmu itu penuh sama makan mulu ya! ya udah yuk, samperin dulu ke sana!" Kekeh Kak Intan sambil melangkahkan kakinya.
Sedangkan Tata dan Kak Iman masih asik berfoto berdua dan tak mendengar panggilan Kak Gery, akhirnya Tiwi memutuskan untuk menelepon Tata dan mengajaknya makan cemilan bersama-sama.
“Kak, eh.. Yang! sepertinya Tata sama Kak Iman gak denger panggilan kita deh,” Ucap Tiwi celingukan.
“Ya udah coba telepon aja!” Sahut Kak Gery setelah menyimpan kaleng minuman terakhir untuk teman-temannya.
“Wah… asik nih ada jagung bakar! emm…. mantap!” Ujar Kak Dani yang baru saja sampai dan langsung menyambar satu potong jagung bakar yang langsung dia lahap.
“Lah... Dan! ente main lahap aja deh, dasar otak makanan, haha..." Kelakar Kak Gilang.
“Biarin, ana memang paling gak bisa Lang kalau nahan makanan!" Sahut Kak Dani yang membuat teman-temannya kembali tergelak tertawa.
“Udah-udah, kalian dari tadi berisik mulu kerjaannya! nih, Jar! jatah ente,” Sanggah Kak Intan sambil memberikan jagung bakar untuk Kak Fajar.
Ternyata Kak Fajar sudah sejak lama menyukai Kak Intan, Al hasil Kak Fajar pun sangat senang atas perhatian kecil Kak Intan tersebut.
__ADS_1
“Makasih ya Tan!" Ucap Kak Fajar seraya menerima jagung bakar yang Kak Intan berikan padanya.
“Cie... yang perhatian, ana juga mau satu dong Tan!” Cicit Kak Gilang yang membuat Kak Intan gemas padanya.
“Haist! nih, makan tuh jagung bakarnya,” Ucap Kak Intan sambil menjajal kan jagung bakar ke tangan Kak
Gilang.
"Aww... aww... panas, Tan!"Ucap Kak Gilang sambil meniup tangannya yang menerima jagung bakar yang sedikit masih panas dari Kak Intan.
“Haha… rasain lo, Lang! ente syirik mulu sih sama ana, haha...” Sahut Kak Fajar sambil memegang perutnya seraya tertawa.
“Gimana Yang, di angkat gak?” Tanya Kak Gery sambil beranjak berdiri di samping Tiwi yang kini sedang berdiri.
“Belum Kak, sepertinya hpnya cuma pakai getar deh, jadi gak akan terdengar kalau ada telepon,” Tutur Tiwi menjelaskan.
“Ya udah Kakak samperin aja deh, Ayang tunggu di sini ya!” Sahut Kak Gery seraya bergegas.
“Oh, ok deh! cepet balik lagi ya!" Seru Tiwi sambil menatap punggung Kak Gery yang kian menjauh.
Akhirnya Kak Gery menghampiri Tata dan Kak Iman yang sedang asik berfoto memakai kamera hp Kak Iman.
“Bro… ana panggil dari tadi ko gak jawab sih! di telepon juga gak di angkat lagi! makan cemilan yuk! ana tadi udah beli jagung bakar tuh!" Ujar Kak Gery setelah menghampiri Kak Iman dan Tata.
“Masa sih, ko kita gak denger ya? ya udah yuk! kita makan cemilannya!" Sahut Kak Iman bergegas yang di ikuti Kak Gery dan Tata.
Mereka akhirnya menyantap jagung bakar yang Tiwi beli bersama Kak Gery. Setelah semuanya selesai mereka pun memutuskan untuk segera pulang di karenakan cuaca hari itu yang tiba-tiba mendung, sesegera mungkin mereka merapihkan barang bawaan mereka dan bergegas kembali ke mobil.
“Alhamdulillah… sepertinya mau hujan deh, kita langsung pulang aja yuk!" Seru Kak Iman setelah menghabiskan jagung bakar dan beberapa cemilan.
“Iya Kak, sebaiknya sekarang kita langsung beres-beres aja,” Sahut Tata seraya beranjak dan segera merapihkan beberapa barang.
“Sini Ta aku bantu!" Seru Tiwi saat Tata menarik tikar yang yang sudah mereka pakai.
Setibanya di rumah, mereka pun langsung beristirahat dan bersiap untuk makan malam.
“Assalamu’alaium… Kek kita pulang!“ Ucap Tiwi setelah sampai di ambang pintu rumah Kakek Kak Gery.
“Wa’alaikumsalam… kalian sudah pulang ya?" Sahut Kakek Kak Gery.
“Iya Kek, Kakek lagi apa? Tiwi bantu ya!” Seru Tiwi sambil duduk di samping sofa Kakek Kak Gery.
“Kakek hanya membersihkan cerutu aja ko! kamu pasti capek kan habis jalan-jalan! sebaiknya kamu istirahat aja ya! Kakek bisa sendiri ko,” Ucap Kakek Kak Gery.
“Emm... begitu ya Kek! ya udah deh, Tiwi masuk dulu ke dalam ya Kek,” Sahut Tiwi seraya beranjak dan melenggang masuk ke kamarnya.
Keesokan harinya, Tiwi hendak menagih janji kepada Kak Gery. Karena penasaran, Kak Intan yang tak sengaja mendengarnya berniat membuntutinya bersama Kak Fajar.
"Ta… bangun! udah Subuh nih, solat dulu yuk!" Seru Tiwi sambil menggoyangkan tubuh sahabatnya.
“Emm... iya Wi, udah Subuh ya? kalau gitu bangunkan Kak Intan juga deh sekalian," Gumam Tata yang nampak masih mengantuk, dengan wajah bantalnya Tata menghampiri Kak Intan yang masih terlelap.
"Kak... bangun! udah Subuh!" Seru Tata sambil sesekali mengucek matanya agar lebih jelas melihat.
“Emm… iya Ta,” Sahut Kak Intan seraya bangun dari tempat tidur.
.
.
.
.
__ADS_1
.