CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 62.


__ADS_3

Setelah bercakap-cakap sebentar dengan kepala Sekolahnya, Tiwi segera bergegas ke ruang perlombaan keagamaan untuk memantau. Namun, saat Tiwi melewati lorong Sekolah yang sepi, dia


sempat di kejutkan oleh Kak Haikal yang langsung menarik tangannya dan memojokkannya ke dinding.


"Astagfirullah!" Ucap Tiwi.


"Kenapa? terkejut ya? elo harus tanggung jawab, ya! pokoknya gue mau elo ganti kopi gue yang tadi sekarang juga!" Tutur Kak Haikal.


"Kenapa Tiwi harus tanggung jawab, memangnya Tiwi melakukan kesalahan apa?" Sahut Tiwi berpura-pura.


"Alah... gak usah pura-pura begi deh! Elo tadi sengaja kan, tambahkan gula yang begitu banyak di kopi gue?" Tutur Kak Haikal mengurung tubuh Tiwi dengan kedua tangan kekarnya.


"Kakak mau apa, cepat lepaskan, Tiwi!" Seru Tiwi.


"Elo mau bebas? jangan mimpi, Lo! pokoknya gue mau elo tanggung jawab sekarang juga!" Tutur Kak Haikal.


"Tapi Tiwi sekarang harus ke ruang perlombaan Kak, nanti aja ya, Tiwi benar-benar harus pergi sekarang!" Ucap Tiwi memelas.


"Hm... kalau elo mau, elo bisa tanggung jawab sama gue sekarang juga!" Ucap Kak Haikal sambil menyeringai.


"Kenapa Kakak tersenyum seperti itu, jangan macam-macam ya! kalau tidak, Tiwi akan berteriak sekencang mungkin sekarang juga!" Ancam Tiwi.


"Teriak aja! lagi pula tidak akan ada yang menolong lo sekarang, gue yakin kali ini gue benar-benar bisa menikmati elo sepuas gue!" Sahut Kak Haikal sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Tiwi dan berusaha mengecup bibir ranum milik Tiwi.


Tanpa menunggu, Tiwi melayangkan tamparan di pipi mulus Kak Haikal yang sudah dia anggap keterlaluan. Namun ternyata, hal tersebut malah membuat Kak Haikal semakin menjadi dan memegangi tangan Tiwi supaya tidak memberontak.


"Sialan! berani-beraninya elo tampar gue! dasar bocah sialan!" Rutuk Kak Haikal sambil mencengkram kuat kedua tangan Tiwi dengan sebelah tangannya dan membekap mulut Tiwi dengan tangannya yang sebelah lagi.


"Emm... emm..." Gumam Tiwi tercekat karena di bekap.


"Elo gak akan bisa lari dan melawan lagi sekarang! gue akan kasih elo pelajaran yang gak akan elo lupakan," Tutur Kak Haikal sambil menyeret Tiwi ke salah satu kelas yang kosong.


Beruntung, Andrina saat itu sempat melihatnya dan segera memberitahu Kak Gery untuk meminta bantuannya.


"Astagfirullah, itu si Tiwi mau di apain? aku harus beri tahu Kak Gery sekarang!" Gumam Andrina.


"Ini, Kak! daftar nama-nama pesertanya," Tutur Nana sambil memberikan daftar nama peserta perlombaan keagamaan.


"Terimakasih." Ucap Kak Gery setelah menerima daftar peserta tersebut.


"Kak Gery!" Seru Andri sambil terengah-engah karena sudah berlarian.

__ADS_1


"Astagfirhullah, kamu kenapa, Drin? bikin kita kaget aja deh!" Ucap Nana.


"Sorry deh, aku ada perlu sebentar sama Kak Gery! aku pinjam dia sebentar ya!" Tutur Andrina sambil menghampiri Kak Gery dan menarik tangannya.


"Maaf, sebenarnya ada apa, ya?" Sanggah Kak Gery berusaha menjaga jarak saat Andrina akan menarik tangannya.


"Oh, iya! aku lupa Kak, maaf ya! tapi kali ini urusannya benar-benar penting banget, kita bicara di luar ruangan aja ya, Kak!" Seru Andri bergegas keluar kelas.


"Ada hal penting apa? ko, Kakak jadi tidak enak hati sih," Tanya Kak Gery.


"Aku mau minta tolong sama Kakak, sekarang si Tiwi lagi di sekap seseorang di salah satu kelas kosong, Kak! aku takut kalau si Tiwi mau di apa-apain sama orang itu," Tutur Andrina menjelaskan.


"Astagfirhullah... ya udah, bawa Kakak ke sana sekarang ya! semoga kita gak terlambat untuk menolongnya!" Seru Kak Gery.


