CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 98.


__ADS_3

"Wa'alaikumsalam, sayang... apa kabarmu nak? kemari lah! Kakek benar-benar merindukan kamu sayang!" Seru Kakek Kak Gery setelah melihat Tiwi yang mengucap salam.


"Bagaimana keadaan Kakek?" Sahut Tiwi menghampiri Kakek Kak Gery ragu-ragu.


"Alhamdulillah, Kakek udah jauh lebih baik sekarang, Kakek dengar Minggu lalu kamu juga sakit ya? maaf ya, Kakek gak sempat menjenguk kamu," Tutur Kakek Kak Gery.


"Gak apa-apa Kek, sebenarnya Kakek sakit apa? kenapa gak di rawat di Rumah Sakit aja, Kek?" Sahut Tiwi memberanikan diri untuk bertanya.


Saat ini ada sepasang mata yang menatapnya tidak suka. Selain itu, sepasang mata lagi menatapnya dengan penuh kecurigaan dan penuh tanya.


"Ck! benar-benar cewek penjilat, gak dimana-mana selalu aja cari muka." Batin Tami yang sedari tadi memberikan tatapan tak sukanya.


"Kenapa Kakek akrab sekali dengan Tiwi? sebenarnya apa hubungan dia dengan keluarga ku? bahkan Kakek terlihat begitu menyayanginya!" Batin Kak Gery penuh tanya.


"Kakek gak sakit separah itu ko, nak! ini hanya penyakit biasa, mungkin karena Kakek udah terlalu tua, jadi tubuh Kakek mudah sekali lelah dan terjangkit penyakit!" Tutur Kakek Kak Gery.


"Hm... syukurlah kalau gak ada yang serius, Tiwi benar-benar khawatir saat Tata memberi kabar tentang Kakek sakit, semoga setelah Tiwi tengok kali ini, Kakek bisa segera sembuh ya!" Sahut Tiwi sambil menyunggingkan senyuman terbaiknya.


"Dasar cewek ular." Hardik Tami dalam hati.


"Pasti sayang, malah sekarang aja Kakek udah merasa sangat segar dan bugar setelah melihat senyum kamu itu," Kekeh Kakek Kak Gery.


"Kakek bisa aja," Ucap Tiwi tersipu.


"Ris! makasih ya, mukenanya aku letakan lagi di tempat tadi!" Tutur Umi Kak Gery yang baru saja selesai melaksanakan kewajibannya yang sudah begitu terlambat, karena sebelumnya dia harus menjemput Tami di salah satu Kafe.


"Kamu udah selesai ya, Jeng! aku kayanya gak bisa lama-lama di sini! maaf ya, ada yang harus aku urus di kantor," Ucap Mamah Tami yang sejak tadi sudah berkumpul bersama anaknya dan Kak Gery.


"Baiklah! makasih ya, udah mau mampir menjenguk Bapak ku!" Sahut Umi Kak Gery sambil melirik sekilas ke arah Tiwi.


"Mah, Tami masih ingin di sini, gak apa-apa kan?" Ucap Tami.


"Ya udah, tapi jangan sampai merepotkan nak Gery ya! Pak, saya pamit dulu ya, semoga Bapak lekas sembuh," Tutur Mamah Tami berpamitan.


"Iya, nak! makasih," Sahut Kakek Kak Gery.


"Ayo jeng, aku antar ke depan!" Seru Umi Kak Gery.


"Kek, tadi Tiwi bawakan cemilan kesukaan Kakek, lo!" Ucap Tiwi yang di sambut antusias Kakek Kak Gery.


"Wah... benarkah? kalau gitu Kakek mau memakannya sekarang juga, deh! kamu simpan dimana makanannya?" Tanya Kakek Kak Gery antusias.

__ADS_1


"Tadi sih di bawa Tante Riska ke dapur, mungkin lagi di pindahkan supaya lebih mudah di ambil! kalau gitu biar Tiwi susul untuk ambilkan ya, Kek!" Sahut Tiwi seraya beranjak.


Seketika Kak Gery menarik tangannya dan membuat Tiwi hampir terjatuh.


"Astagfirullah!" Ucap Tiwi terkejut.


"Maaf! tapi sebaiknya kamu duduk di sini aja! biar Kakak aja yang bawakan cemilan Kakek," Tutur Kak Gery melenggang meninggalkan semua orang di kamar itu.


"Ba...baiklah," Jawab Tiwi.


Tiwi akhirnya duduk di kursi sebelah Tami, yang sebelumnya ditempati Kak Gery. Tanpa Tiwi duga, Tami membisikkan ancaman untuknya tanpa diketahui Kakek Kak Gery.


"Heh! awas aja ya kalau elo keganjenan dan cari muka di sini! gue gak akan tinggal diam!" Ancam Tami lewat bisikannya.


"Astagfirullah, apa Kak Tami masih dendam sama aku, ya?" Batin Tiwi sambil menundukkan kepalanya.


"Sayang, kemari lah! Kakek dengar, kamu juga masuk di kampus yang sama dengan Tata ya?" Tanya Kakek Kak Gery yang membuat ketegangan Tiwi sedikit mencair.


