
Mereka pun akhirnya pergi ke kantin bersama-sama. Setelah selesai, mereka pun kembali ke kelasnya masing-masing untuk melanjutkan sisa pelajaran mereka hari itu. Beberapa jam kemudian, bel pulang
terdengar berbunyi. Saat itu Tiwi mendapat telepon dari Kakeknya Kak Gery.
Kriiing…
"Alhamdulillah, akhirnya bisa pulang juga! eh, ada panggilan masuk, siapa ya? nomernya baru, emm halo, Assalamu’alaikum… maaf, ini siapa ya?” Tanya Tiwi setelah menjawab panggilan teleponnya.
“Wa’alaikumsalam… ini Kakek, nak! kamu udah pulang Sekolah, kan? ada yang mau Kakek kasih sama kamu nih, nanti sore kamu ke sini ya, sekalian kita makan malam bersama!" Tutur Kakek Kak Gery di
telepon.
“In Sya Allah ya Kek, nanti Tiwi usahakan deh,"Jawab Tiwi.
“Ya udah, nanti Kakek suruh Gery jemput kamu ya, Assalamu’alaikum,” Tutur Kakek Kak Gery
Menjelang sore, Tiwi bersiap-siap untuk mengunjungi rumah Kak Gery sesuai permintaan Kakek Kak Gery tadi. Tak lama kemudian, Kak Gery datang menjemput Tiwi dengan motor sportnya.
“Bu, Tiwi di suruh ke rumah Kak Gery sekarang, Tiwi juga mau makan malam di sana, jadi Ibu gak usah nungguin Tiwi ya!" Ijin Tiwi.
“Oh, kamu di suruh ke sana ya? kok Ibu gak tau! ada apa lagi, Wi?” Tanya Ibu Tiwi.
“Tiwi juga belum tau Bu! cuman tadi Kakek Kak gery bilang ada yang mau dia kasih sama Tiwi, terus sekalian makan malam deh,” Tutur Tiwi.
“Oh gitu ya! terus kamu ke sana naik apa? Ayah juga kan belum pulang, Wi,” Ucap Ibu Tiwi bertanya.
“Tenang aja Bu, Tiwi di jemput Kak Gery ko! kayanya bentar lagi juga sampai deh,” Sahut Tiwi.
“Syukur deh kalau kamu di jemput! emm… kamu bawa ini ya, Wi! kebetulan, tadi Ibu bikin brownis, kamu bawa aja ya sekalian,” Tutur Ibu Tiwi.
“Wah... kebetulan banget Bu, ya udah nanti Tiwi bawa deh.” Sahut Tiwi.
Tak lama kemudian Kak Gery datang dengan motor sportnya. Diparkirkan nya motor sport itu, setelah di rasa aman, Kak Gery melenggang ke arah rumah Tiwi dan meminta ijin kepada Ibunya Tiwi untuk membawa Tiwi ke rumahnya.
“Assalamu’alaikum…” Ucap Kak Gery.
“Wa’alaikumsalam… ehh nak Gery! mau jemput Tiwi ya nak?! ayo masuk dulu!” Seru Ibu Tiwi.
“Iya Tan, Gery di suruh Kakek jemput Tiwi buat makan malam bersama!” Tutur Kak Gery.
“Oh gitu ya! ya udah, tunggu sebentar ya, Ibu panggil dulu Tiwinya!” Sahut Ibu Tiwi.
“Terimakasih, Tan!" Ucap Kak Gery.
“Kak, udah lama ya?” Tegur Tiwi seraya menghampiri.
__ADS_1
“Engga ko, Kakak baru aja datang!“ Jawab Kak Gery.
“Oh... ya udah yuk! kita berangkat sekarang aja, Kak!” Seru Tiwi.
“Ayo! Tante, Gery pamit dulu ya!" Tutur Kak Gery berpamitan.
“Iya nak, kalian hati-hati di jalan ya!” Sahut Ibu Tiwi.
“Bu, Tiwi berangkat dulu ya, Assalamu’alaikum.” Tutur Tiwi.
Tiwi pun akhirnya pergi bersama Kak Gery. Saat di perjalanan, Kak Gery mengajak Tiwi untuk mampir dulu ke Restonya untuk mengambil masakan yang di pesan oleh Kakeknya.
“Yang.. kita mampir dulu ke Resto ya! tadi Kakek bilang pengen ayam yang dari Resto, Kakak sekalian mau periksa dulu markas juga, takutnya anak-anak gak pada kunci lagi pintunya,” Tutur Kak Gery.
“Iya Yang! Tiwi ikut aja deh,” Sahut Tiwi menjawab.
