CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 154.


__ADS_3

Masih Flash back.


"Kalau Tiwi balas dendam, itu sama aja Tiwi lagi menyakiti diri Tiwi sendiri. Karena dengan dendam, hati dan pikiran kita gak akan pernah tenang, Kak! Tiwi cuma manusia biasa yang gak luput dari kesalahan juga, maka dari itu Tiwi hanya bisa berbuat semampu yang Tiwi bisa untuk selalu memaafkan atau pun meminta maaf. Seperti saat ini, Tiwi ingin meminta maaf jika Tiwi baru sempat mencabut kasus kasus Kakak sekarang, Tiwi benar-benar gak mau liat Kakak sampai berlama-lama tinggal di balik jeruji dingin ini. Tiwi juga wanita dan seorang anak, Kak! Tiwi tau tindakan Kakak waktu itu hanya semata-mata bentuk kasih sayang Kakak pada Kak Tami, meski tindakan Kakak gak bisa di benarkan, tapi Tiwi berusaha memahaminya. Kakak berhak bebas dari sini dan memulai lembaran baru hidup kakak," Tutur Tiwi panjang lebar seraya menatap teduh kedua bola mata Viola yang menatapnya dengan lekat.


"Apa benar kamu memaafkan ku? secepat itu?" Cecar Viola yang masih ragu dengan yang Tiwi ucapkan.


Viola berusaha mencari kebohongan dari kedua bola mata indah milik Tiwi. Namun sedikit pun dia tidak menemukan kebohongan di sana. Dia hanya melihat ketulusan dan kesungguhan Tiwi yang tersenyum manis ke arahnya.


"In Sya Allah Tiwi udah ikhlas, Kak! Tiwi udah memaafkan Kakak sejak jauh-jauh hari, Tiwi cuma gak mau menyiksa batin Tiwi sendiri!" Tutur Tiwi yang membuat hati Viola terenyuh.


Lama Viola berpikir, hingga akhirnya dia memutuskan memeluk Tiwi dan meminta maaf padanya dengan tulus.


"Kakak minta maaf ya, Wi! benar yang Tami katakan, ternyata kamu benar-benar jelmaan malaikat, Gery beruntung banget bisa punya istri sebaik kamu," Ucap Viola seraya memeluk Tiwi.


Flash back done.


"Bun, Al kemana? kenapa tadi Mba Cika cuma sendiri?" Cecar Kak Gery setelah menghampiri sang istri yang sedang duduk menikmati hidangan pesta.


"Al di culik, By!" Kekeh Tiwi membuat sang suami kebingungan.


"Di culik? sejak kapan? Astaghfirullah, kenapa Bunda masih bisa tenang aja, sih kalau tau Al di culik!" Ucap Kak Gery mulai panik seraya berusaha mencari keberadaan hpnya.


Tiwi hanya bisa terkekeh melihat tingkah suaminya yang panik saat mengetahui sang anak yang tak ada di dekatnya. Hingga akhirnya, Tiwi memberitahu Kak Gery yang sesungguhnya setelah Kak Gery hampir saja menghubungi Polisi untuk melaporkan penculikan anaknya.


"Aby cari apa?" Tanya Tiwi menautkan kedua alisnya.


"Cari hp lah Bun, Aby mau lapor Polisi, Bunda ko tega sih sama anak sendiri, udah tau di culik malah santai makan!" Gerutu Kak Gery seraya merogoh saku celananya.


"Stop! jangan bilang Aby percaya sama yang Tiwi omongin barusan," Cegah Tiwi seraya mencekal tangan sang suami.


"Memang kapan Aby gak percaya sama Bunda? kita kan udah janji untuk saling percaya," Tutur Kak Gery dengan wajah yang begitu serius.


Tiwi terlihat salah tingkah sambil celingukan ke berbagai arah. Memastikan tidak ada seorang pun yang akan melihat aksi nekadnya yang akan dia lakukan pada sang suami. Setelah dirasa aman, Tiwi segera melancarkan aksinya yang membuat Kak Gery langsung diam tak berkutik sambil menatap heran ke arah istrinya.

__ADS_1


Cup...


"Kita pulang ke hotel yuk, By!" Bisik Tiwi setelah mengecup sebelah pipi suaminya secara singkat.


"Astaghfirullah, Bunda sejak kapan jadi mesum begini? Bun, anak kita lagi di culik, kenapa Bunda malah ajak Aby ke hotel?" Gerutu Kak Gery seraya berkacak pinggang dengan sebelah tangannya sedang sebelah tangannya yang lain ia gunakan untuk mengusap kasar wajahnya


"Ihh... Aby kenapa gak bisa di ajak bercanda, sih! Al di ajak nginep sama kak Viola, tadi. Aby gak asik, ah!" Rajuk Tiwi seraya beranjak menghentakkan kakinya meninggalkan sang suami yang terdiam di tempatnya berdiri sedari tadi mencerna setiap perkataan Tiwi.