"Iya Kek, Tiwi juga mengambil jurusan yang sama dengan Tata. Oh iya, Tata kemana ya Kek? dari tadi Tiwi hubungi juga gak di angkat terus!" Sahut Tiwi memilih menghampiri Kakek Kak Gery tanpa menghiraukan ancaman Tami tadi.


"Kayanya dia masih mempersiapkan pernikahannya dengan Iman. Syukurlah kalau kamu satu jurusan juga dengan Tata, jadi kalian masih bisa bersama-sama lagi!" Tutur Kakek Kak Gery.


"Iya, Kek!" Ucap Tiwi.


"Ger, biar aku bantu ya! Kek, Tami suapi ya!" Sahut Tami beranjak menghampiri Kak Gery dan mencoba membujuk Kakek Kak Gery agar mau dia suapi.


"Gak! Kakek cuma mau di suapi nak Tiwi! kamu mau ya nak!" Ucap Kakek Kak Gery penuh harap.


"Tentu, dengan senang hati, Kek!" Jawab Tiwi dengan senyum di bibirnya.


Mau tidak mau, Tami akhirnya menyerahkan mangkuk yang sebelumnya sudah dia ambil dari nampan yang Kak Gery bawa. Kesal? Sudah pasti! saat ini Tami sudah tidak punya muka lagi di depan Kak Gery. Kakeknya itu seolah-olah mengerti jika Tami hanya menginginkan perhatian Kak Gery karena telah merawat Kakeknya.


"Tiwi benarkan dulu bantalannya ya, Kek!" Seru Tiwi seraya membenahi bantalan Kakek Kak Gery agar lebih nyaman bersandar.


"Makasih ya nak, kamu selalu tulus memperlakukan Kakek, Kakek jadi ingat awal bertemu sama kamu saat di stasiun itu," Tutur Kakek Kak Gery bernostalgia.


Kak Gery masih mendengarkan cerita Kakeknya yang membuatnya semakin penasaran dengan sosok Tiwi. Hingga akhirnya Tami tiba-tiba beranjak dan meminta Kak Gery segera mengantarnya pulang.


"Ger! antar aku pulang sekarang ya, aku lupa kalau ada pekerjaan di rumah!" Ucap Tami


"Ger! sepertinya Tante Riska tadi butuh bantuan kamu deh, samperin dulu gih!" Seru Umi Kak Gery menghampiri.

__ADS_1


"Arrrrgghh!! Bapak sama anak sama-sama nyebelin! bukannya mendukung gue untuk dekati Gery, malah sama-sama mau pisahkan aku terus dari tadi!" Batin Tami merutuki.


"Tam, kamu mau pulang ya! kalau gitu, ayo! Tante antar sampai depan, sepertinya kamu hari ini sibuk sekali ya!" Tutur Umi Kak Gery mengusir secara halus.


"Apa ini? kenapa sekarang gue merasa di usir, sih!" Batin Tami.


"Tam! ayo!! bukannya kamu harus menyelesaikan pekerjaan di rumah ya?" Tegur Umi Kak Gery menyadarkan Tami dari lamunannya.


"I... iya Tante, makasih banyak udah mau antar Tami," Sahut Tami terpaksa menyambar tasnya yang tergeletak di atas meja.


"Hati-hati, kalau ada apa-apa di jalan segera hubungi Polisi aja ya nak!" Tutur Kakek Kak Gery yang membuat Tami semakin mengerucutkan bibirnya.


"Ihhh... dasar tua bangka gak tau diri!! Awas aja ya, kalau gue udah dapatkan Gery nanti, gue bakal buat perhitungan sama dia!" Batin Tami


Akhirnya Tami pun melangkah keluar dari rumah Tata. Dia benar-benar kecewa dengan semua sikap keluarga Kak Gery yang benar-benar menyebalkan menurutnya.


"Sayang, sepertinya kamu harus lebih hati-hati mulai sekarang! kayanya kamu bakal punya saingan tuh buat dapatkan anak Umi," Tutur Umi Kak Gery setelah kembali dari teras rumah Tata seraya terkekeh.


"Gak usah khawatir! Kakek yakin, Gery masih menyimpan cintanya buat kamu sayang, Kakek tau dia masih memikirkan kamu meski ingatannya hilang," Sahut Kakek Kak Gery.


"Hm... Tiwi juga percaya Kek, semoga aja keajaiban itu segera datang!" Tutur Tiwi.


"Kemari lah sayang! rasanya Umi udah lama banget gak meluk kamu," Seru Umi Kak Gery yang benar benar sudah sangat merindukan calon menantunya itu.


Dengan senang hati Tiwi pun membalas pelukan Umi Kak Gery. Hingga akhirnya Kak Gery kembali setelah menuntaskan urusannya bersama Tantenya, yang sebenarnya sama sekali tidak memerlukan bantuannya.


"Umi, kenapa Umi bohong?" Tanya Kak Gery yang membuat Tiwi dan Umi Kak Gery terkejut.


"Astagfirullah Ger, kamu bikin Umi kaget aja deh!" Ucap Umi Kak Gery seraya mengelus dada.


"Lagian Umi kenapa pelukan kaya gitu sama Tiwi sih?" Sahut Kak Gery bertanya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2