CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 106.


__ADS_3

Seusai acara, Tiwi memilih langsung pulang ke rumahnya meski Kak Gery membujuknya untuk berfoto dahulu ke sebuah studio sebelum mereka pulang.


"Yang, sebentar aja ya, please..." Bujuk Kak Gery.


"Lain kali aja ya Kak, Tiwi benar-benar capek banget, sekarang!" Sahut Tiwi.


"Hm... ok deh!" Ucap Kak Gery mengalah, karena Tiwi benar-benar terlihat lelah saat itu.


...****************...


"Yang, kita nginep di hotel, yuk malam ini!" Seru Kak Haikal dengan nada menggoda.


"Nginep? buat apa? kita kan udah punya apartemen sendiri, buang-buang uang aja deh! lebih baik kita pulang aja sekarang, Drina udah lengket banget nih pengen mandi!" Sahut Andrina yang membuat Kak Haikal menunjukkan seringai di bibirnya.


"Oh, ya udah ayo! sekalian Kakak mandiin ya!" Ucap Kak Haikal yang langsung mendapat pelototan dari istri kecilnya itu.


"Gak usah! Drina bisa mandi sendiri." Sahut Andrina dengan nada yang di buat ketus.


"Yah... ko gitu sih, Yang! kita kan belum malam pertama dari kemarin! itung-itung pemanasan lah, mau ya..." Bujuk Kak Haikal sambil memelas.


"Ya ampun, bisa-bisa pertahanan aku jebol nih kalau Kak Haikal kaya gini terus! kuatkan aku Ya Allah, aku tahu mungkin aku dosa, tapi aku benar-benar belum siap sekarang," Batin Andrina yang masih saja bimbang dengan perasaannya sendiri.


"Yang! ko malah bengong sih! mau ya, please..." Bujuk Kak Haikal seraya memegang kedua tangan istrinya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Andrina.


Andrina pun menutup rapat kedua tanyanya, dia sampai tak sanggup melihat mata elang suaminya itu yang terus merayu. Hingga akhirnya, cup...


Satu kecupan singkat pun mendarat di bibir ranum Andrina. Seketika, pipinya memerah karena tersipu sekaligus terkejut.


"Kak!! ini, kan masih di parkiran! kalau ada yang liat, gimana coba!" Gerutu Andrina yang di salah artikan oleh Kak Haikal.


"Ya udah, kita pulang sekarang, deh! sekalian kita lanjutin di rumah," Goda Kak Haikal semakin membuat Andrina tersipu.


...****************...


"Alhamdulillah, akhirnya acaranya selesai juga ya, Yang! kamu mandi duluan aja, Kakak mau pesan makanan dulu buat makan malam kita!" Seru Kak Iman sambil meraih hpnya yang tergeletak di atas nakas samping tempat tidur mereka.


"Tata masih keringetan, Kak! tunggu bentar lagi deh, atau sekalian makan dulu aja kali ya," Sahut Tata mencoba menambah suhu dingin pada AC kamar hotel yang dia tempati sekarang.


"Ya udah, terserah kamu aja, Yang! kamu mau makan apa?" Tanya Kak Iman sambil mengutak-atik hpnya.


"Tata terserah Kakak aja deh," Sahut Tata sambil mencoba membuka gaun yang dia kenakan.


"Emm... gimana kalau sate kambing?" Usul Kak Iman.


"Boleh, kayanya enak juga kalau makan sate kambing," Sahut Tata.


"Yang!" Panggil Kak Iman.


"Iya, Kak?" Sahut Tata yang masih memejamkan kedua matanya seraya menikmati udara dingin dari AC.

__ADS_1


"Kamu jangan panggil Kakak dengan sebutan itu lagi ya! kita kan sekarang udah nikah, masa kamu masih mau panggil Kakak sama suami sendiri sih!" Tutur Kak Iman mengungkapkan keinginannya.


"Terus Kakak mau Tata panggil apa?" Tanya Tata seraya beranjak duduk menghadap suaminya.


"Emm... gimana kalau Abi aja?" Usul Kak Iman.


"Boleh! tapi apa gak terkesan kaya yang udah punya anak ya, Kak? eh, Abi!" Tutur Tata bertanya seraya terkekeh di akhir ucapannya karena masih saja salah memanggil suaminya dengan sebutan Kakak.


"Ya... itung-itung latihan aja lah, Yang! siapa tau Allah beneran kasih kita anak dalam waktu dekat ini!" Sahut Kak Iman.


"Tapi Tata, kan masih kuliah, Bi! Abi yakin mau langsung punya momongan?" Tanya Tata.


"In Sya Allah, Abi udah mantap yakin, Yang! apa kamu masih ragu, ya?" Sahut Kak Iman balik bertanya.


"Tata... " Ucap Tata tercekat.


"Kalau kamu emang masih ragu, Abi bisa nunggu, ko! asalkan jangan kelamaan, takutnya nanti Abi keburu tua!" Kekeh Kak Iman.


"Ya engga lama-lama juga lah, Bi! Tata kan juga mau punya keturunan dari Abi, tapi rasanya kalau sekarang, gimana ya?" Tutur Tata berusaha keras menyelaraskan pikiran dan isi hatinya.