"Iya Kak, ayo!" Ucap Andrina memimpin langkah.


Kak Gery benar-benar sangat gelisah dan takut jika sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada Tunangannya. Dia berlari menghampiri kelas tersebut dan langsung mendobrak pintunya saat sudah tiba di sana.


"Emm... gue benar-benar suka dengan wangi tubuh Lo!" Ucap Kak Haikal sambil memegang tangan Tiwi dan membekap mulutnya seraya mengendus aroma leher Tiwi.


Brakk... suara pintu kelas di buka kasar.


"Astagfirhullah, kurang ajar kamu, Kal!" Ucap Kak Gery sambil melayangkan satu bogeman di wajah Kak Haikal.


"Kenapa elo bisa ada disini, Ger?" Tanya Kak Haikal terkejut sambil memegangi ujung bibirnya yang sedikit berdarah.


"Kenapa? ente terkejut melihat ana ada disini?" Sahut Kak Gery balik bertanya seraya menghampiri kembali Kak Haikal.


"Ger! gue bisa jelasin sama Lo, gue barusan hanya ingin mempermainkannya aja! super!" Ucap Kak Haikal.


"Mempermainkan, Kal? ente pikir si Tiwi boneka yang bisa seenaknya ente mainkan! istighfar, Kal! istigfar!ente barusan udah kelewat batas, dan ana bisa adukan ente ke Polisi atas tuduhan pelecehan, terhadap gadis di bawah umur," Tutur Kak Gery panjang lebar.


"Tapi, gue benar-benar gak bermaksud demikian, Ger!" Sangkal Kak Haikal.


"Kak! sudah lah! sebaiknya, kita tinggalkan aja, dia! Tiwi gak mau ada keributan lagi disini!" Sanggah Tiwi menengahi.


"Tapi, Yang! dia udah melakukan pelecehan terhadap kamu!" Ucap Kak Gery geram.


"Gak baik jika kita membalas kejelekan dengan kejelekan pula, Kak! lebih baik sekarang kita tinggalkan aja dia!" Seru Tiwi.


"Hm... baiklah! kali ini ana lepaskan ente, Kal! tapi lain kali ana tidak akan membiarkan ente begitu saja, camkan itu!" Tutur Kak Gery memberi peringatan.

__ADS_1


"Gue gak takut sama sekali sama ancaman dari elo, Ger! gue tau, elo gak akan pernah berani laporin gue!" Batin Kak Haikal.


Sesampainya di ruangan konsumsi, Andrina segera memberi Tiwi minum dan beberapa makanan ringan untuj sahabatnya itu.


"Wi, ini! kamu minum sama makan kuenya dulu ya!" Seru Andrina seraya memberikan makanan dan air mineral pada Tiwi.


"Makasih banyak ya, Drin!" Ucap Tiwi.


"Kakak pesankan nasi atau bakso, ya! kamu harus makan makanan berat, agar lebih kuat menghadapi pria pecundang seperti si Haikal tadi!" Tutur Kak Gery.


"Gak usah, Kak! Tiwi belum benar-benar lapar ko." Tolak Tiwi.


"Udah! jangan protes lagi ya! tunggu di sini sebentar, ok!" Tutur Kak Gery bergegas.


"Hm... ok deh, jangan lama-lama ya, Kak!" Seru Tiwi.


Tak lama kemudian, Tiwi melihat Kak Haikal yang dikerumuni oleh teman-teman dan adik kelasnya yang ingin meminta berfoto bersama dengan dirinya. Kak Haikal terlihat begitu risih dan tak menyukainya, hingga akhirnya Tiwi memutuskan untuk membantunya pergi menjauh dari kerumunan itu.


"Wi, kamu beneran gak apa-apa?" Tanya Andrina memastikan.


"Aku baik-baik aja, Drin! makasih ya udah mengkhawatirkan aku," Sahut Tiwi.


"Sebenarnya pria tadi itu siapa sih? kenapa dia bisa tau Kak Gery juga Wi?" Tanya Andrina penasaran.


"Dia cucunya Kepala Sekolah kita, Drin! dan dia juga adalah anak dari rekan bisnis sekaligus sahabat Ayahnya Kak Gery!" Papar Tiwi.


"Oh, gitu ya, Wi! pantas aja dia bisa ada di sini sekarang!" Sahut Andrina.


"Ga udah, kamu balik lagi bantu-bantu aja, Drin! aku beneran udah gak apa-apa ko sekarang!" Seru Tiwi.


"Hm... ya udah, kalau begitu aku bantu si Rizki bawakan bingkisan hadiah aja deh, kamu hati-hati ya, Wi!" Ucap Andrina.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode 😘😘😘


__ADS_2