"Nginep? Astaghfirullah, aku emang bodoh sampai gak tahu kejahilan istriku sendiri, Bunda... tunggu Bun, ayo kita ke hotel sekarang juga!" Gumam Kak Gery yang segera mengejar sang istri yang sudah meninggalkannya beberapa saat lalu.


Tiwi masih saja berjalan cepat dengan perasaannya yang masih kesal menuju sebuah mobil yang sudah terparkir di depan lobi gedung tempat perayaan pesta pernikahan Tami dan Nino. Sejurus kemudian sebelah tangannya di cekal seseorang dari belakang yang tak lain suaminya sendiri.


"Yang! maafin Aby! Aby akui kalau Aby kurang peka barusan, ayo kita ke hotel sekarang!" Bujuk Kak Gery seraya menggenggam sebelah tangan Tiwi.


"Tawarannya udah gak berlaku! permisi, Tiwi mau pulang sekarang!" Ketus Tiwi yang tak melirik sedikit pun ke arah suaminya.


"Bun, jangan gitu dong... Aby kan udah kangen banget tidur berdua sama Bunda lagi, semenjak Al hadir kita jarang menghabiskan waktu bersama, loh!" Bujuk Kak Gery dengan nada di buat memelas.


Tak tinggal diam, Kak Gery menyuruh Pak Slamet yang tak lain supir istrinya itu untuk turun dan menggantikan tugasnya menyetir kendaraan tersebut.


"Pak, pulang ke rumah ya!" Seru Tiwi tanpa melihat siapa yang masuk menjadi supirnya.


Tak banyak bicara Kak Gery segera melajukan kendaraan beroda empatnya ke sebuah hotel bintang lima terdekat.


Tiwi masih tidak menyadarinya karena dia memilih memejamkan matanya setelah masuk ke dalam mobil.


Setelah tiba, Kak Gery segera turun untuk melakukan reservasi kamar hotel yang akan dia gunakan untuk menghabiskan malam bersama istrinya.


"Hoam... Tiwi dimana ini? Pak Slamet, ko gak ada?" Gumam Tiwi setelah tersadar dari tidur singkatnya, seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling lingkungan yang tak begitu dia kenali.


"Bunda udah bangun? ayo turun!" Tegur Kak Gery yang baru saja selesai memesan sebuah suit room khusus untuk menghabiskan malamnya bersama sang istri tercinta.


"Sejak kapan Aby ikutin Tiwi? Pak Slamet kemana?" Cecar Tiwi.

__ADS_1


"Memangnya Bunda gak sadar ya kalau sedari tadi yang bawa mobil ini itu Aby, makannya jangan tidur terus kalau lagi di dalam mobil, kalau di bawa culik kan repot," Sindir Kak Gery yang berhasil membuat Tiwi semakin kesal.


"Ihh... bukannya jawab malah sindir istrinya sendiri, sebel deh! awas aja kalau minta jatah malam ini, pokoknya gak ada celah sedikit pun!" Ucap Tiwi seraya melipat kedua tangannya di atas dada seraya memanyunkan bibir ranumnya.


"Janganlah, Bun... Aby udah lama loh puasanya, lagi pula kita sudah sampai di hotel sekarang, Aby juga sudah memesan kamarnya, jadi kita masuk aja ya sekarang, Aby pijitin Bunda deh nanti!" Rayu Kak Gery seraya mengayun-ayunkan lengan istrinya dengan manja


"Paling cuman bentar doang pijitnya," Sahut Tiwi masih memalingkan muka.


"Gak sebentar ko, Aby janji deh sampai Bunda puas, apa lagi kalau sampai minta yang plus-plus, He..." Ucap Kak Gery dengan seringai licik di wajahnya.


"Huuu... itu sih maunya Aby pijit plus-plus," Tegur Tiwi seraya memanyunkan bibirnya kembali.


"He... iya, kan memang itu tujuannya, Bun!Bunda juga rencananya kaya gitu kan tadi?" Tutur Kak Gery seraya menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.


"Siapa bilang, ngarep banget, sih!" Sahut Tiwi mendelik.


"Ya udah-ya udah, dari pada kita debat di sini lebih baik kita masuk dulu yuk, Aby takut Bunda kelelahan, kaki Bunda juga kayanya udah mulai bengkak lagi, deh! kita ke kamar sekarang yuk!" Seru Kak Gery mencoba mengalihkan pembahasannya.


"Hm... ya udah deh, Tiwi juga pengen mandi, gerah banget soalnya," Sahut Tiwi yang akhirnya melunak karena rasa gerah yang menyerangnya.


"Ok Bunda ratuku, ayo Aby bantu!" Seru Kak Gery mengulurkan tangannya untuk membantu sang istri keluar dari mobil dan menuju kamar hotel mereka.


.


.


.


.


.


See you next episode 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2