"Ya udah, kalau gitu malam ini Abi pakai pengaman dulu deh, tapi kamu gak nolak kan kalau Abi buka segelnya malam ini?" Tanya Kak Iman seraya mengedipkan sebelah matanya, genit.


"I...iya, In Sya Allah, Bi!" Jawab Tata terbata karena saking groginya.


Tak lama kemudian pintu kamar hotelnya pun diketuk seseorang dari arah luar. Setelah di periksa, ternyata itu adalah pihak Restoran Hotel yang mengantarkan pesanan makanan Kak Iman yang sebelumnya dia pesan tadi.


"Wah...cepat juga ya datangnya, emm... satenya wangi banget Bi, Tata jadi gak sabar pengen makan sekarang!" Seru Tata antusias.


Tanpa membantah, Tata pun menghampiri kamar mandi di dalam kamar hotelnya dan segera mencuci tangannya sebelum melahap makanannya bersama sang suami.


...****************...


"Assalamu'alaikum," Ucap Tiwi seraya melangkah masuk ke dalam rumahnya.


"Wa'alaikumsalam, kalian baru pulang ya? tadi Ibu ke sana, ko gak liat kalian, sih?" Cecar Ibu Tiwi.


"Kayanya tadi Tiwi lagi ganti gaun, Bu! Tiwi masuk ke kamar dulu ya! Kak, tunggu sebentar ya!" Tutur Tiwi meninggalkan Ibunya dan Kak Gery yang sudah duduk di sofa ruang tamunya.


"Wah, ada nak Gery, ya?" Sapa Kakek Tiwi menghampiri.


"Kek, apa kabar?" Sahut Kak Gery balas menyapa seraya mencium tangan Kakek Tiwi.


"Alhamdulillah baik nak, kalian baru pada pulang ya?" Tanya Kakek Tiwi.


"Iya Kek, maaf ya Gery terlalu larut mengantar Tiwi pulang," Tutur Kak Gery merasa bersalah.


"Gak apa-apa nak, kami mengerti, ko! kalian pasti sangat sibuk, kan tadi! oh iya, Mi kamu belum suguhi nak Gery ya? ayo ambilkan dulu!" Seru Kakek Tiwi mengingatkan.


"Astagfirullah Mia sampai lupa, Pak! ya udah, tunggu sebenar ya nak!" Tutur Ibu Tiwi beranjak.

__ADS_1


"Gak perlu repot-repot, Tante!" Sahut Kak Gery sungkan.


"Udah, gak perlu sungkan, nak!" Ucap Kakek Tiwi sambil menepuk sebelah bahu Kak Gery.


"Oh iya, Kek! kalau Gery boleh tau, Kakek sama Kakek Gery sejak kapan bersahabat?" Tanya Kak Gery mengisi kekosongan selama menunggu Tiwi.


"Yang jelas sih udah lama banget, nak! kita udah bersahabat sedari SMP, saat itu kamu sama-sama menyukai perempuan yang sama di Sekolah, namun karena satu insiden, kami jadi dekat dan bersahabat hingga sekarang!" Tutur Kakek Tiwi menjelaskan.


"Wah, berarti benar-benar udah lama banget, ya Kek! Gery benar-benar kagum dengan persahabatan Kakek, semoga Gery bisa mencontoh kalian kedepannya," Sahut Kak Gery.


"Seru banget kayanya, lagi pada ngomongin apa, sih?" Tegur Tiwi menghampiri.


"Wi! eh, ada nak Gery ternyata!" Ucap Ayah Tiwi menghampiri bersama anak bungsunya itu.


"Iya, Om! Om apa kabar?" Sahut Kak Gery seraya mencium tangan Ayah Tiwi.


"Alhamdulillah, nak!" Jawab Ayah Tiwi.


"Ibu kemana, Kek?" Tanya Tiwi.


"Ibu kamu lagi ke dapur ambil suguhan buat nak Gery, kamu bantu gih ke sana!" Seru Kakek Tiwi.


"Ya udah, kalau gitu Tiwi bantu Ibu dulu ya, Kak!" Sahut Tiwi bergegas ke arah dapur rumahnya.


...****************...


"Yang, aku mandi duluan ya!" Ucap Kak Haikal setelah merek tiba di apartemennya.


"Iya Kak, jangan lama-lama ya! Drina juga pengen mandi nih, udah lengket banget keringatnya," Sahut Andrina.


"Ya udah, kalau gitu kita mandi bareng aja yuk!" Seru Kak Haikal dengan nada menggodanya.


"Ihh... Kakak mesum terus deh, udah sana mandi, gih!" Seru Andrina mendorong tubuh suaminya hingga ke depan pintu kamar mandi mereka.


"Yakin gak mau ikut masuk?" Goda Kak Haikal lagi.


"Ihh... Kakak mau sampai kapan sih mesum terus," Ucap Andrina pura-pura merajuk.


"Ya gak apa-apa dong, Yang! mesumnya juga sama istri sendiri, ko! memangnya kamu mau ya kalau Kakak mesumnya sama orang lain?" Tutur Kak Haikal tak henti menggoda.


"Haist!! iya deh iya, tapi mesumnya jangan di realisasikan dulu ya, Drina masih belum siap soalnya," Ucap Andrina memelankan ucapan terakhirnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode... 😘😘😘


__ADS_2