Setibanya di Resto, mereka pun langsung masuk dan memeriksa markas terlebih dahulu.
“Ayo Yang! kita masuk dulu ya!" Seru Kak Gery.
“Emm… Tiwi tunggu di kursi pengunjung aja ya, Yang!” Sahut Tiwi.
“Oh, ya udah! Kakak ke atas dulu ya periksa pintunya,” Ucap Kak Gery seraya bergegas.
“Iya.” Sahut Tiwi.
“Udah semua kan, Yang?! sini, Tiwi bawain ayam bakarnya!” Seru Tiwi menawarkan bantuan.
“Makasih ya, yuk kita pulang sekarang!” Tutur Kak Gery sambil memberikan kantung makanan yang berisi ayam bakar pesanan Kakeknya pada Tiwi.
“Ayo! Kak Santi, Tiwi pulang dulu ya, dah…” Pamit Tiwi.
“Iya, Wi! hati-hati di jalan ya! lain kali mampir lagi!" Seru Kak Santi.
Tiwi dan Kak Gery pun akhirnya tiba di rumah Kak Gery dan langsung masuk ke dalam rumah untuk menemui Kakek Kak Gery dan keluarganya yang lain.
“Assalamu’alaikum… “ Ucap Tiwi.
“Wa’alaikumsalam… ehh nak Tiwi, ayo! sini duduk sama Umi!" Seru Umi Kak Gery.
“Iya Tan, Tante apa kabar? ini ada sedikit kue dari Ibu, Tan!” Sahut Tiwi seraya menyerahkan titipan Ibunya tadi.
“Alhamdulillah kabar Umi baik, sayang! kamu sendiri bagaimana? Umi kangen banget loh sama kamu, sering-sering main ke sini ya! terus satu lagi! mulai sekarang kamu panggil Umi jangan Tante lagi ya! panggilnya Umi aja, kaya Gery panggil Umi, ok! oh iya, bingkisannya makasih ya, padahal jangan repot-repot begini lo nak, tolong ucapkan terimakasih banyak sama Ibu mu, ya!” Tutur Umi Kak Gery panjang lebar.
“Iya Tan...eh Umi! nanti Tiwi sampaikan sama Ibu!" Sahut Tiwi yang membuat Umi Kak Gery terkekeh melihat tingkahnya.
__ADS_1
“Tiwi sibuk di Sekolahnya, Umi!” Ucap Kak Gery yang baru ikut bergabung, duduk setelah memarkirkan motor sportnya.
“Gitu ya, gak apa-apa, Ger! kan Tiwi bisa ke sini setelah pulang Sekolah, iya gak sayang?” Tutur Umi Kak Gery.
“Iya Umi, In Sya Allah ya! oh iya Kek, katanya tadi waktu di telepon ada yang mau di kasih sama Tiwi ya?! kalo boleh tau apa ya Kek?” Tanya Tiwi penasaran.
“Oh iya, hampir saja Kakek lupa! Ger, tolong ambilkan bingkisan yang ada di meja kamar Kakek ya!” Seru Kakek Kak Gery.
“Baik Kek,” Sahut Kak Gery yang langsung beranjak dan melenggang menuju kamar Kakeknya.
"Ayah masih di luar Kota ya, Mi?” Tanya Tiwi.
“Iya nak, katanya sih bakal pulang malam ini, tapi kayanya bakal malam banget deh! Soalnya, Ayah bilang berangkat dari sananya sekitar jam 9!" Tutur Umi Gery menjelaskan.
“Mudah-mudahan Ayah selamat sampai rumah ya, Mi!" Ucap Tiwi tulus.
“Aamiin… makasih ya nak do’anya,” Sahut Umi Kak Gery.
“Kek, ini bingkisannya!” Seru Kak Gery sambil memberikan bingkisannya.
“Makasih ya! ini nak!” Tutur Kakek Kak Gery setelah menyerahkan bingkisannya pada Tiwi.
“Ini apa Kek? ”Tanya Tiwi.
“Bukalah! semoga kamu suka ya!" Sahut Kakek Kak Gery.
“Ma Sya Allah, Kek! ini bagus banget!” Ucap Tiwi kagum setelah membuka bingkisannya.
“Alhamdulillah kalau kamu suka, sayang! Ger, coba kamu bantu pakaikan kalungnya!" Seru Kakek Kak Gery.
“Iya Kek, sini Wi! Kakak bantu pakaikan kalungnya ya!” Seru Kak Gery.
“Makasih ya Kak, ini!" Sahut Tiwi sambil memberikan kalungnya.
“Wah, kamu tambah cantik nak pakai kalung itu, cocok banget.” Puji Umi Kak Gery.
“Terimakasih Umi,".
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